Vous êtes sur la page 1sur 41

ASFIKSIA

PEMBIMBING :
DR. H. GUNTUR BUMI NASUTION, Sp. F

Oleh :
SYAHLIZA LAILA PURBA
081001272
FRYSTKA HAMELIA SARI
0810070100119
HELENA ARIYANTI
09000016
NIA LARASSASTI
081001176
SWEETY 09000017

Powerpoint Templates

Page 1

DEFENISI
ASFIKSIA

ASFIKSIA
suatu keadaan yang ditandai dengan terjadinya
gangguan
pertukaran
udara
pernapasan,
mengakibatkan oksigen dalam darah berkurang
(hipoksia) disertai dengan peningkatan karbon
dioksida (hiperkapnea).

Powerpoint Templates

Page 2

Etiologi Asfiksia
Penyebab alamiah

Powerpoint Templates

Page 3

FISIOLOGI ANOKSIA
1. Anoksia Anoksik (Anoxic anoxia)
Pada tipe ini O2 tidak dapat masuk ke dalam
paru-paru karena:
Tidak ada atau tidak cukup O2.
Misalnya : bernafas dalam ruangan tertutup,
kepala di tutupi kantong plastik, udara yang
kotor atau busuk, udara lembab, bernafas dalam
selokan tetutup atau di pegunungan yang tinggi.
Hambatan mekanik dari luar maupun
dari
dalam jalan nafas seperti pembekapan, gantung
diri, penjeratan, pencekikan, pemitingan atau
korpus alienum dalam tenggorokan. Ini di kenal
dengan asfiksia mekanik.
Powerpoint Templates

Page 4

FISIOLOGI ANOKSIA
2. Anoksia Anemia (Anemia
anoxia)
Di mana tidak cukup hemoglobin untuk
membawa oksigen.
Ini didapati pada anemia berat dan
perdarahan yang tiba-tiba.

Powerpoint Templates

Page 5

FISIOLOGI ANOKSIA
3. Anoksia Hambatan (Stagnant
anoxia)

Tidak lancarnya sirkulasi darah


yang membawa oksigen.
Ini bisa karena gagal jantung, syok
dan sebagainya.

Powerpoint Templates

Page 6

FISIOLOGI ANOKSIA
4. Anoksia Jaringan (Hystotoxic
anoxia)

- Ekstraseluler
Anoksia yang terjadi karena gangguan di luar sel.
Contoh : Pada keracunan Sianida
Pada keracunan Barbiturat dan hipnotik lainnya.

- Intraselular
Di sini oksigen tidak dapat memasuki sel-sel tubuh
karena penurunan permeabilitas membran sel.
Contoh : pada keracunan zat anastetik yang larut dalam
lemak seperti kloform, eter dan sebagainya.
Powerpoint Templates

Page 7

- Metabolik
Disini asfiksia terjadi karena hasil metabolik yang
mengganggu pemakaian O2 oleh jaringan seperti
pada keadaan uremia.

- Substrat
Dalam hal ini makanan tidak mencukupi
untuk metabolisme yang efisien, misalnya
pada keadaan hipoglikemia.

Powerpoint Templates

Page 8

Patofisiologi
Dari pandangan patofisiologi,
kematian akibat asfiksia dapat
dibagi dalam 2 golongan, yaitu:
1. Primer (akibat langsung dari
asfiksia)
2. Sekunder (berhubungan
dengan
penyebab dan
usaha kompensasi dari tubuh)
Powerpoint Templates

Page 9

Stadium Pada Asfiksia


Fase Dispneu

Powerpoint Templates

Page 10

PATOFISIOLOGI ASFIKSIA
Drh mjd <--- fibrinolisis <--- ASFIKSIA --> relaksasi --> urin, feses &
encer
sfingter
cairan sperma
tdk sadar
keluar
Tenaga otot <<
dilatasi
kapiler

P O2 &
P drh

bendungan kapiler

kerusakan dinding kapiler


antara sel endotel dg kapiler

sianosis
permeabilitas kapiler

Kongesti
tek.
viseral intrakapiler lebam mayat
(warna ungu)

bercak tardieu &


transudasi cairan
(edema)

ruptur pembuluh
Powerpoint
kapiler Templates

Page 11

Tanda Kardinal
Asfiksia
1. Tardieus spot (Petechial
hemorrages)

2. Kongesti dan Oedema


3. Sianosis
4. Tetap cairnya darah
Powerpoint Templates

Page 12

LINGKARAN SETAN
PADA ASFIKSIA

Powerpoint Templates

Page 13

Pemeriksaan Jenazah
a. PEMERIKSAAN LUAR
1. Sianosis pada bibir, ujung-ujung jari
dan kuku.

2. Terdapat busa halus pada hidung


dan mulut.

Powerpoint Templates

Page 14

3.

Warna lebam mayat merahkebiruan gelap dan terbentuk


lebih cepat.

4. Gambaran pembendungan pada


mata berupa pelebaran pembuluh
darah konjungtiva bulbi dan
palpebra .

Powerpoint Templates

Page 15

b. PEMERIKSAAN DALAM
1. Darah berwarna lebih gelap dan lebih encer,
karena fibrinolisin darah yang meningkat
paska kematian.
2. Busa halus di dalam saluran pernapasan.
3. Pembendungan sirkulasi pada seluruh organ
dalam tubuh sehingga menjadi lebih berat
4. Petekie
5. Edema paru sering terjadi pada kematian
yang berhubungan dengan hipoksia
6. Kelainan-kelainan yang berhubungan dengan
kekerasan

Powerpoint Templates

Page 16

KEMATIAN AKIBAT ASFIKSIA

Asfiksia mekanik adalah mati lemas


yang terjadi bila udara pernapasan
terhalang memasuki saluran
pernapasan oleh berbagai kekerasan
(yang bersifat mekanik).

Powerpoint Templates

Page 17

Tindakan kekerasan yang


menyebabkan kematian akibat
asfiksia dibagi menjadi :

Sufokasi

Powerpoint Templates

Page 18

MATI GANTUNG (HANGING)


Defenisi
Mati gantung (hanging)
merupakan keadaan dimana
leher dijerat dengan ikatan,
daya jerat ikatan tersebut
memanfaatkan berat badan
tubuh atau kepala.

Powerpoint Templates

Page 19

Etiologi Kematian
pada Penggantungan
a. Asfiksia
b. Kongesti Vena
c. Kombinasi Asfiksia dan Kongesti Vena
d. Iskemik Otak (anoxia
e. Syok Vagal
f. Fraktur atau Dislokasi dari Verterbra
Servikal 2 dan 3
Powerpoint Templates

Page 20

Jenis Penggantungan
a. Dari letak tubuh ke lantai dapat
dibedakan menjadi 2 tipe, yaitu:
1. Tergantung Total (complete)
2. Setengah Tergantung (partial)
b. Dari letak jeratan dibedakan
menjadi 2 tipe, yaitu:
1. Tipikal
2. Atipikal

Powerpoint Templates

Page 21

Powerpoint Templates

Page 22

JUDICIAL
HANGING
gantung) :

(hukuman

kematian berlangsung sangat


cepat karena fraktur di vertebra
cervicaliis yang mengakibatkan
perdarahan di medula oblongata.

Powerpoint Templates

Page 23

Pemeriksaan Jenazah
a. Pemeriksaan Luar
1. Bekas jeratan (ligature mark) berparit,
bentuk oblik seperti V terbalik, tidak
bersambung, terletak di bagian atas leher,
berwarna kecoklatan, kering seperti kertas
perkamen, kadang-kadang disertai luka
lecet dan vesikel kecil di pinggir jeratan.
2. Leher bisa didapati sedikit memanjang
karena lama tergantung, bila segera
diturunkan tanda memanjang ini tidak
ada.
3. Tetesan air liur dipinggir salah satu sudut
mulut, jika air liur dijumpai di sudut mulut
kanan berarti simpul berada di sebelah kiri,
dan sebaliknya.
Powerpoint Templates

Page 24

Pemeriksaan Jenazah
b. Pemeriksaan Dalam
1. Jaringan otot setentang jeratan
didapati hematom, saluran pernafasan
terbendung.
2. Patah tulang lidah (os hyoid) sering
didapati, sedangkan tulang rawan yang
lain jarang
3. Didapati adanya robekan melintang
berupa garis berwarna merah (red line)
pada tunika intima dari arteri karotis
interna.
Powerpoint Templates

Page 25

Pencekikan
Definisi
Kematian dengan tindakan kekeraasan akibat
penekanan pada bagian leher dari arah luar
dengan alat tertentu atau dengan tangan.
Besarnya gaya tekanan pada leher ini bukan
berasalkan berat badan tubuh korban.
Pencekikan dibagi menjadi :
Pencekikan sejati
Pencekikan manual
Penjabalan (mugging)
Bansdola.

Powerpoint Templates

Page 26

Gejala
Mulai kehilangan kesadaran dan tenaga
sianosis dan perdarahan keluar dari telinga,
hidung atau mulut.
Kejang-kejang bisa terjadi pada beberapa
kasus.
Korban kemudian menjadi tidak sadar.
Korban meninggal dunia
Penyebab Kematian
1. Asfiksia
2. Apopleksia
3. Perangsangan sinus karotikus
4. Komplikasi Sekunder Sewaktu menyelamatkan
korban
Powerpoint Templates

Page 27

Gambaran Post-mortem
a. Jejas Penjeratan
b. gambaran akibat asfiksia
1. Wajah sianosis dan membengkak
2. Bola mata menonjol dan pupil membesar
3. Lidah membengkak, terjulur dan kadangkadang tergigit
4. Sianosis bibir
5. Tangan tergenggam
6. Inkontinensia urin dan feses
7. Organ genitalia mengalami kongesti

Powerpoint Templates

Page 28

SUFOKASI
Sufokasi adalah merupakan bentuk asfiksia
akibat obstruksi pada saluran udara menuju
paru-paru yang bukan karena penekanan
pada leher atau tenggelam.

Penyebab sufokasi adalah :


Pembekapan ( Smoothering )
Tersedak benda asing ( Gagging and choking
)
Penekanan pada dada.
Inhalasi gas-gas berbahaya
Powerpoint Templates

Page 29

Cara Kematian
Dibawah ini merupakan
penyebabkan kematian pada
sufokasi :
Asfiksia paling sering
Syok jarang.
Periode fatal :
Biasanya dalam waktu 4-5 menit
setelah mengalami sufokasi
komplit. Pada beberapa kasus
terjadi kematian
mendadak.
Powerpoint Templates

Page 30

Gambaran Pada Kematian Akibat dari


Penyebab Sufokasi
Pembunuhan dengan pembekapan.
Cedera berupa jejas bekas jari atau kuku ,
ditemukan disekitar wajah, dagu, pinggir rahang,
hidung, lidah dan gusi. Ujung lidah bisa juga
mengalami memar atau cedera.
Pembekapan karena kecelakaan.
Korban mungkin mengalami intoksikasi dan
terbekap karena terjatuh kedalam tempat yang
berlumpur
Pembunuhan dengan penekanan pada
dada.
Tanda - tanda cedera ditemukan pada bagian
dada disertai dengan fraktur tulang iga.
Powerpoint Templates

Page 31

Gambaran Pada Kematian


Akibat Asfiksia
Sianosis
Mata terbuka, pupil melebar,
mata menonjol, dan terdapat
perdarahan konjungtiva.
Lidah menjulur disertai dengan
air liur yang banyak keluar.
Busa bercampur darah juga
bisa ditemukan keluar dari
mulut.
Powerpoint Templates

Page 32

Pemeriksaan dalam :
Bisa ditemukan benda asing didalam
mulut
Membran mukosa saluran pernapasan
mengalami edema dan kongesti
Fraktur iga bisa ditemukan pada kedua
bagian dada pada kasus pembunuhan
dengan penekanan dada.
Paru paru mengalami kongesti dan
edema
Bercak tardieu
Bagian kanan jantung penuh berisi darah
dimana hal ini menunjukkan telah terjadi
kegagalan sirkulasi
Powerpoint Templates

Page 33

Tenggelam
Suatu keadaan dimana terjadi asfiksia yang
menyebabkan kematian akibat udara
atmosfere tidak bisa memasuki saluran
pernafasan, karena sebagian atau seluruh
tubuh berada didalam media cairan.
Jenis :
a. Parsial yaitu hanya bagian wajah yang
terbenam
b. Komplit- seluruh tubuh terbenam
a. Tenggelam kering (dry drowning)- kematian
terjadi sebelum menghirup air
b. Tenggelam basah (wet drwoning)- kematian
terjadi setelah menghirup air.
Powerpoint Templates

Page 34

Cara Kematian :
Asfiksia- hal ini merupakan
penyebab kematian yang paling
sering
Syok- karena inhibisi nervus
vagus
Pingsan (sinkop)
Geger otak
Apopleksia
Cedera
Kehabisan tenaga.
Powerpoint Templates

Page 35

Penatalaksanaan
1. Baju yang basah dilepaskan
2. Rongga mulut, kerongkongan dan
rongga hidung dibersihkan
3. Segera diberikan bantuan pernafasan
4. Berikan Oksigen juka perlu
5. Tubuh korban dijaga agar tetap hangat
6. antibiotik diberikan sebagai tindakan
profilaksis.
Periode Fatal
Biasanya sekitar 5 menit setelah seluruh
tubuh terbenam dalam air.
Powerpoint Templates

Page 36

Pemeriksaan luar
1. Pakaian masih basah atau lembab
2. Terdapat tanda-tanda asfiksia berupa :
wajah pucat, mata setengah terbukaa
dilatasi pupil, lidah terjulur. Bisa juga
ditemukan perdarahan subkonjungtiva.
3. Proses pembusukan berlangsung cepat
4. Lebam mayat berwarna merah muda dan
tampak pada bagian kepala, leher dan
dada.
5. Dari mulut dan lubang hidung bisa
ditemukan cairan yang berbusa halus.

Powerpoint Templates

Page 37

Pemeriksaan luar....
6. Tampak kutis anserina.
7. Kulit pada bagian tangan dan kaki tampak
pucat, basah dan berkeriput. Keadaan ini
disebut washer-woman hands.
8. Benda asing berupa rumput, batu kerikil,
dahan kayu dll, bisa ditemukan dalam
genggaman korban karena spasme
kadaver.
9. Penis dan skrotum mengalami pengisutan
dan konstraksi terutama pada musim
dingin.
10.Kaku mayat lebih cepat terjadi.
Powerpoint Templates

Page 38

Pemeriksaan dalam
Paru-paru
berisi air dan mengembang sampai menutupi
permukaan jantung (voluminous) atau paru seperti
balon (ballooning pulmonum).
Permukaan paru-paru teraba seperti spons dn mudah
melekuk pada penekanan ringan dengan jari.
Warnanya abu-abu pucat dan pada sayatan melintang
tampak eksudat berupa cairan berbusa dan darah.
Cairan berbusa halus juga ditemukan pada trakea dan
cabang utama bronkus.
Benda-benda organik maupun anorganik lainnya
seperti jenis ganggang, pasir, bisa ditemukan pada
saluran pernafasan.
Partikel makanan dari lambung yang diaspirasi ke
dalam saluran pernapasan juga bisa ditemukan.
Powerpoint Templates

Page 39

Jika tenggelam pada air tawar, air melalui paru-paru


akan masuk ke dalam pembuluh darah karena
konsentrasi darah lebih tinggi dari air, terjadi
hemodilusi yang diikuti dengan hemolisis, akibatnya
kadar ion K meningkat dan ion Na turun disertai
peningkatan
volume
darah,
beban
jantung
bertambah berat, terjadi keadaan hipoksia dan
fibrilasi ventrikel, berakhir terjadi kematian akibat
anoksia otak.
Jika tenggelam dalam air laut, cairan yang
masuk ke dalam paru lebih hipertonik sehigga
dapat menarik air dari pembuluh darah.
Akibatnya terjadi oedem paru, darah menjadi
hemokonsentrasi. Kadar ion Chlor jantung kiri
meningkat 30-40%, kadar ion Mg dalam darah
meningkat, sel darah merah meningkat. Terjadi
hipoksia. Kematian terjadi karena oedem paru.
Powerpoint Templates

Page 40

Terima
Kasih
Powerpoint Templates

Page 41