Vous êtes sur la page 1sur 60

Dwi Ananto W

23/09/16

ANFIS JANTUNG DAW

23/09/16

CVS-FF

JANTUNG
ANATOMI

LETAK

RONGGA DADA KIRI


TERLINDUNG DINDING DADA
UKURAN 12-14 x 8-9 x 6 cm
BERAT 250-350 gm
BASIS : Superior-posterior : C-II
APEX : anterior-inferior ICS-V
2 jari di bawah papila mamae
Bag ventrikel paling tebal
Punctum maximum
Point of maximal intensity

23/09/16

nn, JANTUNG

LAPISAN JANTUNG
1. PERICARDIUM ( lapisan luar)
- pembungkus jantung
- dari jaringan ikat
- Terdiri dari 2 lapisan :
1. Pericardium Parietalis (luar)
2. Pericardium Viseralis (dalam)
- Diantara keduanya : RONGGA
PERICARDIUM--- tdk berisi apa2

2. MYOCARDIUM (lap otot jantung)


- lapisan tengah jantung
- Terdiri dari 3 macam otot
1. otot atrium (tipis)
2. otot ventrikel
ventrikel kiri >> tebal dari v
kanan
3. otot serat khusus
SEPTUM CORDIS (batas
jantung kiri dan kanan)
- 1 & 2 berkontraksi, 3 tdk (tpt rgs konduksi
jantung
- otot ventrikel lebih tebal dari atrium

3. ENDOKARDIUM
- lapisan dalam jantung
- terdiri dr jaringan epitel (endotel)
- berhubungan langsung dengan ruang
jantung

RUANGAN 2 JANTUNG
1.
2.
3.
4.

ATRIUM KANAN
ATRIUM KIRI
VENTRIKEL KANAN
VENTRIKEL KIRI

SEPTUM CORDIS : sekat jantung --pembatas jantung kiri dan kanan

PADA JANIN
- terdapat FORAMEN OVALE : lubang
antara atrium kiri dan atrium
kanan
---- shg darah atrium ka & ki
bercampur
- Foramen ovale akan menutup setelah
bayi lahir/tali pusat dipotong --- paru2
berfungsi

KATUP JANTUNG
1. KATUP MITRALIS
- 2 daun katup
- antara atrium kiri dg ventrikel
kiri
2. KATUP TRIKUSPIDALIS
- 3 daun katup
- antara atrium kanan dg ventrikel kanan
3. KATUP SEMILINARIS PULMONALIS
- antara ventrikel kanan dg arteri pulmonalis
4. KATUP SEMILUNALIS AORTA
- antara ventrikel kiri dg aorta

PEMBULUH DARAH PD
JANTUNG
A. MASUK KE JANTUNG
1. vena cava
- masuk ke atrium kanan dari seluruh
tubuh
- vena cava superior dan inferior
- kaya CO2
2. vena pulmonalis
- masuk ke atrium kiri dari paru-paru
- kaya O2

B. KELUAR DR JANTUNG
1. aorta
- keluar dr ventrikel kiri menuju
seluruh tubuh
- kaya O2
2. arteri pulmonalis
- keluar dr ventrikel kanan ke
paru-paru
- kaya CO2
ARTERI CORONARIA : pemb darah pd dinding
jantung --- memberi nutrisi pd otot jantung

PERSARAFAN JANTUNG
Disarafi oleh SARAF OTONOM
1. Saraf simpatis
merangsang (stimulasi) denyut
jantung menjadi kuat dan cepat
2. Saraf parasimpatis
menahan (inhibisi) denyut/kontraksi
jantung menjadi lemah dan lamat

TERDIRI ATAS
1. ATRIUM
2. VENTRIKEL
3. NODAL TISSUE &
SERAT
PENGHANTAR
KHUSUS

JANTUNG
ANATOMI

a. Sino Atrial Node


(SA node)
b. Atrio Ventricular Node
(AV node)
c. Bundle of His
d. Sistem Purkinje
23/09/16

nn, JANTUNG

17

JANTUNG
ANATOMI

1. SA node
2. Internodal Pathway
a. Bachman (anterior)
b. Wenkebach (medial)
c. Thorel (posterior)
3. AV node
4. Bundle of His
5. Left Bundle Branche,
Right Bundle Branche
6. Purkinje fibers
23/09/16

nn, JANTUNG

18

Lapisan jantung
1.
2.
3.
4.

Pericardium
Epicardium
Myocardium
Endocardium

Antara pericardium dan epicardium terdapat rongga


(cavum pericardii), berisi cairan pelicin
Myocardium bagian kontraktil, mirip otot rangka
23/09/16

nn, JANTUNG

19

Anatomi Jantung
Myocardium

bagian kontraktil,
mirip otot skelet.

Otot jantung bersifat:


otonom,
unvolunter,
berkontraksi ritmis
(autorhythmic cell).
23/09/16

nn, JANTUNG

20

Anatomi Jantung

23/09/16

nn, JANTUNG

Katub (valve) :
- Mitral (bicuspidal): kiri
- Tricuspidal: kanan
- Aortic semilunar
- Pulmonary semilunar

Arah katub : searah.


Stenosis membuka
tak sempurna
Insufisiensi menutup
tak sempurna

21

Fisiologi
Sifat dasar otot jantung :
a. irritability (bathmotropic) = peka rangrang
b. conductivity (dromotropic) = hantar rangsang
c. contractility (inotropic) = dapat berkontraksi
d. rhythmicity ( chronotropic) = bersifat ritmis

23/09/16

nn, JANTUNG

22

Irritability = peka rangrang

23/09/16

nn, JANTUNG

23

CONDUCTIVITY = menghantarkan

rangsang

Kecepatan hantar impuls :


Otot atrium

: 0.3 m/det

AV node

: 0.1 m/det

Otot ventrikel : 0.4 0.5 m/det


Purkinje fibres : 1.5 4

23/09/16

nn, JANTUNG

m/det

24

CONDUCTIVITY

23/09/16

nn, JANTUNG

25

CONDUCTIVITY
Internodal Pathway

SA
radier
Seluruh
Dinding
Atrium

AV

His
Purkinje
ke seluruh bagian ventrikel bersamaan

ventrikel berkontraksi sbg satu kesatuan

23/09/16

nn, JANTUNG

26

CONTRACTILITY = dapat berkontraksi


Rangsang membuka
Ca channel, Ca
masuk rangsang
Ca keluar dari
sarcoplasmic reticulum dan berikat
dengan troponin
kontraksi otot
Bila Ca lepas dari
troponin otot
relaks, Ca dimasukkan ke dalam SR
dan sebagian
keluar
23/09/16

nn, JANTUNG

27

RHYTHMICITY = bersifat ritmis


Irama kontraksi jantung ikut irama SA node
SA memancarkan Potensial Aksi secara reguler
ke seluruh atrium
Frekuensi impuls / kontraksi
AV node
sistem Purkinje

SA node

: 70-80 x/min

AV node

: 50-60 x/min

Otot atrium

: 20-40 x/min

kontraksi ventrikel ritmis Otot ventrikel : 10-30 x/min

23/09/16

nn, JANTUNG

28

RHYTHMICITY

Normal

: SA sebagai pace maker


irama SA node
irama sinus

Patologis
maker

: AV node sebagai reserve pace


irama nodal
lebih lambat dari irama sinus

23/09/16

nn, JANTUNG

29

JANTUNG SEBAGAI POMPA


SYARAT POMPA JANTUNG
YANG BAIK :

1. Katub berfungsi baik


2. Pengisian darah atrium
dan ventrikel optimal
3. Kuat kontraksi optimal
4. Frekuensi jantung normal,
kontraksi atrium dan
ventrikel bergantian
23/09/16

nn, JANTUNG

30

SIKLUS JANTUNG
1. Fase sistole (kontraksi)
2. Fase diastole (relaksasi)

23/09/16

nn, JANTUNG

31

6 FASE SIKLUS JANTUNG

23/09/16

nn, FISIOLOGI JANTUNG

32

PROYEKSI SUARA JANTUNG DI DADA


Berasal dari suara katup jantung.
Suara I : Penutupan katup AV (lub)
1. Katub mitral , ICS V midclav kiri
2. Katub tricuspidal, ICS V
parasternal kiri
Suara II : Penutupan katup semilunar
(dub)
1. Katup aorta, ICS II parasternal
kanan
2. Katup pulmonal, ICS II
parasternal
kiri
23/09/16
23/09/16

nn, JANTUNG SIRKULASIPSY

SI

SI

SISTOLE

DIASTOLE
S II

S II

33

33

Aorta dan arteria Pulmonalis saling menyilang, sehingga pada


auskultasi suara katup Aorta di ICS 2 parasternal kanan, sedang
katup a.Pulmonalis di ICS 2 parasternal kiri.

PROYEKSI SUARA JANTUNG


1. Katub mitral , ICS V
midclav kiri
2. Katub tricuspidal, ICS V
parasternal kiri
3. Katup aorta, ICS II
parasternal kanan
4. Katup pulmonal, ICS II
parasternal kiri

23/09/16

nn, JANTUNG

35

SATU SIKLUS JANTUNG


TERDIRI :
Sistole = fase kontraksi = 0,3 det
Diastole
= fase relaksasi = 0,6 det
--------------0,9 det
Heart Rate = 60 : 0,9 = 66,6 67 x / menit
Normal 60 100 x / min 72 x / min
Bradikardi < 60 x / min
Takikardi > 100 x / min
23/09/16

nn, JANTUNG

36

STROKE VOLUME
( ISI SEKUNCUP )
= Jumlah darah yang dipompa satu kali oleh ventr kiri /
kanan
Pada manusia dewasa sehat SV + 70 ml

SV = EDV ESV
SV mengikuti hukum Frank-Starling :
Jantung beradaptasi terhadap beban yang diberikan
Semakin kuat jantung diregang (semakin besar
volume ventrikel) semakin kuat pula jantung
berkontraksi
23/09/16

nn, JANTUNG

37

CARDIAC OUTPUT (CURAH JANTUNG)


CO = Jumlah darah yang dipompa oleh jantung
dalam 1 menit
CO = SV x HR
= 70 ml x 72x / menit = 5040 ml/menit
( 5000 ml/menit )
Dipengaruhi oleh :
1. Pre load
: EDV
2. After load : Tekanan darah,
Viskositas darah
23/09/16

nn, JANTUNG

38

CARDIAC OUTPUT MENINGKAT


Kompensasi agar transport oksigen mencukupi :
1. Anemia

: Hb rendah

2. Kehamilan : sirkulasi placenta = arterio-venous


shunt
3. Berdiri

: 20 % > duduk

4. Latihan jasmani :
5. Lain-lain
23/09/16

: demam, hipertiroidi, emosi


nn, JANTUNG

39

Pengaruh suhu
1. Peningkatan suhu sd. 42o C permeabilitas
membran self excitation process frek

2. Peningkatan suhu > 42o C frek


3. Penurunan suhu frek
hal ini berhubungan dengan metabolisme
otot jantung

23/09/16

nn, JANTUNG

40

PENGATURAN FUNGSI JANTUNG


Pengaturan oleh syaraf otonom
1. Simpatetik
Inotropik positif ( kekuatan kontraksi )
Chronotropik positif ( frek , 170-230 x /
min) CO
2. Parasimpatetik
Inotropik negatif ( kekuatan kontraksi )
Chronotropik negatif (frek , maksimal
menurun sampai 20 30 x / min CO
23/09/16

nn, JANTUNG

41

DETAK JANTUNG
(HR)
Rangsang saraf
simpatik atau
epinefrin meningkatkan HR.
Rangsang saraf
parasimpatik
atau acetilcholin
me-nurunkan
HR.
23/09/16

nn, JANTUNG

42

Pada kelainan

katub mitral
hambatan aliran di jantung
timbunan darah di atrium
tekanan v.Pulmonalis meningkat
(back flow darah)
edema paru sesak nafas.
23/09/16

nn, sirkulasi FK

43

GAGAL JANTUNG KANAN & KIRI

23/09/16

nn, sirkulasi FK

44

VASKULARISASI JANTUNG
Sistem arteri

23/09/16

JANTUNG

1.

A.coronaria sinistra
r. descendens ant.
r. circumflexus
r. marginalis
otot jantung kiri

2.

A.coronaria dextra
r. descendens post.
r. marginalis
otot jantung
kanan + kiri
45

Epicardial coronary arteries

Cardiac
muscle
Subendocardial arterial plexus
Diagram of the epicardial, intramuscular, and subendocardial coronary vasculature.
23/09/16

JANTUNG

46

PENGATURAN ALIRAN DARAH KORONER


A. Swadaya lokal
1. Kebutuhan oksigen (O2)
2. CO2
3. Laktat
Terjadi vasodilatasi
4. Adenosin
5. Ion Kalium dan Hidrogen
menyebabkan dilatasi ok.
1. O2 otot jantung O2 koroner lemah, dilatasi
2. O2 otot jantung menghasilkan adenosin
dilatasi
ATP P + ADP P + AMP P + ADENOSIN
vasodilatasi koroner
23/09/16

nn, JANTUNG

47

PENGATURAN ALIRAN DARAH KORONER


B. SARAF
1.
2.

Parasimpatis pengaruhnya sangat kecil


diabaikan
Simpatis : extensif
zat-zat transmitter simpatis :epinefrin dan
norepinefrin berpengaruh pada pembuluh
koroner, tgt
reseptor konstriksi
reseptor dilatasi
a. coronaria epicardial
: res > banyak
a. coronaria intramuscular : res > banyak

23/09/16

nn, JANTUNG

48

PENGATURAN ALIRAN DARAH KORONER


RANGSANGAN SIMPATIS
Konstriksi a.epikardial (res.)
Dilatasi a. intramuskuler
(res. )
BAGIAN TERBESAR
aliran darah terjadi dalam
a. intramuskuler
EFFEK NETTO :

dilatasi koroner
23/09/16

nn, JANTUNG

Konstriksi a.epikardial res.


Pada beberapa keadaan timbul:
ISKEMIA MIOKARDIUM

NYERI ANGINA
(Nyeri dada iskemik)
Dengan adanya: faktor metabolit dan kadar O2 (sebagai vaso
dilator) maka beberapa detik
akan kembali normal
49

23/09/16

nn, JANTUNG

50

PENYAKIT JANTUNG KORONER


& INFARK MIOKARD

23/09/16

nn, JANTUNG

51

Angioplasti Koroner Transluminal Perkutan

23/09/16

nn, JANTUNG

52

Stents and bypass surgery


are common treatments for
blocked arteries.
Stents are tiny,
expandable mesh
tubes that hold
arteries open.
Bypass surgery involves
rerouting the blood flow
around the blocked artery
by using a healthy artery
from somewhere else in your
body.
23/09/16

23/09/16

nn, JANTUNG

nn, JANTUNG SIRKULASIBIDAN

53

53

23/09/16

23/09/16

nn, JANTUNG

nn, JANTUNG SIRKULASIBIDAN

54

STENT

Stents are tiny, compared with fingers


23/09/16

23/09/16

nn, JANTUNG SIRKULASIBIDAN

55

Buah
Semangka
.,

T
Q

Berhidung
Belang .!

23/09/16

nn, JANTUNG

56

CONDUCTIVITY
internodal pathway (3)
SA
AV junction AV
(junctional fibres)
radier
His
Seluruh
Dinding
Atrium

Purkinje
ke seluruh bagian ventrikel bersamaan
ventrikel berkontraksi sbg satu kesatuan

23/09/16

nn, FISIOLOGI JANTUNG

57

Potensial Aksi SA node

23/09/16

nn, JANTUNG

58

PENGATURAN FUNGSI JANTUNG


Intrinsik
1.

Heterometrik autoregulation
pengaturan bila ada perubahan ukuran panjang
serabut otot jantung
terkait dengan Hukum Frank-Starling
terkait dengan EDV

23/09/16

nn, FISIOLOGI JANTUNG

60

PENGATURAN FUNGSI JANTUNG


2.

Homeometric autoregulation
Pengaturan tanpa ada perubahan panjang serabut
otot jantung

terkait dengan perubahan metabolisme otot


jantung,
metabolisme kekuatan elemen kontraksi
(mis: demam, hipertiroidi)

23/09/16

nn, FISIOLOGI JANTUNG

61