Vous êtes sur la page 1sur 18

ASKEP

GLOMERULONEFRITIS
BY EKO WIDODO

Latar Belakang

Glomerulonefritis merupakan penyebab


utama terjadinya gagal ginjal tahap akhir
dan tingginya angka morbiditas baik
pada anak maupun pada dewasa.
Glomerulonefritis merupakan penyakit
peradangan ginjal bilateral. Peradangan
dimulai dalam gromeleurus dan
bermanifestasi sebagai proteinuria dan
atau hematuria.

Glomerulonefritis merupakan penyebab


utama terjadinya gagal ginjal tahap
akhir dan tingginya angka morbiditas
baik pada anak maupun pada dewasa.
Terminologi glomerulonefritis yang
dipakai disini adalah untuk menunjukkan
bahwa kelainan yang pertama dan
utama terjadi pada glomerulus, bukan
pada struktur ginjal yang lain.

Review Anatomi

Etiologi

Glomerulonefritis akut didahului oleh


infeksi ekstra renal terutama di
traktus respiratorius bagian atas dan
kulit oleh kuman streptococcus beta
hemoliticus golongan A tipe
12,4,16,25,dan 29.

Contoh Bakteri
Streptokokus

Contoh Bakteri
Streptokokus

Manifestasi Klinis
1. Hematuria
2. Edema pada wajah terutama periorbita
atau seluruh tubuh
3. Oliguria
4. Tanda-tanda payah jantung
5. Hypertensi
6. Muntah-muntah,nafsu makan kurang
kadang diare

Komplikasi
1. Oliguria sampai anuria yang dapat
berlangsung 2-3 hari. Terjadi sebagai
akibat berkurangnya filtrasi
glomerulus. Gambaran seperti
insufisiensi ( ketidak mampuan) ginjal
akut dengan uremia, hiperkalemia,
hiperfosfatemia dan hidremia.

2. Ensefalopati hipertensi yang


merupakan gejala serebrum karena
hipertensi. Terdapat gejala berupa
gangguan penglihatan, pusing, muntah
dan kejang-kejang. Ini disebabkan
spasme pembuluh darah lokal dengan
anoksia dan edema otak.

3. Gangguan sirkulasi berupa dispneu,


ortopneu, terdapatnya ronki basah,
pembesaran jantung dan meningginya
tekanan darah yang bukan saja disebabkan
spasme pembuluh darah, melainkan juga
disebabkan oleh bertambahnya volume
plasma. Jantung dapat memberat dan
terjadi gagal jantung akibat hipertensi
yang menetap dan kelainan di
miokardium.

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan urine
2. Pemeriksaan darah
3. Pemeriksaan Kultur tenggorok :
menentukan jenis mikroba adanya
streptokokus
4. Pemeriksaan imunologi: IgG, IgM dan
C3.kompleks imun
1.

5. Pemeriksaan radiologi : foto thorak


adanya gambaran edema paru atau
payah jantung

6. ECG: adanya gambaran gangguan


jantung

Penatalaksanaan
Istirahat mutlak selama 3-4 minggu.
2. Pemberian penisilin pada fase akut
3. Makanan. Pada fase akut diberikan
makanan rendah protein
(1g/kgbb/hari) dan rendah garam (1
g/hari)
4. Pengobatan terhadap hipertensi.
1.

5. Diurektikum dulu tidak diberikan


pada glomerulonefritis akut, tetapi
akhir-akhir ini pemberian furosemid
(Lasix) secara intravena
(1mg/kgbb/kali) dalam 5-10 menit
tidak berakibat buruk pada
hemodinamika ginjal dan filtrasi
glomerulus (Repetto dkk, 1972).

6. Bila timbul gagal jantung, maka


diberikan digitalis, sedativa dan oksigen.
7. Bila anuria berlangsung lama (5-7
hari), maka ureum harus dikeluarkan
dari dalam darah dengan beberapa cara
misalnya dialisis
pertonium, hemodialisis, bilasan
lambung dan usus.

KONSEP DASAR ASKEP

LIHAT ASKEP SEBELUMNYA