Vous êtes sur la page 1sur 10

PERGERAKAN NASIONAL DI

INDONESIA
oleh ipik ernaka

Tahapan Nasionalisme di
Indonesia

Tahapan
Tahapan
Tahapan
Tahapan
Tahapan
Tahapan

Sosial Budaya 1900 - 1912


Politik 1912 - 1921
Militan 1921 - 1926
Radikal 1926 - 1933
Moderat 1933 - 1942
Perlawanan terhadap Jepang

Tahapan Sosial-Budaya

Nasionalisme baru lahir dalam


bentuk etno-nasionalisme.
Ditandai dengan adanya
organisasi yang bersifat
kedaerahan seperti Boedi
Oetomo
Landasan organisasinya masih
bersifat lokal atau belum
menasional.
Persebarannya masih terbatas di
kalangan tertentu.

Tahapan Politik

Nasionalisme yang berwujud dalam


organisasi pergerakan, merubah haluan
organisasinya ke arah politik praktis.
Munculnya IP, PKI dan PI
Pernyataan-pernyataan yang sifatnya
frontal dan menentang kolonialisme
mulai berkumandang. Tulisan Als Ik
een Nederlandche was
Mulai menemukan bentuk ke arah
mana nasionalisme itu tertuju,
merdeka.

Tahapan Militan

Mulai bergaungnya kata Indonesia,


dan menjadi nama tambahan pada
organisasi-organisasi massa.
Kecintaan dan kesadaran terhadap
bangsanya semakin memuncak
dan kebencian terhadap negara
kolonial juga memuncak
Penggalangan massa dan
indoktrinasi nasionalisme yang
semakin intens melalui kaderisasi
organisasi atau agitasi/provokasi
semakin sering terjadi di berbagai
daerah

Tahapan Radikal

Radikalisme menjadi ciri pada tahapan ini dalam


bentuk perlawanan dan pembangkangan terhadap
perusahaan/pemerintahan Belanda.
Munculnya Pemberontakan Massa PKI 1926/1927
di Jawa dan Sumatera
Penyamaan visi, misi
kebangsaan dalam berjuang
melalui Kongres Pemuda.
Lahirnya wujud persatuan dan
kesatuan bangsa dengan
adanya Ikrar/Sumpah Pemuda

Tahapan Moderat

Kebuntuan dan kegagalan usaha perlawanan


melalui pembangkangan/pemberontakan semasa
radikal merubah pola pergerakan. (kegagalan
pembangkangan, penangkapan tokoh nasional,
pemenjaraan tokoh nasional)
Upaya untuk memanfaatkan fasilitas birokrasi kolonial
demi kepentingan nasional/bangsa semakin meningkat
Meningkatnya peranan anggota Volksraad dalam
memperjuangkan bangsa
Adanya tuntutan self-determination melalui Petisi
Soetardjo.
Adanya organisasi bersama dalam memperjuangkan
kepentingan bangsa, yaitu dengan berdirinya GAPI
(Gabungan Politik Indonesia)

Tahapan Perlawanan terhadap Jepang

Adanya perbedaan konsep perjuangna melawan Jepang


Pihak yang Kolaborasi dan Kontra. Dikenal juga dengan
Pergerakan Legal dan Illegal.
Pergerakan Legal: perjuangan demi kepentingan bangsa melalui
organisasi yang dibentuk dan disetujui oleh Jepang (BPUPKI, Peta,
Jawa Hokokai dsb.)
Pergerakan Illegal: perjuangan demi kepentingan bangsa melalui
organisai atau bentuk selain yang legal. Seperti perjuangan Amir
Syarifuddi (PSI, Gerindo dsb) atau perlawanan fisik di berbagai
daerah seperti Zaenal Mustafa, Teuku Abdul Jalil dsb.
Pejuang legal dikenal dengan istilah Golongan Tua (konservatif)
sedangkan yang illegal dikenal dengan Golongan Muda (progresif)
Golongan Tua (Soekarno, Hatta, Soebardjo dsb.)
Golongan Muda (Soekarni, Chaerul Saleh, Adam Malik dsb.)

Kita Bisa

Thank
You
Very
Much
Akuipik.ernaka@yahoo.com
berlindung dari hal
For Your
Attention
sedemikian