Vous êtes sur la page 1sur 41

PEMBAHASAN UNDANG-UNDANG/PERATURAN PEMERINTAH

DAN ATURAN LAINNYA


YANG BERKAITAN DENGAN AUDIT KEUANGAN NEGARA

Magister Akuntansi STAR-BPKP


Universitas Airlangga

Anggota kelompok 1

1.
2.
3.
4.
5.

ANGGUN ANITA SARI


RATNAWATY
SUSAN NOVITA SARI
HINDIRA WIDIASTRI
ARDI TRI HANDONO

nim : 041514253066
nim : 041514253014
nim : 041514253022
nim : 041514253061
nim : 041514253021

Magister Akuntansi STAR-BPKP


Universitas Airlangga

Landasan Hukum Keuangan Negara


PERUBAHAN KETIGA UUD 1945
Pasal 23 C : Hal-hal lain mengenai keuangan negara diatur
dengan undang-undang.
PERATURAN :
1.

UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara

2.

UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara

3.

UU No. 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan


dan Tanggung Jawab Keuangan Negara

4.

UU No. 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan

5.

PP No. 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi


Pemerintahan

6.

Peraturan BPK-RI No. 1 Tahun 2007 tentang Standar


Pemeriksaan Keuangan Negara

7.

PP No. 60 Tahun 2008 tentang SPIP

1. UU No. 17 Tahun 2003

tentang Keuangan Negara

Penyaji : Anggun

Keuangan Negara
(Ps.1 ayat 1 UU 17/2003)
Keuangan

negara

adalah

semua

hak

dan

kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang,


serta segala sesuatu baik berupa uang maupun
berupa barang yang dapat dijadikan milik negara
berhubung dengan pelaksanaan hak dan kewajiban
tersebut

Ruang Lingkup Keuangan Negara


(Ps.2 UU 17/2003)
a. Hak negara untuk memungut pajak, mengeluarkan dan
mengedarkan uang dan melakukan pinjaman;
b. Kewajiban negara untuk menyelenggarakan tugas layanan
umum pemerintahan negara dan membayar tagihan pihak
ketiga;
c. Penerimaan negara;
d. Pengeluaran negara;
e. Penerimaan daerah;
f. Pengeluaran daerah;
g. Kekayaan negara/kekayaan daerah yang dikelola sendiri atau
oleh pihak lain berupa uang, surat berharga, piutang, barang,
serta hak-hak lain yang dapat dinilai dengan uang, termasuk
kekayaan yang dipisahkan pada perusahaan
negara/perusahaan daerah;
h. Kekayaan pihak lain yang dikuasai oleh pemerintah dalam
rangka penyelenggaraan tugas pemerintahan dan/atau
kepentingan umum;
i. Kekayaan pihak lain yang diperoleh dengan menggunakan
fasilitas yang diberikan pemerintah.

Kekuasaan atas Pengelolaan Keuangan


(Ps.6 ayat 1 dan 2 UU 17/2003)
1. Presiden memegang kekuasaan umum keuangan

negara.
2. Kekuasaan Pengelolaan Keuangan Negara
a. Dikuasakan kepada :
. Menteri Keuangan pengelola fiskal,
termasuk
kekayaan
negara
yang
dipisahkan.
. Menteri Teknis/Pimpinan Lembaga PA/PB
b. Diserahkan kepada :
Gubernur/Bupati/Walikota

pengelolaan
keuangan daerah

2. UU No. 1 Tahun 2004 tentang

Perbendaharaan Negara

Penyaji : Anggun

Perbendaharaan Negara
(Ps.1 ayat 1 UU 1/2004)

Perbendaharaan Negara adalah pengelolaan dan


pertanggungjawaban keuangan negara, termasuk
investasi dan kekayaan yang dipisahkan, yang
ditetapkan dalam APBN dan APBD

Piutang Negara
(Ps.2 UU 1/2004)
Perbendaharaan Negara sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 1 Angka 1, meliputi:
a. pelaksanaan pendapatan dan belanja negara;
b. pelaksanaan pendapatan dan belanja daerah;
c. pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran negara;
d. pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran daerah;
e. pengelolaan kas;
f. pengelolaan piutang dan utang negara/daerah;
g. pengelolaan investasi dan barang milik negara/daerah;
h. penyelenggaraan akuntansi dan sistem informasi manajemen
keuangan negara/daerah;
i. peyusunan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBN/APBD;
j. penyelesaian kerugian negara/daerah;
k. pengelolaan Badan Layanan Umum;
l. perumusan standar, kebijakan, serta sistem dan prosedur yang
berkaitan dengan pengelolaan keuangan negara dalam rangka
pelaksanaan APBN/APBD.

3. UU No. 15 Tahun 2004

tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan


Tanggung Jawab Keuangan Negara

Penyaji : Ratnawaty

Catch Poin

efinisi Pemeriksaan
emeriksaan adalah proses identifikasi masalah, analisis dan
valuasi yang dilakukan sec. Independen, objektif, profesional,
erdasarkan standar pemeriksaan untuk menilai kebenaran,
ecermatan, kredibiltas, dan keandalan informasi mengenai

engelolaan dan tanggungjawab keuangan negara.

nis Audit
erdiri dari : pemeriksaan keuangan, pemeriksaan kinerja dan
emeriksaan dengan tujuan tertentu.

Catch Poin

Pemeriksaan keuangan yang dilakukan oleh BPK meliputi :


seluruh unsur keuangan negara sebagaimana dimaksudkan
dalam pasal 2 UU No. 17/2004 tentang Keuangan Negara

Pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan


negara pada organisasi sektor publik pemerintah dapat
dilakukan oleh akuntan publik selain BPK, dengan ketentuan
hasil pemeriksaan harus diserahkan kepada BPK

Catch Poin

5.

Hak-Hak Pemeriksa saat menjalankan tugas pemeriksaan

6.

Penyusunan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP)

7.

Penyerahan LHP kepada lembaga perwakilan DPR/DPRD

8.

Tindak lanjut dari penyerahan LHP kepda lembaga perwakilan


DPR/DPRD

4. UU No. 15 Tahun 2006 tentang

Badan Pemeriksa Keuangan

Penyaji : Ratnawaty

al-hal yang diatur dalam UU No. 15/2006

ntang Badan Pemeriksa Keuangan

Kedudukan dan Keanggotaan dalam BPK


Tugas dan Wewenang BPK
Pemilihan dan Pemberhentian Anggota BPK
Hak Keuangan/Administratif dan Protokoler, Tindakan Kepolisia
Kekebalan, serta Larangan

Kode Etik, Kebebasan, Kemandirian dan Akuntabilitas


Pelaksana BPK
. Anggaran
I.Ketentuan Pidana
Ketentuan Peralihan
Ketentuan Penutup

5. PP Nomor 71 Tahun 2010 tentang


Standar Akuntansi Pemerintahan

Penyaji : Hindira Widiastri

SAP yang Berlaku di Indonesia


Pada tanggal 13 Juni 2005 Presiden
menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor
24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi
Pemerintahan
Pada tahun 2010 diterbitkan PP No. 71 Tahun
2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan,
sehingga sejak saat itu PP No. 24 Tahun 2005
dinyatakan tidak berlaku lagi. PP No. 71 Tahun
2010 mengatur penyusunan dan penyajian
laporan keuangan berbasis akrual.

SAP tercantum dalam dua lampiran


dalam Peraturan Pemerintah Nomor
71 Tahun 2010, yaitu:
SAP Berbasis Akrual
SAP Berbasis Kas Menuju Akrual

SAP Berbasis Akrual


SAP Berbasis Akrual dinyatakan dalam bentuk
PSAP dan dilengkapi dengan Kerangka
Konseptual Akuntansi Pemerintahan.
PSAP dan Kerangka Konseptual Akuntansi
Pemerintahan dalam rangka SAP Berbasis Akrual
dimaksud tercantum dalam Lampiran I Peraturan
Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010.

SAP Berbasis Kas Menuju Akrual


SAP Berbasis Kas Menuju Akrual yaitu SAP yang
mengakui pendapatan, belanja, dan pembiayaan
berbasis kas, serta mengakui aset, utang, dan
ekuitas dana berbasis akrual.
SAP Berbasis Kas Menuju Akrual dinyatakan
dalam bentuk PSAP dan dilengkapi dengan
Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan.
PSAP dan Kerangka Konseptual Akuntansi
Pemerintahan dalam rangka SAP Berbasis Kas
Menuju Akrual tercantum dalam Lampiran II
Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010.

SIKLUS AKUNTANSI

. Peraturan BPK-RI No. 1 Tahun 2007 tentang


Standar Pemeriksaan Keuangan Negara

Penyaji : Susan Novitasari

Dasar Pembuatan Standar Pemeriksaan


Keuangan Negara

Standar
Pemeriksa
an
Keuangan
Negara

Patokan untuk melakukan


pemeriksaan pengelolaan dan
tanggung jawab keuangan
negara

Pengelola
an
Keuangan
Negara

Keseluruhan kegiatan pejabat


pengelola keuangan negara sesuai
dengan kedudukan dan
kewenangannya, meliputi
perencanaan, pelaksanaan,
pengawasan, dan
pertanggungjawaban

SPKN dinyatakan dalam bentuk Pernyataan


standar pemeriksaan

SPKN

Pendahuluan standar
pemeriksaan
7 Pernyataan Standar
Pemeriksaan (PSP)

Pendahuluan Standar
Pemeriksaan

SPKN memuat persyaratan profesional


pemeriksa, mutu pelaksanaan pemeriksaan, dan
persyaratan laporan pemeriksaan yang
profesional
Tujuan SPKN : menjadi ukuran mutu bagi pemeriksa
dan organisasi pemeriksa dalam pemeriksaan atas
pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara
SPKN berlaku untuk semua pemeriksaan (terhadap
entitas, program, kegiatan, fungsi) yang berkaitan
dengan pelaksanaan pengelolaan dan tanggung
negara Publik (pihak
SPKN berlaku jawab
untuk keuangan
BPK dan Akuntan
lain) yang melakukan pemeriksaan atas pengelolaan
dan tanggung jawab keuangan negara untuk dan
atas nama BPK
SPKN dapat digunakan oleh APIP maupun pihak lain
sebagai acuan menyusun standar pengawasan

Jenis Pemeriksaan
Pemeriksa
an
Keuangan

Pemeriksaa
n Kinerja

Pemeriksa
an Dengan
Tujuan
Tertentu

Pemeriksaan atas laporan keuangan


Memberikan keyakinan yg memadai ->
lap. Keu disajikan secara wajar dlm semua
hal yg material sesuai prinsip akuntansi yg
berlaku umum
Menghasilkan
opiniekonomi, efisiensi, dan
Pemeriksaan aspek

efektivitas
Menguji kepatuhan terhadap peraturan
perUUan
Menguji pengendalian intern
Menghasilkan temuan, simpulan, dan
rekomendasi
Memberikan simpulan atas suatu hal yang
diperiksa
Bersifat examination, review, atau prosedur
yang disepakati
Meliputi pemeriksaan atas hal-hal lain di
bidang keu., pemeriksaan investigatif, dan
pemeriksaan atas SPI

PSP

7. PP No. 60 Tahun 2008 tentang SPIP

Penyaji : Ardi

PP NOMOR 60 TAHUN 2008 Pasal


2 ayat (1)
Untuk menyampai pengelolaan keuangan negara
yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel,
Menteri/ Pimpinan
Lembaga, Gubernur dan
Bupati/W alikota WAJIB melakukan pengendalian
atas penyelenggaraan kegiatan pemerintahan

TANGGUNG JAWAB OPERASIONAL


KEGIATAN PEMERINTAH ADA PADA
MANAJEMEN

Berpedoman kepada SPIP

30

TUJUAN SPIP

PP NOMOR 60 TAHUN 2008 Pasal 2 ayat (3)

Untuk memberikan keyakinan yang memadai


bagi tercapainya :
a) Efektivitas dan Efisiensi pencapaian tujuan
penyelenggaraan pemerintahan negara
b) Keandalan Laporan Keuangan
c) Pengamanan aset negara
d) Ketaatan terhadap peraturan perundangundangan.
31

1. LINGKUNGAN PENGENDALIAN

Adalah kondisi dalam instansi pemerintah


yang mempengaruhi efektifitas pengendali
an intern.

UNSUR LINGKUNGAN PENGENDALIAN

Penegakan Integritas dan Etika


Komitmen terhadap
Kompetensi
Kepemimpinan yang Kondusif
SPIP

Lingkungan
Pengendalian

Struktur Organisasi yang


Sesuai Kebutuhan
Pendelegasian Wewenang dan
Tanggung Jawab yang Tepat
Kebijakan yang Sehat tentang
Pembinaan SDM
Peran APIP yang Efektif
Hubungan Kerja yang Baik

2. PENILAIAN RESIKO
Adalah kegiatan penilaian atas
kemungkinan kejadian yang
mengancam pencapaian tujuan dan
sasaran instansi pemerintah.

10/26/16

UNSUR PENILAIAN RISIKO

SPIP

10/26/16

Penilaian
Risiko

Identifikasi Risiko
Analisis Risiko

UNSUR KEGIATAN PENGENDALIAN


Reviu atas Kinerja Instansi Pemerintah
Pembinaan Sumber Daya Manusia
Pengendalian Pengelolaan Sistem
Informasi
Pengendalian Fisik atas Aset

SPIP

Kegiatan
Pengendalian

Penetapan & Reviu Indikator & Ukuran


Kinerja
Pemisahan Fungsi
Otorisasi Transaksi dan Kejadian Penting
Pencatatan yang Akurat dan Tepat Waktu
Pembatasan Akses atas Sumber Daya
Akuntabilitas terhadap Sumber Daya

10/26/16

Dokumentasi atas Sistem Pengendalian


Intern

4. INFORMASI DAN KOMUNIKASI


Informasi adalah data yang telah diolah yang dapat
digunakan untuk pengambilan keputusan dalam rangka
penyelenggaraan tugas dan fungsi Instansi Pemerintah

Komunikasi adalah proses penyampaian


pesan atau informasi dengan menggunakan
simbol atau lambang tertentu baik secara
langsung maupun tidak langsung untuk
mendapatkan umpan balik
10/26/16

UNSUR INFORMASI DAN KOMUNIKASI

SPIP

10/26/16

Informasi &
Komunikasi

Sarana Komunikasi
Manajemen Sistem
Informasi

5. PEMANTAUAN PENGENDALIAN
INTERN
Adalah proses penilaian atas mutu
kinerja Sistem Pengendalian Intern dan
proses yang memberikan keyakinan
bahwa temuan audit dan evaluasi lainnya
segera ditindaklanjuti.

10/26/16

UNSUR PEMANTAUAN PENGENDALIAN


INTERN

Pemantauan Berkelanjutan

SPIP

Pemantauan
Pengendalian
Intern

Evaluasi Terpisah
Tindak Lanjut

10/26/16

Sekian dan Terima Kasih

Magister Akuntansi STAR-BPKP


Universitas Airlangga