Vous êtes sur la page 1sur 28

Drugs for

Medical Emergencies
Isnatin Miladiyah
Dep. Farmakologi FK UII

Tujuan Belajar
Mengetahui berbagai macam obat untuk
kasus kegawatan
Memilih obat yang sesuai untuk kasuskasus kegawatan

Kasus Kegawatan
Life threatening medical emergencies
cardiac arrest, syok anafilaktik

Potentially life threatening


asma dan bronkospasme, sindroma koroner
akut, udem paru akut, aritmia, hipovolemia,
perdarahan postpartum, abortus inkomplet,
hipoglikemia, SE, meningitis, septikemia

Non life threatening


nausea, vomitus, dll

Oksigen
Indikasi: seluruh kegawatan, kecuali
hiperventilasi
Pemberian:
pastikan saluran napas paten benda asing,
muntahan, darah, dll
oksigenasi:
facemask napas spontan
ventilator respiratory arrest

Adrenalin
Indikasi : syok anafilaktik, cardiac arrest
Syok anafilaktik
hipersensitivitas tipe I, ditandai:

kolaps kardiovaskuler (90%)


bronkospasme (30%)
angioedema (25%)
udem pulmoner (49%)

pemberian bersama O2
2nd line drugs (mencegah relaps) : CTM,
hidrokortison

Adrenalin
Kontraksi otot polos vaskuler ()
TD tetap CBF dan koroner tetap
Inotropik, kronotropik + (1)

simpatomimetik
( dan )

CO TD tetap
Kebutuhan O2 miokard iskemia
Relaksasi otot polos bronkial (2)
bronkus dilatasi aliran udara
Inhibisi pelepasan sel mast (2)

Adrenalin
Cara: i.m, s.c, i.v
Dosis :
1 : 1000 (i.m dan s.c)
1 : 10.000 (i.v)

Gliseril trinitrat
Indikasi:
angina
Site of action:
otot polos

kerja jantung
suplai darah

Gliseril trinitrat
Pemberian :
tablet (300 mcg) uptake lambat (tablet
harus terlarut dulu)
spray (400 mcg, metered dose aerosol)
absorpsi cepat
penyimpanan khusus (-)

dosis :
0,3-1 mg (onset 3, durasi 20-30 diulang)
10 menit tidak membaik curiga MI

ENDOTHELIUM-DERIVED AGENTS
Nitric Oxide (NO)
Radikal reaktif, waktu paruh pendek
Sering disebut endothelium derived
relaxing factor (EDRF)
NO dipecah menjadi nitrat dan nitrit
NOS (nitric oxide synthase)
mendeaminasi L-arginin menjadi L-sitrulin
dan NO

ENDOTHELIUM-DERIVED AGENTS
Nitric Oxide (NO)
Efek :
vasodilator fisiologis, pengaruhi tahanan
vaskuler dan TD
homeostasis anyaman vaskuler (otak, paru,
koroner)
NOS blocker TD (vasokonstriksi)
sebabkan relaksasi lambung dan sfingter ani
eksternus

Nitrous Oxide
Indikasi :
infark miokard (analgetik) MI : nyeri >>> dan lama
dp angina (rangsang simpatis , kebutuhan O2 )

Mekanisme kerja :
sebagai anestesi umum pengaruhi protein
membran untuk impuls saraf

Pemberian :
kombinasi NO : O2 = 1 : 1 (hasilkan analgesia tanpa
gangguan kesadaran)

Glukagon
pankreas

Glikogenolisis
Glukoneogenesis

mekanisme

sintesis glikogen
oksidasi glukosa

indikasi :
hipoglikemia

lipolisis

FFA

Glukagon
Indikasi :
hipoglikemia tidak sadar (glukosa oral risiko
aspirasi) t/u DM tergantung insulin, pada :
insulin overdose
dosis insulin sesuai, diet <<
aktivitas fisik/stres >>

Pemberian :
dewasa 5 mg, anak 0,5 mg (smp 12 th)
deltoid/gluteal (i.m)

Glukosa
Indikasi :
Pasien hipoglikemi (sadar/tidak sadar)
tidak sadar ; glukagon (glukosa oral risiko
aspirasi)

Pemberian :
oral, i.v, transmukosa i.v : efektif untuk
naikkan KGD

Salbutamol
Indikasi :
asma akut, bronkospasme

Mekanisme aksi :
bronkodilator, agonis 2 selektif
relaksasi otot polos bronkus

Pemberian :
inhalasi (nebulizer)
minimalkan efek samping
hasilkan efek cepat

Hidrokortison
hormon adrenal

hipoglikemia

hipotensi

insufisiensi adrenal akut


aktivitas glukokortikoid

atropi korteks adrenal


hipotalamus
feedback negatif

hipofisis ant

Hidrokortison
Indikasi :
pre operatif untuk normalkan respon fisiologis
terhadap stres

Pemberian :
oral, i.m, i.v
dosis : 25 200mg

Diazepam
Indikasi :
status epileptikus risiko kerusakan otak karena
hipoksia
berikatan dengan reseptor GABA
(neurotransmitter inhibitorik)

perubahan konformasi reseptor

afinitas reseptor GABA

GABA terikat

Diazepam
Sediaan :
intravena, per rektal

Dosis :
dewasa 10 mg i.v selama 2 menit
anak 200-300 mcg/kgBB, i.v atau per rektal

Efek samping:
depresi pernafasan

Flumazenil
Senyawa imidazo-BDZ (antagonis BDZ pertama)
masih jalani uji klinik luas

Indikasi :
oversedasi pasien sensitif BDZ
depresi pernafasan karena BDZ

Mekanisme aksi :
antagonis BDZ kompetitif

Pemberian :
dewasa 200 mcg 15 dilanjutkan 100 mcg selang 1
anak belum ada data

Chlorpheniramine (CTM)
2nd line drug (syok anafilaksis/reaksi alergi lain)
Mekanisme aksi :
Antagonis kompetitif histamin (dari sel mast dan
basofil) berikatan reseptor histamin
permeabilitas vaskuler
kontraksi otot polos bronkus
bronkospasme

Pemberian :
oral, i.m, s.c, i.v
dewasa : 4 mg tiap 4-6 jam (maks 24 mg/hari)

Keracunan Akut

Penatalaksanaan Khusus
Merupakan terapi spesifik
Berupa tindakan untuk:
Menghambat absorpsi racun lebih lanjut
emesis, bilas lambung, adsorben

Mempercepat eliminasi racun


forced diuresis, dialisis, hemoperfusi, asidifikasi
dan alkalinisasi urin

Menghambat atau menghilangkan efek toksik


pemberian antidotum

Penatalaksanaan Khusus
Menghambat absorpsi racun lebih lanjut
Dekontaminasi bagian tubuh
kulit, membrana mukosa

Emesis
memuntahkan kembali isi lambung (sadar)
bilas lambung (tidak sadar)

Adsorben
menghambat absorpsi GI

Penatalaksanaan Khusus
Meningkatkan eliminasi racun
Forced diuresis
air kelapa banyak (fungsi jantung dan ginjal baik)
infus RL/RD

Dialisis (HD dan CAPD)


untuk kondisi life-threatening, zat BM kecil, mudah larut air, tidak
terikat protein, Vd kecil

Hemoperfusa
darah penderita dialirkan dalam mesin hemoperfusa (berisi
adsorben)

Penatalaksanaan Khusus
Menghilangkan efek toksik
Antidotum --- melawan efek racun
antidotum kimiawi atau fisiologis
antidotum spesifik atau non-spesifik

Antidotum Spesifik
lampiran