Vous êtes sur la page 1sur 35

ANATOMI & FISIOLOGI

HIDUNG

Shofi-Dessy-Danar
Pembimbing :
dr. I Wayan Martana,
Sp.THT

ANATOMI HIDUNG &


SINUS PARANASAL

Shofi-Dessy-Danar
Pembimbing :
dr. I Wayan Martana,
Sp.THT

Keynote : apeks, batang hidung, kolumela membranosa, filtrum, nares,

NASUS
INTERNUS

hiatus semilunaris.
prosesus unsinatus

NASAL EXTERNUS

NASAL INTERNUS

SINUS PARANASAL

VASKULARISASI

SELINGA
N

INERVASI

SELINGAN

FISIOLOGI HIDUNG &


SINUS PARANASAL

Shofi-Dessy-Danar
Pembimbing :
dr. I Wayan Martana,
Sp.THT

FISIOLOGI HIDUNG

FUNGSI RESPIRATORIUS
konka nasi dapat membesar dan mengecil melebarkan dan
menyempitkan rongga hidung disesuaikan dengan
kebutuhan udara yang akan masuk.

FUNGSI OLFAKTORIUS
Udara inspirasi masuk rongga hidung ke atap menuju daerah
pembauan (regio olfaktoria) Merangsang reseptor di ujung
syaraf n. olfaktorius pusat penghidu bau tercium
Partikel bau berdifusi dengan mucous blanket
Bila terjadi buntu hidung (udem, polip, tumor), udara tidak
dapat mencapai regio olfaktoria hiposmia/anosmia

FUNGSI FONETIK
RESONANSI SUARA
Getaran yang dihasilkan pita suara menimbulkan resonansi
pada rongga sinus suara nyaring.
Bila terdapat sumbatan resonansi berkurang atau hilang
suara sengau (Rinolalia)

PROSES BICARA
Hidung membantu pembentukan kata-kata
Kata dibentuk oleh lidah, bibir dan palatum mole
Pada pembentukan konsonan nasal (M, N, NG) rongga mulut
tertutup dan hidung terbuka, palatum mole turun untuk aliran
udara

FUNGSI STATIK & MEKANIK


Hidung membantu meringankan beban kepala
(dengan adanya sinus paranasal), proteksi
terhadap trauma, dan pelindung panas.

REFLEKS NASAL
Mukosa hidung adl reseptor refleks yg berhubungan dg
saluran cerna, kardiovaskuler, & pernapasan.
Iritasi mukosa hidung refleks bersin & berhentinya
napas
Rangsang bau sekresi kelenjar ludah, lambung, &
pankreas

FISIOLOGI SINUS PARANASAL

SISTEM MUKOSILIER

Shofi-Dessy-Danar
Pembimbing :
dr. I Wayan Martana,
Sp.THT

MUKOSA
Rongga hidung dilapisi oleh mukosa yang secara histologik dan
fungsional dibagi atas mukosa pernapasan (mukosa respiratori) dan
mukosa penghidu (mukosa olfaktorius).

MUKOSA RESPIRATORIUS
MUKOSA RESPIRATORIUS
Septum Nasi 2/3 bawah
Dasar cavum nasi
Dinding lateral cavum nasi
dibawah Konka Superior
Nasofaring atas
Sinus Paranasalis

Epitel Pseudostratified Columnar


Ciliated (Epitel Torak berlapis
semu bersilia)
Jar. Ikat sub epitel longgar kaya
kavernosa erektil & sel goblet

Diatur saraf Otonom

SISTEM MUKOSILIER
Active stroke
Recovery sroke
1:3
Metachronical waves

SISTEM MUKOSILIER
Palut lendir
Bahan sekresi sel goblet
Sol layer (perisiler) dan gel layer
Glikoproteion mukrs, protein
serum, protein sekresi batang
silia
Lapisan tebal
mukoglikoproteion menangkap
partikel
Kedalaman cairan perisiliar sangat
penting untuk mengatur interaksi
antara silia dan palut lendir, serta
sangat menentukan pengaturan
transportasi mukosiliar.

TRANSPORTASI MUKOSILIER
Transportasi mukosiliar hidung adalah suatu mekanisme mukosa
hidung untuk membersihkan dirinya dengan mengangkut partikelpartikel asing yang terperangkap pada palut lendir ke arah
nasofaring. Merupakan fungsi pertahanan lokal pada mukosa
hidung. Transportasi mukosiliar disebut juga clearance mukosiliar.
Transportasi mukosiliar terdiri dari dua sistem yang merupakan
gabungan dari lapisan mukosa dan epitel yang bekerja secara
simultan.
Transportasi mukosilia yang bergerak secara aktif ini sangat
penting untuk kesehatan tubuh. Bila sistem ini tidak bekerja secara
sempurna maka materi yang terperangkap oleh palut lendir akan
menembus mukosa dan menimbulkan penyakit.

MUKOSA OLFAKTORIUS
MUKOSA OLFAKTORIUS
Septum nasi 1/3 atas
Atap cavum nasi
Konka superior

Epitel Pseudostratified
Columnar Non Ciliated
(Epitel Torak berlapis semu
tanpa silia)
Tdd 3 sel
1.Supporting Cell
2.Basal Cell
3.Olfactory Cell

MUKOSA OLFAKTORIUS

FISIOLOGI PENCIUMAN

PEMERIKSAAN HIDUNG
&
SINUS PARANASAL

Shofi-Dessy-Danar
Pembimbing :
dr. I Wayan Martana,
Sp.THT

RINOSKOPI ANTERIOR

RINOSKOPI POSTERIOR

TRANSLUMINASI

TERIMAKASIH

shofi