Vous êtes sur la page 1sur 37

LAPORAN KASUS

MORBILI
Pembimbing : dr. Novita Dewi, Sp.A
Disusun Oleh : Muhammad Anka Pradana Putra

Kepaniteraan Klinik
Stase Ilmu Kesehatan Anak RSIJ
Sukapura
Program Studi Dokter
Fakultas Kedokteran dan Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Jakarta
2016

IDENTITAS PASIEN
Nama : An. M
Usia

: 4 tahun 10 bulan

Alamat

: Semper Timur, Sukapura- Jakarta Utara

Nama Ayah : Tn. Y


Umur Ayah : 30 tahun
Pendidikan Ayah

: STM

Pekerjaan Ayah : Pegawai swasta


Nama Ibu: Ny. S
Umur Ibu : 27 tahun
Pendidikan Ibu : SMA
Pekerjaan Ibu
Kamar

: IRT

: Isolasi Alfarisi

Tanggal masuk : 30 Agustus 2016


Jam masuk : 12.00 WIB

ANAMNESA
Keluhan
Utama

Demam sejak 6 hari SMRS

Keluhan
Tambahan

Batuk, nyeri telan, timbul bercakbercak merah, BAB cair

Riwayat Penyakit Sekarang


Demam sejak 6 hari SMRS. Demam tetap naikturun.Demam sudah diberikan obat namun belum ada
perbaikan.

Demam

disertai

batuk dan nyeri

telan. Batuk berdahak dan nyeri telan sejak 4 hari


SMRS. Muncul bercak-bercak merah 3 hari
SMRS . Menurut OT bercak-bercak merah pertama kali
muncul di belakang telinga, wajah dan leher baru ke
seluruh tubuh. Mata nampak merah sejak 2 hari
SMRS menurut pengakuan OT. Kemarin BAB cair
sebanyak 2x, dan hari ini BAB cair 1x, berampas, tidak
berlendir, berwarna kecoklatan, baunya biasa saja.

Mual (+) kemarin, muntah (-) 2x semalam, sesak (-),


kejang (-), mimisan (-), gusi berdarah (-).

Riwayat Penyakit Dahulu


Baru

pertama

kali

mengalami

hal

seperti

ini,

sebelumnya berobat ke bidan dan klinik dan tidak ada


perubahan, riwayat kejang demam (-), pengobatan 6
bulan disangkal.

Riwayat Pengobatan
Bidan

Demam

Antipiretik

Klinik

Batuk
Demam

Ekspektoran
Antipiretik

Batuk

Ekspektoran

Nyeri telan

Zinc

Bercak

Oralit

kemerahan

Mata
kemerahan

Bab cair 2 kali

Dokter merekomendasikan untuk ke


rumah sakit

Riwayat Penyakit Keluarga


Di keluarga saat ini tidak ada yang mengalami keluhan
seperti

OS.

pengobatan

Orang
6

tua

bulan,

OS

tidak

riwayat

pernah

alergi

pada

menjalani
keluarga

disangkal, riwayat DM disangkal, nenek os tidak sedang


batuk atau sakit. OT mengatakan banyak tetangga yang
terkena sakit campak

Riwayat Alergi
Menurut OT pasien tidak memiliki riwayat alergi.

Riwayat Psikososial
Pasien tinggal di daerah padat penduduk, ventilasi rumah
baik. Pasien tinggal bersama 4 orang yaitu Ayah, ibu, dan
adik. Dilingkungan tempat tinggal pasien banyak
yang

menderita

berinteraksi.

campak,

dan

OS

sempat

Riwayat kehamilan dan persalinan


OS anak ke 1 dari 2 bersaudara. Selama kehamilan ibu tidak pernah
dirawat atau terkena penyakit tertentu seperti campak atau infeksi
lain. Ibu mengkonsumsi suplemen yang dianjurkan oleh dokter
kandungan seperti asam folat dan zat besi. Ibu tidak pernah rutin
mengkonsumsi

obat-obatan

tertentu.

Ibu

rutin

memeriksakan

kehamilan ke dokter kandungan. Selama kehamilan tekanan darah


tidak tinggi. Ibu mengaku tidak memiliki penyakit diabetes, Kaki
bengkak

dan

perdarahan

selama

kehamilan

disangkal.

Usia

kandungan 38 minggu, lahir dengan prosedur sectio sesarea atas


indikasi posisi sungsang, , perdarahan (-). BBL : 3100 gram.
Dikatakan bahwa bayi lahir sehat, tidak cacat, ketuban jernih, dan
menangis spontan.
Kesan : Riwayat
Prosedur
Indikasi
kehamilan dengan
penyulit danBerat
dengan
prosedur
sectio
sesarea
Anak
ke 1
Sectio
Sesarea
Sungsang
3100 gram
(38 minggu)
Anak ke 2
(38 minggu)

Sectio Sesarea

Riw. SC

2700 gram

Riwayat Imunisasi
BCG
DPT

DASAR
: 1x, saat usia 2 bulan
: 3x, saat usia 2, 4, dan

LANJUTAN

6 bulan
POLIO : 4x, saat usia 0, 2, 4, dan 6
bulan
HEPATITIS B
dan 6 bulan
CAMPAK
:

Tidak ada imunisasi


: 3x saat lahir, usia 1 ulangan
1x

saat

berumur

Kesan : imunisasi dasar tidak lengkap


bulan

Riwayat Nutrisi

Hingga usia 2
tahun
8-9 bulan
1 tahun
Sekarang

Asi eksklusif
Susu formula + bubur saring + biskuit
Susu formula + nasi + sayuran
2-3x sehari, Nasi + ayam + daging +
telur
Catatan : kurang koperatif
Tidak menyukai sayur + buah

Kesan : Kualitas dan kuantitas cukup memenuhi


kebutuhan

Riwayat Tumbuh Kembang


Pertumbuhan
Menurut ibu pasien, pertumbuhan tampak normal.
Perkembangan
Motorik Kasar

Motorik Halus

Bahasa

Sosial

Berdiri 1 kaki 3 Memilih garis yang Mengartika Berpakaian


detik (P)

lebih panjang (P)

n 5 kata (P) tanpa

bantuan

Berdiri 1 kaki 3 Mencontoh + (P)

(P)
Mengetahui Bermain

detik (P)

3 kata sifat tangga/

Melompat

Mencontoh

(P)
(P)
Menghitung Gosok

gigi

dengan 1 kaki

yang ditunjukan

5 kubus (P) tanpa

bantuan

kartu

(P)
(P)
Berdiri 1 kaki 3 Menggambar orang Berlawanan Mengambil
2
detik (P)
6 bagian
makan

Kesan : Pertumbuhan dalam batas normal Perkembangan

sesuai usia

ular

PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan umum
Kesan sakit : Tampak sakit sedang
Kesadaran : Composmentis
Tanda Vital
Suhu

: 38,3 C

Nadi
: 128 kali/menit, irama teratur, isi cukup
Pernapasan : 26 kali/menit
Status Gizi
BB/ U
: 14/18x 100 % = 77,77 % Gizi sedang
TB/U
: 100/94 x 100% = 91,7 % Gizi baik
BB/ TB : 14/16x 100 % = 87,5 % Gizi baik
Kesan

: Gizi baik/cukup

STATUS GENERALIS
Kepala
Mata

Normocephal

Telinga

Normotia

Edema palpebra

Serumen keluar dari

Mata merah dan berair

Konjungtiva anemis

telinga
Mulut

Sclera icterus

Bibir pucat

Refleks cahaya

Mukosa bibir

kering

Mata cekung
Hidung

Sianosis

Lidah kotor

Perdarahan gusi

Stomatitis

Koplik splot

Faring

Tidak diperiksa,

Pernapasan cuping

hidung

(+/+)

Sekret

Deviasi septum

Nyeri tekan

(-/-)

Perdarahan

anak tidak
kooperatif

Leher
Kaku kuduk

Pembesaran KGB

Paru
Dada simetris, retraksi dinding dada (-) , tidak ada bagian dada
Inspeksi

yang
tertinggal saat bernafas, otot bantu pernapasan (-), ruam (+)

Palpasi

Simetris, vocal fremitus (tidak diakukan), tidak ada bagian dada


yang tertinggal saat bernapas, nyeri tekan (-)

Perkusi

Sonor pada semua lapang paru

Auskultasi

Suara paru vesikuler, wheezing (-/-), ronki(-/-)

Jantung
Inspeksi

Ictus cordis tidak terlihat

Palpasi

Ictus cordis tidak teraba

Perkusi

Tidak dilakukan

Auskultasi

BJ I & II reguler(+), murmur (-), gallop (-)

Abdomen
Inspeksi

Perut tampak simetris, distensi (-), ruam (+)

Auskultasi

BU (+) normal
Turgor kulit kembali cepat, elastisitas baik, nyeri tekan (-),

Palpasi
hepatomegali (-), splenomegali (-)
Perkusi

Timpani di 4 kuadran abdomen

Ekstremitas
Superior
Akral

Inferior

Hangat

Hangat

< 2 detik

< 2 detik

Hangat

Hangat

< 2 detik

< 2 detik

Edema

Edema

Sianosis

Sianosis

CRT

Ruam
makulopapul
ar

Akral

CRT

Ruam
+

makulopapul
ar

Kulit
Terdapat bercak makulopapular dibelakang telinga, leher,
wajah, dada, punggung, perut, ekstremitas atas dan
bawah, basah (-), sisik (-), gatal (-).

RESUME
Demam 6 hari SMRS disertai batuk berdahak dan nyeri telan
sejak 4 hari SMRS. Muncul ruam makulopapular eritematosa
3 hari SMRS , dimulai dari belakang telinga, wajah dan leher
lalu menyebar ke seluruh tubuh. Terdapat BAB cair 1 hari
SMRS sebanyak 2x dan 1x pada hari kedatangan. BAB cair
disertai ampas berwarna kuning kehijauan tidak berlendir
dan tidak berbau busuk. Muntah 2x pada hari ke 5 demam.
Sesak (-), kejang (-), mimisan (-), gusi berdarah (-). Tetangga
pasien banyak yang menderita sakit campak.

Pada Pemeriksaan Fisis ditemukan


Suhu : 38,8 0C di aksila
Denyut nadi : 100 x/ menit, irama teratur, kuat angkat.
Pernapasan : 26 x / menit
Mata : mata merah berair
Mulut : bibir kering, terdapat stomatitis di bibir bawah bagian
dalam, koplik spot (tidak dilakukan, anak tidak kooperatif)
Kulit

: Terdapat bercak makula eritematosa dibelakang

telinga, leher, wajah, dada, punggung, perut, ekstremitas atas


dan bawah, basah (-), sisik (-), gatal (-).

PEMERIKSAAN
LABORATORIUM
27 Mei 2016
PEMERIKSA

HASIL

SATUAN

NILAI NORMAL

AN

HEMATOLOG

12,3

g/dl

13,8-17,0

7,6

sel/mm3

4,5-10,8

35,1

40,0- 54,0

191.000

ribu/mm3

185.000-

I
Hemoglobin
Leukosit
Hematokrit
Trombosit

402.000

WORKING DIAGNOSIS
Morbili

DIFFERENTIAL DIAGNOSIS
Rubella

RENCANA
PENATALAKSANAAN
Tirah baring
Monitor tanda vital
Pengobatan simtomatik:
Obat
Antipiretik

Dosis
10-15mg/kgBB/kali

Paracetamol
Paracetamol
(125mg/5 ml)

syrup
syrup

60

Diberikan

kali sehari atau tidak lebih dari 5

ml

kali

(10-15mg) x 14 kg = 140 210


mg 7,5 ml = 1 cth

Paracetamol

syrup

sendok

takar (7,5ml) per kali, 3-4 kali


sehari selama masih demam

Obat
Ekpektoran

Dosis
1,2-1,6 mg/kgBB/hari Dibagi dalam 3

Ambroxol syrup 60 ml (15mg/5ml)

dosis perhari

(1,2-1,6mg) x 14kg = 16,8 22,4 mg/hari,


6 7,5 mg/kali

Ambroxol syrup sendok takar (2,5ml)


perkali, 3 kali sehari selama masih batuk

Suplemen Vitamin A

Pemberian Vitamin A dengan dosis 200.000


IU perkapsul, diberikan pada hari pertama
ditemukannya

kasus

kapsul

merah,

dilanjutkan dengan hari kedua.


Elektrolit

Zinc tab 20 mg ( Orezinc)

Probiotik

Lacto B (Lacidofil)

Zinc 20mg/hari
1x1tab/hari selama 10 hari

1x1bungkus/hari selama masih BAB cair

Rehidrasi parenteral (IV) dengan cairan infus RL


Kebutuhan cairan pada anak dengan BB 14 kg
1.000cc + (50ccx4kg) = 1.200 cc
Kebutuhan cairan:
Tetesan infus = 1.200 cc x 60 tts = 50 tpm (mikro)
24 jam x 60
Tetesan infus = 1.200 cc x 20 tts = 16 tpm (makro)

Diet makanan, cukup cairan, kalori yang memadai. Makanan diberikan


sedikit-sedikit tapi sering, rendah serat, buah-buahan diberikan terutama
pisang. Sebaiknya hindari makanan yang mengandung susu.

FOLLOW UP
Date
30-08-

S
Demam

O
(+), S: 38,3 C

2016

batuk

(+), N: 120 x/menit

Paracetamol

16.00

Fotofobia

(+) R: 28 x menit

Ambroxol

wib

muntah

(-),

Vit. A

mual (+) , Nyeri Anak

nampak

Zinc

telan (+),

mata

Lacto B

cair (+), bercak nampak

merah

Observasi

merah

diseluruh tubuh, kering,


nafsu

BAB rewel,

A
Morbili

(+) dan berair, bibir


makan baik,

berkurang

teraba

terdapat

turgor
akral
hangat,
ruam

makulopapular

P
- infus RL

dan TTV

KU

Date
31-08-

S
Demam

O
(+), Suhu : 37,5 C

2016

batuk

(+), Nadi : 110 x/m

10.00

fotofobia

wib

muntah

mual (+) , Nyeri Turgor

telan (+),

cair (-), bercak akral

merah

Paracetamol

Ambroxol

Vit. A

Zinc

baik,

Lacto B

teraba

Observasi

(-) RR : 32 x/m
(-),
kulit

BAB abdomen

sudah hangat, ruam


makulopapular

kehitaman (+)

(+)

makan

berkurang

P
- infus RL
-

mulai
nafsu

A
Morbili

dan TTV

KU

Date
01-09-

S
Demam

2015

batuk

09.00

mencret

wib

O
(-), Suhu : 36,5 C

A
Morbili

P
- infus RL

(+), Nadi : 100 x/m

Paracetamol

(-), RR : 30 x /m

Ambroxol

Nyeri telan (-),

Vit. A

makan

Zinc

akral

Lacto B

ruam

Observasi

sudah Turgor abdomen

mau,

mau baik,

minum,

(+), hangat,

bercak-bercak (+)
mulai
menghitam

Pasien dipulangkan pada pukul 13.00 wib

dan TTV

KU

TINJAUAN PUSTAKA
MORBILI

DEFINISI
Morbili atau
Campak

Penyakit virus akut yang disebabkan oleh virus


campak. Penyakit ini sangat infeksius, dapat
menular sejak awal masa prodromal sampai lebih
kurang 4 hari setelah munculnya ruam.
Penyebaran infeksi melalui droplet.

EPIDEMIOLOGI

ETIOLOGI
Famili paramycovirus yaitu genus virus morbili
Penularan melalui droplet dan kontak langsung

DIAGNOSIS
Pada anamnesis ditemukan:
Adanya demam tinggi terus menerus 38,5oC atau
lebih disertai batuk, pilek, nyeri menelan, mata
merah dan silau bila terkena cahaya (fotofobia),
seringkali diikuti diare.
Pada hari ke 4-5 demam timbul ruam kulit, didahului
oleh suhu yang meningkat lebih tinggi dari semula.
Pada saat ini anak dapat mengalami kejang demam.
Saat ruam timbul, batuk dan diare dapat bertambah
parah sehingga anak mengalami sesak napas atau
dehidrasi. Adanya kulit kehitaman dan bersisik
(hiperpigmentasi) dapat merupakan tanda
penyembuhan.

Pemeriksaan Fisis
Gejala klinis pada morbili terjadi setelah masa tunas
(10-12 hari). Morbili memiliki gejala klinis yang khas
yaitu terdiri dari tiga stadium yang masing masing
mempunyai ciri khusus:

Gejala klinis

Stadium prodromal
(2-4 hari)

Demam, batuk, pilek, faring


merah, nyeri menelan, stomatitis,
dan konjungtivitis, timbulnya
bercak Koplik

Stadium erupsi

Ruam dimulai dari batas rambut


di belakang telinga, kemudian
menyebar ke wajah, leher dan
akhirnya ke ekstremitas

Stadium
konvalesensi
(penyembuhan)

Setelah 3 hari ruam berangsurangsur menghilang sesuai urutan


timbulnya. Ruam kulit menjadi
kehitaman dan mengelupas yang
akan menghilang setelah 1-2
minggu.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Darah tepi : jumlah leukosit normal atau
meningkat apabila ada komplikasi infeksi bakteri
Pemeriksaan untuk komplikasi:
Ensefalopati dilakukan pemeriksaan cairan
serebrospinalis, kadar elektrolit darah dan analisis
gas darah
Enteritis: feses lengkap
Bronkopneumonia: dilakukan pemeriksaan foto
dada dan analisis gas darah

PENATALAKSANAAN

PENCEGAHAN
Vaksin campak
Vitamin A

TERIMA KASIH