Vous êtes sur la page 1sur 19

SUB STRUKTUR

STRUKTUR
KONSTRUKSI:

&

STRUKTUR:

Susunan atau pengaturan bagian-bagian


gedung yang menerima beban atau konstruksi utama
dari gedung tanpa mempedulikan apakah konstruksi
tersebut dapat dilihat atau tidak kelihatan. Struktur
gedung umumnya terdiri atas konstruksi pondasi,
dinding, kolom, pelat lantai, dan kuda-kuda atap,
KONSTRUKSI

(Lt: Construere): Susunan dan hubungan


bahan bangunan sedemikian rupa sehingga penyusunan
tersebut menjadi satu kesatuan yang dapat menahan beban
dan menjadi kuat
(Frick, Heinz & LMF.Purwanto, SISTEM BENTUK STRUKTUR BANGUNAN, Dasar-dasar konstruksi dalam arsitektur,

LINGKUP STRUKTUR:
KEPALA : Atap

Upper / Super
Structure
(struktur atas)

Sub Structure
(struktur bawah)

HARUS
INTEGRATED
SATU SAMA
LAIN

BADAN : Elemen Struktural:


Kolom, balok, lantai, loteng,
tangga & dinding struktural
Elemen Non Struktural:
Dinding pengisi, dinding
pelapis (cladding), penutup lantai,
baluster/ dinding parapet, kusen dan
plafond
KAKI : Pondasi, dinding penahan
tanah (retaining wall), turap,
basement (kelder) dan
revetment

KEPALA & KAKI adakah


Elemen Struktural / Non
Struktural?

UPPER / SUPER-STRUCTURES (Kepala & Badan Bangunan)


SUB-STRUCTURE (Kaki Bangunan)

BASEMENT

SEMI BASEMENT

Sub Structure / Sub - Struktur

Adalah bagian bangunan yang berada dibawah level permukaan


tanah / AIR
Merupakan bagian yang terpenting bagi berdiri / TEGAK nya suatu
bangunan
Pada umumnya masalah ESTETIKA bukan merupakan hal yang
utama (meskipun kadang-kadang diperlukan juga dalam beberapa
kasus tertentu.
Misalnya:
- DINDING PENAHAN TANAH yang juga berfungsi sebagai dinding
interior ruangan / basement,
- PONDASI TIANG yang berfungsi juga sebagai dinding / kolom
struktural),
- PONDASI TURAP yang berfungsi estetis (misalnya: merupakan
bagian dari pagar / dinding eksterior, dinding saluran / tepian
air yang diekspos, dll.)
PRIORITAS UTAMA lebih kearah FUNGSI &

KEKOKOHAN STRUKTUR

Sub Struktur Pondasi

Adalah bagian dari struktur pendukung bangunan, yang merupakan


perantara dari : pertemuan bangunan dengan permukaan bumi,
Merupakan suatu konstruksi perata beban dari bangunan ke bumi,
pondasi adalah:
- susunan material (tanah / batu / material lain) yang berfungsi
mendukung beban bangunan,
- setiap bagian dari struktur bertugas meneruskan beban
bangunan
terhadap tanah
Desain Struktur Pondasi, meliputi:
a). Evaluasi kapasitas (susunan, kepadatan, daya dukung, dll.) dari
tanah yang mendukung beban bangunan,
b). Desain elemen-elemen struktural yang men-transfer beban dari
upper / super-structure terhadap tanah

CATATAN:
- Kemampuan elemen struktur untuk men-transfer beban bangunan dibatasi
oleh kapabilitas tanah dalam mendukung bangunan,
- Kegagalan pondasi dapat menghancurkan keseluruhan upper-structure yang
ada diatasnya

Pemilihan tipe pondasi:

Fungsi bangunan (residensial, komersial, jalan raya, jalan


kereta api, jembatan, bendungan, dll.),
Beban dan jenis bangunan (hi-rise vs. wide span?)
karena pondasi akan diperlukan untuk mengantisipasi
arah dan besaran gaya beban yang terjadi,
Kondisi sub-soil / lapisan tanah / landasan pendukung
beban,
Biaya yang dibutuhkan untuk pembuatan konstruksi
pondasi (yang berkaitan dengan biaya super-struktur
yang dianggarkan)

Kriteria Desain:

Pondasi harus mampu menunjang keamanan /


kenyamanan bangunan & penghuninya,
Kerusakan / penurunan badan pondasi harus berada
dalam batas-batas limit yang diijinkan (antara 5 7,5 cm
masih berada dalam batas-batas normal)

Persyaratan Pondasi

Bentuk & konstruksinya harus kokoh, kuat & stabil secara fisik (&
psikis) - dapat menahan seluruh gaya beban yang bekerja padanya,
Aman tidak mudah rusak karena pengaruh intern (perubahan
kimiawi dari susunan material yang dipergunakan) maupun dari
pengaruh ekstern (akibat: aktivitas manusia / binatang / tumbuhtumbuhan, air tanah, gaya-gaya beban bangunan, cuaca, dll.),
Dapat mengakomodasi pengaruh perubahan / pergeseran tanah,
Tahan lama tidak mudah hancur, rusak, lapuk / korosif (umumnya
diupayakan agar: free maintenance),
Memenuhi kebutuhan, sesuai dengan fungsinya (jika fungsinya
sebagai dinding sebaiknya dipasangkan sesuai dengan
persyaratan dinding, jika dipakai sebagai bendungan harus
kedap air, dsb.),
Untuk pondasi yang terletak diatas permukaan tanah segi
estetika bentuk / tampak juga harus diperhatikan,
Pondasi harus efektif dan efisien sebagai konstruksi pen-transfer /
penahan beban bangunan

1). Klasifikasi berdasarkan pola dukung


a). End Bearing
Daya dukung diperoleh dari seluruh lapisan tanah (keras) yang
berada di bagian bawah / bagian alas pondasi.
Umumnya pondasi dangkal mengikuti pola ini.
b). Side / Skin Friction
Daya dukung diperoleh dari lapisan tanah yang berada diseluruh
selubung bagian luar pondasi disebut juga daya / tegangan
lekat (side / skin friction).
Beberapa jenis pondasi tiang mengandalkan daya dukung dari Side
Friction ini
syarat bagian luar pondasi harus memiliki permukaan yang
kasar / tidak licin, sehingga terjadi tegangan geser (friction) /
tegangan lekat yang besar / cukup baik.
Umumnya jenis pondasi semi dalam menganut pola ini.
c). Kombinasi antara a) & b)
Daya dukung diperoleh dari lapisan tanah yang berada pada bagian
bawah dan seluruh bagian sisi luar pondasi.
Pondasi yang amat dalam biasanya didukung oleh jenis kombinasi
pola dukung ini.

Tipe pondasi:
2). Klasifikasi berdasarkan kedalaman pondasi
Foundation
Foundation

Shallow
Shallow

Footings

Deep
Deep

Raft
Piles

Isolated

Combined

Strip
Conventional
Raft

Buoyancy
Raft

Well / Caisson

FOUNDATION SYSTEMS

Patokan umum:
D
B

D<B

D>B

D
B

Shallow Foundations (terdiri dari jenis: footings / spread


footings) D < B
Deep Foundations (yaitu jenis: pile & caisson
foundations) D > B

a)

b)

c)

D
D
B

B > D end bearing


B < D side friction / kombinasi

Bagaimana pengaruh
Tegangan lekat (skin
friction) pada masingmasing titik?

Beban bangunan selalu setara dengan


pemindahan beban / kedalaman pondasi,
Kedalaman pondasi umumnya
menambah daya dukung pada dasar
pondasi (end bearing / end resistance),
Sedangkan tegangan lekat (skin friction)
- ada batasnya kedalaman tanah
makin besar daya dukungnya tidak
selalu makin besar / makin baik, dan
tegangan lekatnya juga belum tentu
makin baik,
Contoh: 0
Pada titik A:
- beban bangunan - kecil maka kedalaman
pondasi tidak besar / dangkal
Di titik B:
- beban bangunan lebih besar maka
pondasi dibuat lebih dalam
Pada titik C:
- beban bangunan sangat besar maka
pondasi juga dibuat sangat dalam
- gabungan antara end bearing & daya lekat
sangat berarti besarnya

Perhitungan pondasi sederhana


Beban hidup
Beban mati
Beban-beban
yang lain

BEBAN TOTAL BANGUNAN


DAYA DUKUNG TANAH = -------------------------------------LUAS ALAS PONDASI

DAYA DUKUNG TANAH didapat dari kemampuan tanah melawan /


mendukung beban total bangunan / upper-structure + sub-structure + bebanbeban lain (ton/m2 atau kg/cm2),
BEBAN TOTAL BANGUNAN Adalah luasan areal bangunan (upperstructure + sub-structure + beban-beban) yang membebani pondasi / substructure (m2 x jumlah lapis yang didukung) Persis sama - seperti
perhitungan dimensi kolom struktur (yang terletak didalam tanah),
LUAS ALAS PONDASI adalah dimensi luas telapak pondasi yang
mendapat perlawanan dari tanah (m2 / cm2). Perhitungan dilakukan dengan
anggapan daya dukung didapatkan pada end bearing (friction umumnya
jarang diperhitungkan karena perhitungan ini hanya perhitungan kasar
saja dan skin friction hanya diperlukan untuk kondisi khusus)

Perhitungan Dimensi Pondasi

Rumus:

Pondasi lajur
- Selalu diambil bagian pondasi - dalam lajur 1,00 meter F = 1,00 m x b (lebar alas
- Jika ijin didapat (dari hasil test) & beban total dapat diketahui (dari hasil
maka dimensi b dapat diperoleh,

Beban total bangunan (P)


Daya Dukung Tanah (ijin) = ----------------------------------pondasi),

perhitungan),

Pondasi Setempat
- F adalah penampang alas pondasi (bisa: bulat / lingkaran, bujursangkar, 4 persegi
- Beban (P) = beban seluas lantai yang didukung oleh pondasi setempat tersebut
- Jika ijin dapat diperoleh (dari hasil test: Soil Penetration Test / Cone Penetration
maka dimensi luas alas pondasi dapat diperoleh

panjang, segi-n beraturan, segitiga, dll.),


(tergantung dari: fungsi / jenis bangunan, banyaknya lapisan lantai yang didukung, gaya-gaya beban yang terjadi, dll.),
Test / Sondir),

Luas Alas Pondasi (F)

CATATAN: Daya dukung tanah (ijin) - jika makin dalam galian umumnya makin besar
nilainya akibatnya penampang pondasi juga akan main kecil

CONTOH PERHITUNGAN PONDASI


P
ijin > -----F

Jika ijin = 0,5 Kg/cm2


Maka beban maksimum yang dapat ditanggung oleh Pondasi Lajur
selebar 80 cm adalah = 80 x 100 x 0,5 = 4000 Kg
Untuk safety factor maka beban tidak boleh menjadi maksimum
Jadi yang diperoleh HARUS < dari ijin

Maka dalam perhitungan, selalu P diperbandingkan dengan F - untuk


memperoleh yang HARUS < dari ijin

Misalnya:

P
3600
----- = -------- = 0,4 < 0,5
F
8000

Maka Pondasi - AMAN

Penjelasan:

Untuk pondasi lajur perhitungan dilakukan pada jalur 1,00 meter panjang
pondasi
Penampang alas pondasi setempat, bisa berbentuk: bujur sangkar, empat
persegi panjang, lingkaran, segi banyak, dll.
Khusus untuk pondasi tiang jika hasil yang diperoleh dari perhitungan
melampaui batas kekuatan pondasi jumlah pondasi dapat digandakan &
dipersatukan dengan menggunakan pile cap / poer

Persyaratan kekuatan pondasi:


SYARAT: Luas alas pondasi x kemampuan daya dukung tanah > beban total
yang terjadi
Artinya:

Makin luas alas pondasi daya dukungnya makin besar,

Makin besar daya dukung tanah (artinya pondasi harus makin dalam) beban
total bangunan yang dapat didukung juga akan makin besar,

DPL, jika beban total bangunan sangat besar diperlukan daya dukung tanah
yang besar & luasan alas pondasi yang sangat besar