Vous êtes sur la page 1sur 29

Association between Serum Iron and the

Severity of Coronary Artery Disease


Babak Bagheri, Mohammad Shokrzadeh, Vahid Mokhber, Soheil Azizi, Alireza
Khalilian, Negin Akbari, Valiallah Habibi, Keyvan Yousefnejad, Sasan Tabiban,
Maryam Nabati

Diana Arwati
dr Niniek Purwaningtyas SpJP(K) FIHA

PPDS PK FK UNS/RSUD DR MOEWARDI


SURAKARTA

PENDAHULUAN
Penyakit kardiovaskular

Hubungan
Sebagian
Diduga
Melalui
peran
proses
besar
antara
besi
enzimatik
penelitian
status
pada aterosklerosis
besi
yang
difokuskan
dan
tergantung
arterosklerosis
peran
berhubungan
besi,
beban
besi
masih
besi
mempunyai
perbedaan
dalam
diperdebatkan
onset
jenis
peran
dan
kelamin
terhadap
perkemb
danf

Sullivan:
Cadangan besi berkorelasi dengan risiko penyakit jantung
koroner produksi radikal bebas modifikasi LDL
aterosklerosis.
Besi dapat merangsang katalisasi oksidasi radikal
bebas

Penelitian peran status zat besi thd aterosklerosis belum


jelas inkonsistensi

Tujuan penelitian:
meneliti hubungan antara serum besi dan keparahan CAD
yang diukur dengan Syntax score.

METODE
Penelitian cross sectional, Februari 2010 sd Juli 2012.
Subyek penelitian: pasien yang dirawat di Sari heart
center, Mazandaran University of Medical Sciences,
informed consent (+)
Sampel :337 orang, angina kronik stabil telah dilakukan
angiografi koroner dengan teknik Judkins melalui v
femoralis, dievaluasi kardiologist secara blinded
Kriteria eklusi: infeksi, penyakit vaskuler kolagen,
kejadian penyakit jantung saat ini

Pasien dibagi 4 grup berdasar keparahan


penyakit arteri koroner dengan skor syntax
Diagnosis CAD: 50% stenosis diameter lumen
arteri koroner epikardial
CAD dikategorikan menjadi tiga kelompok :
ringan skor 0-22 , sedang skor 23-32, dan
berat skor 33

Faktor Resiko Kardiovaskular


Subyek penelitian dilakukan pemeriksaan faktor
resiko kardiovaskular : umur, sex, tekanan darah
sistolik dan diastolik, status merokok,
dislipidemia, diabetes
Dislipidemia adalah total kolesterol terhadap
HDL lebih dari 4
Hipertensi adalah tekanan darah sistolik >140
mmHg, tekanan darah diastolik > 90 mmHg
atau dengan obat antihipertensi

Diabetes melitus adalah riwayat DM, glukosa


darah puasa 126 mg/dl atau pengobatan insulin
atau obat OAD
Kategori status merokok mengacu pada
guideline WHO
-Perokok harian
-Perokok Occasional
-Bekas perokok
-Bukan perokok

Evaluasi biokimia

Sampel darah dikumpulkan segera setelah 14


jam sebelum angiografi koroner untuk
pemeriksaan kolesterol total, HDL, glukosa.
Sample disentrifuse kecepatan 3000g, 10 menit,
serum disimpan -80C sampai dilakukan
pemeriksaan
Serum Iron diperiksa dengan metode
Microparticle Enzyme Immunoassay (MEIA)

Analisa statistik
Analisa statistik dengan SPSS 16
Data demografik dan laboratorium meanSD
Perbandingan antar grup menggunakan oneway ANOVA dan chi-square tests
Perbedaan rata rata kadar besi one-way
ANOVA
P<0.05 signifikan

HASIL

DISKUSI

Penelitian ini : perbedaan yang signifikan antara


kelompok kadar serum besi kadar zat besi
serum lebih rendah pada kelompok koroner
yang normal dibandingkan dengan kelompok
aterosklerosis.
Kadar serum besi meningkat sesuai tingkat
keparahan aterosklerosis dan kadar serum besi
tertinggi terjadi pada pasien aterosklerosis berat

Hubungan antara status besi dan arterosklerosis


masih diperdebatkan
Steinberg berkurangnya zat besi memainkan
peran dalam peroksidasi lipid
Ascheivo et al hubungan antara konsumsi zat
besi dan risiko infark
Salonen et al peningkatan resiko infark dua kali
lipat miokard pada kadar feritin di atas 200 g/ l
Klipstein Grobusch et al korelasi positif di
antara serum feritin dan risiko dari miokard
infark, yang terutama hubungan peningkatan
kolesterol dan status merokok

Beberapa penelitian menunjukkan besi tidak


mempunyai peran dalam perkembangan CAD
NHANES II tidak terdapat hubungan antara
ferritin dan mortalitas kardiovaskular
Pilote et al tidak menemukan hubungan antara
feritin dan risiko infark miokard
Sebaliknya, Knulman et al feritin mempunyai
sebagai faktor risiko untuk CAD

KESIMPULAN
Peningkatan konsentrasi besi serum
berhubungan dengan peningkatan skor syntaks
dan keparahan athrosclerosis .
Besi berperan dalam insiden aterosklerosis
Kekurangan penelitian: pengukuran besi
dilakukan sekali
Saran : penelitian lebih lanjut dengan pada
aterosklerosis stadium awal dan lanjut

TELAAH KRITIS MAKALAH


Judul

Singkat, jelas dan menggambarkan isi


jurnal

Pengarang &
Institusi

Terdiri beberapa pengarang sesuai


bidang keahliannya

Abstrak

Terstruktur, memuat tujuan, latar


belakang, methode, hasil dan
kesimpulan.
Kata kunci: tidak ada

Pendahuluan

Terdiri dari 4 paragraf, menyatakan latar


belakang, alasan dan tujuan penelitian

Bahan dan Metode


Desain, tempat dan
waktu penelitian

Kriteria inklusi &


eksklusi

Tempat disebutkan
Desain studi : kross
sectional
Waktu disebutkan +
Kriteria inklusi
+
Kriteria eksklusi +

Cara pengukuran

dijelaskan

Analisis statistik

Hasil dan
pembahasan

Kesimpulan dan
saran
Pernyataan
bebas
kepentingan
Daftar Pustaka

Disertakan dengan tabel


Sesuai tujuan dan permasalahan.
Disertakan pendapat yg sesuai /tidak
sesuai

Sesuai tujuan dan permasalahan

TERIMAKASIH

25

Angka normal metabolisme besi

Besi serum: 50-150mikrogram/dl


TIBC: 240-360mikrogram/dl
Persen saturasi:20-45%
Feritin serum:12-300mikrogram/dl
Protoporfirirn eritrosit bebas:15-18mikrogram/l

Kadar Fe
Penetapan ini kurang memberikan informasi diagnostik
yang bermanfaat variasi biologik.
- Kadar Fe sebagian kecil kandungan tubuh (0,1%)
- Fe terikat protein kadar tidak konstan
- Pengaruh kondisi fisiologi
Saturasi Transferin plasma
- Menunjukkan banyaknya besi yang diperlukan untuk
menjenuhi tempat pengikatan Fe dari Transferin ( iron
binding site ) atau dikenal Total Iron Binding
Capasity = TIBC ukuran kadar maksimum Fe
dimana transferin mampu mengikat.
- Transferin yang tidak mengikat Fe Unsaturated Iron
Binding Capasity ( UIBC ) = kapasitas ikat besi tidak
terjenuhkan.

- Normal 1/3 bagian yang dapat ditempati Fe


- Saturasi Transferin :
Fe serum (ug/dl)
% saturasi transferin = --------------------- x 100%
TIBC (ug/dl)
TIBC
TIBC = kadar Fe serum + UIBC
Ferritin
- Cadangan besi utama : SRE, hepatosit, makrofag ss.
tulang, lien.
- Cadangan yang efisien
- Representasi kadar ferritin plasma dalam keadaan
seimbang dengan cadangan besi tubuh
- Ferritin serum 1 ng/ml = + 8 mg Fe cadangan

- Analisa Ferritin kurang spesifik untuk diagnosis AGB


apabila ada penyakit lain yang menyebabkan kenaikan
ferritin.
Soluble transferrin receptor ( sTfR )
Protein transmembran dengan dua komponen
identik, masing2 dapat mengikat 2 mol transferin.
Reseptor dipunyai semua sel, pada dewasa normal
80% di sel eritroid sumsum tulang eritroid
immatur memerlukan Fe dalam jumlah besar.
sTfR : monomer, BM = 74 kDa, domain ekstraselluler
dari reseptor transferrin pada Arg 100 Leu 101 di
endosom.
Kadar sTfR pria & perempuan tidak ada
perbedaan.