Vous êtes sur la page 1sur 24

Case report

Pembimbing:
dr. Jaenudin SpOG

RSUD DR. SOSELO SLAWI


9 DESEMBER 2016

Identitas

Nama : Ny. D
Usia : 26 thn
Jenis kelamin : P
Alamat : Kambangan, Lebaksiu, Tegal
Agama : Islam
Status : Menikah

Riwayat Obstetri:
1. 2009, aterm, Spt, Lk, 2700
2. 2012, aterm, Spt, Lk, 2900
3. Hamil ini

Poli (5/12/2016)
S:
Pasien datang ke poliklinik kandungan RSUD dr. Soeselo Slawi dgn
keluhan perdarahan per vaginam (+).
O:
CM
TD: 120/80, N:86, RR:20, S: 36,5
TFU: 1 jari diatas simfisis pubis
VT: dilatasi cervix
A:
G3P2A0 H 8mgg dgn Ab inkomplit
P:
R/ curet

Resume
Pasien datang ke Poliklinik kandungan pada
tgl 5/12/16 dgn keluhan perdarahan per
vaginam sejak 1 hari yll. Perdarahan berwarna
merah gelap, disertai jaringan. Perdarahan
terjadi terus-menerus seperti flek.
Perdarahan juga disertai nyeri pada perut

Diagnosis
Diagnosis ibu:
G3P2A0 H 8mgg dgn Ab inkomplit
Diagnosis janin:
Janin mati, tunggal, intra uterine
Diagnosis banding:
G3P2A0 H 8mgg dgn Ab komplit

Dasar diagnosis

Perdarahan per vaginam disertai jaringan


Nyeri perut
Pemeriksaan dalam
USG

TATALAKSANA
Pre curetage
- Inf RL
- Transfusi bila anemia atau syok
Post curetage
- Amoxicilin 3 x 1 500mg
- Asam Mefenamat 3 x 1 500mg
- Metil Ergo 3 x 1
- Vitamin B complex, C, Sulfas Ferosus 1 x 1

PEMERIKSAAN PENUNJANG (6/12/16)


Parameter
Hemoglobin
Eritrosit
Leukosit
Hematokrit
Trombosit

Hasil

Satuan

Nilai normal

g/dl

11,7-15,5

3.5

juta/uL

3,8-5,2

10,2

ribu/uL

3,6-11

35-47

ribu/uL

150-440

10,5

32
207
34,1

25,5-42

PT

11,1

9,3-11,4

HBsAg

Non Reaktif

Golongan darah

AB

Rhesus

APTT

Non reakif

TINJAUAN PUSTAKA

Pendahuluan
Abortus adalah ancaman atau pengeluaran hasil
konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar
kandungan. Sebagai batasan ialah kehamilan
kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari
500 gram.
Angka kejadian abortus sukar ditentukan karena
abortus provokatus banyak yang tidak dilaporkan,
kecuali bila sudah terjadi komplikasi.
Rata-rata terjadi 114 kasus abortus perjam.
Sebagian besar studi menyatakan kejadian abortus
spontan antara 15-20% dari semua kehamilan.
Kalau dikaji lebih jauh kejadian abortus sebenarnya
bisa mendekati 50%

ETIOLOGI
Faktor genetik :
kelainan sitogenetik 50% kejadian abortus pada trimester pertama
Kelainan kongenital uterus
Defek anatomi uterus diketahui sebagai penyebab komplikasi obstetric,
seperti abortus berulang, prematuritas, serta malpresentasi janin
Autoimun
Terdapat hubungan yang nyata antara abortus berulang dan penyakit
autoimun. Misalnya pada SLE dan aPA (antiphospolipid antibodies). aPA
merupakan antibody spesifik yang didapati pada perempuan denga SLE
Faktor Hormonal
Ovulasi, implantasi, serta kehamilan dini bergantung pada koordinasi yang
baik system pengaturan hormone maternal. Oleh karena itu, perlu
perhatian langsung terhadap system hormone secara keseluruhan, fase
luteal, dan gambaran hormone setelah konsepsi terutama kadar
progesterone

Cont
Infeksi
1. Bakteri (Listeria Monositogenesis, Klamidia Trakomatis, Ureaplasma
Urealitikum, Mikoplasma Hominis, Bakterial Vaginosis)
2. Virus (Sitomegalovirus,Rubella, Herpes Simpleks Virus, Parvovirus, HIV)
3. Parasit (Toksoplasmosis Gondii, Plasmodium Falsiparum)
4. Spirokaeta (Treponema Pallidum)
Hematologi
Beberapa kasus abortus berulang ditandai dengan defek plasentasi dan
adanya mikrotrombi pada pembuluh darah plasenta
Lingkungan
Diperkirakan 1-10% malformasi janin akibat dari paparan obat, bahan
kimia, atau radiasi dan umumnya berakhir dengan abortus, misalnya
paparan terhadap buangan gas anestesi dan tembakau.

KLASIFIKASI ABORTUS
Abortus Spontan, adalah abortus
yang berlangsung tanpa tindakan

ABORTUS
Abortus
Provokatus,
adalah
abortus
yang terjadi dengan
sengaja dilakukan tindakan baik
dengan
memakai
obat-obatan
maupun alat-alat
Dibagi menjadi 2 kelompok
yaitu abortus provokatus kriminalis
dan abortus provokatus medisinalis

ABORTUS PROVOKATUS
Abortus medisinalis, adalah abortus karena tindakan kita
sendiri, dengan alasan bila kehamilan dilanjutkan dapat
membahayakan jiwa ibu (berdasarkan indikasi medis). Biasanya
perlu mendapat persetujuan 2 sampai 3 dokter ahli (Kebidanan
dan Kandungan, spesialis Penyakit Dalam, spesialis Jiwa).

Abortus kriminalis, adalah abortus yang terjadi oleh


karena tindakan-tindakan yang tidak legal atau tidak
berdasarkan indikasi medis.

Abortus spontan
Abortus Iminens, Abortus tingkat permulaan dan merupakan ancaman terjadinya
abortus
Abortus Insipiens, Abortus yang sedang mengancam dan hasil konsepsi masih
dalam kavum uteri dan dalam proses pengeluaran
Abortus komplit, Seluruh hasil konsepsi telah keluar dari kavum uteri.
Abortus Inkomplit, Sebagian hasil konsepsi telah keluar dari kavum uteri dan masih ada
yang tertinggal.
Missed Abortion, Abortus yang ditandai dengan embrio atau fetus telah meninggal dalam
kandungan sebelum kehamilan 20 minggu dan hasil konsepsinya seluruhnya masih tertahan
dalam kandungan
Abortus habitualis, Abortus spontan yang terjadi 3 kali atau lebih berturut-turut.
Abortus infeksious, abortus septik.
Abortus infeksious adalah abortus yang disertai infeksi pada alat genitalia. Abortus septik
adalah abortus yang disertai penyebaran infeksi pada peredaran darah tubuh atau
peritoneum (septicemia atau peritonitis)

DIAGNOSIS
Ananmnesis
Tentang kehamilan (HPHT)
Riwayat perdarahan sejak kapan
Pengeluaran gumpalan jaringan/darah
Nyeri perut bawah/ kram yang ritmik
Penyebab: riwayat coitus, memasukkan benda, minum obat, di urut, trauma
Riwayat penyakit sekarang (DM, IMS,dll)
Pemeriksaan Fisis
Tanda vital
Pemeriksaan Luar
Pemeriksaan dalam vagina
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan laboratorium: plano tes, darah rutin.
Pemeriksaan USG

Cont
Iminens

Insipiens

Inkompli
t

Komplit

Missed

Definisi

Ancaman
terjadinya
pengeluaran
hasil
konsepsi

Abortus yang
sedang
berlangsung
(tidak dapat
dipertahanka
n)

Terlepasnya
sebagian
hasil
konsepsi
(masih ada
yang
tertinggal
dalam kavum
uteri)

Seluruh hasil
konsepsi
telah keluar
dari kavum
uteri

Hasil
konsepsi
seluruhnya
masih
tertanam
dalam kavum
uteri

UOE

Tertutup

Terbuka

Tertutup

Tertutup

Tertutup

OUI

Tertutup

Terbuka

Terbuka

Tertutup

Tertutup

Janin

(+)/dalam
kavum uteri

(-)/
sementara
proses
pengeluaran

(-)

(-)

(-)

Perdarahan
pervaginam

(+)

(++)

(++)

(+)

(-)

Nyeri perut

(+)/(-)

(+)

(+)/(-)

(-)

(-)

Besar uterus

=UK

=UK

<UK

<UK

<UK

Tes

(+)

(+)

(+)

(+)

(-)

Penatalaksanaan
Abortus
imminens

Abortus
insipiens

Tirah baring total


Bisa diberi spasmolitik agar uterus tidak berkontraksi
atau diberi tambahan hormone progesterone atau
derivatnya untuk mencegah terjadinya abortus.
Tidak melakukan aktivitas fisik berlebihan ataupun
hubungan seksual

Jika kehamilan < 16 minggu: evakuasi uterus


dilakukkan dengan AVM. Jika evakuasi tidak dapat
segera dilakukan, maka ergometrin 0,2 mg IM atau
Misoprostol 400 mcg per oral dapat diberikan
Jika kehamilan > 16 minggu: ekspulsi spontan hasil
konsepsi diitunggu. Jika perlu infus 20 unit oxytocin
dalam 500cc NaCl atau RL

Abortus
Inkomp
lit

Abortus
Komplit

Jika
perdarahan
tidak
beberapa
banyak & kehamilan < 16 minggu
cunam
ovum.
Jika
perdarahan
berhenti, Ergometrin 0,2 mg IV atau
Misoprostol 400 mcg oral dapat
diberikan
Jika kehamilan >16 minggu, infus
oxytocin 20 unit dalam 500 cc larutan
Nacl atau RL sampai terjadi ekspulsi
Observasi adanya perdarahan yang
banyak
Jika terdapat anemia sedang, tablet
SF 600 mg selama 2 minggu dapat
diberikan
Jika anemia berat, transfusi darah

Abortus
septik/infeks
ius

Missed
Abortion

Pertimbangkan keseimbangan cairan tubuh dan


perlunya pemberian antibiotik (Untuk tahap pertama
dapat diberikan penisilin 4 x 1,2 juta unit atau ampisilin
4 x 1 gram ditambah gentamisin 2 x 80 mg dan
metronidazol 2 x 1 gram. Selanjutnya antibiotic
disesuaikan dengan hasil kultur)
Tindakan kuretase dilakukan jika tubuh dalam kondisi
baik, minimal 6 jam setelah antibiotik yang adekuat
diberikan

Kehamilan < 12 minggu tindakan evakuasi dapat


dilakukan secara langsung dengan melakukan dilatasi
dan kuretase bila serviks uterus memungkinkan.
Kehamilan > 12 minggu atau kurang dari 20 minggu
dengan keadaan serviks uterus yang masih kaku
dianjurkan untuk melakukan induksi terlebih dahulu
untuk mengeluarkan janin atau mematangkan kanalis
servikalis (pemberian infuse intravena cairan oksitosin
dimulai dari dosis 10 unit dalam 500 cc dekstrose 5%
tetesan 20 tpm dan dapat diulangi sampai total
oksitosin 50 unit dengan tetesan dipertahankan)
Atau
Pemberian misoprostol secara sublingual sebanyak 400
mg yang dapat diulangi 2 kali dengan jarak 6 jam lalu
evakuasi dan kuretase

Komplikasi
Perdarahan
Perforasi
Syok
Infeksi

Pencegahan
1. Pemeriksaan rutin antenatal
2. Makan makanan yang bergizi (sayuran, susu,ikan,
daging,telur).
3. Menjaga kebersihan diri, terutama daerah
kewanitaan dengan tujuan mencegah infeksi yang
bisa mengganggu proses implantasi janin.
4. Hindari rokok, karena nikotin mempunyai efek
vasoaktif sehingga menghambat sirkulasi
uteroplasenta.
5. Apabila terdapat anemia sedang berikan tablet
sulfas ferosus 600 mg/hari selama 2 minggu, bila
anemia berat maka berikan transfusi darah.

DAFTAR PUSTAKA
1. Wiknjosastro H. Ilmu Kandungan. Edisi 2. Jakarta : Penerbit
Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2008.
2. Mbol N. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. In.
Jakarta; 2014. p. 466-471
3. Abidin Z. Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas
Pelayanan Kesehatan Primer. Jakarta: IDI; 2013.
4. Wikmjasostro GH. Kelainan Pada Lamanya Kehamilan
(Abortus, Preterm, Lewat Waktu). Jakarta: FK-UI.p. 115-119
5. Saifuddin AB. Perdarahan Pada Kehamilan Muda. In: Hanifa G,
editor. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal
dan Neonatal. Jakarta: Tridasa Printer; 2010. p. M-9-15.
6. Sofian A. Abortus (Keguguran) dan Kelainan dalam Tua
Kehamilan. In: Indra L, editor. Sinopsis Obstetri. Jakarta: EGC;
2002. p. 150-153.

TERIMA KASIH