Vous êtes sur la page 1sur 36

REPRODUKSI SEL

(AMITOSIS, MITOSIS,
MEIOSIS & GAMETOGENESIS)

Sri Lestari Utami, S.Si., MKes.

REPRODUKSI SEL DAN ORGANISME


Reproduksi merupakan pemanjangan keberadaan benda-benda
hidup dalam ruang & waktu memperbanyak diri &
berketurunan.
Pada skala luas : growth (pertumbuhan), healing (restitusi) dan
regenerasi.
Variasinya pada hewan :
1.Aseksual : fission (pembelahan biner, anak induk) ;
budding/menguncup (pembelahan yang tidak sama, anak
induk & gemmule) ; fragmentasi (organisem pecah) &
sporulasi/multiple fission (satu induk menjadi banyak anak)
2.Seksual : konjugasi (jenis kelamin individunya sukar dibeda-kan
isogamet & anisogamet); reproduksi biparental (dioe-cious) &
hermaphroditisme (monocious)
3.Modifikasi seksual : partenogenesis (individu dapat berkembang dari telur yang tidak dibuahi, selalu bergantian dengan
reproduksi biparental setelah beberapa generasi, contoh tawon
dengan telur dibuahi & tidak dibuahi )

Siklus Kehidupan
Siklus sel & siklus kehidupan pada organisme survival &
perpetuative proses pembelahan sel
Siklus sel = siklus kehidupan pada organisme prokaryotik
Pada organisme eukaryotik & multiseluler :
siklus kehidupan : pertumbuhan dan perkembangan sel
zigot menjadi individu dewasa melalui proses cleavage, morulasi,
blastulasi, gastrulasi, differensiasi dan spesialisasi pada
organogenesis.
siklus sel : proses pembelahan sel : mitosis atau meiosis
Pembelahan sel melibatkan pewarisan salinan matari genetik
induk pada keturunan berupa DNA dalam kromosom :
organisme prokaryotik panjang molekulnya, rantai
tungga yang sirkuler & pada nukleoid
organisme eukaryotik molekulnya panjang yang double
heliks dengan ujung-ujung yang terbuka dan terlilit pada protein

Siklus sel dan siklus kehidupan. Pada gambar ini ditunjukkan beberapa siklus sel dan siklus
kehidupan yang terjadi pada organisme multiseluler seperti manusia. Diantara siklus sel-siklus sel
terdapat siklus sel yang akan menghasilkan sel gamet betina yang akan difertilisasi oleh sel gamet
jantan sehingga dihasilkan sel zigot yang akan memasuki suatu siklus kehidupan. Siklus kehidupan
ini akan menghasilkan organisme baru. Sehingga walaupun setiap organisme dewasa pada
akhirnya akan mati, tetapi keturunannya akan terus hidup.

SIKLUS SEL PADA ORGANISME PROKARYOTIK AMITOSIS


Merupakan pembelahan biner pembelahan langsung dari
satu sel menjadi dua sel tanpa melalui fase-fase & tidak ada
kondensasi DNA
Terdiri atas tahap-tahap :
melekatnya kromosom sirkuler pada suatu titik berreplikasi
(agar setiap sel anak harus memperoleh seperangkat informasi
genetik yang identik) 2 kromosom sirkuler yang saling bersisian dan masing-masing melekat pada satu titik di membran ;
saat sel memanjang maka titik-titik perlekatan ini akan bergerak
ke ujung-ujung sel yang berlawanan dengan kromosom sirkuler
yang diikatnya ;
terbentuk sekat di bagian tengah sel terbelah menjadi 2 sel
anak, dengan kromosom yang lengkap ;
ribosom dan struktur sel lain yang telah mengganda jumlahnya
terbagi sama pada kedua sel anak selama pembelahan ; dan
dihasilkan dua sel anak yang identik

Pembelahan sel pada Prokaryotik. (a) Bakteri seperti E. coli akan berrepro-duksi melalui
pembelahan biner dimana DNAnya akan mengganda dan sel terbelah menjadi 2. (b).
Tahapan-tahapan pada pembelahan biner yang melibatkan replikasi DNA (1-3),
pemanjangan/elongasi sel (4) dan pembelahan menjadi 2 sel anak yang masing-masing
sel anak mempunyai kromosom yang identik (5, 6, 7).

SIKLUS SEL PADA ORGANISME EUKARYOTIK


MITOSIS DAN MEIOSIS
Siklus sel pada organisme eukaryotik terdiri atas 2 periode :
interfase/istirahat (pemisah antara 2 pembelahan yang berurutan
& terdiri : fase G1, S dan G2 ) & M (Mitosis)
Fase G1 : lamanya menentukan lama siklus sel (sangat cepat
atau sangat lambat) yang tergantung jenis sel, peranan organisme dan kondisi lingkungan. Jika terjadi pada masa dormansi
(biji & kuncup tumbuhan) dan hewan (hibernasi) maka akan
masuk fase G0 aktivitas fisiologis , pada musim dingin
sel aktif mensintesis RNA (transkripsi) dan protein (translasi)
seperti histon, nonhiston, enzim-enzim dan faktor-faktor
pendukung transkripsi dan translasi ; seluruh bahan sitosol,
membran sel dan organel akan dibuat rangkap sehingga inti
dan sitoplasma sel akan terlihat membesar ; dan kromatin
mulai terkondensasi.
Fase S : sel aktif mensintesis DNA (replikasi atau duplikasi)
Fase G G

(a) 4 fase siklus sel : G1, S, G2 dan M pada sel


eukaryotik.

Mitosis : didahului karyokinesis dan diakhiri sitokinesis


Faktor yang berpengaruh pada mitosis sel hewan multiseluler
Letak sel
Titik batas (R point = restriction point)
Besar kecil sel anak

Restriction point pada siklus sel

Purin

Pirimidin

Base Pairing

Pemadatan dan pelilitan DNA menjadi krosomom

Bagaimana DNA memadat menjadi kromosom. (a) Nukleus dari sel darah putih manusia yang
dihentikan di pertengahan Mitosis akan menunjukkan 46 kromosom. (b) Satu kromosom terlihat
seperti massa benang kusut saat dilihat dengan SEM. (c, d) Satu benang saat diperbesar mungkin
terlihat seperti tumpukan cakram. (e) Setiap cakram dibentuk oleh protein histon dan dikelilingi
oleh DNA yang membelitnya membentuk suatu unit yang disebut nukleosom. (f) Akhirnya DNA
yang terbelit di sekitar nukleosom mempunyai konfigurasi yang sudah lazim yaitu double helix atau
untai ganda.

Pembagian siklus sel berdasarkan substansi-substansi yang


terlibat : siklus sentrosom, siklus nukleus, siklus sitoplasma &
siklus kromosom
Terdapat 3 jenis mikrotubulus yang terkait dengan spindel :
mikrotubulus astral, mikrotubulus kutub & mikrotubulus
konetokhor

Anatomi dari kromosom. Kromosom yang terduplikasi akan tersusun dalam 2 tangkai
yang disebut dengan kromatid dan terikat secara bersama-sama oleh sentomer. (a)
Kromosom dengan lengan pendek dan lengan panjang. (b) Gambaran skematik
kromosom yang tersusun atas kromatid dan sentromer.

Mikrotubulus dari spindel pembelahan. Terdapat 3 jenis


mikrotubulus : astral, kutub dan kinetokhor.

Mitosis
Mitosis terjadi pada sel-sel somatis/tubuh dari organisme
multiseluler dan merupakan pembelahan equasi yaitu
pembelahan sel yang menghasilkan dua sel anak yang identik
yaitu sel-sel anak yang memiliki jumlah kromosom sebanyak yang
dimiliki oleh sel induknya.
Diantara tujuan dari pembelahan mitosis adalah memperbesar
ukuran tubuh makhluk hidup bersel banyak yang merupakan
proses pertumbuhan (Growth), mengganti sel tubuh yang
mengalami kerusakan pada organisme multiseluler dan
merupakan proses regenerasi, dan untuk reproduksi aseksual
pada hewan multiseluler tingkat rendah dan tumbuhan.
Tempat terjadinya pada organisme adalah pada jaringan yang
selalu tumbuh, yaitu : pada tumbuhan terdapat di jaringan
embrional dan jaringan meristem (titik tumbuh di ujung batang dan
akar serta jaringan kambium) dan pada hewan terdapat di
jaringan embrional dan jaringan meristem (jaringan tulang dan
jaringan kelenjar serta epitel).

Profase, Metafase Anafase dan Telofase

Sitokinesis pada sel hewan dan tumbuhan. (a) Sel hewan seperti terjepit pada 2 tempat
di dekat membran sel karena adanya cincin kontraktil, yang akan membentuk kerutan
dan akhirnya memisahkan sel-sel anaknya. (b) Sekat cell plate pada sel tumbuhan dari
dalam ke luar akan membentuk dua sel anak.

Meiosis
Merupakan proses pembelahan sel yang terjadi pada sel-sel
kelamin dari organisme yang mengadakan reproduksi secara
seksual atau generatif.
Prinsip : terjadi sekali duplikasi kromosom yang diikuti oleh 2
kali pembelahan yaitu Meiosis I dan Meiosis II serta terjadi
karyokinesis melalui pasangan kromosom homolog (satu dari
ayah dan satu dari ibu) dan akan memberikan rekombinasi antara
informasi genetik yang berasal dari ayah dan ibu untuk masingmasing kromosom, yang kemudian diakhiri dengan sitokinesis.
Hasil dari Meiosis I adalah 2 sel anak dengan jumlah kromosom
separuh jumlah kromosom induknya (N/haploid).
Hasil : sel induk diploid akan menghasilkan 4 sel anak yang
haploid yang tidak identik dengan sel induk.
Tujuan : 1. mempertahankan agar jumlah kromosom sel tubuh
tetap dari generasi ke generasi ; 2. pembentukan sel-sel kelamin
(sel gamet) yang merupakan sel haploid.

Organisme : Tumbuhan yaitu dalam kepala sari melalui


pembentukan spermatozoid/ mikrospora (Gymnospermae) dan
pembentukan inti sperma I dan inti sperma II (Angiospermae)
serta pembentukan sel telur dan inti kandung lembaga dalam
kandung lembaga putik. Hewan yang terjadi dalam testis untuk
yang jantan dan menghasilkan spermatozoa (prosesnya
disebut spermatogenesis) sedangkan yang betina di dalam
ovarium menghasilkan ovum (prosesnya disebut oogensis).
Yang terjadi pada Meiosis :
Pembelahan Meiosis I yang akan melibatkan pindah silang
(crossing over) dan pertukaran informasi maternal (dari ibu)
dan paternal (dari ayah) yang terjadi diantara kromatidkromatid non sister.
Pembelahan Meiosis II yang pada dasarnya merupakan
siklus pembelahan sel yang sama dengan Mitosis untuk
membentuk gamet-gamet yang haploid.
Terdiri atas Profase I, Metafase I, Anafase I, Telofase I,
Interkinesis, Profase II, Metafase II, Anafase II, Telofase II,

(a) Proses terjadinya pindah silang (crossing over) dan fotomikrograf elektron
dari kromosom yang mengalami pindah silang. (b) Pasangan kromosom
homolog. (c) Kompleks sinaptonemal.

GAMETOGENESIS
Terdapat beberapa penggolongan fase-fase pada
gametogenesis. Diantara penggolongan tersebut adalah :
Multiplication (perbanyakan atau atau proliferasi) yang terjadi
melalui pembelahan Mitosis yang akan menghasilkan sel yang
diploid.
Growth (pertumbuhan) yang menunjukkan persiapan-persiapan
intraseluler agar sel dapat mempunyai ukuran yang optimal agar
dapat membelah.
Maturation (pematangan/pemasakan/maturasi) melalui
pembelahan Meiosis sebagai pembelahan reduksi \dan
menghasilkan sel yang haploid.

Gametogenesis yang terdiri atas (a) oogenesis dan (b)


spermatogenesis