Vous êtes sur la page 1sur 26

AUTOPSI

OLEH :
dr.H.GUNTUR BUMI NASUTION,
Sp. F
Dan
dr. RITA MAWARNI
BAGIAN KEDOKTERAN FORENSIK
FAKULTAS KEDOKTERAN USU
RSUP. H. ADAM MALIK / RSU Dr. PIRNGADI
MEDAN
I. Pemeriksaan Dalam
Cara Pembedahan
1. Dibuat insisi pada kulit, mulai dibawah dagu
sepanjang garis pertengahan sampai ke
simfisis pubis. Pusat (umbilikus) dihindari
dengan membelokkan insisi ke sisi kirinya.
2. Dinding perut dibawah ujung bawah tulang
dada di iris sampai peritoneum.Jari telunjuk
dan jari tengah tangan kiri dimasukkan
kedalam rongga perutuntuk mengangkat
danmeregangkan dinding perut sehingga
memudahkan pisau yang diletakkan diantara
kedua jari tadi, mengiris dinding perut
sepanjang insisi pada kulit.
3. Kulit dan otot diiris lepas dari dinding torax.
Pelepasan tersebut dilakukan dengan
memegang dinding perut bagian atas dengan
tangan kiri, lalu dengan ibu jari bagian
dalam/peritoneum dan jari-jari lainnya pada
kulit, kulit dan otot-otot dinding dada dipulir
keluar, hingga punggung tangan kiri tsb
menyentuh kulit dada, dan otot-otot diiris
sepanjang arcus costa, dgn irisan yang tegak
lurus thdp tulang-tulang iga. Pengirisan otot
tsb keatas sampai daerah clavicula,
kesamping sampai garis ketiak depan. Dengan
cara yg sama kulit leher dilepas kan dari
dasarnya.
4. Rongga dada dibuka dengan jalan memotong
rawan iga-iga 1 cm medial thdp persambungan
rawan tulang (osteo chondral), mulai dari iga ke-
2 sampai kearcus. Sternum dibebaskan dari
perlekatannya dengan dinding anterior kantung
jantung.
Iga pertama dipotong dari arah bawah (caudal)
miring kearah cranio-lateral, untuk menghindari
manubrium sterni. Potonglah persambungan
sterno-clavicular, juga dari arah caudal untuk
menghindari terpotongnya pembuluh darah
subclavia. Agar mudah dilokalisir, sternum dapat
diangkat kearah kepala, dan dengan demikian
persambungan tsb diregangkan.
5. Pengangkatan alat-alat leher dan rongga dada
a) Potong otot-otot dasar mulut sepanjang rami
mandibula.
b) Lidah ditarik keluar dibawah mandibula. Periksa
keadaan palatum dan faring. Adakah kelainan2.
c) Iris palatum mole sepanjang tepi palatum palatum
durum, dan teruskan irisan kesamping, hingga tonsil
ikut terangkat.
d) Lepaskan alat-alat leher tsb dari columna vertebralis.
e) Putuskan pembuluh2 darah dan saraf2 dibelakang
clavicula.
f) Lepaskan perlekatan paru2 pada dinding thorax.
g. Dengan memegang laring, tariklah alat2
leher kearah caudal, sehingga esofagus,
trakea dan aorta lepas dari columna
vertebralis dan paru2 serta jantung ikut
tertarik keluar dari rongga thorax.
h. Esofagus diikat diatas diafragma dan
diputuskan diatas ikatan.
i. Aorta dan kantung jantung dipotong tepat
diatas diafragma, sehingga alat-alat leher
dan thorax dapat diangkat en masse.
6. Pengangkatan organ2 dalam rongga perut
a. Cari duodeno-jejunal joint dan buat 2 ikatan,
potong diantara 2 ikatan tsb.
b. Jejunum, ileum, colon dilepaskan
perlekatannya dan diangkat.
c. Urutlah rectum kearah proximal, hingga feses
terkumpul dan buatlah 2 ikatan dibawah
kumpulan feses tadi, dan rectum diputuskan
diantara kedua ikatan tsb.
d. Limpa, hati, pankreas, lambung, duodenum
diangkat en bloc dengan jalan memotong
diafrgma dekat pada perlekatannya dengan
dinding tubuh, serta perlekatan alat-alat tsb
diatas dengan dinding belakang rongga perut.
e. Ginjal kanan dan kiri, ureter dilepaskan dari
dinding belakang dengan melakukan pengirisan
pada peritoneum disisi alat2 tsb. Kadung kemih
bersama dengan prostat atau vagina dan uterus,
ovarium serta rectum bagian distal dilepaskan
dari sekitarnya dan dipotong pada daerah
prostat/bagian proximal vagina. Alat2 tsb diatas
diangkat en masse. Bila dalam kandung kemih
trdpt urin, tampunglah dalam botol yang bersih
dengan menggunakan kateter atau spuit, untuk
pemeriksaan toksikologi.
II.Pemeriksaan Alat-alat Gastro Intestinal
Sistem

HATI
Ukurannya (3 dimensi)
Warna
Permukaannya, apakah rata, berbenjol, kasar atau licin,
adakah penebalan selaput
Tepinya : tajam atau tumpul
Perabaanya : kenyal, keras
Penampangnya : lakukan satu irisan melintang, muali
dari lobus kanan sampai lobus kiri. Perhatikanlah :
warna, gambaran hati, apakah banyak cairan
keluar dan adakah kelainan-kelainan.
Timbanglah beratnya.
KANDUNG EMPEDU
Carilah saluran empedu, lalu bukalah
dengan gunting sampai papila vateri di
duodenum. Periksalah apakah terdapat
sumbatan.
Bukalah kandung empedu, juga dengan
gunting, dan periksalah apakah warna dari
isinya serta apakah terdapat batu
empedu.
Adakah kelainan pada selaput lendirnya.
LIMPA
Warnanya
Ukurannya
Beratnya
Permukaanya, licin, keriput
Penampangnya, warna, gambaran limpa,
apakah banyak cairan yang keluar
LAMBUNG
Cara membuka lambung :
Dengan gunting, mulai dari kardia,
menyusuri kurvatura mayor, dinding
lambung digunting sampai pylorus.
Isi lambung ditampung, dan lukiskanlah
terdiri dari apa, misalnya sisa-sisa
makanan, cairan, dsb, tentukan pula
konsistensinya serta baunya pada kasus-
kasus tertentu.
Perhatikanlah :
Ukurannya
Serosa yang meliputi lambung dibagian
luar, apakah terdapat kelainan-kelainan.
Mukosa lambung, apakah ada ulkus,
perforasi, tanda-tanda bendungan,
kerusakan mukosa dan kelainan-kelainan
lainnya.
Warna dinding lambung.
Usus halus dan usus besar
Untuk melakukan pemeriksaan pada usus
halus, maka dilakukan pengguntingan
pada tempat usus tersebut tergantung
pada mesenterium. Untuk membuka usus
besar, dinding kolon digunting pada tenia
kolon.
Perhatikan :
Adakah bagian usus yang melilit (volvulus)
atau invaginasi
Adakah bagian usus yang mengalami
kelainan, misalnya gangrene.
Mukosa usus, apakah terdapat
kerusakan-kerusakan (pada thypus
abdominalis) atau kelainan-kelainan
lainnya.
GINJAL
Simpai lemak ginjal dilepaskan.
Lakukan irisan pada ginjal dengan
menggunakan pisau organ, mulai pada
tepi ginjal menuju pelvis renalis.
Dengan menggunakan pinset, simpai
ginjal dilepaskan mulai pada tepi bekas
irian.
Perhatikan :
Simpai lemak, apakah jaringan lemaknya cukup
tebal, adakah kelainan-kelainan, misalnya
resapan darah.
Simpai ginjal, apakah mudah dikupas, adakah
penebalan-penebalan, adakah resapan darah,
dsb.
Warna ginjal. Tentukan setelah simpai ginjal
dikupas.
Penampang irisan, tentukan tebal dari korteks-
renis, apakah gambaran ginjal baik, adakah
resapan darah, dsb.
Pelvis renis, adakah terdapat batu ginjal,
perdarahan, dan kelainan-kelainan lainnya.
Terima Kasih