Vous êtes sur la page 1sur 17

2010 AHA GUIDELINES

FOR CPR AND ECC


OLEH:
INTAN P. PUTRI 090100125
MARLIUN 090100147
TENGKU NANDA EDWINA 090100191
PRINS B. BENEDICK090100402

PEMBIMBING : DR. BENNY ANTOMI


5 Langkah Siklus Kelangsungan hidup versi
terbaru untuk Dewasa dari AHA

Segera mengenali tanda-tanda cardiac arrest dan


mengaktivasi respons sistem emergensi.
CPR secara dini dengan menitikberatkan pada
kompresi dada
Defibrilasi cepat
Melakukan advanced life support secara efektif
Memberikan pelayanan post cardiac arrest
secara terintegrasi
Rangkaian CPR
Perubahan
Dari A-B-C menjadi C-A-B
Memulai kompresi dada sebelum ventilasi

Mengapa?
Pencapaian: untuk meminimalkan penundaan
CPR, maka rangkaian dimulai dari keterampilan
yang tiap orang dapat melakukannya.
Menitikberatkan pada kepentingan primer dari
kompresi dada, untuk penolong profesional.
CPR Dimulai Dengan Kompresi

Kebanyakan orang dewasa dengan arrest secara


kasat mata mengalami ventrikular fibrilasi (VF) /
pulseless ventrikular takikardi (VT) dan
membutuhkan:
Kompresi dada
Defibrilasi secara dini
Kompresi dada dapat dilakukan secara dini (tidak
memerlukan alat)
Membuka jalan nafas, mempersiapkan ventilasi
secara signifikan dapat menyebabkan hal-hal lain
tertunda.
Ventilasi tertunda 18 detik ataupun kurang.
Penekanan Primer Pada Kompresi Dada

Semua penolong, sebagaimana mestinya,


harus minimal dapat melakukan kompresi dada
Jika di sekitar merupakan orang yang tak
terlatih, (untuk dewasa): lakukan CPR dengan
menggunakan tangan saja
Namun jika di sekitar merupakan orang yang
terlatih dan mampu, lakukan kompresi dada
dan ventilasi dengan siklus 30:2
Untuk pasien arrest pada anak, kompresi dan
ventilasi masih direkomendasikan
Penekanan Pada Kompresi Dada

Mengapa?
CPR dengan hanya menggunakan tangan mudah dilakukan pada korban dewasa dan

dapat dengan mudah dipandu oleh pengantar Emergency Medical Service lewat telepon
Ketika semua pasien cardiac arrest dilaporkan, angka kehidupan sama, baik itu yang

dilakukan oleh penolong yang menggunakan CPR hanya dengan tangan saja, maupun
dengan CPR tradisional (yang lama).
Algoritma Universal CPR Untuk Dewasa
Kedalaman Kompresi Dada Pada
Dewasa
Perubahan
Kedalaman minimal 2 inchi (5cm),
yang mana rekomendasi AHA
tahun 2005 yaitu 1-2 inchi saja.
Mengapa?
Lebih efektif
Penolong seringnya menekan
tidak cukup kuat
Timbulnya kebingungan jika
diberlakukan angka kisaran
(range)
Persoalan Kompresi Dada
Tanpa adanya keefektifan kompresi
dada, maka:
Aliran oksigen ke otak berhenti
Aliran oksigen ke jantung berhenti
Obat yang diberikan tidak akan menyebar
kemanapun
Laju Kompresi Dada
Perubahan
Laju kompresi paling tidak sebanyak 100
kali/menit. Rekomendasi AHA tahun 2005
yaitu kira-kira 100 kali/menit
Mengapa?
Angka mutlak kompresi/menit telah
dihubungkan dengan kelangsungan hidup
yang lebih baik
Pada kenyataannya, kompresi dada sering
dilakukan dibawah 100 kali/menit
Eliminasi Look, Listen, and Feel di
dalam Breathing

Perubahan
lihat, dengar, dan rasa telah dihapuskan dalam
rangkaian CPR
Setelah memberikan 30 kompresi, penolong membuka
jalan nafas dan memberikan 2 nafas bantuan
Mengapa?
Penolong terlebih dahulu memeriksa respon tidak ada
nafas atau tidak bernafas normal sebelum melakukan
CPR, yang mana tindakan ini akan memperlambat
tindakan lain.
Memulai CPR dengan kompresi terlebih dahulu, dapat
meminimalisir penundaan tindakan lain yang lebih
diperlukan
Rangkuman Komponen Basic Life Support Untuk Dewasa, Anak-anak,
dan Bayi
Penyedia Layanan Kesehatan Masyarakat
Basic Life Support untuk Dewasa

Mengenali tanda-tanda korban yang tidak


responsif ataupun dengan nafas tidak
normal (misalnya: gasping)
Mengaktifkan respon emergensi, ambil
AED atau minta bantuan orang lain
mengambilkan
Periksa denyut nadi (tidak lebih dari 10
detik)
Jika tidak teraba, mulai lakukan 30
kompresi dada dan 2 kali nafas bantuan
Gunakan AED sesegera mungkin jika
tersedia
Penekanan Krikoid
Perubahan
Penekanan krikoid rutin pada saat CPR
secara umum TIDAK direkomendasikan

Mengapa?
Penekanan krikoid dapat mengganggu
dengan ventilasi dan penempatan jalan
nafas
Tidak terbukti mencegah aspirasi ataupun
insuflasi gastrik selama cardiac arrest
Video RJPO oleh AHA 2010
SEKIAN