Vous êtes sur la page 1sur 19

Attention Deficit Hyperactivity

Disorder
(ADHD)
Istilah Sejenis

ADHD (Attention Deficit


Hyperactive Disorder)
ADD (Attention Deficit
Disorder)
GPPH (Gangguan Pemusatan
Perhatian dan Hiperaktif)
GPP (Gangguan Pemusatan
Perhatian)
ADHD (GPPH) masalah konsentrasi
dan perilaku hiperaktif

ADD (GPP) hanya masalah


konsentrasi
sebuah gangguan pada
perkembangan otak yang
menyebabkan penderitanya
menjadi hiperaktif, impulsif,
serta susah memusatkan
perhatian.
Apa Penyebab ADHD?
Belum diketahui secara pasti
Faktor internal genetik, gangguan
sistem saraf & otak
Faktor eksternal lingkungan, pola
asuh, kondisi keluargaa
Gejala dan Tanda ??
1. Perhatian
Gejala minim atensi: Mudah teralihkan Tidak mengikuti
petunjuk Terlihat seperti tidak mendengarkan saat diajak
bicara Ceroboh Mudah lupa pada aktivitas hariannya
Sulit mengorganisir aktivitas harian Sering kehilangan
barang Menghindari atau tidak menyukai aktivitas yang
memerlukan usaha terus-menerus Punya kencenderungan
daydreaming
2. Hiperaktivitas
Gejala hiperaktivitas:
Tidak bisa disuruh duduk diam Sulit bermain dengan tenang
Selalu bergerak, seperti berlari, memanjat, atau melompat
Suka bicara nonstop
Gejala impulsivitas: Sulit
mengantre dengan anteng
Memotong pembicaraan orang lain
Menjawab sebelum pertanyaan
selesai diajukan Kerap
mengucapkan kata-kata yang tak
pantas tanpa berpikir lebih dulu
Prevalensi

3-5% dari populasi anak


usia sekolah
Anak laki-laki lebih
banyak dibandingkan
anak perempuan
perempuan (konsentrasi)
laki-laki (hiperaktif &
impulsif)
Kapan perlu ke dokter?

kesulitan berkonsentrasi
kesulitan duduk diam,
atau ketidakmampuan untuk
mengendalikan tingkah laku nya
Diagnosa

Tidak semua anak yang sulit


berkonsentrasi dan hiperaktif pasti
menderita ADHD. Anak-anak yang sehat
umumnya sangat aktif dan sering
membuat orang tuanya kewalahan.

proses diagnosis ADHD membutuhkan


kerja sama dari berbagai pihak. Sejumlah
pemeriksaan fisik serta psikologis dari
dokter anak dan ahli psikiatri akan dijalani
oleh penderita ADHD.
Contoh makanan yang merupakan pantangan untuk
penderita hiperaktif :

1.Pewarna makanan
2.MSGVetsin atau MSG merupakan zat karsinogenik
yang banyak ditemukan dalam segala jenis
makanan. MSG yang dikonsumsi oleh anak
hiperaktif meskipun sangat sedikit dapat
menyebabkan gangguan otak kembali muncul.
3.Gula atau makanan yang manis, Jika penderita
hiperaktif terlalu banyak mengkonsumsi karbohidrat
baik yang berasal dari nasi dan gula, maka kekuatan
anak hiperaktif akan sangat berlebih yang akibatnya
anak akan terlalu aktif sebagai bentuk penyaluran
energinya ini
4. Alkohol dan kafeinAlkohol dan kafein tidak hanya
terdapat pada minuman keras atau kopi. Pada produk
makanan tertentu bisa saja mengandung alkohol atau kafein
dalam jumlah tertentu. Makan inilah yang tidak boleh
dikonsumsi karena dapat menyebabkan reaksi hiperaktif.

5. GaramGaram jugs dapat menyebabkan hipertensi pada


anak hiperaktif, selain itu asupan garam yang berlebih juga
tidak baik bagi hiperaktif dan kondisi kesehatan anak.
Kejelian dalam menyeleksi makanan bagi anak
hiperaktif diperlukan agar gangguan hiperaktif
pada anak dapat dikontrol.
Pencegahan ADHD

Tidak ada cara untuk mencegah ADHD terjadi.


Namun, ada beberapa langkah yang dapat
membantu mencegah masalah yang disebabkan
oleh ADHD dan memastikan anak anda secara fisik,
mental dan emosional sehat.

1.Selama kehamilan, menghindari apa saja yang


dapat membahayakan perkembangan janin. Jangan
minum alkohol, merokok atau obat-obatan terlarang.
2.Lindungi anak dari paparan polutan dan racun,
termasuk asap rokok, bahan kimia pertanian atau
industri, dan cat timbal (ditemukan di beberapa
bangunan tua).
Terima Kasih