Vous êtes sur la page 1sur 20

ASMA BRONKIAL

Pembimbing :
dr. Syamsul Nur, Sp.A

Oleh :
Lina Nadzivah
10542039012

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
2016
PENGERTIAN
Asma adalah mengi berulang dan/atau
batuk persisten dengan kharakteristik
sebaga berikut : timbul secara episodik,
cenderung pada malam/dini hari
(nocturnal), musiman, setelah aktivitas
fisik, serta terdapat riwayat asma atau
atopi lain pada pasien dan/atau keluarga
pasien.
EPIDEMIOLOGI
Laki-laki > Perempuan -> 2:1 (Usia Dini)
Laki-laki = Perempuan -> 1:1 (Usia
Remaja)
Prevalensi asma lebih besar pada wanita
usia dewasa.
Asma didefinisikan menurut :
Ciri-ciri klinis

Riwayat episode sesak, terutama pada


malam hari yang sering disertai batuk
Ciri-ciri Fisiologis

Episode obstruksi saluran napas, yang


ditandai oleh keterbatasan arus udara
pada ekspirasi
Ciri-ciri patologis

Inflamasi saluran napas yang kadang


disertai dengan perubahan struktur
saluran napas
ANATOMI
FISIOLOGI
Fungsi pernafasan dapat dibagi menjadi
dua yaitu pertukaran gas dan
keseimbangan asam basa
PATOFISIOLOGI
Asma merupakan penyakit inflamasi
kronik saluran napas yang melibatkan
beberapa selPelepasan
mediatorMengaktivasi sel target
saluran napas Bronkokonstriksi,
kebocoran mikrovaskular, edema,
hipersekresi mukus dan stimulasi refleks
saraf.
FAKTOR RESIKO ASMA
Faktor genetik
- Atopi/alergi
- Hipereaktivitas bronkus
- Jenis Kelamin
- Ras/etnik
- Obesita
Faktor lingkungan
- Alergen dalam rumah (tungau, debu rumah,
spora jamur, kecoa, serpihan kulit binatang
seperti anjing, kucing, dan lain-lain).
- Alergen luar rumah (serbuk sari, dan spora
jamur)
Faktor lain
- Alergen makanan
- Alergen obat-obatan tertentu
- Bahan yang mengiritasi
- Ekspresi emosi berlebih
- Asap rokok bagi perokok aktif maupun pasif
- Polusi udara dari luar dan dalam ruangan
- Exercise-induced asthma
- Perubahan cuaca
- Status ekonomi
GAMBARAN KLINIS
Serangan episodik batuk, mengi, dan sesak
napas.
Pada awal serangan sering gejala tidak jelas
seperti rasa berat di dada, dan pada asma
alergik mungkin disertai pilek atau bersin.
Cough Variant Asthma
Pada asma alergik, sering hubungan antara
pemajanan alergen dengan gejala asma tidak
jelas.
Pada asma akibat pekerjaan, gejala biasanya
memburuk pada awal minggu dan membaik
menjelang akhir minggu.
KLASIFIKASI ASMA
DIAGNOSIS ASMA
Anamnesis
Pemeriksaan Klinis
Pemeriksaan penunjang
- Spirometer
- Peak flow meter/PFM
- X-ray toraks
- Pemeriksaan IgE
- Petanda inflamasi
- Uji hipereaktivitas bronkus/HRB
DD DAN KOMPLIKASI ASMA
DD
- Bronkhitis kronik
- Emfisema Paru
- Gagal jantung kiri akut
- Emboli Paru
- Penyakit lainyang jarang
(Stenosis trakea, karsinoma bronkus,
poliartritis nodusa)
Komplikasi
- Pneumothoraks
- Pneumodiastinum dan emfisema
subkutis
- Atelektasis
- Aspergilosis bronkopulmoner alergik
- Gagal napas
- Bronkitis
- Fraktur iga
TATALAKSANA
Bronkodilator
- Beta adrenergik kerja pendek (short
acting)
Epinefrin/Adrenalin
2-agonis selektif
- Methyl Xanthine (Teofilin kerja
cepat)
Antikolinergik
- Ipratropium bromida
Kortikosteroid
Obat-obat lain
- Magnesium sulfat
- Mukolitik
- Antibiotik
- Obat sedasi
- Antihistamin

Terapi suportif
- Oksigen
- Campuran helium dan oksigen
- Terapi cairan
TERIMA
KASIH