Vous êtes sur la page 1sur 26

BEBERAPA SIFAT ZAT GAS, CAIR, DAN

PADAT

KELOMPOK 2:
MIFTAKHUL JANNAH
NIKA LUTFIANA
LESTARI AGUSTINA
CHIKA PUSPA W.
Tekanan uap adalah kecenderungan
dari suatu molekul cairan untuk
meninggalkan lingkungan cairannya
Semua cairan memiliki kecenderungan
untuk menguap, sehingga semua cairan
akan memiliki tekanan uap

Molekul Molekul
Cairan murni
Persamaan hubungan
tekanan uap, suhu, dan
panas penguapan, itu adalah
salah satu bentuk
persamaan Clausius-
Clapeyron.
konstan memiliki satuan yang
sama dengan p dan dapat
dievaluasi dalam hal Quap dan
titik didih normal Tb. Pada Tb
tekanan uap di 1 atmosfer,
sehingga 1 atm=

Lalu
(5.8)
Logaritma dari rumus
(5.7)

(5.9)

fungsi In P diplot terhadap fungsi 1 /


T. persamaan 5.9 adalah maka
persamaan garis lurus, dengan
kemiringan --- Quap / R (Jika
logaritma umum digunakan,
kemiringan --Quap / 2.303R)
Sebuah metode yang mudah untuk
menentukan panas penguapan cairan
adalah untuk mengukur tekanan uap
yang pada beberapa temperatur.
Tekanan uap adalah persentase
kandungan uap air dalam udara.

(a) Tekanan uap (b) Tekanan uap


jenuh
Penguapan adalah peristiwa yang
terjadi ketika partikel-partikel zat cair
meninggalkan kelompoknya.
Faktor-faktor yang
Mempengaruhi Tekanan
Uap

Jenis zat
Suhu

Semakin tinggi suhu zat


cair, semakin besar tekanan
uapnya.
PENURUNAN TEKANAN UAP LARUTAN

Bagaimana dapat terjadi penurunan


tekanan uap?
VISKOSITAS

PENGERTIAN VISKOSITAS

FAKTOR YANG
FAKTOR YANG
MEMENGARUHI
MEMENGARUHI
PENGERTIAN VISKOSITAS :
Viskositas merupakan ukuran kekentalan fluida yang menyatakan
besar kecilnya gesekan di dalam fluida.
Semakin besar viskositas fluida, maka semakin sulit suatu fluida
untuk mengalir dan juga menunjukkan semakin sulit suatu benda
bergerak di dalam fluida tersebut
Di dalam zat cair, viskositas dihasilkan oleh gaya kohesi(gaya
tarik-menarik antar molekul yang sama antara molekul) zat cair.
Jenis alat pengukur viskositas zat cair yang disebut
viskosimeter
RUMUS VISKOSITAS

y N m N
2 s Pa s
v v m m m
2

y s
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
VISKOSITAS

1. Suhu
Viskositas tergantung pada
suhu

Untuk cairan :
makin tinggi
temperaturnya maka
viskositasnya makin
rendah
Untuk gas
makin tinggi
temperaturnya maka
viskositasnya makin 14
2. Konsentrasi Solut
Terdapat hubungan
non-linear secara
langsung antara
konsentrasi solut
dan viskositas pada
suhu tetap
Fig memperlihatkan
perilaku viskositas-
konsentrasi larutan
sukrosa pada suhu
tetap
15
Perbedaan Struktur Padat, Cair, dan Gas

Volume dan bentuk diasumsikan sama dengan wadahnya.


Dapat ditekan
1
Difusi berlangsung dengan cepat
Dapat mengalir
Bentuknya sama dengan wadah yang ditempati
Tidak dapat ditekan
Difusi berlangsung dengan lambat
2
Dapat mengalir

Mempunyai volume dan bentuknya sendiri


Tidak dapat ditekan
3 Difusi berlangsung dengan sangat lambat
Tidak mengalir
Struktur Molekul Zat
Cair

Bentuk kurang Gerakan molekul


teratur lebih bebas

Gaya tarik antar


molekul masih kuat
a t
u lZ
ek
l
o t Teratur
M
r da dan
u
t Pa berdekata
uk kan n
tr a
Ger ekul
S l
mo atas
terb

Gaya tarik menarik


antar molekul kuat
St
ru
Susunan molekulnya kt
tidak teratur Jarak ur
molekuk sangat M
berjauhan G ole
as k
ul
Za
t

Gerakan Molekul
sangat bebas

Gaya tarik molekul


sangat kecil
Gaya gaya Intermolekul

Jenis-jenis gaya intermolekul:


1. Gaya London
Gaya london adalah gaya tarik lemah yang disebabkan
oleh adanya gaya dipol sesaat.

Sisi dipol yang


Dipol terimbas
lebih negatif
2. Gaya Van Der Waals

Gaya Van Der Waals adalah gaya tarik menarik antar dipol pada
molekul polar

Gaya van der


waals lebih
kuat pada zat
padat

Membentuk formasi
Ikatan Hidrogen

Sebuah interaksi tarik menarik antara atom yang bersifat


elektronegatif dengan atom hidrogen yang terikat pada
atom lainnya yang juga bersifat elektronegatif.
Pengaruh gaya molekul antar terhadap sifat fisis
senyawa

1. Pengtaruh ikatan hidrogen terhadap titik didih


dan titik leleh

an s if at
s a rk
Berda ti f a n n ya
e k to n eg a
keel
2.Pengaruh gaya antarmolekul terhadap kekentalan
cairan

Kekentalan merupakan ukuran halangan


suatu zat untuk mengalir. Hal ini dipengaruhi
oleh gaya antarmolekul. Semakin kuat gaya
antar molekul, zat akan sulit mengalir
(kekentalannya tinggi), dan sebaliknya.
Kenaikan suhu akan mempengaruhi jarak
antarmolekul sehingga kekuatan gaya dan
kekentalan berkurang.
3. Pengaruh gaya london terhadap titik didih
dan titik leleh

Polarisabilitas berkaitan dengan massa molekul


relatif (Mr) dan bentuk molekul. "Jika Mr
semakin besar, molekul semakin mudah
mengalami polarisasi sehingga gaya London
semakin kuat". Semakin mudah molekul
mengalami polarisasi, semakin tinggi titik didih
dan titik lelehnnya. Oleh karena itu semakin
besar Mr semakin besar titik didih dan titik
lelehnya.
PERTANYAAN
1. DALAM MOLEKUL PADAT BAGAIMANA BISA TERJADI GAYA VAN DER WALLS
SEDANGKAN ADA ION NEGATIF BERTEMU DENGAN NEGATIF MAKA AKAN TERJADI GAYA
TOLAK MENOLAK.
KARENA GAYA TARIK MENARIK AKAN LEBIH KUAT DARI PADA GAYA TOLAK MENOLAK
DAN MOLEKUL ZAT PADAT JUGA DAPAT BERPUTAR SEHINGGA GAYA VAN DER WALLS AKAN
SELALU BERUBAH FORMASI

2. PERBEDAAN IKATAN HIDROGEN PADA AIR BEKU DAN AIR BIASA.


PADA AIR BEKU GAYA HIDROGENNYA LEBIH KUAT KARENA JARAK ANTARA MOLEKULNYA
LEBIH DEKAT SEHINGGA IKATANNYA SEMAKIN KUAT DARIPADA AIR PADA FASE CAIR

3. IKATAN APA YANG TERKANDUNG DALAM MINYAK, KENAPA BISA LEBIH KENTAL DARI
PADA AIR, PADAHAL AIR MEMILIKI IKATAN HIDROGEN?
JAWAB: PADA AIRMEMANG MEMILIKI IKATAN HIDROGEN, NAMUN KEKEUATAN IKATAN
HIDROGEN PADA AIR CENDERUNG LEBIH LEMAH DIBANDINNGKAN IKATAN ANTAR
MOLEKUL MINYAK, SEHINGA KEKENTALAN MINYAK LEBIH TINGGI DARIPADA AIR