Vous êtes sur la page 1sur 34

PELAPORAN SEGMEN,

EVALUASI PUSAT
INVESTASI, DAN
PENETAPAN HARGA
TRANSFER
Kakung Achmad 145020300111026
Berlian Jingga 145020301111076
Fadilah Dwi Putri 145020307111024
Desentralisasi dan Pusat
Pertanggungjawaban
Akuntansi Pertanggungjawaban
(responsibility accunting ) adalah sistem
yang mengukur berbagai hasil yg dicapai oleh
setiap pusat pertanggungjawaban menurut
informasi yang dibutuhkan oleh para manajer
untuk mengoperasikan pusat pertanggung
jawaban mereka
Desentralisasi adalah praktek pendelegasian
wewenang pengambilan keputusan kepada jenjang yang
lebih rendah

Pengambilan keputusan
Tersentralisasi adalah dimana berbagai
keputusan dibuat pada tingkat manajer puncak dan
manajer pada jenjang yang lebih rendah hanya
bertanggungjawab terhadap pengimplementasian
keputusan tersebut

Pengambilan keputusan
Terdesentralisasi, memperkenankan manajer
pada jenjang yang lebih rendah untuk membuat dan
mengimplementasikan keputusan-keputusan penting yang
berkaitan dengan wilayah pertanggungjawaban mereka
Alasan melaksanakan
Desentralisasi
1. Memudahkan dan Menggunakan
Informasi Lokal
2. Fokus Manajemen Pusat
3. Melatih dan Memotivasi Manajer
4. Meningkatkan daya Saing
Divisi-Divisi dalam Perusahaan
yang Terdesentralisasi
Divisi dapat dibentuk :
1. Berdasarkan jenis barang atau jasa yang
diproduksi
2. Diciptakan menurut garis geografis
3. Berdasarkan jenis pertanggungjawaban
Pusat pertanggungjawaban (responsibility
center) merupakan suatu segmen bisnis yang
manajernya bertanggungjawab terhadap
serangkaian kegiatan-kegiatan tertentu
Empat jenis pusat
pertanggungjawaban
1. Pusat biaya ( cost center ). Suatu pusat
pertanggungjawaban yang manajernya bertanggung
jawab hanya terhadap biaya
2. Pusat pendapatan ( revenue center ) . Suatu
pusat pertanggungjawaban yang manajernya
bertanggung jawab hanya terhadap penjualan
3. Pusat laba ( profit center ) . Suatu pusat
pertanggungjawaban yang manajernya bertanggung
jawab terhadap pendapatan maupun biaya
4. Pusat investasi ( investment center ) . Suatu
pusat pertanggungjawaban yang manajernya
bertanggung jawab terhadap pendapatan, biaya
dan investasi
PENGUKURANKINERJAPUSATINV
ESTASIDENGANMENGGUNAKANL
APORAN LABA RUGI VARIABEL
DAN ABSORPSI
Pusat laba dinilai berdasarkan laporan laba rugi.
Perhitungan biaya Variabel yang juga disebut perhitungan
biaya langsung hanya membebankan biaya manufaktur
variabel ke produk
Perhitungan biayaabsorpsi membebankansemua
biaya(variabel dan tetap) manufaktur padaproduk
Penilaian Persediaan
Perhatikan data berikut dari Fairchild Company
untuk tahun lalu
Unit di persediaan awal -
Unit diproduksi 10.000
Unit terjual ($300 per unit) 8.000
Biaya variabel per unit:
Bahan Baku Langsung $50
Tenaga Kerja Langsung 100
Overhead variabel 50
Biaya Tetap:
Overhead tetap per unit yang 25
di produksi
Penjualan dan administrasi tetap 100.000
Perhitungan Biaya Absorpsi Perhitungan Biaya Variabel
Bahan Baku Langsung Bahan Baku Lagsung
$50 $50
Tenaga Kerja Langsung Tenaga Kerja Langsung
100 100
Overhead Variabel Overhead Variabel
50 50
Overhead Tetap
25 Biaya produk per unit
Biaya produk per unit 200
$225
Nilai persediaan akhir: = 2.000 x $200= $400.000
=2.000 x$225=$ 450.000
Laporan Laba Rugi Menggunakan
Biaya Variabel dan Absorpsi
Fairchild Company
Laporan Laba Rugi Menurut Perhitungan Biaya Absorpsi
Penjualan($300 x 8.000)
$2.400.000
Dikurangi: Beban pokok Penjualan($225x8.000)
1.800.000
Margin Kotor
600.000
Dikurangi: Beban penjualan dan administrasi
100.000
Laba Operasi
$500.000
Beban Pokok penjualan=biaya unit produk absorpsixunit terjual= 225x8000= 1.800.000
Fairchild Company
Laporan Laba Rugi Menurut Perhitungan Biaya Variabel
Penjualan($300 x 8.000)
$2.400.000
Dikurangi beban variabel
Beban pokok penjualan variabel($200x8.000) $1.600.000
Hubungan antara
Produksi,Penjualan, dan Laba
Laba dalam penghitungan biaya absorpsi
and variabel akan berubah seiring
dengan perubahan dalam produksi dan
penjualan produk. Hubungan tersebut
dapat dirangkum sebagai berikut:
Perhitungan biaya variabel selalu mengakui total overhead tetap
periode sebagai beban, sedangkan perhitungan biaya absorpsi
hanya mengakui overhead tetap yang ada pada unit-unit yang
terjual. Apabila jumlah yang diproduksi berbeda dari jumlah yang
terjual, overhead tetap akan mengalir ke luar atau ke dalam
persediaan. Apabila jumlah overhead tetap dalam persediaan
meningkat, maka laba menurut perhitungan absorpsi akan lebih
besar dari laba menurut perhitungan biaya variabel. Apabila jumlah
overhead tetap dalam persediaan berkurang, maka laba menurut
perhitungan biaya variabel akan lebih besar daripada laba menurut
perhitungan biaya absorpsi.Perubahan dalam overhead tetap dalam
persediaan adalah sama dengan selisih di antara laba menurut
perhitungan biaya variabel dan laba menurut perhitungan biaya
absorpsi.

Hal ini dapat dinyatakan sebagai:Laba menurut perhitungan biaya


absorpsi - Laba menurut perhitungan biaya variabel = Tarif overhead
tetap x (Unit yang diproduksi - Unit yang terjual)
Perlakuan Overhead Tetap pada
Perhitungan Biaya Absorpsi
Mengevaluasi Manajer
Pusat Laba
Evaluasi terhadap manajer
sering kali dikaitkan dengan
profitabilitas unit-unit yang
berada dalam kendali
mereka.
Ilustrasi :
2001 2002
Biaya manufaktur variable $ 10 $ 10
per unit
Produksi (unit yang 10.000 5.000
diproyeksi dan actual)
Unit yang terjual ( $ 25 per 5.000 10.000
unit)
Overhead tetap (estimasi $ 100.000 $ 100.000
dan actual)
Laba menurut Kalkulasi Biaya
Variabel
2001 2002
Penjualan $ 125.000 $ 250.000
Dikurangi beban
variable: (50.000) ( 100.000)
Harga pokok
penjualan
Marjin kontribusi $ 75.000 $ 150.000
Dikurangi beban tetap:
Dikurangi beban (100.000) (100.000)
tetap
Laba (rugi) bersih $ (25.000) $ 50.000
Laba menurut Kalkulasi Biaya
Absorpsi

2001 2002
Penjualan $ 125.000 $ 250.000
Dikurangi harga pokok (100.000) (250.000)
penjualan
Laba (rugi) bersih $ 25.000 $ 0
Laporan Laba Rugi Segmen

Laba menurut kalkulasi biaya


variable selalu mengikuti
hubungan antara penjualan dan
laba, tetapi menurut kalkulasi
biaya absorpsi, kadang-kadang,
tidak demikian halnya .
Laporan laba-rugi segmen yang
menggunakan kalkulasi biaya variabel
memiliki satu keistimewaan, di samping
laporan laba-rugi kalkulasi biaya variable
yang telah disajikan sebelumnya. Beban
tetap dipecah menjadi dua katagori:
oBeban tetap langsung
oBeban tetap umum
KALKULASI BIAYA VARIABEL DAN PELAPORAN SEGMEN

Pelaporan segmen (segmented


reporting)
Laporan kontribusi laba dari berbagai
aktivitas atau unit-unit lainnya dalam
suatu organisasi. Pelaporan segmen
yang disusun berdasarkan kalkulasi biaya
variable menghasilkan evaluasi dan
keputusan yang lebih baik daripada yang
disusun berdasarkan kalkulasi biaya
absorpsi.
LAPORAN SEGMEN : Dasar Kalkulasi Biaya Absorpsi

Sebuah perusahaan yang memproduksi


stereo dan perekam vidio disuatu pabrik
tunggal dan menggunakan kalkulasi biaya
absorpsi untuk pelaporan internal dan
eksternal menyajikan laporan laba rugi lini
produk dan dalam total selama tahun
2001. Setelah menlihat kinerja tahun
2001, presiden direktur memutuskan
untuk menghentikan produksi perekam
vidio, dengan alasan untuk meningkatkan
laba sebesar $ 30.000
PT ABC
Laporan Laba-rugi Segmen 2001
Dasar kalkulasi Biaya Absorpsi
Stereo Perekam Total
Penjualan $ 400.000 $ 290.000 $ 690.000
Harga pokok penjualan (350.000) (300.000) (650.000)
Laba kotor $ 50.000 $ (10.000) $ 40.000
Beban penjualan dan 30.000 (20.000) 50.000
administrasi
Laba (rugi) bersih $ 20.000 $ (30.000) $ (10.000)
PT ABC
Laporan Laba-rugi Segmen 2002
Dasar kalkulasi Biaya Absorpsi
Penjualan $ 400.000
Harga pokok penjualan (430.00)
Laba kotor $ (30.000)
Beban penjualan dan administrasi (35.000)
Laba (rugi) bersih $ (65.000)
PT ABC
Laporan Laba-rugi Segmen 2001
Dasar kalkulasi Biaya Variabel
Stereo Perekam Total
Vidio
Penjualan $ 400.000 $ 290.000 $ 690.000
Dikurangi beban variable:
Harga pokok penjualan ( 300.000) ( 200.000) ( 500.000)
Penjualan dan Adm (5.000) (10.000) (15.000)
Marjin kontribusi $ 95.000 $ 80.000 $ 175.000
Dikurangi beban tetap
lansung: (30.000) (20.000) (50.000)
Overhead tetap (10.000) (5.000) (15.000)
Penjualan dan adm
Marjin segmen $ 55.000 $ 55.000 $ 110.000
Dikurangi beban tetap
umum (100.000)
Overhead tetap umum (20.000)
Penjualan dan adm umum
Laba (rugi) bersih $ (10.000)
Kesimpulan
Dari laporan laba rugi segmen diatas kita
ketahui bahwa lini perekam vidio
menyumbangh $ 55.000 untuk menutupi
biaya tetap umum PT ABC. Apabila lini
tersebut dihapus, total laba turun sebesar $
55.000 . Karena itu penghapusan lini
perekam vidio adalah suatu keputusan yang
salah, dan kita sekarang mengetahui di
mana kesalahannya.
PENGUKURAN KINERJA
INVESTASI
Imbal hasil atas investasi
ROI
Laba operasi
Aset operasi rata-rata

Aset operasi rata-rata


Nilai buku bersih awal + Nilai buku
bersih akhir
2
Margin dan Perputaran

ROI = Margin x Perputaran


= Laba operasi x Penjualan
Penjualan Aset operasi rata-
rata
Keunggulan ROI
Fokus pada hubungan ROI
Fokus pada efisiensi biaya
Fokus pada efisiensi aset operasi
Mengukur Kinerja Pusat Investasi Dengan
menggunakan Laba Residu dan Nilai Tambah
Ekonomi

Laba Residu adalah perbedaan antara


laba operasi dan pengembalian dolar
minimum yang di isyaratkan atas aktiva
operasi perusahaan.
Contoh : PT.A memiliki aset operasi
15.000.000. PT.B memiliki aset operasi
2.500.000. PT.A memiliki laba operasi
1.500.000. PT.B memiliki laba operasi
300.000. keduanya memiliki tingkat
imbal minimum 8%
Cara khusus menghitung laba residu
adalah nilai tambah ekonomi. Nilai
tambah ekonomi atau yang biasa disebut
eva adalah laba residu dengan biaya
modal sama dengan biaya modal aktual
dari perusahaan(sebagai ganti dari
sebagai tingkat pengembalian minimum).
Menghitung EVA adalah laba bersih atau
laba operasi setelah pajak di kurangi
biaya modal yang di pakai. Biaya modal
yang di pakai adalah persentase aktual
dari biaya modaldi kali dengan total
modal yang di pakai.
EVA = laba operasi setelah pajak- (presentase biaya modal aktual
x total modal yang di pakai)
Penetapan harga transfer
Nilai barang yang ditransfer merupakan
pendapatan bagi divisi yang menjual dan
biaya bagi divisi yang membeli. Nilai ini
atau harga ini disebut harga transfer. Jadi
dengan kata lain harga transfer adalah
harga yang di bebankan untuk suatu
komponen oleh divisi penjual pada divisi
pembeli di perusahaan yang sama
Penetapan harga transfer adalah dampak
dari harga transfer terhadap divisi-divisi
dan perusahaan secara keseluruhan
Dampak Penetapan Harga
Transfer
Ketika satu divisi dari suatu perusahaan
menjual pada divisi lain, kedua divisi
tersebut dan perusahaan secara
keseluruhan terkena pengaruhnya. Jadi
laba kedua divisi tersebut adalah
dipengaruhi harga transfer.
Pendapatan harga transfer = biaya harga
transfer
Kebijakan penetapan harga
transfer
Harga transfer minimum adalah harga
transfer yang akan membuat keadaan
divisi penjual tidak menjadi lebih buruk jika
barang di jual pada divisi internal daripada
dijual pada pihak luar.
Harga transfer maksimum adalah harga
transfer yang akan membuat keadaan
divisi pembeli tidak menjadi lebih buruk
jika suatu input di beli dari divisi internal
daripada jika barang yang sama di beli
secara eksternal.
Harga Pasar
Harga pasar adalah pendekatan terbaik
untuk pendekatan terbaik untuk
penetapan harga transfer.