Vous êtes sur la page 1sur 46

LAPORAN KASUS

Diabetes Melitus Tipe 2, Osteoartritis


Genu Bilateral & Hipertensi Gr.2

Oleh:
Mira Ristaman Harahap,S.Ked

Pembimbing:
dr. Ita Murbani Sp.PD KGH
Identitas
Nama : Tn. U.D
Umur : 76 thn
BB : 55 kg
Alamat : Polimak II jln Ardipura
Agama : Islam
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Swasta
Suku bangsa : Jawa Tengah
Tgl MRS : 23 Maret 2016
No. DM : 26 84 29
Anamnesis
(Alloanamnesis & Heteroanamnesis)

KU: Nyeri pada kedua lutut

RPS:
- nyeri pada kedua lutut sejak 2 minggu SMRS
- nyeri saat sedang beraktivitaspasien jatuh
terduduk nyeri pada tulang belakang
-pasien hanya dapat berbaring, bila miring
kanan kiri ataupun duduksangat kesakitan.
- pasien mengaku badan terasa lemah
Anamnesis
(Alloanamnesis & Heteroanamnesis)
RPS:
- pasien makan tidak terkontrol3x sehari dengan
porsi yang tidak diatur (sering mengkonsumsi
gorengan & camilan kue yang manis)
- Minum sangat sering sering merasa haus (minum
teh kotak sehari 3 kotak)
-BAK lancar, keinginan berkemih sering dirasakan
(sehari 10x)
- Tidak jelas dalam melihat sejak 1 tahun yang lalu.
Awalnya pandangan normal kabur dan lama
kelamaan menjadi semakin kabur melihat samar-
samar.
Anamnesis
(Alloanamnesis & Heteroanamnesis)
RPD:
- DM (+) tidak terkontrol didiagnosis sejak tahun
2014. Keluarga lupa obat DM yang pernah
dikonsumsi,
- Hipertensi disangkal,
- Katarak (+), keluarga mengaku didiagnosis
tahun 2015. Sudah direncanakan untuk
dilakukan operasi di RS Marthen Indey tetapi
menurut keluarga gula darah pasien tinggi dan
operasi ditunda. Hingga sekarang pasien tidak
kontrol kembali.
Anamnesis
(Alloanamnesis & Heteroanamnesis)
RPK:
- DM dan HT disangkal

Riwayat Sosial:
Pasien sehari-hari hanya tinggal
dirumah dengan kegiatan yang pasif
yaitu hanya nonton dan berbaring.
Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum: Tampak sakit sedang, Kesadaran :
Composmentis, GCS : E4V5M6

TTV : TD = 160/100 mmHg, N = 94x/min, R =


22x/mnt, S = 36,8oC VAS=5

Status Generalis:
Kepala/leher: konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik
(-/-), VOD/VOS 1/300, OC (-), pembesaran KGB (-)
Thoraks, Cor & Abdomen DBN
Ekstremitas: akral teraba hangat, CRT <2, edema
pada kedua lutut dan nyeri tekan (+)
Pemeriksaan Penunjang
Diagnosis Sementara
Suspek Osteoartritis
genu bilateral
Diabetes Melitus
Tipe II
Hipertensi gr. II
Suspek Katarak
ODS dd retinopati
diabetikum
Follow UP
Follow UP
Follow UP
Follow UP
Follow UP
Follow UP
Pemeriksaan Penunjang
Resume
Seorang /74 tahun keluhan nyeri pada
kedua lutut sejak 2 minggu SMRS. Nyeri
pada lutut biasa dikeluhkan pasien saat
sedang beraktivitas, Pasien hanya dapat
berbaring, bila miring kanan kiri ataupun
duduk pasien mengeluh sangat kesakitan.

Badan terasa lemah. Pasien juga sudah tidak


jelas dalam melihat sejak 1 tahun yang lalu.
Awalnya pandangan normal kabur
semakin kabur hingga pasien mengaku hanya
dapat melihat samar-samar.
Resume
Pasien makan tidak terkontrol, minum sangat
sering karena pasien sering merasa haus.
BAK lancar, keinginan berkemih sering
dirasakan. Dalam sehari pasien dapat BAK
lebih dari 10x.

RPD diabetes mellitus yang tidak terkontrol


dan katarak. Pemeriksaan fisik vital sign TD
160/100 mmHg dan VAS 5, status generalis
VODS 1/300 dan edema pada kedua lutut dan
nyeri tekan (+).

Pemeriksaan penunjangGDS 341 mg/dl, slit


lamp tidak dapat dilakukan dikarenakan
Diagnosis Kerja

Osteoartritis genu
bilateral
Diabetes Melitus
Tipe II
Hipertensi gr. II
Suspek Katarak
matur ODS
Prognosis

Quo ad Vitam :
Bonam
Quo ad Sanationam :
dubia ad Bonam
Quo ad Functionam :
dubia ad Bonam
Pembahasan
-Diagnosis-
Pembahasan
-Diagnosis OA-

OA penyakit sendi degeneratif


yang berkaitan dengan kerusakan
kartilago sendi. Vertebra, panggul,
lutut dan pergelangan kakipaling
sering terkena. Kelainan utama
OA kerusakan rawan sendi yang
dapat diikuti dengan penebalan
tulang subkondral, pertumbuhan
osteofit, kerusakan ligamen dan
peradangan ringan pada sinovium,
sehingga sendi yang bersangkutan
Pembahasan
-Diagnosis OA-
Pembahasan
BB
polifagia
poliuria
Polidipsia
Disfungsi
kesemutan
Mata
Lemah -Diagnosis DM tipe 2-

34
1

16
0

249,
9,6%
Pembahasan
-Diagnosis DM tipe 2-
Pembahasan
-Diagnosis DM tipe 2-
Pembahasan
-Diagnosis DM tipe 2-
Pembahasan
-Diagnosis DM tipe 2-
Pembahasan
-Diagnosis Hipertensi gr. 2-
Pembahasan
-Faktor Resiko OA-
RAS &
Jenis
Umur
Trauma,
Obesitas
Usia faktor risiko utama
timbulnya OA
Prevalensi & beratnya OA
yang semakin seiring
dengan bertambahnya usia.
Lebih dari 80% individu
berusia lebih dari 75 tahun
terkena OA.
Perubahan morfologi dan
struktur pada kartilago
berkaitan dengan usia
termasuk penghalusan dan
penipisan permukaan
artikuler; penurunan ukuran
dan agregasi matriks
proteoglikan; serta kehilangan
Pembahasan
-Faktor Resiko DM-
RAS &
inaktifitas
Umur
Diabetes
Obesitas Usia risiko diabetes tipe 2
seiring bertambahnya usia
terutama setelah usia 45.
Pasien ini berusia 76 thn,
Karena orang cenderung kurang
berolahraga, penambahan
berat badan dan kehilangan
massa otot dengan
bertambahnya usia mereka.
Inaktifitas Aktivitas fisik
membantu mengendalikan
berat badan, menggunakan
glukosa sebagai energi dan
membuat sel-sel lebih sensitif
Pembahasan
-Hubungan DM dengan Katarak-
Katarak setiap keadaan
kekeruhan pada lensa yang dapat
terjadi akibat hidrasi
(penambahan cairan) lensa, atau
akibat denaturasi protein lensa.

Pada DM terjadi akumulasi


sorbitol pada lensa tekanan
osmoticcairan bertambah dalam
lensa. Sedangkan denaturasi
protein terjadi karena stress
oksidatif yang mengoksidasi
protein lensa.
Pembahasan
-Hubungan DM dengan Katarak-
Katarak pada usia pubertas
atau dewasa muda
kekeruhan berupa bercak-
bercak salju dilensa.
Katarak pada orang tua
dengan DM biasanya
bukan katarak diabetik
tetapi katarak senilis yang
Sehingga pada pasien ini
dipercepat oleh diabetes
mellitus. karena berusia tua yaitu 76
tahun dapat disimpulkan
bahwa katarak dapat
dipercepat oleh diabetes
mellitus dengan
patofisiologinya yaitu
adanya akumulasi sorbitol
pada lensa.
Pembahasan
-Penatalaksanaan OA-
Terapi
Pembahasan
-Penatalaksanaan DM-
Pembahasan
-Diet DM-
3 J
1. Jumlah Kalori:
jumlah makan
disesuaikan dengan
status gizi penderita
<BBX20>
2. Jadwal makan:
3x makan besar, 3x
makan kecil,
Pembahasan
-Aktivitas Fisik DM-
Pembahasan
-Obat Hipoglikemik Oral (OHO)
DPP IV inhibitor
Penghambat
Peningkat
Pemicu
Pembahasan
-Obat Hipoglikemik Oral (OHO)
Pembahasan
-Insulin-
Rapidacting
Short
Intermediate
Long
Premixed
acting
acting
insulin
insulin
insulin
insulin
acting insulin
Pembahasan
-Insulin-
Pembahasan
Pembahasan
Pada pasien, penatalaksanaan DM juga
dilakukan dengan edukasi diet DM sama seperti
pada teori.

Pasien rawat jalan dengan membawa selembar


kertas berisikan tabel jenis makan harian yang
dapat dikonsumsi pasien yang karbohidrat,
protein dan lemaknya sudah disesuaikan
dengan kebutuhan kalori perhari pasien.

pasien juga diedukasikan untuk terapi jasmani


dengan intensitas ringan mulai dengan
menggerakan sendi-sendi lutut dan mencoba
untuk duduk sehingga melatih pasien agar
persendiannya tetap dapat digunakan dan
Pembahasan
Selain itu, terapi farmakologi yang diberikan
adalah dengan pemberian OHO yaitu metformin
3x500 mg.

Pada pasien ini setelah dilakukan sliding scale


rata-rata gula darah adalah 228 mg/dl sehingga
diberikan insulin kerja panjang Levemir dengan
dosis 1x6 IU subcutan.

Penatalaksanaan DM sesuai teori


dimaksudkan untuk mencapai dan
mempertahankan kadar glukosa darah
mendekati normal yaitu glukosa puasa
berkisar 90-130 mg/dl, Glukosa darah 2 jam
TERIMA
KASIH