Vous êtes sur la page 1sur 16

ADKL

ADKL
Pengertian
ADKL (Analisis Dampak Kesehatan Lingkungan)
merupakan suatu pendekatan dalam kajian
kesehatan masyarakat pada sumber dampak,
media Lingkungan, populasi terpajan dan dampak
kesehatan yang meliputi kegiatan identifikasi,
pemantauan, dan penilaian secara cermat
terhadap parameter lingkungan, karakteristik
masyarakat, kondisi sanitasi lingkungan, status
gizi, dan sumber daya kesehatan yang
berhubungan potensi besarnya risiko kesehatan
(Kepmenkes No.872/MENKES/SK/VIII/1997)
Kajian atau analisis dampak kesehatan lingkungan
merupakan suatu pendekatan yang efektif dalam menekan
timbulnya pencemaran lingkungan dan timbulnya berbagai
penyakit dan atau gangguan kesehatan masyarakat.
Kajian tersebut diarahkan kepada 2 (dua) sasaran kegiatan
yaitu:
1. Analisis Terhadap suatu rencana usaha dan atau kegiatan
yang direncanakan agar dapat meminimasi kemungkinan
dampak yang akan timbul. Analisis/kajian ini merupakan
bagian dari dokumen AMDAL.
2. Analisis terhadap masalah lingkungan saat ini atau di
masa lalu (misal lokasi tercemar), yakni analisis yang
diawali dengan keresahan masyarakat karena adanya
kasus gangguan kesehatan dan diikuti dengan pengujian
bahaya potensial atau analisis yang diawali dengan
identifikasi bahaya potensial dan kemudian menguji
dampaknya pada kesehatan manusia
Peran: menelaah rencana usaha atau
kegiatan dalam tahapan pelaksanaan
atau pengelolaan kegiatan serta untuk
melakukan penilaian guna menyusun
atau mengembangkan upaya
pemantauan maupun pengelolaan guna
mencegah, mengurangi atau mengelola
dampak kesehatan masyarakat akibat
suatu usaha atau kegiatan
pembangunan.
Penerapan ADKL dapat dikembangkan dalam dua hal
pokok yaitu sebagai :
a. Kajian aspek kesehatan masyarakat dalam rencana
usaha atau kegiatan pembangunan baik yang wajib
menyusun studi AMDAL, meliputi dokumen :
1.Kerangka Acuan (KA ANDAL),
2.Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL)
3.Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan
Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL)
4. Atau yang tidak wajib menyusun studi AMDAL,
meliputi dokumen RKL dan RPL.
b. Kajian aspek kesehatan masyarakat dan atau
kesehatan lingkungan dalam rangka pengelolaan
kualitas lingkungan hidup yang terkait erat dengan
masalah kesehatan masyarakat.
Telaah ADKL sebagai pendekatan
kajian aspek kesehatan
masyarakat meliputi :
a. Parameter lingkungan yang diperkirakan
terkena dampak rencana pembangunan
dan berpengaruh terhadap kesehatan.
b. Proses dan potensi terjadinya pemajanan
c. Potensi besarnya risiko penyakit (angka
kesakitan dan angka kematian)
d. Karakteristik penduduk yang berisiko
e. Sumber daya kesehatan
Telaah tersebut di atas dilakukan
dengan pengukuran pada
a. Sumber dampak atau sumber
perubahan (emisi)
b. Media lingkungan (ambien) sebelum
kontak dengan manusia
c. Penduduk terpajan (biomaker)
d. Potensi dampak kesehatan
Konsep ADKL mengacu pada
Paradigma Kesehatan Lingkungan,
yang mencakup 4 simpul
pengamatan dinamika perubahan
komponen lingkungan yang
berpotensi timbulnya dampak
kesehatan masyarakat, yaitu (Ditjend
PL, 2002:2-2) ;
Berbagai kegiatan dengan issue
pokok dampak kesehatan
Berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak
Lingkungan Nomor : 17 Tahun 2001 Tanggal 22 Mei 2001
tentang Jenis rencana usaha dan/atau kegiatan yang wajib
dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
Hidup, beberapa kegiatan dengan issue pokok dampak
kesehatan antara lain :
a. Bidang kesehatan
b. Bidang perindustrian
c. Bidang prasarana wilayah
d. Bidang energi dan sumber daya mineral
e. Bidang pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun
(B3)
Metode ADKL
Metode pengumpulan data dan informasi dalam ADKL dibedakan menjadi 2
cara pokok yaitu pengumpulan data primer dan data sekunder (Ditjend
PL.2002:2-15) :
a. Data primer
Metode pengumpulan data primer yang umum digunakan antara lain :
1) Wawancara,
2) Kuesioner (subyek mengisi sendiri),
3) Pengamatan terhadap subyek,
4) Pengukuran fisik atau kimiawi tentang subyek,
5) Pengukuran fisik atau kimiawi lingkungan atau dengan kunjungan lapangan.

b. Data sekunder
Metoda pengumpulan data sekunder yang dapat digunakan untuk pengukuran
pemajanan dalam kaitannya dengan analisis epidemiologis antara lain :
1) Catatan harian ; untuk mengumulkan data perilaku atau pengalaman
sekarang.
2) Catatan lain : catatan yang belum dikumpulkan secara khusus untuk tujuan
pengukuran pemajanan, misalnya catatan medis, pekerjaan, dan sensus.
Interpretasi hasil
Interpretasi hasil, yaitu
menghubungkan potensi pemajanan
pada manusia dengan timbulnya
dampak kesehatan yang terjadi di
suatu kondisi lokasi spesifik atau
yang mungkin terjadi di lokasi di
masa lalu.
Langkah interpretasi hasil disebut juga
penetapan dampak kesehatan, yang
mencakup sebagai berikut (Ditjend. PL,
2002:6-2)
a. Evaluasi toksikologi
Langkah-langkah yang dilakukan dalam analisis /
interpretasi adalah sbb :
1) Memperkirakan pemajanan
2) Membandingkan perkiraan pemajanan dengan baku
mutu lingkungan
3) Mendaftar dampak kesehatan yang berkaitan
dengan pemajanan
4) Mengevaluasi faktor yang mempengaruhi dampak
kesehatan
5) Memperkirakan dampak kesehatan oleh bahaya fisik
dan bahaya lain (kebakaran, tenggelam, jatuh, dll)
Lanjutan
b. Evaluasi data outcome kesehatan
1) Penggunaan data outcome kesehatan dalam
proses analisis kesehatan
2) Kriteria untuk penilaian data outcome
kesehatan
3) Menggunakan data outcome kesehatan untuk
mengarahkan kepedulian kesehatan
masyarakat
4) Pedoman untuk evaluasi dan pembahasan data
outcome kesehatan dalam analisis kesehatan
Lanjutan
c. Evaluasi kepedulian kesehatan
masyarakat
Perhatian utama diberikan kepada setiap
kepedulian kesehatan yang diungkapkan
oleh masyarakat. Untuk mengarahkan
setiap outcome yang menjadi perhatian,
hendaknya menggunakan data
kontaminasi lingkungan, analisis jalur
pemajanan, dan data outcome kesehatan
yang tepat.
TUGAS TELAAH JURNAL
1. Studi epidemiologi, efek pencemaran lingkungan dan
bahan kimia terhadap sistem reproduksi
2. Studi epidemiologi, efek pencemaran lingkungan dan
bahan kimia terhadap sistem Syaraf
3. Studi epidemiologi dan efek polusi udara di lingkungan
terhadap terhadap penyakit paru
4. Faktor risiko terhadap paparan pestisida - logam berat
di lingkungan dan pendekatan metode studi epidemiologi
Harus mencakup :
Variabel epidemiologi : orang, tempat, dan waktu
Gunakan teori simpul untuk kerangka teori
TERIMAKASIH