Vous êtes sur la page 1sur 55

KONSEP DASAR

PERENCANAAN JEMBATAN
(sesi 1)
DISAMPAIKAN PADA
DESIMINASI PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN
DI SEMARANG , 10 JULI 2012

Oleh :

Andi Indianto, Drs. Ir . MT.

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM


DIREKTORAT JENDRAL BINA MARGA
DIREKTORAT BINA TEKNIK
Jakarta, Juli 2012
MATERI BAHASAN

1. Survey
2. Pradesain
3. Lantai Jembatan
4. Struktur atas Jembatan
PERANCANGAN JEMBATAN

Perancangan jembatan harus mengacu pada:


1. Teori-teori yang relevan.
2. Kajian dan penelitian yang memadai.
3. Aturan / tata cara yang berlaku.
ACUAN PERANCANGAN
Peraturan Perencanaan Teknik Jembatan,
BMS, 1992.
Pembebanan Untuk Jembatan (SK.SNI T-
02-2005),
Perencanaan Struktur Beton untuk
Jembatan (SK.SNI T-12-2004),
Perencanaan struktur baja untuk
jembatan (SK.SNI T-03-2005),
Standar perencanaan ketahan gempa
untuk jembatan (SNI 03-2833-200x)
KRITERIA DESAIN JEMBATAN
Memenuhi standar fungsi, kapasitas jembatan harus sesuai
dengan fungsi jalan.
Memenuhi standar kenyamanan: Pengguna lalulintas tidak perlu
merubah kecepatan ketika melalui jembatan, pengguna lalulintas
tidak merasa terganggu perjalanannya dan tidak menimbulkan
kemacetan lalulintas.
Memenuhi standar Keamanan: lalu lintas aman, tidak terjadi
kecelakaan lalulintas yang disebabkan oleh adanya jembatan.
Memenuhi standar kekuatan dan kestabilan: Jembatan kuat dan
stabil dalam menahan beban baik beban lalulintas, aksi
lingkungan atau beban khusus
Memenuhi standar ekonomi: secara ekonomi jembatan
menguntungkan, dapat menumbuhkan ekonomi daerah.
Mudah dalam pelaksanaan. peralatan konstruksi tidak lebih
mahal dari jembatannya.
DIAGRAM ALIR PERENCANAAN

Survey Pendahuluan

Kompilasi data

Evaluasi data Pradesain

a. Type/model struktur
b Lebar jembatan dan bentang jembatan
c. Pilar jembatan
d. Posisi / letak kepala jembatan
e. Posisi struktur atas terhadap MAB/HWS/ bangunan lain dibawahnya
f. Bahan jembatan
g. Ukuran kepala dan pilar jembatan
h. Penentuan metoda konstruksi

Desain Evaluasi Modifikasi


akhir Pradesaian

investiogasi tanah Perhitungan - Gambar kostruksi


dan Analisa struktur dimensi - Dokumen Hitungan
Tahapan Perencanaan Jembatan.
Untuk menjamin desain jembatan memenuhi kriteria desain, maka desain
jembatan harus mengikuti proses desain sebagai berikut:
Melakukan survey pendahuluan untuk mengumpulkan data-data dasar
perencanaan dan untuk mengetahui letak jembatan.
Membuat pradesain/ rancangan awal berdasarkan hasil survey
pendahuluan
Melalukan pengkajian hasil pradesain , dan jika perlu melukan survey
kembali untuk memastikan:
1. Lebar dan Bentang jembatan.
2. Perlu tidaknya pilar.d. Letak kepala jembatan.
3. posisi struktur atas jembatan terhadap muka air banjir atau permukaan air
laut tertinggi atau bangunan lain yang ada dibawahnya.
4. Bahan beban lain/khusus yang mungkin bekerja pada jembatan
5. Metoda konstruksi yang akan digunakan
Menentukan desain akhir dari struktur atas dan bawah jembatan
Menentukan beban beban yang bekerja pada jembatan
Melakukan perhitungan / analisa struktur
Menentukan dimensi tiap elemen jembatan
Membuat gambar hasil perencanaan.
Rincian Tahapan Perencanaan Jembatan.
SURVEY PELAPOR
PRADESAIN SURVEY DETAIL DESAIN (PER. TEKNIS)
PENDAHULUAN AN

DAAT UTAMA TOPOGRAFI.


-Peta topografi Kontur sekiatar
-Peta geologi rencana jembatan PERHIT. STRUKTUR
-Perta tata guna lahan pada radius 100 m. Lantai jembatan.
-Hidrologi/Curah hujan Struktur atas jembatan.
-Penampang sungai. Kepala jembatan
-Characteristic sungai GEOTEKNIK. Pilar jembatan
-MAB dan MAN Sondir. Pondasi
(visual dan N SPT Bang. Pelengkap jembatan
informasi dari Borring
masyarakat). Penentuan B. atas.
Penentuan B bawah. Gambar
Elevasi permukaan desain.
lantai jembatan. Laporan
Posisi kep jemb dan GAMBAR. teknis.
pilar Lay out lokasi jembatan.
DATA PENDUKUNG Tampak atas.
Jaringan jalan. LINGKUNGAN. Potongan memanjang
LHR. Aspek Lingkungan. Potongan melintang.
Lokasi material. Pengumpulan doc Detail lantai dan struktur atas.
Harga satuan bahan amdal Detail kepala dan pilar jemb.
dan upah. Detail bangunan pelngkap
(sandaran, Exp joint, tumpuan,
jalan pendekat dll)
SURVEY PENDAHULUAN
DATA UTAMA : KEGUNAAN
Peta topografi : letak/posisi jembatan
Peta geologi : longsoran dan gempa
Peta tata guna lahan : Rencana pengembangan
Hidrologi dan Curah hujan : Perkiraan debit banjir
Characteristic sungai : Posisi dan perlindungan pilar & kep. jemb
MAB dan MAN : Penentuan clearance awal
(visual dan informasi dari masyarakat).
Penampang sungai : bentuk dan bentang jembatan

DATA PENDUKUNG : KEGUNAAN


Jaringan jalan. : Metoda konstruksi
LHR. : Lebar jembatan
Lokasi material. : Mobilisasi Bahan
Harga sat bahan &upah. : Anggaran
PENENTUAN AREA SURVAI
TOPOGRAFI
survai topografi dilakukan pada lokasi yang telah
ditentukan oleh perencana berdasarkan survai
lapangan.
Area yang harus disurvai topografi pada umumnya :
200 meter arah jalan masuk dan 200 meter arah jalan keluar
jembatan.
Juga pada daerah sungai sendiri sekitar 50 meter ke hulu dan
50 meter ke hilir untuk sungai yang lurus,
tetapi untuk sungai yang berkelok paling sedikit 2 kelokan
arah hulu sungai dan 1 kelokan ke arah hilir sungai.
PENGAMATAN PERILAKU
(MORFOLOGI) SUNGAI
Morfologi sungai perlu diamati, karena sangat
berpengaruh terhadap perilaku gerusan
sungai.yaitu :
Frekuensi banjir besar yang terjadi, untuk kemudian
dibandingkan dengan banjir 50 tahunan atau 20
tahunan
Debit banjir yang akan terjadi dan banjir tahunan yang
pernah terjadi untuk memperkirakan gerusan
Lamanya curah hujan yang pernah terjadi
Kecepatan aliran air rata-rata
PRADESAIN
Data Data yang diperlukan
- Peta situasi/topograffi; penentuan posisi jembatan terhadap jalan dan sungai
- Peta geologi; berhubungan dengan peninjauan gempa dan longsoran
- Penampang sungai ; penentuan bentang , perlu tidaknya pilar, penentuan letak
pilar, penentuan letak kepala jembatan.
- Jenis sungai ; penentuan letak kepala jembatan, Clearance, perlu tidaknya pilar
- Muka air banjir ; posisi struktur atas
- Kecepatan arus air banjir ; gaya pada pilar

Setelah data-data diperoleh dan dianalisa, lalu ditentukan:


a. Letak / posisi jembatan
b. Tinggi jembatan dari muka air banjir/Elevasi permukaan lantai jembatan.
c. Letak / posisi kepala jembatan dan pilar (jika diperlukan )
d. Bentang jembatan
e. Bentuk struktur atas dan bawah jembatan
f. Penampang jembatan
Peta situasi/topografi
PRADESAIN JEMBATAN
Parameter Perancangan

Tanjakan / Turunan
Perbandingan 1:30 untuk kecepatan kendaraan > 90 km/jam
Perbandingan 1:20 untuk kecepatan kendaraan 60 s/d 90 km/jam
Perbandingan 1:10 untuk kecepatan kendaraan < 60 km/jam

C = 0,5 m ; untuk jembatan di atas sungai pengairan


C = 1,0 m ; untuk sungai alam yang tidak membawa hanyutan .
C = 1,5 m ; untuk sungai alam yang membawa hanyutan ketika banjir
C = 2,5 m ; untuk sungai alam yang tidak diketahui kondisinya.
C = 5,1 m ; untuk jembatan jalan layang.
C 15 m; untuk jembatan di atas laut dan di atas sungai yang digunakan
untuk alur pelayaran. jenis sungainya, jalan : 5 m, laut 15 m ).
BIDANG AMAN DIBAWAH JEMBATAN
PENENTUAN POSISI DAN BENTUK JEMBATAN
PENENTUAN BENTANG JEMBATAN
DAN LETAK KEPALA JEMBATAN
SURVEY DETAIL
PARAMETER SURVEY KEGUNAAN

TOPOGRAFI.
Kontur pada radius 100 m dari jembatan : Site plan

GEOTEKNIK./ INVESTIGASI TANAH


Sondir. : Pondasi
N SPT : Pondasi
Borring : Pondasi

LINGKUNGAN.
Aspek Lingkungan. : Sosiologi pelaksanaan
Pengumpulan doc amdal : Penyusunan RKL&RPL, UKL&UPL
URUTAN PERANCANGAN JEMBATAN
1. KRITERIA DESAIN
2. PRADESAIN 5. PERHITUNGAN KEPALA JEMB.
a. Potongan panjang dan lintang a. Pembebanan.
b. Denah/tampak atas b. Perhitungan dimensi dan
penulangan
c. Bentuk dan ukuran girder/rangka c. Penentuan dan perhitungan
d. Kepala dan pilar jembatan Pondasi

3. PERHITUNGAN LANTAI JEMB. 6. PILAR JEMBATAN


a. Pembebanan.
4. PERHITUNGAN b. Perhitungan dimnesi dan
penulangan
GELAGAR/RANGKA
c. Penentuan dan perhitungan
a. Pembebanan Pondasi
b. Penentuan Gaya Dalam
c. Penentuan Dimensi/tulangan 7. GAMBAR BESTEK
d. Sambungan a. Peta lokasi
e. Kontrol Lendutan b. Denah bangunan
f. Perhitungan perletakan c. Tampak dan potongan
d. Detail
DESAIN (PER. TEKNIS)
PERHIT. STRUKTUR
Lantai jembatan.
Struktur atas jembatan.
Kepala jembatan
Pilar jembatan
Pondasi
Bang. Pelengkap jembatan

GAMBAR.
Lay out lokasi jembatan.
Tampak atas.
Potongan memanjang
Potongan melintang.
Detail lantai dan struktur atas.
Detail kepala dan pilar jemb.
Detail bangunan pelngkap (sandaran, Exp joint, tumpuan,
jalan pendekat dll)
Perencanaan dengan Batas Daya Layan ( ASD )
Perencanaan untuk perhitungan kekuatan struktur didasarkan kepada
tegangan kerja atau yang di ijinkan dari meterial pembentuk struktur
tersebut.

Tegangan yang di ijinkan



WM y dimana : y Tegangan leleh
n
n = Angka keamanan
Untuk Baja : n = 1,5
Untuk beton Uji kubus :
y n = 3 ( pembebanan tetap; D+L )
n = 1,8 (pemb. sementara; D+L+W(E))
Untuk beton Uji Silinder :
n = 2,5 ( pembebanan tetap; D+L )
n = 1,5 (pemb. sementara; D+L+W(E))
Diagram Tegangan - Regangan .M Momen beban yang bekerja
( tanpa faktor reduksi )
.W Momen lawan
f c 0,83K
'
Perencanaan dengan Faktor Reduksi Kekuatan (LRFD)
Perencanaan untuk perhitungan kekuatan struktur didasarkan kepada
tegangan leleh pertama dari meterial pembentuk struktur tersebut.
y Tegangan leleh pertama
y Mu
W
M u Momen Ultimate ( Momen beban berfaktor )
W Momen lawan ( S )
Faktor Beban
Untuk Konstruksi Beton Bertulang
1. U = 1.2 D + 1.2 C + 1.6 L
2. U = 0.9 D + 1.2 C + 1.2 L1.2 W
3. U = 0.9 D + 1.2 C 1.3 W
y 4. U = 0.9 D + 1.2 C 1.0 E
5. U = 1.2 D + 1,0 T + 1.6 L

1. D = Beban mati


2. C = Arus dan tumbukan benda hanyutan
3. L = Beban hidup
Diagram Tegangan - Regangan 4. W = Beban angin
5. E = Beban gempa
6. T = Tumbukan kendaraan
Umur rencana Jembatan
Umur rencana jembatan min 50 tahun. Umur rencana
dipengaruhi oleh material/bahan jembatan dan aksi
lingkungan yang mempengaruhi jembatan. Jembatan
dengan umur rencana lebih panjang harus direncanakan
untuk aksi yang mempunyai periode ulang lebih panjang.

Pereode ulang (tahun)


Umur rencana
No Keadaan Batas Keadaan Batas
(tahun)
Layan Ultimate
1 50 20 1000
2 100 20 2000
Bahan Jembatan
Bahan utama jembatan ditentukan berdasarkan bentuk dan bentang jembatan,
lokasi jembatan, dan umur rencana jembatan. Penggunaan bahan khusus
harus melalui uji material untuk mengetahui karakteristik dan sifat-sifat
fisiknya. Secara umum jembatan dapat menggunakan bahan:
Beton bertulang dan Beton Prategang
Baja dan Baja mutu tinggi

Mutu Beton ( fc ) ( Mpa) 30 40 50 60


Kuat Tekan (kg/cm2) 300 400 500 600

Jenis Baja Tegangan putus Tegangan leleh


minimum, fu minimum, fy
[MPa] [MPa]
BJ 34 340 210
BJ 37 370 240
BJ 41 410 250
BJ 50 500 290
BJ 55 550 410
Bagian Bagian Jembatan
Truss / Rangka

Kepala Girder Tumpuan Tumpuan


Jembatan
Pilar
(Pier)
Muka Air Banjir

Pondasi

Atas Rangka, Girder, Tumpuan, Sandaran, Lantai


Struktur
Bawah Kepala jembatan, Pilar, Pondasi
LANTAI JEMBATAN
DIMENSI PELAT LANTAI JEMBATAN
h = tebal pelat
h Tebal pelat pada lantai h > 200 mm
jembatan ditentukan sbb: h > (100 + 40 l ) mm
L dalam m
100 cm
Cara penulisan tulangan pelat : D 13 200
Artinya dipasang tulangan pelat D 13 mm sebanyak 5 buah untuk 100
cm lebar pelat. Jika 1 buah tulangan 13 mempunyai luas = 133 mm2,
maka D 13 -20 mempunyai luas tulangan (As )= 665 mm2.

MACAM MACAM LANTAI JEMBATAN


Beton bertulang
LANTAI
JEMBATAN Komposit plat baja gelombang dengan beton

Plat baja gelombang dengan lapisan aus sapal beton


PEMBEBANAN PADA PELAT LANTAI JEMBATAN

PEMBEBANAN PADA PELAT LANTAI JEMBATAN

Beban Lalu lintas Orang : q = 0,5 ton/m2 Bekerja pada Trotoar


Beban roda kendaraan T = 11 ton
Bekerja pada Lantai jembatan

Tinjauan geser
Analisa struktur: plat dengan beban terpusat
Tinjauan Momen
GESER PONDS PADA PELAT

TLL=11T
RODA KENDARAAN Roda kendaraan : a1=20 cm
b1=50 cm

d P = beban roda kendaraan

fc,
Vc 2d b1 d a1 d
6

P.1, 6
Vc
b1+d
0.7
b1

Vc = kemampuan beton menahan geser


a1 1,6 = faktor beban
0.7 = faktor reduksi kekuatan
a1+d Fc dalam Mpa, setelah diakar dan
dibagi 6, lalu dirubah dalam kg/cm2
MOMEN PELAT AKIBAT BEBAN MERATA qDL dan qLL
TABEL
MOMEN
BEBAN
TERPUSAT
TLL
LANJUTANTABEL MOMEN BEBAN TERPUSAT
TULANGAN PELAT
Penulangan pelat harus memenuhi syarat : min mak
Banyak tulangan pelat : As .B.d B= lebar pelat diambil 1m

1,4
min
fy

max 0, 75.balance
TULANGAN SUSUT dan TUL. BAGI
Untuk menahan susut dan tegangan akibat perubahan
suhu, perlu dipasang tulangan susut/tulangan bagi dalam
arah tegak lurus tulangan utama.

Besarnya tulangan susut/tulangan bagi menurut SNI 03-


2847-2002 pasal 9.12 adalah :
Untuk tul ulir dg fy= 400 MPa, As. Susut = 0,0018.b.h
Untuk tul dg. Fy=240 MPa, As. Susut = 0,0020.b.h

Tulangan susut dipasang maksimum dengan jarak,


smak susut = 450 mm atau 5 x tebal pelat
Tulangan bagi 20% tulangan pokok.
PENENTUAN BANYAKNYA TULANGAN
PENENTUAN BANYAKNYA TULANGAN
DIAGRAM
BANYAK
TULANGAN
UNTUK
TULANGAN
D FORM
STRUKTUR ATAS JEMBATAN
KRITERIA DESIAN
H = min 5,1 m
T = min 0,5 m
B = lebar lantai kendaraan
Lebar lantai kendaraan:
H
3 s/d 3,5 m / lajur

T B T

0,1 t/m

Tiang sandaran
0,9 m
Kerb
0,25m Trotoar
Lantai Kendaraan 0,25m
Kerb
Pemilihan bentuk struktur atas
Pemilihan Tipe Main Structure & Jenis Material yang optimum. Ditentukan
bersdasarkan Bentang ekonomis jembatan

Apabila tidak direncanakan secara khusus maka dapat digunakan bangunan atas jembatan
standar Bina Marga sesuai bentang ekonomis dan kondisi lalu lintas air di bawahnya.
Pembebanan
Struktur Atas Jembatan

A. Beban tetap - Berat mati ( DL )


- Beban Lalu lintas (LL), dengan beban
kejud(DLL) dan beban Rem ( HLL )

B. Aksi Lingkungan - Beban Angin (WL)( Tew)


- Beban Gempa (EL)

C. Beban Khusus - Rangkak dan Susut (CL)


- Beban Sentripugal (SL)
A. Beban Tetap

Beban tetap Beban mati

Beban mati tambahan

Beban hidup

Berat sendiri konstruksi, sesuai dengan BJ material


pembentuk konstruksi: plat, balok, rangka, pilar

Beban yang selalu ada yang tidak termasuk struktur penahan beban
lalu lintas , pipa drainasi, sandaran , tiang lampu lalu lintas , ornamen

Beban lalu lintas yang bekerja diatas jembatan: kendaraan


A.1 Beban Lalu lintas

Beban Lalu lintas


Kendaraan

Beban lajur lalu lintas (D)

Beban merata : Beban garis:


Kendaraan kecil Kendaraan besar
Banyak diatas ( Truk Trailler)
Lantai jembatan Diatas lantai
q = 0,9 ton/m2 jembatan
P = 4,9 ton/m
A.2 Beban lajur lalu lintas (D)

Untuk : L 30m : q = 0,9 t/m


P = 4,9 ton/m 15
Ubtuk : L 30m : q = 0,9 0,5+ t/m
L
A.3 Beban Lajur ( D )
A.4 Beban Kejut
BMS: - Beban T dinakkan 30%
- Beban D ( P ) dinaikkan sebesar diagram dibawah
A.6 Beban q dan P Pada Jembatan Balok menerus
B. Aksi Lingkungan
Beban Angin (WL):
v2 Dimana : v = kecepatan angin = m/dt
P (kg / m2 )
16
TEW
TEW

Keadaan Dengan Beban Hidup


Jembatan girder
Keadaan Tanpa Beban Hidup
Jembatan Rangka
Keadaan Tanpa Beban Hidup Keadaan Dengan Beban Hidup
b
100 %

d
2m

30 % 15 % 15 % 7,5 %

TEW TEW

Gaya Angin Bekerja Pada Pilar Jembatan


Beban Angin (WL): menurut BMS
TEW 0,0006.CW .(VW )2 . Ab (KN) ( bekerja pada jembatan )
TEW 0,0012.CW .(VW )2 . (KN/m) ( bekerja pada kendaraan)
CW untuk kendaraan = 1,2
CW untuk jembatan tergantung perbandingan antara b dan d
b/d = 1,0 : Cw = 2,10
b/d = 2,0 : Cw = 1,50
b/d 6,0 : Cw = 1,25

Jika tidak dilakukan pengukuran Kecepatan angin (Vw)


Maka Vw dapat diambil:
V= 30 m/dt ; dekat dengan laut 5 km
Batas daya layan
V= 25 m/dt ; jauh dari laut > 5 km.

V= 35 m/dt ; dekat dengan laut 5 km


Batas Ultimate
V= 30 m/dt ; jauh dari laut > 5 km.
TAHAPAN PERENCANAAN
STRUKTUR ATAS JEMBATAN
a. Data Data yang diperlukan

- Fungsi jembatan ; berhubungan dengan syarat kenyamanan

- Umur rencana ; berhubungan dengan material yang akan digunakan


dan bahan pengawetnya

- Lebar jalan dan klas jalan ; lebar jembatan dan pembebanan

- Jenis jembatan ( viaduk, aquaduk); penentuan Clearance ( sungai :


tergantung jenis sungainya, jalan : 5 m, laut 15 m )

- Bahan yang akan digunakan ; berhubungan dengan kesedianaan


material

- Kecepatan angin ; gaya pada struktur atas dan bawah


b. Pembuatan bentuk / arsitek jembatan

- Penempatan letak jembatan terhadap sungai/rintangan


dibawahnya; tegak lurus , terpendek, perlu analisa antara
memindahkan sungai, melengkungkan jalan, atau jembatan
serong )

- Penentuan bentang jembatan; perlu analisa mahal mana


pembuatan kepala jembatan atau struktur atas

- Penentuan perlu tidaknya pilar; mahal mana antara pembuatan


pilar dengan struktur atas bentang panjang .

- Penentuan type struktur atas ( girder, box, rangka, kabel,


kombinasi rangka atau girder dengan kabel )
c. Pemodelan struktur
- Penentuan type hubungan struktur atas dan bawah ; kaku, sendi, rol
- Pemodelan hubungan antar elemen pembentuk jembatan ; jepit, sendi
- Pembuatan model analisa; model mekanika.

d. Preliminary design
- Penentuan ukuran struktur atas
- Penentuan / perkiraan dimensi bagian bagian struktur atas
e. Perhitungan mekenika teknik
( Analisa Struktur )
Struktur 2 Dimensi
Rangka : Cremona , Ritter, KTS, SAP
Balok tunggal : Kesetimbangan
Balok menerus : Clapeyron, SAP
Portal : Cross, Kani, Takabeya
Lantai dan dinding : SAFE

Struktur 3 Dimensi
Rangka, Girder, portal : SAP
Jembatan gantung : SAP
Jembatan Cable Stayed : SAP