Vous êtes sur la page 1sur 39

BIODATA

S O F W A N S. R A H M A N

1946 , 26 Juli Lahir di Palembang, menikah (1978), 1 istri, 3 anak, 5 cucu.


1976 : Dokter Umum (UNSRI)
1989 : Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (UNDIP)
1977 2006 : PNS / Depkes
2006, 1 Agustus : Pensiun (Gol. IV E)
2006 sekarang : Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin pada RS Hermina, RSI Assyifa, Apotik
Maxi Sukabumi

Organisasi : IDI (Anggota Pengurus MKEK Cabang Kota Sukabumi)


Perdoski ( Cabang Bandung )
KSDKI
Peralmuni
KJS (Pembina Lokasi, RSU Syamsudin, SH, Sukabumi)
Perwatusi

Kegiatan lain : Dosen luar biasa Fakultas Kedokteran UNIKA ATMAJAYA, UMJ, UNISBA
Khotib Jumat periodik Masjid RSU Syamsudin SH, Sukabumi
Mengikuti kegiatan ilmiah profesi nasional dan internasional

Alamat : Jln. Suryakencana, No 104, Cikole, Sukabumi 43113


Hp : 08164631146
E-mail : wansra_smi@yahoo.com
Oleh :
dr. H.Sofwan S.R, Sp.KK
Struktur
Glikoprotein

HLA Antigen

Kepala
Glikoprotein

Selaput
antara
Glikoprotein Ribonukleik
Protein

RNA
Selaput
Viral

Lapisan
Inti Sel Dalam
Apakah HIV Itu ?
HIV (Human Immunodeficiency Virus) :
Virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh
manusia dan menimbulkan AIDS ( Acquired
Immune Deficiency Syndrome)
Tergolong retrovirus yang memiliki kemampuan
untuk meng-kopi cetak (memproduksi diri sendiri
di dalam sel manusia)
Kapan HIV Ditemukan ?
LUC MONTAGNIER (Prancis), Januari 1983 (Virus
LAV)
ROBERT GALLO (USA), Juli 1984 (Virus HTLV III)
KOMITE TAKSONOMI INTERNASIONAL (WHO),
Mei 1986 (Virus HIV)
Kasus AIDS pertama di Indonesia ditemukan pada
tahun 1987 di Bali pada seorang wisatawan pria
homoseksual. Sejak waktu itu, peningkatan
penyebaran infeksi berjalan secara lambat, melalui
hubungan seksual, namun pada tahun 1999 mulai
terlihat penyebaran infeksi pada para pengguna
narkotik suntik (Penasun) berjalan sangat cepat
malalui pemakaian jarum suntik bersama.
Menkes RI :

EPIDEMI HIV / AIDS DI


INDONESIA TERCEPAT DI ASIA

(Suara Karya, 30 Juni 2010)


EPIDEMIOLOGI
Epidemi HIV/AIDS telah menyebar dengan sangat
cepat, setiap hari orang terinfeksi bertambah 14.000
orang. Separuh dari jumlah tersebut adalah pemuda
berusia 15-24 tahun dan 95% dari jumlah tersebut
berada di negara berkembang termasuk Indonesia.
Peningkatan HIV / AIDS selama
4 Dekade di Indonesia
1987 5 Kasus
1997 44 Kasus
2007 2947
Kasus
2010 (s/d Maret) 20.564
Kasus

2017 ?
Bagaimana HIV / AIDS di
Jawa Barat / Kota Sukabumi ?
JABAR Menduduki rangking pertama
dari 33 Provinsi di Indonesia :
1. Jabar 3.599 Kasus
2. Jatim 3.540 Kasus
3. Papua 2.858 Kasus
4. DKI 2.828 Kasus
5. Bali 1.725 Kasus
Sukabumi menduduki urutan ke 4 terbanyak
di Jawa Barat setelah :

1. Bandung
2. Bekasi
3. Bogor
4. Sukabumi
5. Banjar
( Kabid PPM & PL Dinkes Kota Sukabumi)
Jumlah Kasus di Sukabumi : 386
48 % ( 128 ) dari Kasus tersebut telah meninggal
( No 2 terbanyak kematian penderita AIDS di Jawa
Barat )
Diduga karena rendahnya pemakaian ARV

Kabid PPM & PL, Dinkes Kota Sukabumi


Pemeriksaan anti HIV dilakukan bila seseorang berisiko
epidemiologis terhadap infeksi HIV, seperti :
1. Perilaku berisiko (sekarang atau dimasa lalu) :
- Hubungan seksual dengan mitra seksual risiko tinggi
tanpa kondom
- Penasun
- Hubungan seksual yang tidak aman
a. Memiliki banyak mitra seksual
b. Mitra seksual yang diketahui adalah ODHA
c. Mitra seksual dari daerah dengan prevalensi
HIV/AIDS yang tinggi
d. Homoseksual
2. Pekerjaan dan pelanggan tempat hiburan seperti
panti pijat, diskotik, karaoke atau tempat
prostitusi yang terselubung
3. Mempunyai riwayat IMS
4. Mempunyai riwayat transfusi berulang
5. Mempunyai riwayat perlukaan kulit, tato, tindik
atau sirkumsisi dengan alat tidak steril
6. Pada anak faktor risiko adalah :
@ Ibu seropositif
@ Riwayat transfusi darah berulang
@ Korban kekerasan seksual
7. Pemakaian jarum suntik tercemar HIV
Apakah Seorang Pengidap HIV Dapat
Dibedakan dari Orang Lain ?

SULIT

Seorang pengidap HIV seringkali terlihat biasa saja


seperti halnya orang lain apabila belum menunjukkan
gejala klinis

Hal ini bisa terjadi selama 5 10 tahun


Apakah Hubungan Seks Sekali Saja dengan
Pengidap HIV dapat Tertular HIV ?

YA

Secara statistik kemungkinannya 1 15 %

( Merkurius Foundation)
BAGAIMANA
CARA MENCEGAH HIV
???
Cara Pencegahan Penularan HIV
melalui Hubungan Seks
A = ABSTINENCE
Tidak melakukan hubungan seks yang tidak
aman
B = BE FAITHFULL
Setia hanya pada satu pasangan
C = CONDOM
Dengan cara penggunaan yang tepat dan
kualitas bermutu
KONDOM
Kalau suka berprilaku resiko tinggi pakailah kondom
Kalau tak berprilaku resiko tinggi tak perlu pakai
kondom
Kalau tak suka kondom janganlah berprilaku resiko
tinggi
Kalau sudah terlanjur terkena HIV jangan ditularkan
pada pasanganmu dengan memakai kondom
Kondom
1. Halal dan aman (sehat)
2. Halal dan tidak aman (tidak sehat)
3. Tidak halal tapi aman (sehat)
4. Tidak halal dan tidak aman (tidak sehat)
5. Pemakaian kondom sering kontroversial
6. Kondom salah satu cara mencegah tertular IMS /
HIV tapi tidak mencegah dosa
7. Memakai kondom tidak menimbulkan bencana
tetapi tidak memakai kondom dapat menimbulkan
bencana
Cara Pencegahan HIV dari Ibu ke Anaknya

PMTCT (Prevention Mother to Child Transmission) (WHO)


4 Srategi
1. Mencegah penularan pada wanita subur
2. Mencegah KTD (Kehamilan Tidak Diinginkan) pada wanita
HIV / AIDS
3. Mencegah penularan dari ibu ke anak :
Tidak hamil
Melahirkan dengan rencana / SC
Tidak menyusui
ARV Profilaksis
4. Dukungan/layanan/pengawasan berkesinambungan
terhadap penderita HIV / AIDS
Cara Pencegahan Penularan akibat
Darah Tercemar HIV
1. Screening darah pada semua unit pelayanan
transfusi darah
2. Eliminasi donor darah yang berasal dari golongan
beresiko
3. Tidak menggunakan jarum suntik atau alat-alat
medis yang telah terkontaminan darah atau cairan
tubuh orang lain
Dampak yang Ditimbulkan HIV / AIDS :
1. Dapat menular pada siapa saja :
Kelompok orang yang beresiko tinggi
Ibu rumah tangga yang tidak berdosa
Anak yang tidak berdosa
2. Pasien yang memerlukan transfusi / transplantasi dapat
terkena resiko penularan HIV
3. Manusia usia produktif / remaja, merupakan kelompok
usia terbanyak penderita HIV (usia 15 39 tahun)
4. Merapuhkan rantai penerus harapan bangsa
5. Mengganggu perekonomian keluarga
6. Dampak psikis pada penderita, dampak sosial pada
keluarga
Perkembangan Terakhir Penanganan Penderita
HIV / AIDS
Hubungi sentra penanganan HIV / AIDS di RS RS yg
telah mempunyai TPA
Pemberian ARV ( anti retroviral )
Konsumsi ARV yang teratur dan berkelanjutan :
Meningkatkan harapan hidup ODHA
( 90 % ) dari 2 3 tahun pasca infeksi menjadi 5
tahun, karena menurunnya jumlah HIV
Menurunkan tingkat penularan

( Prof. Djurban, 28 Juli 2010)


SIMPULAN
HIV / AIDS perlu dikenali untuk dihindari
HIV / AIDS tidak perlu ditakuti namun harus
diwaspadai
Jangan jauhi ODHA tetapi jauhi penyebab
penyakitnya
Terimo Kase