Vous êtes sur la page 1sur 38

SUBBAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM

PALANGKARAYA, 16 NOPEMBER 2015


KETERKAITAN
RENSTRA ,ABK,
DAN SPM

PENYUSUNAN
PENDAHULUAN
ABK

ABK
Latar belakang
Dengan berlakunya kedua undang-undang UU No 32
dan 33 Tahun 2004 pertanggungjawaban atas
pengalokasian dana yang dimiliki dengan cara yang
efisien dan efektif,

Hal tersebut dapat dipenuhi dengan menyusun


rencana kerja dan anggaran satuan kerja perangkat
daerah (RKA-SKPD) pendekatan berdasarkan prestasi
kerja yang akan dicapai.

Sistem penganggaran seperti ini disebut juga dengan


anggaran berbasis kinerja (ABK).
Dasar Hukum

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang


Keuangan Negara
UU No. I Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara
UU No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional
UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah
UU No. 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan
Keuangan Pemerintah Pusat Dan Pemerintah Daerah
Pemda sudah mempunyai RPJMD (Renstrada)
Pemda sudah mempunyai Perencanaan Kinerja (Renja),
termasuk indikator target/sasaran satu tahun
Adanya Analisis Standar Belanja dan Standar Harga
Adanya Standar Pelayanan Minimal
Manfaat/Tujuan
Dengan pedoman ini diharapkan pemda dapat
menerapkan ABK dalam penyusunan APBD. ABK
merupakan metode penganggaran bagi manajemen
untuk mengaitkan setiap biaya yang dituangkan
dalam kegiatan-kegiatan dengan manfaat yang
dihasilkan.

ABK yang efektif akan mengidentifikasikan


keterkaitan antara nilai uang dan hasil
Pengertian

Proses yg berorientasi pada hasil yg ingin


dicapai selama kurun waktu 1 s/d 5 tahun
secara sistematis dan berkesinambungan
dengan memperhitungkan potensi, peluang
dan kendala yang ada atau yang mungkin
timbul
NILAI-NILAI
VISI ORGANISASI

MISI
SWOT
Analysis
TUJUAN
Indikator
SASARAN
sasaran

KEBIJAKAN

PROGRAM

13 Agustus 2017 9
VISI (VISION) Pengertian
VISI: cara pandang jauh ke depan
MISI
kemana instansi pemerintah harus
(MISSION) dibawa agar dapat eksis,
antisipatif, dan inovatif

TUJUAN MISI: Suatu yang harus


(GOAL) dilaksanakan oleh Instansi
Pemerintah sesuai Visi yang
ditetapkan agar tujuan organisasi
dapat tercapai dan berhasil
dengan baik.
Pengertian
Sesuatu (gambaran) yang
VISI

ingin dicapai / dihasilkan


MISI dimasa yang akan datang

TUJUAN Waktu pencapaianya


dalam jangka menengah
SASARAN (misal : lebih 3 tahun)
Pengertian
VISI Merupakan Jabaran dari tujuan
secara terukur;
MISI Berorientasi pada hasil (outcome),
yaitu yang akan dicapai /
TUJUAN dihasilkan secara nyata.
Jangka waktu pencapaiannya jelas
SASARAN (1 tahun, 2 tahun, dst)
Mengandung core business dan isu
KEBIJAKAN stratejik.
Program merupakan kumpulan kegiatan-
kegiatan yang sistematis dan terpadu guna
mencapai sasaran dan tujuan yang telah
ditetapkan.

Kegiatan-kegiatan tersebut merupakan


sesuatu yang harus dilaksanakan untuk
merealisasikan program yang telah
ditetapkan dan merupakan cerminan dari
strategi konkrit untuk diimplementasikan
dengan sebaikbaiknya dalam rangka
mencapai tujuan dan sasaran.
Pengertian
Bagian penting dalam penyusunan ABK
adalah menetapkan ukuran atau indikator
keberhasilan sasaran dari fungsi-fungsi
belanja

Ukuran kuantitatif dan/atau kualitatif yang


menggambarkan tingkat pencapaian suatu
sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan.
Siklus penyusunan rencana yang digambarkan berikut ini menunjukkan bagaimana ABK
digunakan sebagai umpan balik (feed back) dalam rencana stratejik secara keseluruhan
Masukan Sumber daya yang digunakan
(Input) untuk pelayanan pemerintah

Keluaran Produk dari aktivitas/kegiatan


(output) yang dihasilkan unit kerja

hubungan antara jumlah yang


Efisiensi diproduksi dengan sumber daya
yang digunakan
Kualitas digunakan untuk menentukan
apakah harapan konsumen
(Quality)
sudah dipenuhi

Hasil Indikator ini menggambarkan


hasil nyata dari keluaran
(outcome) (output) suatu kegiatan
Spesifik

Berarti unik, tidak berdwimakna atau


diinterpretasikan lain

Dapat Diukur

Secara obyektif dapat diukur baik yang bersifat


kuantitatif maupun kualitatif

Relevan

menggambarkan keadaan subyek yang diukur

Tidak Bias

Tidak memberikan kesan atau arti yang menyesatkan


Ukuran
Fungsi
Ukuran Input Output/Beban Ukuran Efisiensi Ukuran Kualitas Ukuran Outcome
Pemerintah
Kerja
Sanitasi Jumlah jam Jumlah ton Jumlah ton sampah Persentase Persentase jalan
tenaga kerja pada sampah yang yang dikumpulkan masyarakat yang yang bersih
Dinas Kebersihan, dikumpulkan, untuk tiap jam kerja menilai jalan itu (misalnya diukur
pegawai (output to kurang bersih, dengan
input) sudah bersih, atau peninjauan fisik
Anggaran Dinas Panjang jalan Rupiah yang sangat bersih secara periodik;
Kebersihan, (Km) yang dihabiskan untuk survey oleh
dibersihkan, membersihkan sampah masyarakat)
tiap Km (input to
output)
Jumlah Jumlah
kendaraan pelanggan yang
diberi jasa
(dilayani)
Perencanaan adalah suatu proses untuk
menentukan tindakan masa depan yang
tepat, melalui urutan pilihan, dengan
memperhitungkan sumberdaya tersedia.

Perencanaan pembangunan oleh pemerintah


daerah terdiri dari :
1) rencana pembangunan jangka panjang;
2) rencana pembangunan jangka menengah;
3) rencana pembangunan tahunan.
Penganggaran, merupakan rencana keuangan
yang secara sistimatis menunjukkan alokasi
sumber daya manusia, material, dan sumber
daya lainnya.

Penganggaran berbasis kinerja merupakan


metode penganggaran bagi manajemen untuk
mengaitkan setiap pendanaan yang
dituangkan dalam kegiatan-kegiatan dengan
keluaran dan hasil yang diharapkan termasuk
efisisiensi dalam pencapaian hasil dari
keluaran tersebut
Pengertian

Undang-Undang 32 tahun 2004 pasal 11 (4),


menyatakan bahwa penyelenggaraan urusan
pemerintahan yang bersifat wajib yang
berpedoman pada Standar Pelayanan
Minimal dilaksanakan secara bertahap dan
ditetapkan oleh pemerintah.
Manfaat
Memberikan jaminan bahwa masyarakat akan menerima suatu pelayanan publik dari
pemerintah daerah sehingga akan meningkatkan kepercayaan masyarakat,

Dengan ditetapkannya SPM akan dapat ditentukan jumlah anggaran yang dibutuhkan
untuk menyediakan suatu pelayanan publik,

Menjadi dasar dalam menentukan anggaran berbasis kinerja

Masyarakat dapat mengukur sejauhmana pemerintah daerah memenuhi kewajibannya


dalam menyediakan pelayanan kepada masyarakat, sehingga hal ini dapat
meningkatkan akuntabilitas pemerintah daerah kepada masyarakat,

Sebagai alat ukur bagi kepala daerah dalam melakukan penilaian kinerja yang telah
dilaksanakan oleh unit kerja penyedia suatu pelayanan,

Sebagai benchmark untuk mengukur tingkat keberhasilan pemerintah daerah dalam


pelayanan publik,

Menjadi dasar bagi pelaksanaan pengawasan yang dilakukan oleh institusi pengawasan.
o SPM diterapkan pada seluruh urusan wajib
pemerintah daerah.

o SPM dilaksanakan secara bertahap dan ditetapkan


oleh pemerintah pusat.

o SPM bersifat dinamis, dalam arti selalu dikaji dan


diperbaiki dari waktu ke waktu sesuai dengan kondisi
nasional dan perkembangan daerah.

o SPM harus dijadikan acuan dalam perencanaan


daerah, penganggaran, pengawasan, pelaporan dan
sebagai alat untuk menilai pencapaian kinerja.
Dalam menyusun ABK perlu diperhatikan:

1. Prinsip-prinsip penganggaran,
2. Aktivitas utama dalam penyusunan ABK,
3. Peranan legislatif,
4. Siklus perencanaan anggaran daerah,
5. Struktur APBD, dan
6. Penggunaan ASB
1. Transparansi dan akuntabilitas
anggaran
2. Disiplin anggaran
3. Keadilan anggaran
4. Efisiensi dan efektifitas anggaran
5. Disusun dengan pendekatan kinerja
mendapatkan data kuantitatif
membuat keputusan
penganggarannya
Prioritas
dan pilihan pengalokasian anggaran
pada tiap unit kerja dihasilkan setelah
melalui koordinasi diantara bagian dalam
lembaga eksekutif dan legislatif.

Berdasarkankesepakatan tersebut pada


akhirnya akan ditetapkanlah Perda APBD
struktur APBD merupakan satu
kesatuan yang terdiri dari :

1. Anggaran Pendapatan
2. Anggaran Belanja
3. Pembiayaan
4. Tranfer
Beberapa Pertimbangan dalam Membuat ASB:
Pemulihan biaya (Cost recovery)
Keputusan-keputusan pada tingkat
penyediaan jasa
Keputusan-keputusan berdasarkan
benefit/cost
Keputusan investasi.
Menetapkan tujuan akuntansi biaya
Menetapkan output untuk dihitung
biayanya
Menetapkan dasar biaya
Menetapkan proses alokasi
Menyeleksi dasar-dasar alokasi
Melakukan penghitungan
BELANJA
BELANJA BELANJA
TIDAK
TOTAL LANGSUNG
LANGSUNG

digunakan
input (alokasi secara
belanja) yang bersama-sama
ditetapkan (common cost)
dapat diukur untuk
dan melaksanakan
diperbandingk seluruh
an dengan program atau
output yang kegiatan unit
dihasilkan kerja
Pengalokasianbelanja tidak langsung dapat
dilakukan dengan dua cara yaitu :
Alokasi rata-rata sederhana
Alokasi bobot belanja langsung
ASB merupakan hasil penjumlahan belanja
langsung setiap program atau kegiatan
dengan belanja tidak langsung yang
dialokasikan pada program atau kegiatan
yang bersangkutan.
TERIMAKASIH ATAS SEGALA
PERHATIANNYA
SEMOGA BERMANFAAT

------ SEE U AGAIN ----