Vous êtes sur la page 1sur 18

Kelompok 6:

1. Alif Farkhana Nur Laili (101411123020)


2. Annisa kurniasari (101411123035)
3. Erliza Firdausi (101411123052)
4. Heru Fahrudi (101411123089)
5. Karlina Okta Viani (101411123090)
6. Nika Anita Sari (101411123109)
Latar Belakang
Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL) selanjutnya
adalah telaahan secara cermat dan mendalam tentang
dampak penting suatu rencana usaha dan/atau kegiatan.

Tujuan ANDAL disusun untuk menyampaikan telaahan


secara cermat dan mendalam tentang dampak penting
suatu rencana usaha dan/atau kegiatan.

Dalam pembuatan dokumen ANDAL mengacu pada


Peraturan yang ada, dimana peraturan yang berlaku yaitu
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup nomor 16 tahun
2012 tentang Pedoman Penyusunan dokumen Lingkungan
Hidup.
Rumusan Masalah
Bagaimana Kesesuaian sistematika dan isi dokumen
ANDAL Pembangunan Jalan Kereta Api Ganda
Madiun-Surabaya dengan Peraturan Menteri LH
nomor 16
tahun 2012?
Bagaimana kesesuaian Dokumen dilihat dari segi
keilmuan kesehatan lingkungan, kesehatan
masyarakat (dampak kesehatan masyarakat dan
kesehatan lingkungan)?
Tujuan
Menganalisis ANDAL
Menyesuaikan Isi Dokumen dengan Peraturan terkait
ANALISIS
Kesesuain Sistematika dan Isi Dokumen menurut Peraturan
Menteri Lingkungan Hidup no. 16 tahun 2012
Dampak Kegiatan Pembagunan Rel Kereta Api Ganda
Surabaya-Madiun terhadap Kesehatan Lingkungan dan
Kesehatan Masyarakat

TAHAP PRA-KOSTRUKSI

Sudut pandang kesehatan masyarakat


Karena dengan adanya pembangunan jalur ganda akan menghilangkan
(menertibkan) sekitar 4.591 rumah dan 145.17 hektar lahan pertanian
(lahan milik PT. Kereta Api Indonesia yang dimanfaatkan oleh masyarakat
untuk tempat tinggal dan lahan pertanian)

Upaya yang dilakukan:


1. Mensosialisasikan lebih dini rencana pembangunan rel kereta api kepada
masyarakat yang terkena dampak langsung pembangunan.
2. Memberi waktu tenggang untuk pencarian rumah baru.
3. Memberi waktu jatuh tempo pengosongan lahan.
4. Sudut pandang kesehatan lingkungan
5. Dari sudut pandang kesehatan lingkungan, tidak ditemukan dampak
yang berarti pada proses tahap Pra-Konstruksi
TAHAP KONSTRUKSI
Dari sudut pandang kesehatan lingkungan
Dalam kegiatan mobilisasi dan demobilisasi material dan
pematangan lahan dapat menimbulkan
Kemacetaan, peningkatan kerusakan jalan,
Penurunan kualitas udara di seklitar jalur yang dilalui kendaraan
pengangkut material (Dump Truck) karena tingginya kadar partikel debu
dan menimbulkan dampak kebisingan (menurut Kepmen LH No: 48 tahun
1996 yang menetapkan untuk pemukiman tidak boleh melebihi 55dBA,
sedangkan dampak kebisingan yang timbul dari pembangunan melebihi
baku mutu yang ditetapkan).
Timbulnya getaran yang melebihi baku tingkat getaran karena
penggunaan alat berat saat pematangan lahan. (menurut Kepmen LH No:
48 tahun 1996 tentang baku tingkat getaran).
Serta dalam dokumen ANDAL pada tahap konstruksi pengambilan
material tanah galian yang dilakukan oleh pihak ke-3 yang bekerjasama
dengan PT.Kereta Api Indonesia tidak menyebutkan lokasi pengambilan
material tanah.
Upaya yang dilakukan:
1. Melakukan rekayasa lalu lintas yang bertujuan untuk
mengurai kemacetan yang ditimbulkan oleh pembangunan
jalur kereta api.
2. Pemilihan jalan alur pengangkutan (untuk jalan kelas II atau
kelas III) sehingga meminimalkan kerusakan.
3. Melakukan pengukuran peningkatan kadar partikel debu di
sekitar jalur pengangkutan material, apabila melampaui baku
mutu lingkungan harus dilakukan tindakan pengendalian
dengan cara menutupi atap truk dengan terpal sehingga
pertikel udara yang mencemari bias terminimalisir.
Cont...
4. Menurukan kecepatan laju truk pengangkut agar
kebisingan dapat berkurang.
5. Pastikan peralatan berat dan operator tersertifikasi,
Melakukan pengecekan alat berat sesui dengan
prosedur, Melokalisir area projek disekitar instalsi
untuk meredam getaran.
6. Melakukan pendataan ulang kepada pihak ke-3
tentang lokasi pengambilan material tanah uruk.
Dari sudut kesehatan masyarakat
Dalam kegiatan mobilisasi dan demobilisasi material
dapat menimbulkan keresahan masyarakat yang
memicu timbulnya penyakit ISPA pada masyarakat yangg
tingal di sepanjang jalur pengangkutan material.

Upaya yang dilakukan:


Menganjurkan masyarakat memaikai masker apabila
keluar rumah untuk meminalkan terkena penyakit ISPA
akibat partikel debu yang ditimbulkan kendaraan
pengangkut material.
TAHAP OPERASI
Jalur ganda kereta api Surabaya-Madiun direncanakan
dioperasikan pada tahun 2019. Dengan dioperasikan jalur
ganda akan memiliki berbagai dampak diantaranya :

Peningkatan kemacetan lalu lintas akibat penutupan


perlintasan

peningkatan potensi kecelakaan

gangguan kenyamanan

Kebisingan
Dari sudut kesehatan masyarakat
Peningkatan potensi kemacetan, kecelakaan lalu
lintas ,dan ketidak nyamanan masyarakat sekitar jalur
rel kereta api merupakan dampak yang akan
ditimbulkan bila PT. Kereta Api Indonesia telah
meresmikan jalur kerata api ganda Surabaya-Madiun.
Penambahan jalur kemacetan akibat pembangunan jalur
kereta api.

Beberapa daerah yang dilintasi jalur rel kereta api


ganda semakin menjadi macet akibat adanya jalur
kereta api yaitu jalan kalijaten Sidoarjo, jalan Ketintang
tengah Surabaya, . Pada titik ini tingkat pelayanan
adalah F, dimana F artinya arus yang dipaksakan atau
macet, kecepatan rendah, volume dibawah kapasitas,
antrian panjang dan terjadi hambatan-hambatan yang
besar.
Upaya yang dilakukan:

1. Peningkatan pembangunan perlintasan keteta api yang tidak


sebidang. Sehingga meminimalkan terjadinya kecelakaan.
2. Meningkatkan koordinasi dengan stasiun terdekat untuk
menghindari kecelakaan antar kereta api dan menambah unit
penjagaan perlintasan kereta api yang dimana masih banyak
jalur perlintasan kereta yang tidak memiliki penjaga dan
palang pintu.
3. Mengatur jarak perlintasan kereta api dengan pemukiman
masyarkat sehingga mengurangi ketidak nyaman an pada
tahap pra-kontruksi dan konstruksi.

Dari sudut kesehatan lingkungan.


Dari sudut pandang kesehatan lingkungan, tidak ditemukan
dampak yang berarti pada proses tahap operasional.
TERIMA KASIH