Vous êtes sur la page 1sur 16

NURAENI

1411C2001
DATA KORBAN MENINGGAL :

Nama : Michael Joseph


Jackson
Umur : 50 tahun
Tanggal Lahir : Gary, Indiana,
Amerika Serikat / 29 Agustus 1958
Kematian : Los Angeles,
California, Amerikat / 25 Juni 2009
Pekerjaan : Penyanyi Pop
DATA TERSANGKA :

Nama : Dr. Conrad


Robert Murray
TTL : St. Andrews,
Grenada, 19 Februari 1953
Pekerjaan : Dokter
Pribadi Michael Jackson
Pendidikan : Texas Southern
University, Mayo Clinic,
Meharry Medical Collage
KRONOLOGI PERISTIWA :

Dr. Conrad Murray memberikan suntikan propofol sebanyak 50 mg ke


tubuh Michael Jackson setiap malam selama 6 bulan terakhir yang
dimaksudkan untuk mengatasi penyakit insomnia berat yang dialami
Michael Jackson.

Dr. Conrad Murray mengurangi dosis propofol menjadi 25 mg setiap


malamnya dengan penggantinya, Dr. Conrad Murray memberikan
tambahan obat penenang jenis midazolam dan lorazapam.
KASUS KEMATIAN :
Tahun kasus : 25 Juni 2009
Penyebab : Serangan jantung dikarenakan overdosis obat
propofol (Diprovan)
URUTAN PERISTIWA :

WAKTU PERISTIWA

6 bulan sebelum Dr. Conrad Murray menyuntikkan propofol 50 mg ke tubuh Michael


Jackson.
3 hari sebelum Dr. Conrad Murray menyuntikkan propofol 25 mg dan midazolam
lorazepam ke tubuh Michael Jackson.
2 hari sebelum Dr. Conrad Murray menyuntikkan 2 mg lorazepam dan 2 mg
midazolam ke tubuh Michael Jackson.
25 Juni 2009 Dr. Conrad Murray menyuntikkan 2 mg valium ke tubuh Michael
01.30 Jackson. (Michael Jackson masih terjaga).
02.00 Dr. Conrad Murray menyuntikkan lorazapam ke tubuh Michael Jackson.
(Michael Jackson masih terjaga).
03.00 Dr. Conrad Murray menyuntikkan midazolam ke tubuh Michael Jackson
beberapa kali. (Michael Jackson masih terjaga).

10.40 Dr. Conrad Murray menyuntikkan propofol 25 mg ke tubuh Michael Jackson.


(Michael Jackson tertidur).
10.40 Dr. Conrad Murray menunggu di dekat Michael Jackson.
10.42 Dr. Conrad Murray masuk toilet lalu kembali.
10.44 (Michael Jackson sudah tidak bernafas). Dr. Conrad Murray memeriksa detak
jantungnya hasilnya detak jantung telah berhenti. Beri CPR.

11.18 Dr. Conrad Murray memanggil Alberto Alvarez, pengawal pribadi Michael
Jackson untuk menghubungi 911
13.14 Michael Jackson dibawa ke pusat pengobatan di Los Angelos (UCLA Medical
Center). Obat termasuk natrium bikarbonat (iv), vasopressin, epinefrin,
atropin, dan dopamin digunakan selama percobaan resusitasi
cardiopulmonary.

14.26 Michael Jackson dinyatakan meninggal dunia


OBAT YANG DIGUNAKAN :

Propofol
lorazapam midazolam

diazepam
PATOFISIOLOGI KEMATIAN :

Michael Jackson kemungkinan meninggal diakibatkan oleh cardiac


arrest yang disebabkan oleh intoksikasi obat. Sebelum meninggal
Jackson mendapat suntikan dari propofol (Diprivan) dapat
menyebabkan depresi pernafasan.
Akibat dari depresi pernafasan menyebabkan adanya perhentian
jantung, peredaran darah akan berhenti.
Organ-organ tubuh akan mulai berhenti berfungsi akibat tidak adanya
suplai oksigen, termasuk otak. Hypoxia cerebral atau ketiadaan
oksigen ke otak, menyebabkan korban kehilangan kesadaran dan
berhenti bernapas normal.
Kerusakan otak mungkin terjadi jika cardiac arrest tidak ditangani
dalam 5 menit dan selanjutnya akan terjadi kematian dalam 10 menit
(sudden cardiac death).
GEJALA :

1. Kesadaran hilang (dalam 15 detik setelah henti jantung)


2. Tidak teraba denyut arteri besar (femoralis dan karotis pada orang
dewasa atau brakialis pada bayi)
3. Nyeri
4. Henti nafas atau mengap-megap (gasping)
5. Terlihat seperti mati (death like appearance)
6. Warna kulit pucat sampai kelabu
7. Pupil dilatasi (setelah 45 detik)
DIAGNOSIS :

1. Tekanan darah sistolik 50 mmHg mungkin tidak


menghasilkan denyut nadi yang dapat diraba.
2. Aktivitas elektrokardiogram (EKG) mungkin terus berlanjut
meskipun tidak ada kontraksi mekanis, terutama pada
asfiksia.
3. Gerakan kabel EKG dapat menyerupai irama yang tidak
mantap.
HASIL OTOPSI :

Menurut hasil otopsi itu, berat badan MJ seimbang dengan tinggi


tubuhnya. Jantungnya kuat, dan tidak ada tanda- tanda penyumbatan.
Ginjal dan organ dalam lainnya yang vital juga normal.
Selain itu, tubuhnya terdapat sejumlah luka, antara lain di belakang
telinga kiri dan kanan. Codet lainnya ditemukan di bawah leher
tenggorokan dan bahu kanan. Masih pula ditemukan sepasang codet di
leher bagian bawah, tangan dan pergelangan tangan. Menurut dugaan,
codet-codet itu mungkin bekas operasi plastic.
Dalam laporan itu juga disebutkan terdapat depigmentasi kulit di sekitar
dada, wajah dan tangan. Dalam laporan otopsi itu juga disebutkan
bahwa kepala MJ botak bagian depan, di bagian yang botak itu ditutup
dengan tato warna hitam. Sedangkan rambutnya tumbuh di bagian
belakang kepala, pendek kriting. Tato warna hitam juga terdapat di
kedua alisnya. Sedangkan tato warna merah muda terdapat di sekeliing
bibirnya.
PENATALAKSANAAN :

Obat termasuk natrium bikarbonat (iv), vasopressin, epinefrin,


atropin, dan dopamin digunakan selama percobaan resusitasi
cardiopulmonary Michael Jackson di UCLA Medical Center. Selain
itu juga dilakukan compresi dada terus menerus dan Michael Jackson
juga diberi bantuan gas melalui tabung endotrakeal.
RJP (Resusitasi Jantung Paru).
(1) Pertolongan dasar (basic life support)
Airway control
Breathing support
Circulation support
(2) Pertolongan lanjut (advanced life support)

Drug & fluid,

Elektrocardiography

Fibrillation treatment

(3) Pertolongan jangka panjang (prolonged life support)

Gauging

Human mentation

Intensive care
KESALAHAN PELAKU :

1. Kurangnya peralatan medis yang tepat.


2. Tidak adanya catatan medis oleh Dr Conrad Murray.
3. Dr Conrad Murray harusnya menolak permintaan Michael Jackson
untuk terus menyuntikkan obat bius.
4. Dr Conrad Murray tidak meminta Jackson untuk menandatangani
formulir informed consent untuk menunjukkan bahwa Michael
Jackson tahu bahaya pengobatannya.
HUKUMAN PELAKU :

Jika dikaitkan dengan hukum di Indonesia, diatur dalam Kitab


Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) khususnya pada Buku II
Bab XIX tentang Kejahatan Terhadap Nyawa, yang tercantum dalam
Pasal 338 KUHP, mengatur tentang sengaja merampas nyawa orang
lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling
lama 15 tahun.
Tetapi untuk hukum yang berlaku di Amerika Serikat, hanya
dijelaskan bahwa Dr. Conrad Murray divonis hukuman 4 tahun
penjara dengan dakwaan melakukan pembunuhan disengaja untuk
menyebabkan kematian Michael Jackso pada 25 Juni 2009, daengan
pemberian obat anestesi umum propofol secara overdosis. Ia dijatuhi
hukuman empat tahun penjara pada 7 november 2011 namun
dibebaskan setelah dua tahun pada 28 Oktober 2013 karena penjara
kepadatan penduduk dan menunjukkan perilaku yang baik.