Vous êtes sur la page 1sur 23

ASUHAN KEPERAWATAN

KLIEN GLAUKOMA

Zaenal,S.Kep,Ns
STIKES GIA MAKASSAR
2007
DEFENISI
Glaukoma Yunani : Glaukos = hijau kebiruan yg
memberikan kesan warna tersebut pada pupil
penderita di tandai dgn peningkatan tek. bola mata,
atropi papil saraf optik , dan menciutnya lapang
pandang

Glaukoma adalah suatu penyakit dimana gambaran


klinik yg lengkap ditandai oleh peninggian tekanan
intra okuler , penggaungan dan degenerasi papil saraf
optik serta defek lapang pandang yang khas

Glaukoma adalah : penyakit mata yg ditandai oleh


tekanan bola mata yg meningkat, ekskavasi dan atrofi
saraf optik, serta kerusakan lapang pandang yg khas.
ANATOMI SISTEM LAKRIMAL
Glandula lakrimal terletak di temporo
antero superior rongga mata orbita.
Sistem ekskresi, t.a : pungtum lakrimal,
kanalikuli lakrimal, sakus lakrimal, dan
duktus nasolakrimal.
Sakus lakrimal terletak dibagian nasal
depan rongga orbita. Air mata dari duktus
lakrimal akan akan mengalir ke dalam
rongga hidung di dalam meatus inferior.
Sudut bilik mata depan
Sudut bilik mata yg dibentuk jaringan
korneosklera dengan pangkal iris,pada ini
terjadi pengaliran keluar cairan bilik mata.
Bila terdapat hambatan pengaliran keluar
cairan mata akan terjadi penimbunan cairan
bilik mata di dalam bola mata sehingga
tekanan bola mata meninggi
TEKANAN INTRA OKULER
Tingginya tekanan intraokuler tergantung pada
besarnya produksi aqueous humor oleh badan
siliar dan pengaliran keluarnya. Besarnya aliran
keluar aqueous humor melalui sudut bilik mata
depan juga tergantung pada keadaan sudut
bilik mata depan, keadaan jalinan trabekulum,
keadaan kanal Schlemm dan keadaan tekanan
vena episklera.
Tekanan intraokuler dianggap normal bila
kurang dari 20 mmHg pada pemeriksaan
tonometri aplanasi.
PENGGAUNGAN & DEGENERASI PAPIL
SARAF OPTIK
Penggaungan dan degenerasi papil saraf optik diduga disebabkan oleh :
Gangguan perdarahan pada papil yg menyebabkan
degenerasi berkas serabut saraf pada papil saraf optik, diduga
gangguan ini disebabkan oleh peninggian tekanan intraokuler.
Tekanan intraokuler yg secara mekanik menekan papil saraf
optik yg merupakan tempat dengan daya tahan paling lemah
pada bola mata. Bagian tepi papil saraf optik relatif lebih kuat
dari pada bagian tengah, sehingga terjadi penggaungan pada
papil saraf optik.
Ekskavasio papil saraf optik harus dicurigai sebagai ekskavsio
glaukoma bila didapat besarnya penggaungan lebih dari 0,3
diameter pupil. Hal ini sebagi tanda kecurigaan penggaungan
papil yg tdk simetris antara mata kanan & kiri
KELAINAN LAPANG PANDANG

Kelainan lapang pandang pada glaukoma yang


paling dini berupa skotoma relatif atau absolit
yang berbentuk bercak atau arkuata yg terletak
pada daerah antara 10 - 20 di lapang
pandang yg dapat membesar ke perifer,
bersatu dengan bintik buta dan membentuk
skotoma glaukoma yg khas. Kelainan lapang
pandang pada glaukoma diakibatkan oleh
kerusakan serabut saraf optik.
KLASIFIKASI
GLAUKOMA PRIMER
Glaukoma sudut terbuka ( glaukoma simpleks )
Glaukoma sudut tertutup
GLAUKOMA SEKUNDER
Perubahan lensa
Kelainan uvea
Trauma
Bedah
Rubeosis
GLAUKOMA KONGENITAL
Primer / infantil
Menyertai kelainan kongenital lainnya
GLAUKOMA ABSOLUT
A. GLAUKOMA PRIMER
1. Glaukoma Primer Sudut Terbuka
Glaukoma yang penyebabnya tidak ditemukan
dan ditandai dgn sudut bilik mata depan yg
terbuka
Diduga glaukoma ini diturunkan secara
dominan/resesif pada 50 % penderita
Terdapat pada orang yg berusia > 40 thn
99 % penderita glaukoma primer sudut terbuka
terdapat hambatan pengeluaran aqueous pada
sistem jaringan trabekulum dan kanal schlemm
GAMBARAN KLINIK
Perjalanan lambat dan tdk disadari oleh
penderita
Remisi & eksaserbasi dari gangguan out flow
Peninggian tekanan intraokuler > 20 mmHg
Atrofi papil disertai ekskavasio glaukomatosa
Insiden oklusi pembuluh darah yang tinggi
Glaukoma Absolut
Pada keadaan kronis : mata terasa berat
sebelah, kepala pening, kadang penglihatan
kabur, tidak ada halo
PENGOBATAN
Konservatif memperbaiki out flow facility dgn
Pilokarpin 0,5 4 %.
Menekan produksi aqueous dgn azetozalamid
Operasi dilakukan bila :
TIO tetap diatas 30 mmHg
Kerusakan papil saraf optik yg progresif
Kerusakan lapang pandang yg progresif
Jenis operasi : scheine, trabekulektomi,
iridekleisi gagal akan mengakibatkan buta
total
2. Glaukoama Primer Sudut tertutup
Glaukoma primer yang ditandai dgn sudut bilik mata
depan yang tertutup, bersifat bilateral dan herediter.
Dibagi menjadi 2 yaitu :
Glaukoama primer sudut tertutup dgn hambatan pupil
Konfigurasi sudut mata diturunkan dari orangtuanya.
Usia akan mempengaruhi lensa yg bertambah
cembung shg bilik mata depan menjadi dangkal
Glaukoma primer sudut tertutup tanpa hambatan pupil
Penutupan sudut mendadak ( akut angel closure ) gbr
Penutupan sudut intermitten (intemitten angel closure)
Penutupan sudut menahun ( chronic angel closeru )
Akut Angel Closure
Penutupan sudut mata yg tiba-tiba sehingga
aliran aqueous dari bilik mata depan menjadi
terhalang sama sekali, pencetusnya : emosi
yg terlalu gembira,setelah nonton film di
bioskop, berada dalam ruangan gelap.
Intemitten Angel Closure
Sudut bilik mata depan sudah sempit sejak
semula dan dpt menyebabkan gangguan
aliran aqueous ke trabekulum
Chronic Angel Closeru
Penutupan sudut mata yg perlahan-lahan atau
kelanjutan serangan intermitten yg
menimbulkan sinekia yg khas
B. GLAUKOMA SEKUNDER
Glaukoma yg diketahui penyebabnya & berhubungan
dengan keadaan-keadaan atau penyakit yg telah diderita
sebelumnya.
Penyakit tresbut memberikan kelainan pada :
Badan Siliar : luksasi lensa ke belakang
Pupil : seklusio pupil
Sudut bilik mata depan : goniosinekia
Saluran keluar aqueos : miopia
Kelainan-kelainan dpt disebabkan :
Radang : glaukoma fakolitik, artritis rhematoid
Vaskuler : glaukoma neovaskuler,oklusi vena retina sentral,
perdarahan badan kaca
Trauma : trauma tembus, dislokasi lensa,ruptur lensa
Tumor : tumor intraokuler
Degenerasi : degenerasi miopia
C. GLAUKOMA KONGENITAL

Glaukoma kongenital primer atau glaukoma


infantil yang bertalian dengan kelainan
kongenital lain .

contoh glaukoma kongenital


Buftalmos
hidroftalmos
D. GLAUKOMA ABSOLUT
Adalah suatu keadaan akhir semua jenis glaukoma dimana
tajam penglihatan menjadi Nol ( 0 ).
Dapat disertai dengan keadaan seperti :
Injeksi siliaar
Edema kornea
Bilik mata depan dangkal
Pupil lebar
Iris ektropion
Penggaungan dan atropi papil saraf total
Keratopati bula.
Pengobatan
Ditujukan untuk rasa nyeri
Tidak dianjurkan tindakan operasi intraokuler optalmika
simpatika
PEMERIKSAAN GLAUKOMA
ALAT YG DIGUNAKAN TONOMETER
Tonometri Schiotz
Tonometer aplanasi
Tonometer digital
Tonografi
Gonioskopi
UJI LAIN PD GLAUKOMA
Uji kopi
Uji minum air
Uji steroid
Uji variasi diurnal
Uji kamar gelap
GANGGUAN MOTORIK SENSORIK VISUS
Uji konvergensi
Uji refleks kornea
PENGKAJIAN KEPERAWATAN
SUBYEKTIF OBYEKTIF
Gejala bendungan TIO yang tinggi
akibat bola mata Mata merah
Penglihatan kabur Edema palpebra
Adanya halo Injeksi silinder
Rasa nyeri pada Bilik mata depan
saraf trigeminus dangkal
Mual dan muntah Midriasis
Papil edema
DIAGNOSA KEPERAWATAN
Gangguan sensori pereptual : penglihatan b/d
gangguan penerimaan sensori, gangguan
status organ.
Ansietas b/d perubahan status kesehatan,
kehilangan /perubahan penglihatan
Kurangnya pengetahuan tentang kondisi,
prognosis dan pengobatan b/d salah
interpretasi sumber informasi.
Risiko cedera b/d visus yang menurun
(glaukama obsolut )
INTERVENSI DAN IMPLEMENTASI
GANGGUAN SENSORI PERSEPTUAL : PENGLIHATAN
Pastikan derajat/ tipe kehilangan penglihatan
Bantu pasien menangani keterbatasan
penglihatan : atur perabot, kurangi kekacauan
Dorong mengekspresikan perasaan tetang
kehilangan penglihan
Tunjukkan pemberian tetes mata
Kolaborasi tentang pemberian obat sesuai
indikasi
Siapkan intervensi bedah sesuai indikasi.
ANSIETAS
Kaji tingkat ansietas, derajat, pengalaman
nyeri, timbulnya gejala tiba-tiba.
Berikan informasi yg akurat dan jujur.
Diskusikan kemungkinan bahwa pengawasan
dan pengobatan dapat mencegah kehilangan
penglihatan tambahan
Dorong pasien untuk mengakui masalah dan
mengekspresikan masalahnya
Identifikasi sumber / orang yang dapat
menolong
KURANGNYA PENGETAHUAN
Tunjukkan teknik yang benar tentang
pemberian tetes mata.
Diskusika tentang penggunaan obat, termasuk
prinsip 5 benar
Identifikasi efek samping dan reaksi yg
merugikan : selera makan menurun, mual,
muntah
Anjurkan klien untuk menghindari aktivitas
mengangkat benda berat.
Tekankan pentingnya pemeriksaan rutin
SEKIAN DAN TERIMA KASIH