Vous êtes sur la page 1sur 37

Laporan Kasus

Preeklampsia Berat dan


Perdarahan Post Partum
et causa Atonia Uteri
Disusun oleh : Fathia Rissa
Pembimbing : dr. Sukardy, Sp.OG
Identitas Pasien
Nama : Ny. A
Umur : 38 tahun
Suku : Sunda
Agama : Islam
Pendidikan : SD
Pekerjaan : IRT
Alamat : Desa Tanjung Sari II
Tanggal Masuk RS : 15/08/16 10:21 WIB
Jam : 10:21 WIB
Bidan/ perawat primer yang merawat : bd. I
Cara Masuk Rumah Sakit : Unit Emergensi
Identitas Suami Pasien

Nama suami : Tn. Y


Umur : 45 tahun
Suku : Sunda
Agama : Islam
Pendidikan : SD
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Desa Tanjung Sari II
Keluhan Utama ANAMNESIS
Mules dan Keluar air-air dari jalan lahir

Anamnesis khusus :
Os mengaku hamil 9 bulan mengeluh mulas dan
keluar air-air dan lendir darah dari jalan lahir pukul
05.00 pagi. Os merasakan adanya gerakan janin. Os
mengaku pusing dan lemas. Penglihatan kabur (-),
Nyeri ulu hati (-), USG (-). Os tidak memiliki
riwayat darah tinggi.
Riwayat Penyakit Dahulu
Bulan Juli lalu pernah dirawat di ruang delima 4
hari yang lalu karena Preeklampsia Berat.

Riwayat Penyakit Keluarga


-Di keluarga tidak ada yang mengalami keluhan yang sama
Riwayat Menstruasi
Umur Menarche : 15 th
Siklus Haid : 28 hari
Lama haid : 7 hari
Jumlah darah haid : 2x ganti pembalut / Hari
Masalah haid : dismenorea (-),menoragia (-),
metroragia (-), PMS (-)
HPHT : Lupa
TP :-

Riwayat Perkawinan
Menikah 1x, saat usia 22 tahun, suami 29 tahun
Riwayat Kehamilan, Persalinan, dan Nifas
G4P2A1, Hidup 2

No Tgl. Tahun Tempat Umur Jenis Penolong Penyulit Anak Keadaan


partus partus hamil persalinan persalinan kel/BB anak
sekarang

1 15 th Rumah 9 bln Spontan Bidan Tak 2500 Pr/hdp

2 5 th Rumah 9 bln Spontan Bidan tak 2500 Lk/hdp

3 Abortus

4 Hamil sekarang
Riwayat Keluarga
Berencana
Riwayat Hamil ini

Mual (-), muntah (-), perdarahan


(-), Pusing (-), Sakit Kepala (-), Metode KB terakhir
TTI (+) dan TTII (+) yang dipakai :
Suntik 3 bulan
Lama
: 2 bulan
Komplikasi dari KB
: tidak
ada keluhan
PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan Umum : Sedang


Kesadaran : Compos mentis
Tekanan Darah : 240/160 mmHg
Nadi : 92 x / menit
Respirasi : 20 x / menit
Suhu : Afebris
BB/TB : 78 kg/157 cm
Status Generalis

Mata Jantung dan Paru


Konjungtiva anemis (-/-) Dispneu (-), orthopneu (-),
Sklera ikterik (-/-) takipneu (-), wheezing (-),
Pandangan kabur (-) batuk darah (-)
Berkunang-kunang (-) Murmur (-), gallop (-)
Dada dan Axylla Nyeri dada (-)
Mammae simetris (+) Ekstremitas Bawah
Puting susu menonjol (+) Tungkai simetris (+)
Areola hiperpigmentasi (+) Edema (-/-)
Tumor (-/-)
Status Obstetrik

TFU : 30 cm Pemeriksaan Dalam


Leopold I : bokong v/v : tidak
Leopold II : punggung ada kelainan
kanan porsio : tipis
lunak
Leopold III : kepala
pembukaan : 6-7 cm
Leopold IV : divergent
ketuban : (+)
Auskultasi DJJ : 153x/menit presentasi :
His/ kontraksi : kuat teratur kepala HIII
Pemeriksaan Penunjang
Tanggal 15/08/16 jam 10:33 Tanggal 15/08/16 jam 10:55
Pemeriksaan Hasil Rujukan
Pemeriksaan Hasil Rujukan
Glukosa Rapid 98 mg/dl <80 mg/dl
Hemoglobin 12.2 g/dL 12- 16 g/dL
Sewaktu
AST(SGOT) 26 U/L 15- 37 U/L
Hematokrit 39.4 % 37- 47 %

ALT( SGPT) 10 U/L 14- 59 U/L


Eritrosit 5.02 10^6/L 4.2- 5.4 10^6/L

Ureum 17,1 10-50 U/L


Leukosit 15.4 10^6/L 4.8- 10.8 10^3/L
Kreatinin 10 14-59 U/L
Natrium 143.1 mEq/L 135- 148 mEq/L
Trombosit 232 10^3/L 150- 450 10^3/L

Kalium 3.75 mEq/ L 3.50- 5.30


Protein urine Positif (+++) mg/dL Negatif mg/dL
mEq/L
Calcium ion 1.11 mmol/L 1.15- 1.29
mmol/L
HbsAg Non reactive Non reactive
Tanggal 15/08/16 jam 13:58 Tanggal 16/08/16 jam 05:47

Pemeriksaan Hasil Rujukan Pemeriksaan Hasil Rujukan

Hemoglobin 9.6 g/dL 12- 16 g/dL


Protein urine Positif (++) Negatif
Hematokrit 33.4 % 37- 47 % mg/dl

Eritrosit 4.04 10^6/L 4.2- 5.4


10^6/L
Leukosit 18.6 10^6/L 4.8- 10.8
10^3/L
Trombosit 200 10^3/L 150- 450
10^3/L
Protein urine Positif (+++) Negatif mg/dL
mg/dL
Resume
Seorang wanita G4P2A1 merasa hamil 9 bulan,
mengeluh mules- mules dari malam jam 05.00 WIB.
Ibu juga merasakan keluar air- air jam 05.00 WIB dan
lendir darah. Ibu merasa pusing, tetapi penglihatan
jelas dan tidak ada nyeri uluhati. Ibu tidak memiliki
riwayat hipertensi. Gerakan janin masih dirasakan
ibu. Ibu pernah dirawat di ruang delima selama 4
hari karena PEB pada bulan Juli.
Pemeriksaan luar: TFU = 30 cm, leopold I: bokong, Leopold II: punggung
kanan, Leopold III: kepala, Leopold IV: divergen, BJA : 153 kali/menit,
reguler. Tanggal 15-08-2016 jam 10.33 WIB Hemoglobin 12.2 g/dL, Hematokrit
39.4 %, Eritrosit 5.02 10^6/L Leukosit 15.4 10^6/L, Trombosit 235 10^3/L,
Protein urine Positif (+++) mg/dL. Jam 10.55 WIB Glukosa Rapid Sewaktu 98
mg/dl, AST(SGOT) 26 U/L, ALT( SGPT) 10 U/L, Ureum 17,1 mg%, Kreatinin 0,4
mg%, Natrium 143.1 mEq/L, Kalium 3.75 mEq/ L ,Calcium ion 1.11 mmol/L
,HbsAg Non reactive. Jam 13.58 WIB Hemoglobin 9.6 g/dL, Hematokrit 33.4 %,
Eritrosit 4.04 10^6/L Leukosit 18.6 10^6/L,Trombosit 200 10^3/L. Tanggal
16-08-2016 Protein urine positif (++) mg/dL.
Diagnosa Kebidanan dan Masalah
G4P3A1 Parturient aterm kala 1 Fase Aktif dengan Preeklampsia Berat
PENATALAKSANAAN

Loading dose MgSO4 40 % 10 cc dalam


100 cc RL
Informed consent
Maintenance MgSO4 40 % 25 cc dalam
Cek analyzer, protein urin, lab lengkap
500 cc RL
Infus RL 20 tetes/menit
Dopamet 1 tab pukul 09.00
Observasi KU, TTV, DJJ, His Nifedipim 1 tab pukul 10.00
EKG (+)
Cefotaxim bolus i.v
DC (+) urine 500 cc
Metronidazole drip i.v
Skin test (+) Kolab dengan dr. Sp.OG
Lembar Catatan Persalinan
Tanggal : 15-08-2016 KALA III
Jam : 10.25 WIB Lama kala III : 13 menit

Nama Bidan : Bd. H Pemberian oksitosin 10 IU im : Ya

KALA I Penegangan Tali Pusat Terkendali: Ya

Partogram tidak melewati garis waspada Masase Fundus Uteri : Ya


Plasenta Lahir Lengkap : Ya
KALA II
Laserasi : Tidak
Episiotomi : Tidak
Atonia uteri :-
Gawat Janin : Tidak
Jumlah perdarahan : 300cc
Letak sungsang : tidak
Hasil : Bayi lahir
spontan
KALA IV Anak
Tekanan Darah : Hipotensi, kisaran Jenis kelamin : laki-laki
80/60 mmHg
Berat Badan : 2700 g
Nadi : lemah
Panjang Badan : 50 cm
Tinggi Fundus Uteri : 2 jari di atas pusat,
Lahir : Hidup
Kontraksi uterus : keras
Apgar Score: 6 (1 menit
Perdarahan : (+) 200 cc pertama), 7 (5 menit
berikutnya)
Pemeriksaan fisik : Didapati konjungtiva
anemis, bibir pucat.
Tindakan : Hentikan pemberian Ikhtisar Persalinan
maintenance MgSO4 sementara, gantikan
dengan Infus RL 2 line, drip cepat untuk Jenis persalinan : Spontan
meningkatkan tekanan darah ibu. Indikasi : PEB
Observasi : Observasi TTV setiap Lama persalinan : 10 menit
15 menit sekali. 15 menit pertama pukul
12.15 (90/70), 12.30 (110/80), 13.00
(140/100). Ku ibu membaik.
Follow up

16-08-2016
S: Pusing (+), Perdarahan Pervaginam (+)
O: KU : Baik Kes : CM
TD : 120/80 mmHg CA : (-/-) SI (-/-)
HR : 80x/m BAB : (-)
RR : 20x/m BAK : (-)
A : P3AI Postpartum Spontan dengan Preeklampsia Berat
P : Cefadroxil (2 dd 1), As. Mefenamat (3 dd 1), Blh plg.
ANALISA KASUS
Analisa masalah
Diagnosa :
G4P2A1, parturien aterm kala I fase aktif dengan preeklampsi berat

G4P2A1 (Anamnesis)

Parturien (Anamnesis: keluhan mules, teraba HIS saat pemeriksaan fisik


dan adanya pendataran dan pembukaan serviks)

Aterm (Anamnesis Os mengaku hamil 9 bulan)

Kala 1 fase aktif (Pemeriksaan dalam : pembukaan serviks 6-7 cm)


dengan PEB (Anamnesis mengalami peningkatan tekanan darah sejak
usia kehamilan 8 bulan, Riwayat hipertensi sebelum hamil disangkal, PF:
tekanan darah 240/160 mmHg, Penunjang: proteinuria +3.)
Bagaimana cara menegakkan
diagnosis pada kasus ini?
Diagnosa Preeklampsi Berat pada Kasus
pasien mengaku mengalami
peningkatan tekanan darah sejak usia
Anamnesis kehamilan 8 bulan
Tidak memiliki riwayat tekanan darah
tinggi sebelum kehamilan
Tidak didapatkan adanya penglihatan
kabur, nyeri ulu hati, nyeri kepala
hebat, dan edema tungkai.

Pemeriksaan Pengukuran tekanan darah :


240/160mmHg
fisik

Pemeriksaan Pemeriksaan protein urin didapatkan hasil


+3
penunjang
Kriteria Diagnosa Preeklampsi
Tanda Preeklampsi Berat
Faktor Risiko Preeklampsi

Teori Kasus
Primipara
BB/TB : 78kg/157cm
Riwayat preeklampsia pada kehamilan
sebelumnya BMI : 31,7 (obese II/30,0)
Hipertensi kronik atau gangguan ginjal kronik
Riwayat trombofilia
Kehamilan kembar Maternal obesitas
Fertilisasi in vitro
Riwayat keluarga preeklampsia
Diabetes mellitus
Obesitas
Sistemik lupus eritematous
Bagaimana penanganan
kasus ini?
Penanganan

Kasus

Dilakukan persalinan pervaginam


Penanganan

Kasus
Magnesium Sulfat (MgSO4)
Loading Dose
4 g larutan MgSO4 (10 ml larutan MgSO4 40%) dan larutkan dengan 100 cc
Ringer Laktat diberikan IV selama 15- 20 menit
Dosis Rumatan
10 g MgSO4 dan larutkan dalam 500 ml larutan Ringer Laktat, diberikan IV
dengan kecepatan 20- 30 tetes/menit
Penanganan
Kasus

Pasien diberikan dopamet 1 x 2


tablet 250mg.
Komplikasi

Kasus
Pada kasus ini komplikasi yang terjadi
Stroke adalah perdarahan post partum e.c
Atonia uteri
Edema pulmonal
Infark miokard
Perdarahan 500cc setelah janin lahir (300cc
Akut respiratori distres
pada kala III dan 200cc pada kala IV, fundus
sindrom uteri naik 2 jari di atas pusat.
Koagulopati
Gagal ginjal berat
Tatalaksana dengan pemberian:
Trauma pada retina O2 3 L/menit
Infus RL drip cepat (guyur)
Drip oksitosin 2 ampul (20 IU)
Misoprostol 2 tablet 200mikrogram perrektal
Prognosis

Pada Ibu dan Janin


Ad vitam : dubia ad bonam
Ad functionam : dubia ad bonam
Ad sanationam : dubia ad bonam
Apa yang harus dilakukan untuk
mencegah terjadinya preeklampsi?
Menunjukan manfaat:
Agen antiplatelet

Tidak memberikan perbedaan yang signifikan:


Sumplemen antioksidan dengan vitamin C dan vitamin E
Retriksi asupan garam
Bed rest serta pengurangan aktivitas fisik
Atonia Uteri
Adalah keadaan lemahnya tonus/kontraksi rahim yang menyebabkan uterus
tidak mampu menutup perdarahan terbuka dari tempat implantasi plasenta
setelah bayi dan plasenta lahir.
Diagnosis ditegakkan bila setelah bayi dan plasenta lahir ternyata perdarahan
masih aktif dan banyak, bergumpal dan pada palpasi didapatkan fundus uteri
masih setinggi pusat atau lebih dengan kontraksi yang lembek.
Tatalaksana : Sikap Trendelenburg, memasang venous line, memberikan
oksigen.
Sekaligus merangsang kontraksi uterus dengan cara :
Masase fundus uteri dan merangsang puting susu
Pemberian oksitosin dan turunan ergot melalui suntikan i.m, i.v, atau s.c
Pemberian misoprostol 800-1.000 per rektal
Kompresi bimanual eksternal dan atau internal
Kompresi aorta abdominalis
Pemasangan tampon kondom
Daftar Pustaka

Hypertension In Pregnancy. The American College of Obstetricians and


Gynecologists (ACOG), 2013
Cunningham, dkk. 2014. Williams Obstetrics 24th Edition. New York: Mc Graw Hill
Education Medical.
Prawirohardjo, Sarwono. 2014. Ilmu Kebidanan. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo.