Vous êtes sur la page 1sur 14

AKHLAK

DELIA ACHADINA PUTRI


NOVYATUN LATIFAH
EUIS

PENDIDIKAN FISIKA R1A 2015


UNIVERSITAS INDRAPRASTA
I. PENGERTIAN AKHLAK
II. PEMBAGIAN AKHLAK
III. RUANG LINGKUP AKHLAK
IV. PEMBINAAN AKHLAK
V. PERBEDAAN AKHLAK, ETIKA, MORAL & SUSILA
PENGERTIAN AKHLAk
Secara Etimologi akhlak adalah bentuk jamak dari khuluq yang
artinya budi pekerti, tingkah laku, perangai atau tabiat. Yang
mempunyai sinonim dengan moral dan etika, moral dan etika berasal
dari bahasa latin yang artinya kabiasaan. Akhlak berasal dari kata
kerja khalaqa yang artiya menciptakan. Khaliq artinya pencipta dan
makhluq artinya yang diciptakan. Kata khalaq yang mempunyai kata
yang seakan diatas mengandung maksud bahwa akhlaq merupakan
jalinan yang mengikat atas kehendak tuhan dan manusia. Dengan
demikian, akhlak dapat dimaknai tata aturan atau norma prilaku
yang mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhan semesta
alam.
Secara Terminologi Akhlak adalah:
a. Iman Ghozali:
Akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa (manusia) yang melahirkan
perbuatan-perbuatan dengan mudah tanpa memerlukan pemikiran atau
pertimbangan.
b. Ibnu Maskawih :
Ahklak adalah gerak jiwa yang mendorong kearah melakukan perbuatan dengan
tidak membutuhkan pikiran.
c. Ahmad Amin :
Akhlak adalah suatu ilmu yang menjelaskan arti baik dan buruk, menerangkan apa
yang seharusnya dilakukan setengah manusia kepada lainnya menyatakan tujuan
yang harus dituju oleh manusia dalam perbuatan mereka dan menunjukkan jalan
untuk melakukan apa yang harus diperbuat.
PEMBAGIAN AKHLAk
A. Akhlak Mahmudah

Akhlak Mahmudah artinya: akhlak terpuji, contoh Akhlak Mahmudah adalah:


Sabar, adalah mampu menahan diri atau mampu mengendalikan amarah.
Ikhlas, adalah mengerjakan sesuatu amal hanya semata-mata karena Allah, yakni harus
mengharap ridhoNya.
Jujur, adalah mengatakan sesuatu itu dengan apa adanya dan harus dengan hati yang lurus.
Pemaaf, adalah orang yang memberikan maaf kepada peminta maaf yang menyadari
kesalahannya.
Pemurah, adalah sikap seseorang yang ringan untuk mengeluarkan sebagian hartanya untuk
kepentingan orang lain,
Menepati janji, adalah orang yang datang ketempat yang sudah disepakati sebelumnya.

B. Akhlak Mazmumah

Ahklak Mazmumah adalah akhlak yang buruk atau tercela, contoh Akhlak Mazmumah adalah:
Ujub dan Takabur
Ujub adalah mengagumi kemampuan dirinya sendiri. Sedangkan takabur, adalah membanggakan diri
karena dirinya merasa lebih dari pada yang lain.
Ria dan Sumah
Ria adalah beramal baik dan bermaksud ingin memperoleh pujian orang lain. Sedangkan sumah,
adalah berbuat atau berkata agar didengar orang lain sehingga namanya jadi terkenal.
Malas dan Tamak
Malas adalah enggan atau tidak mau melakukan sesuatu, dan Tamak( serakah) adalah terlalu
bernafsu untuk memiliki sesuatu yang berguna bagi dirinya sendiri.
Dendam dan Iri hati
Dendam adalah keinginan untuk membalas kejahatan yang dilakukan orang lain atas dirinya. Dan Iri
hati adalah perasaan tidak senang apabila melihat orang lain mendapat kesenangan.
Bohong dan Khianat
Bohong adalah dusta, berarti tidak sesuaidengan keadaan yang sebenarnya., sedangkan Khianat
adalah perbuatan tidak setia terhadap pihak lain.
RUANG LINGKUP AKHLAK
Ruang lingkup akhlak sangat luas karena mencakup semua aspek kehidupan. Secara
vertikal hubungan dengan sang Khaliq dan secara horizontal dengan sesama manusia.
Dan inilah ruang lingkup akhlak tersebut:
akhlak kepada Allah
akhlak kepada Rasul
akhlak kepada diri sendiri
akhlak dalam keluarga
akhlak dalam masyarakat
akhlak bernegara
Adapun ruang lingkup bidang studi akhlak adalah:

1. Akhlak terhadap diri sendiri meliputi kewajiban terhadap dirinya disertai dengan
larangan merusak, membinasakan dan menganiyaya diri baik secara jasmani
(memotong dan merusak badan), maupun secara rohani (membirkan larut dalam
kesedihan).
2. Akhlak dalam keluarga meliputi segala sikap dan perilaku dalam keluarga,
contohnya berbakti pada orang tua, menghormati orang tua dan tidak berkata-kata
yang menyakitkan mereka.
3. Akhlak dalam masyarakat meliputi sikap kita dalam menjalani kehidupan soaial,
menolong sesama, menciptakan masyarakat yang adil yang berlandaskan Al-Quran
dan hadist.
4. Akhlak dalam bernegara meliputi kepatuhan terhadap Ulil Amri selama tidak
bermaksiat kepada agama, ikut serta dalam membangun Negara dalam bentuk lisan
maupun fikiran.
5. Akhlak terhadap agama meliputi berimn kepada Allah, tidak menyekutukan-Nya,
beribadah kepada Allah. Taat kepada Rosul serta meniru segala tingkah lakunya.
PEMBINAAN AKHLAK
Pembinaan akhlak merupakan tumpuan perhatian pertama dalam Islam. Hal ini dapat
dilihat dari salah satu misi kerasulan Nabi Muhammad Saw. Yang utamanya adalah
untuk menyempurnakan akhlak. Perhatian Islam dalam pembinaan akhlak ini dapat
pula dilihat dari perhatian terhadap pembinaan jiwa yang harus didahulukan
daripada pembinaan fisik, karena dari jiwa yang baik inilah akan menghasilkan
perbuatan yang baik sehingga menghasilkan kebahagiaan lahir dan batin. Perhatian
Islam dalam pembinaan akhlak selanjutnya dapat di analisis pada muatan akhlak
yang terdapat pada seluruh aspek ajaran Islam. Ajaran Islam tentang keimanan
misalnya sangat berkaitan erat dengan amal saleh, dan perbuatan yang terpuji.
Iman yang tidak disertai amal saleh dinilai sebagai iman palsu, bahkan dianggap
sebagai kemunafikan.
Pembinaan akhlak dalam Islam juga terintregasi dengan rukun Islam, hasil analisis
Muhammad Al-Ghazali terhadap rukun Islam yang lima telah menunjukkan dengan
jelas, bahwa dalam rukun islam yang lima itu terkandung konsep pembinaan akhlak.
Dimulai dengan mengucapkan kalimat syahadat, mengerjakan sholat, menunaikan
puasa, memberi zakat, dan menunaikan haji.
Metode-metode pembinaan yang dapat kita lakukan sesuai dengan perspektif
Islam, yaitu:
Metode Uswah (Teladan)
Teladan adalah sesuatu yang pantas untuk diikuti, karena mengandung nilai-nilai
kemanusiaan. Manusia teladan yang harus dicontoh dan diteladani adalah Rasulullah Saw,
sebagaimana firman Allah Swt dalam surah al-Ahzab ayat 21:

21. Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi
orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut
Allah.
Metode Tawidiyah (Pembiasaan)
Secara etimologi, pembiasaan yang berasal dari kata biasa. Dalam KBBI, biasa artinya
lazim atau umum ; seperti sedia kala ; sudah merupakan hal yang tidak terpisahkan dalam
kehidupan sehari-hari. Muhammad Mursyi dalam bukunya Seni Mendidik Anak,
menyampaikan nasehat Imam Ghazali : Seorang anak adalah amanah bagi orang tuanya,
hatinya sangat bersih bagaikan mutiara, jika dibiasakan dan diajarkan suatu kebaikan,
maka ia akan tumbuh dewasa dengan tetap melakukan kebaikan tersebut, sehingga ia
mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
Metode Mauizhah (Nasehat)
Kata Mauizhah berasal dari kata wazhu yang berarti nasehat yang terpuji, memotivasi
untuk melaksanakannya dengan perkataan yang lembut. Allah berfirman dalam surah al-
Baqarah ayat 232 :
.itulah yang dinasehatkan kepada orang orang yang beriman diantara kalian, yang
beriman kepada Allah dan hari kemudian...
Metode Qishshah (Ceritera)
Qishshah dalam arti pendidikan mengandung arti suatu cara dalam menyampaikan materi
pelajaran dengan menuturkan secara kronologis tentang bagaimana terjadinya sesuatu hal,
baik yang sebenarnya terjadi ataupun hanya rekaan saja.
Metode Amtsal (Perumpamaan)
Metode perumpamaan adalah metode yang banyak dipergunakan dalam al-Quran dan hadist
untuk mewujudkan akhlak mulia. Dalam beberapa literature Islam ditemukan banyak sekali
perumpamaan seperti dalam surah al-Baqarah ayat 17 : Perumpamaan mereka adalah
seperti orang yang menyalakan api.
Metode Tsawab (Ganjaran)
Aplikasi metode ganjaran adalah segala sesuatu yang kita lakukan mendapat balasan, jika
di dunia apabila kita melakukan perbuatan baik maka kita akan diperlakukan baik juga
begitu dengan sebaliknya. Di akhirat jika kita melakukan hal yang baik akan mendapatkan
pahala dan jika kita melakukan hal yang dilarang kita akan mendapatkan dosa.
PERBEDAAN AKHLAK,
ETIKA, MORAL & SUSILA
Dalam etika, untuk menentukan nilai perbuatan manusia baik atau buruk menggunakan tolok
ukur akal pikiran atau rasio, sedangkan dalam moral dan susila menggunakan tolok ukur
norma-norma yang tumbuh dan berkembang dan berlangsung dalam masyarakat (adat
istiadat), dan dalam akhlak menggunakan ukuran Al Quran dan Al Hadis untuk menentukan
baik-buruknya. Dalam hal ini etika lebih bersifat pemikiran filosofis dan berada dalam
dataran konsep-konsep (bersifat teoretis), sedangkan moral berada dalam dataran realitas
dan muncul dalam tingkah laku yang berkembang di masyarakat (bersifat praktis).Etika
dipakai untuk pengkajian sistem nilai yang ada, sedangkan moral dipakai untuk perbuatan yang
sedang dinilai. Etika memandang tingkah laku manusia secara umum, tapi moral dan susila
lebih bersifat lokal dan individual.
Akhlak yang berdasarkan pada Al Quran dan Al Hadis maka akhlak bersifat mutlak, absolut,
dan tidak dapat diubah. Sementara etika, moral, dan susila berdasar pada sesuatu yang
berasal dari manusia maka lebih bersifat terbatas dan dapat berubah sesuai tuntutan zaman
TERIMA KASIH