Vous êtes sur la page 1sur 23

ASPEK HUKUM PENGELOLAAN LIMBAH

FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PONTIANAK


JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
2015
Dasar Hukum Terkait
Pengelolaan Limbah Fasyankes
Undang-undang No. 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah
Undang-undang No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup
Undang-undang No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan
Undang-undang No. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit
Peraturan Pemerintah No. 18 tahun 1999 jo No. 85 tahun 1999 tentang
Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
Peraturan Pemerintah No. 104 tahun 2014 tentang Pengelolaan Bahan
Berbahaya dan Beracun
Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang
Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit
Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. Kep-58/MENLH/12/
1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair Kegiatan Rumah Sakit
Keputusan Menteri Kesehatan No. 1428/MENKES/SK/XII/2006 tentang
Pedoman Penyelenggaraan Kesehatan Lingkungan Puskesmas
PENGERTIAN

1. Limbah adalah sisa suatu usaha dan atau kegiatan


2. Limbah B3 adalah sisa suatu usaha dan atau kegiatan yang
mengandung bahan berbahaya dan/atau beracun yang karena
sifat dan/atau konsentrasinya dan/atau jumlahnya, baik
secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan
dan/atau merusak lingkungan hidup dan/atau dapat
membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup
manusia serta makhluk hidup lainnya ( PP No. 18 Tahun 1999)
PENGERTIAN
3. Pengelolaan limbah B3 adalah rangkaian kegiatan yang
mencakup reduksi, penyimpanan, pengumpulan,
pengangkutan, pemanfaatan, pengolahan dan penimbunan
limbah B3 ( PP No. 104 tahun 2014)
Undang-undang No. 36 tahun 2009
tentang Kesehatan

Pasal 162
Upaya kesehatan lingkungan ditujukan untuk
mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat, baik
fisik, kimia, biologi, maupun sosial yang
memungkinkan setiap orang mencapai derajat
kesehatan yang setinggi-tingginya
Undang-undang No. 36 tahun 2009
tentang Kesehatan

Pasal 163 (ayat 1)


Pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat
menjamin ketersediaan lingkungan yang sehat dan
tidak mempunyai risiko buruk bagi kesehatan

Pasal 163 (ayat 2)


Lingkungan sehat sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) mencakup lingkungan permukiman, tempat
kerja, tempat rekreasi, serta tempat dan fasilitas
umum
Undang-undang No. 36 tahun 2009
tentang Kesehatan

Pasal 163 (ayat 3)


Lingkungan sehat berarti bebas dari unsur-unsur yang
menimbulkan gangguan kesehatan, antara lain:
a. limbah cair;
b. limbah padat;
c. limbah gas;
d. Dst.
Pasal 163 (ayat 4)
Ketentuan mengenai standar baku mutu kesehatan
lingkungan dan PROSES PENGOLAHAN LIMBAH
sebagaimana dimaksud pada ayat (2), dan ayat (3),
ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.
UNDANG-UNDANG NO. 44 TAHUN 2009
TENTANG RUMAH SAKIT

Pasal 7
Rumah sakit harus memenuhi persyaratan lokasi, bangunan,
prasarana, sumber daya manusia, kefarmasian dan peralatan

Pasal 8
Ayat 1
Persyaratan lokasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat
(1) harus memenuhi ketentuan mengenai kesehatan,
keselamatan lingkungan, dan tata ruang, serta sesuai dengan
hasil kajian kebutuhan dan kelayakan penyelenggaraan Rumah
Sakit.
UNDANG-UNDANG NO. 44 TAHUN 2009
TENTANG RUMAH SAKIT

Pasal 10 ayat 2
Bangunan rumah sakit paling
sedikit terdiri atas:
a. Rawat jalan Pasal 11
b. Ruang rawat inap Prasarana rumah sakit dapat
c. Ruang gawat darurat meliputi:
d. Ruang operasi a. Instalasi air
e. .. Dst b. Instalasi mekanikal dan elektrikal
t. Pengolahan sampah c. Instalasi gas medis
d. Instalasi uap
e. Instalasi pengelolaan limbah
f. .dst
Undang-undang No. 32 tahun 2009 tentang
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Setiap orang yang menghasilkan limbah B3


wajib melakukan pengelolaan limbah B3 yang
dihasilkannya
PERATURAN PEMERINTAH Nomor 18 jo 85 tahun 1999
tentang PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA & BERACUN

KODE JENIS KODE SUMBER ASAL/URAIAN PENCEMARAN


LIMBAH KEGIATAN KEGIATAN PENCEMARAN LIMBAH UTAMA
D227 RUMAH 7511 Seluruh RS Limbah klinis Limbah
SAKIT 9309 dan Produk farmasi terinfeksi
Laboratorium kadaluarsa Residu
Klinis Peralatan produk
laboratorium farmasi
terkontaminasi Bahan-
Kemasan bahan kimia
produk farmasi
Limbah
Laboratorium
Residu dari
proses
insinerasi
Pasal 34 Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 1999
tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
Pengolahan limbah B3 degan cara thermal dengan mengoperasikan
insinerator wajib memenuhi ketentuan sebagai berikut :
a. mempunyai insinerator dengan spesifikasi sesuai dengan karakteristik
dan jumlah limbah B3 yang diolah;
b. mempunyai insinerator yang dapat memenuhi efisiensi pembakaran
minimal 99,99 % dan efisiensi penghancuran dan penghilangan sebagai
berikut :
1)efisiensi penghancuran dan penghilangan untuk Principle Organic
Hazard Constituent (POHCs) 99,99%;
2)efisiensi penghancuran dan penghilangan untuk Polyclorinated
Biphenyl (PCBs) 99,9999 %;
3)efisiensi penghancuran dan penghilangan untuk Polyclorinated
Dibenzofurans 99,9999 %;
4)efisiensi penghancuran dan penghilangan untuk Polyclorinated
Dibenso-P-dioxins 99,9999 %.
c. memenuhi standar emisi udara;
d. residu dari kegiatan pembakaran berupa abu dan cairan wajib dikelola
dengan mengikuti ketentuan tentang pengelolaan limbah B3.
Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 58 tahun 1995
tentang Baku Mutu Limbah Cair Kegiatan Rumah Sakit
Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 18 tahun 2009
tentang Tata Cara Perizinan Pengelolaan Limbah Bahayan Berbahaya
dan Beracun

Jenis kegiatan pengelolaan Instansi Pemberi Izin:


limbah B3 WAJIB dilengkapi IZIN:

PENGANGKUTAN Menteri Perhubungan

PENYIMPANAN SEMENTARA Bupati/Walikota

Menteri Lingkungan Hidup


PENGUMPULAN Gubernur
Bupati/Walikota

PEMANFAATAN Menteri instansi terkait

PENGOLAHAN
Menteri Lingkungan Hidup
PENIMBUNAN
KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN RI NO. 1204 tahun 2004
tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit

Persyaratan Kes Lingkungan RS meliputi:

Penyehatan Ruang Bangunan dan Halaman rumah sakit


Persyaratan Hygiene dan Sanitasi Makanan Minuman
Penyehatan Air
Pengelolaan Limbah
Pengelolaan Tempat Pencucian Linen (Laundry)
Pengendalian Serangga, Tikus dan Binatang Pengganggu Lainnya
Dekontaminasi Melalui Desinfeksi dan Sterilisasi
Persyaratan Pengamanan Radiasi
Upaya Promosi Kesehatan dari Aspek kesehatan lingkungan
Alur Pengelolaan Limbah Medis

Minimisasi

Pemilahan

Pewadahan

Pengangkutan

Penyimpanan

Pengolahan
KARAKTERISTIK LIMBAH MEDIS DI RUMAH SAKIT

INFEKSIUS

PATOLOGIK

BENDA TAJAM

LIMBAH
GENOTOKSIK

MEDIS
FARMASI

BAHAN KIMIA
MENGANDUNG
LOGAM BERAT
KONTAINER
BERTEKANAN
RADIOAKTIF

(KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN No. 1204/MENKES/SK/X/2004)


KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN RI NO. 1204 tahun 2004
tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit

MINIMISASI

Melakukan reduksi limbah dimulai dari sumber


Mengelola dan mengawasi penggunaan bahan kimia yang
berbahaya dan beracun
Melakukan pengelolaan stok bahan kimia dan farmasi
Setiap peralatan yang digunakan dalam pengelolaan limbah
medis mulai dari pengumpulan, pengangkutan
Pemusnahan harus melalui sertifikasi dari pihak yang
berwenang
KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN RI NO. 1204 tahun 2004
tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit

PEMILAHAN, PEWADAHAN, PEMANFAATAN


KEMBALI & DAUR ULANG

Pemilahan harus dilakukan mulai dari sumber yang


menghasilkan limbah
Limbah yang akan dimanfaatkan harus dipisahkan dari
limbah yang tidak dimanfaatkan kembali
Limbah medis padat yang akan dimanfaatkan kembali
harus melalui proses sterilisasi sesuai tabel berikut,
untuk menguji efektivitas sterilisasi panas harus
dilakukan tes Bacillus stearothermophilus dan untuk
sterilisasi kimia harus dilakukan tes bacillus subtilis
KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN RI NO. 1204 tahun 2004
tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit

PEMILAHAN & PENGEMASAN


KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN RI NO. 1204 tahun 2004
tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit

PENGUMPULAN & PENYIMPANAN


Pengumpulan limbah medis padat dari setiap ruangan
penghasil limbah menggunakan troli khusus yang tertutup
Penyimpanan limbah medis padat harus sesuai iklim tropis
yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim
kemarau paling lama 24 jam
KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN RI NO. 1204 tahun 2004
tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit

PENGOLAHAN
Limbah medis padat tidak diperbolehkan membuang
langsung ke tempat pembuangan akhir limbah
domestik sebelum aman bagi kesehatan.
Cara dan teknologi pengolahan atau pemusnahan
limbah medis padat disesuaikan dengan kemampuan
rumah sakit dan jenis limbah medis padat yang ada,
dengan pemanasan menggunakan otoklaf atau dengan
pembakaran dengan menggunakan insinerator.
terima kasih