Vous êtes sur la page 1sur 34

Kajian

Pembentukan
KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI
Deputi Bidang Pendayagunaan Iptek
Forum A-B-G-C INSTITUT PERTANIAN BOGOR

Asdep Iptek Industri Kecil dan Menengah Bogor, 29 November 2014

Peran Pemerintah dan Perguruan Tinggi dalam


Peningkatan Interaksi A-B-G-C

oleh
Pariatmono Sukamdo
Deputi Pendayagunaan IPTEK
SISTEMATIKA

1 Pendahuluan 2 Komersialisasi
IPTEK

3 Peran Perguruan
Tinggi
4 Penutup
1. PENDAHULUAN

3
Belanja Litbang Dunia

Ukuran lingkaran menunjukkan nilai


pembelanjaan untuk litbang

* GERD = Gross Expenditures on


Research and Development

2012 2013 2014


Rank Negara
GDP R&D GERD GDP R&D GERD GDP R&D GERD
22 Singapore 332 2.60% 9 344 2.60% 9 355 2.70% 9
34 Malaysia 507 0.80% 4 531 0.80% 4 557 0.80% 5
40 Indonesia 1,237 0.10% 2 1,303 0.20% 2 1,374 0.20% 3

Sumber : 2014 Global R&D Funding Forcast, diakses di http://www.battelle.org/docs/tpp/2014_global_rd_funding_forecast.pdf


Perbandingan Jumlah
PENELITI di ASEAN
Rasio Peneliti per Sejuta Penduduk
7000

6088
6000

5000

4000

3000

2000

1000
372 311
205 81 115
17
0
Indonesia Malaysia Thailand Singapore Cambodia Philipina Vietnam

Sumber: http://chartsbin.com/view/1124 diakses pada 6 November 2014 pukul 07.35


Perbandingan Jumlah
PATENT Internasional
100000
Jumlah paten internasional*
10000 2875
661
1000
263
67
100
21 18
13
10
Aplikasi Paten per Satu Juta Penduduk**

1 Rasio aplikasi paten/satu juta penduduk di Indonesia masih


Indonesia Malaysia Filipina Singapura Thailand Vietnam Jepang sangat rendah di bandunkan denga negara ASEAN lain.
14 12.6
2009 2010 2011
12
Country RANK 10
Malaysia 32 8
Thailand 67 6
Phillipines 86 4
Vietnam 93 2 1.2
0.1 0.3 0.2
Indonesia 106 0
Indonesia Malaysia Thailand Phillipines Vietnam
Sumber:
*Laporan Akuntabilitas Kinerja Kementerian Riset dan Teknologi TA 2013 PCT patents (application/million pop.)
** Laporan World Economic Forum Tahun 2014
Jumlah PUBLIKASI ilmia
25000 Perbandingan jumlah jurnal ilmiah
20000 beberapa negara ASEAN
15000
Dalam kurun tiga tahun terakhir, jumlah jurnal ilmiah Malaysia
2011
10000 adalah yang paling tinggi di antara negara ASEAN, sedangkan
2012 secara komulatif, Singapura masih menduduki peringkat
5000 2013 pertama.
0
Ranking negara dalam jurnal ilmiah 1996 2013

Citations per
Rank Country Documents Citable documents Citations Self-Citations H index
Document
32 Singapore 171,037 163,153 2,051,237 278,461 14.42 308
37 Malaysia 125,084 121,714 497,646 133,502 8.68 145
43 Thailand 95,690 91,925 790,474 134,626 12.09 190
61 Indonesia 25,481 24,461 185,695 20,750 11.86 126
66 Viet Nam 20,460 19,854 161,813 23,690 12.89 122
70 Philippines 15,419 14,601 179,820 19,058 15.09 131
Sumber: SJR : Scientific Journal Rankings http://www.scimagojr.com/countryrank.php
Kritik Wakil Presiden
Kompas, Jumat, 10 Mei 2013, halaman 13

Selama lebih dari 30 tahun, Konsep Pembangunan Berbasis IPTEK belum pernah dijabarkan dalam
bentuk rencana konkret, konsisten dan terpadu. Bahkan, rencana yang ada pun belum dilaksanakan
secara konsisten

Wapres Boediono pada pembukaan Seminar Nasional Paradigma Baru Pembangunan


Nasional: Membangun Indonesia Masa Depan berbasis IPTEK, Lemhannas, Rabu, 08 Mei
Selama
2013 lebih dari 30 tahun, Konsep Pembangunan Berbasis IPTEK belum
pernah dijabarkan dalam bentuk rencana konkret, konsisten dan terpadu.
Bahkan, rencana yang ada pun belum dilaksanakan secara konsisten
8
Kritik Wakil Presiden

Daftar A Daftar B Daftar C

Rencana pembangunan iptek belum terpadu dalam bentuk sasaran pokok dan
langkah pencapaian. Rencana masih kompilasi dan daftar langkah yang berdiri sendiri-
sendiri Selama lebih dari 30 tahun, Konsep Pembangunan Berbasis IPTEK belum
pernah dijabarkan dalam bentuk rencana konkret, konsisten dan terpadu.
Bahkan, rencana yang ada pun belum dilaksanakan secara konsisten
9
Kritik Wakil Presiden

Strategi pembangunan iptek yang


berhasil
1. Proses kemajuan teknologi harus
menyatu dengan kegiatan ekonomi
2. Hasil penelitian tidak boleh berhenti
di laboratorium, tapi harus
dipraktekkan dalam kegiatan
ekonomi nyata

www.themegallery.com
Kritik Wakil Presiden

www.themegallery.com
DAYA SAING INDONESIA

Ranking 55 54 44 46 50 38 36
2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014

Indonesia meningkat dari factor driven stage menjadi transition to efficiency driven
dan sekarang menjadi efficiency driven.
Competitiveness Report by World Economic Forum (WEF)
DAYA SAING INDONESIA 2014
2. KOMERSIALISASI IPTEK

14
SURVEY NASIB 510 INOVASI
PROSPEKTIF BIC

0.6
1.6 Intermediasi Inovasi 100 - 104 (%)
7.5
telah diintermediasi oleh BIC
32.0 telah diintermediasi oleh BTC / Intermediator daerah

telah diintermediasi oleh intermediator lain (BIC Patners)

telah dimanfaatkan langsung tanpa bantuan intermediasi


5.5 52.9
belum terjadi intermediasi

(Blank) - Belum diketahui statusnya


INTERMEDIASI 510 INOVASI
PROSPEKTIF BIC

Status Intermediasi 100 - 104 (%)


on going / sedang berjalan (termasuk sudah
MOU)
32% telah komersial / intermediasi dianggap
41% selesai
pending / paused / macet

tidak diintermediasi lagi


2% (Blank) - Belum diketahui statusnya
7% 18%
LEMBAGA YANG MENDOMINASI
IPB (271)

ITB (12)

LIPI (37)

UGM (9)

BPPT (34)

Unibraw (7)

Batan (23)

Unpad (6)
KKP (9)

Unika Widya (6)


LEMBAGA YANG MENDOMINASI
3. PERAN PERGURUAN TINGGI

19
UU 18/2002:
Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan dan Penerapan
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Sisnas Litbangrap IPTEK

mencipta
kan iklim
kondusif

Member arah prioritas utama


i-kan
stimulas
i dan
fasilitas Rumusan yang
Menumbuh- dihasilkan
kembangkan
motivasi
Kebijakan
kerangka Strategis
kebijakan Pembangunan
IPTEK
20
UU 18/2002:
Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan dan Penerapan
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Kelembagaan IPTEK

Menumbuhkan
Membentuk Perguruan Lembaga kemampuan
pemajuan
SDM IPTEK Tinggi Litbang
IPTEK
saling
interaksi
Memberi dukungan
Menumbuhkan
dan membentuk
kemampuan Badan Lembaga iklim kondusif bagi
perekayasaan,
inovasi dan Usaha Penunjang penguasaan,
pemanfaatan dan
difusi teknologi
pemajuan IPTEK

21
CORE BUSINESS PROCESS
PENDIDIKAN TINGGI
TRIDHARMA
PENELITIAN

INOVASI

PENDIDIKAN ABDIMAS MASYARAKAT


DAYA
SAING
INDUSTRI

SKILL
WORKER
Penataan Kelembagaan berbasis
Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT)
PERGURUAN TINGGI

Dengan tridarmanya, perguruan tinggi juga adalah unsur


lembaga litbang dari SIN;
Memiliki pool resources yang sangat besar dan beragam;
Karena selalu silih berganti, mahasiswa berpotensi sebagai
pembangkit ide-ide segar pengembangan iptek;
Negara maju memiliki mekanisme memanen ide-ide segar
dari mahasiswa sumber invensi;
Oleh karena itu perlu ada kebijakan agar Perguruan Tinggi
lebih terintgrasi dalam SIN;

24
LEMBAGA RISET PEMERINTAH
PRESIDEN & KIN
WAPRES PerPres
No. 32 Th 2010

KEMENTRIAN
KEMENTERIAN

KEUANG AN

NEGARA

SEKRE-
TARIAT
DIKBUD
KEMEN

ARN
LAIN

MENRISTEK DRN
1. Pangan
UU No. 18 2. Energi
Th 2002 3. Kesehatan Obat
4. Transportasi
AIPI
LPDP

5. Manufaktur
6. ICT
UU No. 8 Th 1990 7. Material Maju

EIJKMAN
BAPETEN
MENTERI
PERGURUAN

INDONESIA
RESEARCH

LAPAN
BATAN
DEPUTI
RISTEK
KEMEN-

BPPT
TERIAN

BIG
LEMLIT
TINGGI

BSN
FUND

LIPI
Tridarma Litbangyasa Kebijakan Iptek Layanan / Dukungan Penelitian Pengembangan
Dana Riset
Perguruan Studi Perekayasaan (Litbangyasa)
Sektor
Tinggi Kebijakan
LACK OF INTERNATIONAL PUBLICATION

38 Perguruan tinggi dari 105 PT Indonesia yang terekam di Scopus (dan 5 lembaga litbang nasional yang
secara khusus dicuplik sebagai pembanding
LACK OF INTERNATIONAL PUBLICATION
PEMETAAN KEMAMPUAN RISET
PERGURUAN TINGGI
.university encompasses a third-mission of economic development in addition to research and teaching. Readings (1996)

DAYA SAING (0 PT)


AGENT OF
ECONOMIC
DEVELOPMENT
AGENT OF
CULTURE,
(0 PT)
KNOWLEDG,
RELEVANSI
TECHNOLOGY (4 PT)
TRANSFER
(5 PT)
AGENT OF
RESEARCH (4 PT)
(10 PT)
MUTU (26 PT)
(26 PT)
AGENT OF
(53 PT)
EDUCATION

AKSES
PEMETAAN KEMAMPUAN PENELITAN PT

No Perguruan Tinggi Bintang Kelompok


KRITERIA
1 ITB 4 Mandiri

2 UGM 4 Mandiri

3 UI 4 Mandiri

4 UNPAD 4 Mandiri

5 IPB 3,5 Mandiri

6 UNS 3,5 Mandiri

7 UNHAS 3,5 Mandiri

8 UNDIP 3,5 Mandiri

9 UB 3,5 Mandiri

10 UNAIR 3,5 Mandiri

11 ITS 3 Mandiri

12 UPN - JATIM 3 Mandiri

13 UM-MALANG 3 Mandiri

14 UNAND 3 Mandiri
4. PENUTUP

30
Inovasi: Dari SDM hingga
Daya Saing
23/2014
12/2012 Daerah Daya Saing
Dikti 20/2008 3/2014 Bangsa
UKM Perindustrian
Jaminan
Perusahaan SIDa Alih teknologi Resiko
Pemula
Tridharma relevansi
publikasi paten
Pilar
SDM

Inovasi
Audit
Teknologi Transparansi
STP

18/2002 Maritim & TIK, Kesehatan


Litbangrap Hankam Pangan & dan Lingkungan
Energi
Diubah dari: http://www.slidehunter.com
PERAN STP DALAM
PROSES INOVASI

Idea Research Laboratory Model Development

Lembaga Litbang/
Perguruan Tinggi

Production Laboratory
Development Development
Prototype Prototype

STP Pengguna
Pemerintah, In-
dustri, Masyarakat
Commercial Production & Alur Invensi menjadi Inovasi
Prototype Commercialization
dan Peran STP
Pengembangan USULAN PROGRAM
ATP FORUM A-B-G-C
Pusat Penguasaan dan
1 Pengembangan Iptek nasional
(center of excellence)

Pusat Pelayanan
2 Pengembangan Produk-Produk
nasional

STP
ATP
Agro
Techno
3 Alih teknologi dan penyediaan
Informasi Iptek
Park
Pengembangan kewirausahaan

4 (enterpreneurship) dan inkubasi


industri baru/UKMK berbasis
teknologi

5 Fasilitas pendidikan dan latihan


untuk SDM industri
KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI
Deputi Bidang Pendayagunaan Iptek
Asdep Iptek Industri Kecil dan Menengah

Pariatmono Sukamdo
pariatmono@ristek.go.id http://www.ristek.go.id