Vous êtes sur la page 1sur 12

Proses Penuaan Jaringan Lunak

Rongga Mulut

Al-afifka Feviansyah
Eka Ratna Sari
Eka Sarofatul Janah
Definisi

Penuaan

suatu proses yang mengubah


seorang dewasa sehat menjadi
seorang yang frail dengan berkurangnya
sebagian besar cadangan sistem
fisiologis dan meningkatnya
kerentanan terhadap berbagai
penyakit dan kematian.
Proses Penuaan Jaringan Lunak
Rongga Mulut
Mukosa Mulut

1. Histologi mukosa rongga mulut


Mukosa rongga mulut dilapisi oleh epitel berlapis gepeng (stratified squamous
epithelium), namun diklasifikasikan kepada 3 kelompok menurut lokasi dan fungsinya :

Mastikatory Mucosa : Mukosa yang terlibat dalam fungsi mastikasi yaitu gingiva dan
palatum durum, dilapisi oleh epitel berkeratinisasi yang menyerupai epitel yang melapisi
kulit pada tubuh.

Lining Mucosa : Mukosa yang memerlukan fleksibilitas untuk membantu proses


pengunyahan, percakapan, maupun penelanan bolus makanan yaitu mukosa pipi, palatum
molle dan dasar mulut, dilapisi oleh epitel yang tidak berkeratinisasi.

Specialized Mucosa : Mukosa yang membalut bagian dorsal lidah yang berikatan
langsung ke otot lidah. Mukosa di lidah dilapisi oleh epitel yang berkeratinisasi
dan tidak berkeratinisasi.
2. Fisiologi mukosa mulut

a. Warna mukosa mulut sangat dipengaruhi oleh ketebalan epitel yang menutupinya
dan vaskularisasi pada lamina propria yang terletak dibawahnya. Mukosa mulut
kelihatan lebih pucat pada daerah-daerah dengan tekstur mukosa yang
berkeratinisasi seperti pada gingiva dan palatum durum.
b. Warna gingival yang normal adalah merah jambu (coral pink) dengan tekstur
permukaan seperti kulit jeruk (stippling) pada gingiva cekat dan tekstur yang licin
pada gingiva bebas. Warnanya dipengaruhi oleh vaskularisasi, ketebalan dan
derajat keratinisasi epitel, dan keberadaan sel-sel yang mengandung pigmen.
c. Biasanya pigmen yang terlibat dalam memberi warna pada mukosa rongga mulut
adalah melanin dan hemoglobin dalam darah. Melanin diproduksi oleh specialized
pigments cells yang dikenal dengan melanocytes, yang terletak di lapisan sel basal
epitel rongga mulut.
d. Vestibulum, pipi, dasar mulut dan bibir bagian dalam memiliki lapisan epitel yang
tipis, dapat digerak-gerakkan dan berwarna merah tua. Oleh karena epitel yang
tipislah menyebabkan kapiler-kapiler yang terdapat dibawahnya dapat terlihat
sehingga warna mukosa bagian-bagian rongga mulut tersebut tampak berwarna
merah tua
3. Perubahan klinis pada rongga mulut akibat proses penuaan

Gambaran klinis yang dapat dilihat adalah mukosa tampak licin mengkilap (tidak
ada stippling pada gingiva), pucat, kering, mudah mengalami iritasi dan
pembengkakan,
mudah terjadi pendarahan bila terkena trauma (lebih parah jika terdapat
kelainan
sistemik) serta elastisitasnya berkurang. Ini karena pertambahan usia
menyebabkan sel
epitel pada mukosa mulut mengalami penipisan, berkurangnya keratinisasi,
berkurangnya
vaskularisasi, serta penebalan serabut kolagen pada lamina propia.
Antara lain perubahan klinis yang dapat terjadi adalah :

a. Jaringan flabby
jaringan flabby merupakan respon dari jaringan ikat yang mengalami
hiperplasia yang awalnya diakibatkan oleh trauma atau luka yang tidak dapat
ditoleransi yang terjadi pada residual ridge. Makin tebal jaringan hiperplastik
yang terbentuk, makin besar pula derajat jaringan flabby. Biasanya terjadi pada
penderita yang lama tidak memakai gigitiruan atau dapat juga terjadi pada
penderita yang menggunakan gigitiruan yang tidak pas

b. kelenjar saliva
Manula mengeluarkan jumlah saliva yang lebih sedikit pada keadaan istirehat,
saat berbicara, maupun saat makan. Keadaan ini disebabkan oleh adanya
perubahan atropi pada kelenjar saliva sesuai dengan pertambahan umur yang
akan menurunkan produksi saliva dan mengubah komposisinya sedikit. Fungsi
utama dari saliva adalah pelumasan, buffer, dan perlindungan untukjaringan
lunak dan keras pada rongga mulut. Jadi, penurunan aliran saliva
akanmempersulit fungsi bicara dan penelanan, serta menaikkan jumlah karies
gigi, dan meningkatkan kerentanan mukosa terhadap trauma mekanis dan
infeksi mikrobial.
c. Lidah dan pengecapan
Bertambahnya usia mempengaruhi kepekaan rasa akibat berkurangnya
jumlah pengecappada lidah. Permukaan lidah ditutupi oleh banyak papilla pengecap
dimana terdapat empat tipe papilla yaitu papilla filiformis, fungiformis, sirkumvalata,
dan foliate.Sebagian papilla pengecap terletak dilidah dan beberapa ditemukan pada
palatum,epiglottis, laring dan faring. Pada manusia terdapat sekitar 10,000 putik
kecap, dan jumlahnya berkurang secara drastis dengan bertambahnya usia. Kesulitan
untuk menelan (Dysphagia) biasanya muncul pada manula. Fungsi penelanan pasti
akan mengalami penurunan pada manula walaupun mempunyai rongga mulut yang
sehat. Perubahan yang terjadi adalah perlambatan dalam mencapai tekananotot dan
pergerakan yang efektif pada lidah, gangguan pada ketepatan waktu kontraksi otot
lidah sehingga menganggu fungsi pencernaan di rongga mulut secara
keseluruhannya.
Akibat gangguan pada sistem pencernaan dan kehilangan sensori pengecapan
sehingga menyebabkan kehilangan selera makan, manula kehilangan berat badan
merupakan keadaan umum yang sering terjadi.
d. Bentuk bibir
Menurut Penna dkk (cit. Al-Drees) menyatakan bahwa terdapat penurunan massa
dari otot bibir yaitu m. Orbicularis oris pada manula dengan menggunakan analisa secara
histomorphometric. Senyuman manula kelihatan lebih lebar secara transversal dan
mengecil secara vertikal. Ini menunjukkan bahwa memang berlaku penurunan massa dari
otot Orbicularis oris pada bibir sehingga kemampuan otot ketika manula senyum semakin
berkurang.

Gambar 2 : Otot-otot mulut


DAFTAR PUSTAKA
Amar, Nazrul. 2011.Analisa Perubahan Perubahan pada Mukosa Rongga
Mulut Akibat Proses Menua pada Manula Perempuan Kelompok
Umur 45 69 tahun di Medan Denai (Skripsi). Medan : USU
Ian E.B ; Angus W. 2005.Perawatan Gigi Terpadu Untuk Lansia. Jakarta : EGC
Kuntari, Dewi. 2002.Kelainan Jaringan Rongga Mulut pada Manula.
Medan:Universitas Sumatera Utara.
George, A., dkk. 2004. Buku Ajar Prostodonti Untuk Pasien Tak Bergigi
Menurut Boucher Edisi 10.Jakarta : EGC.
Greenberg, M.S ; A. Garfunkel. 2003.Burkets Oral Medicine 10th
edition.Philadelphia : J.B. Lippincott Company.
TERIMAKASIH