Vous êtes sur la page 1sur 17

Attention Deficit Hyperactivity Disorder

Yulia Saraswati, Psikolog.

Gangguan Perkembangan Anak


Masa kanak-kanak adalah masa proses pertumbuhan dan
perkembangan, setiap orang tua mengharapkan anaknya dapat melalui
proses tersebut secara optimal.
Namun, tidak semua anak terlahir secara normal, beberapa dari anak-
anak mengalami gangguan perkembangan dan salah satu di antaranya
adalah gangguan perkembangan yang disebut dengan:
ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) atau
GPPH (Gangguan Pemusatan Perhatian/ Hiperaktivitas).
Survei populasi menunjukkan gangguan
ADHD terjadi pada 5% anak di seluruh
dunia, budaya dan di semua tingkat
sosial ekonomi selain itu ditemui bahwa
anak laki-laki dua kali lebih banyak
menderita ADHD dibandingkan dengan
anak perempuan (American Psychiatric
Association, 2013).

Secara khusus di Indonesia, survei yang


dilakukan oleh Saputro (dalam Kompas,
September 2016) menyatakan 4%-12%
anak usia sekolah mengalami ADHD
dengan perbandingan laki-laki :
perempuan = 4 : 1 sampai 9 : 1.
ADHD adalah gangguan perkembangan dengan simptom perilaku dan
kognitif khusus yang ditandai dengan adanya keterlambatan
perkembangan dan defisit perkembangan pada area inatensi,
impulsivitas dan hiperaktivitas yang menganggu aktivitas keseharian.
Gangguan ini akan menetap sampai awal masa remaja dan berlanjut
pada usia dewasa. Menurut APA (2013), pada usia dini (preschool),
hiperaktivitas adalah manifestasi utama dari gejala ADHD namun
inatensi atau perilaku tidak memperhatikan akan semakin menonjol
dan sangat terlihat ketika anak masuk pada usia sekolah dasar.
Inatensi yaitu ketidakmampuan dalam memperhatikan pada
anak ADHD, ditunjukkan dengan perilaku seperti keteledoran,
lupa terhadap aktivitas harian, dan masalah perhatian yang
lain seperti rentang atensi yang pendek.
Beberapa ciri umum perilaku inatensi anak ADHD yaitu,
kehilangan benda-benda mereka, mudah mengalihkan
perhatian, tidak dapat mengikuti instruksi yang diberikan, dan
memiliki kesulitan untuk tetap fokus pada tugas yang
diberikan.
Hiperaktivitas dicirikan dengan
kegelisahan, rasa tidak pernah lelah,
bergerak yang tidak perlu (berlari,
memanjat), kesulitan untuk bermain
dengan tenang, dan berbicara berlebihan.

Impulsivitas terlihat pada individu yang


memunculkan jawaban dengan segera,
tidak dapat menunggu giliran mereka,
dan menginterupsi atau memaksa kepada
orang lain
ADHD adalah gangguan neurobiologis
kompleks, memiliki beberapa struktur dalam
otak yang lebih kecil dan neurotransmitter
(pembawa pesan kimiawi di dalam otak)
tidak bekerja dengan baik sehingga
memunculkan kesulitan yang signifikan
dalam hal konsentrasi, hiperaktivitas dan
kendali impuls yang dapat menyebabkan
prestasi rendah dalam pendidikan.
Namun tidak semua anak yang
memiliki atensi yang pendek dan
hiperaktivitas memiliki gangguan
ADHD.
Guna menegakkan diagnosa perlu
pemeriksaan lebih lanjut terhadap
anak baik secara fisik maupun
psikologis oleh para ahli seperti
dokter spesialis anak, psikolog atau
ahli psikiatri.
Pada proses pemeriksaan para ahli memerlukan kerjasama dari
orang tua dan guru untuk memberikan keterangan mengenai
perilaku anak baik di rumah, di sekolah maupun tempat umum
lainnya karena gejala atau ciri yang nampak dari anak ADHD
membutuhkan minimal dua setting tempat dan situasi yang
berbeda.
Anak dengan ADHD yang bersekolah
biasanya mengalami permasalahan
dalam bidang akademik. Kesulitan
dalam bidang akademik meliputi
masalah dalam tugas membaca,
kesulitan menyelesaikan pekerjaan
rumah (PR), dan memiliki prestasi yang
rendah.
Selain itu kesulitan lain akan dihadapi
anak ADHD pada jenjang yang lebih
tinggi (kelas 4 SD) ketika tuntutan kelas
dan tugas akademik meningkat dengan
lebih kompleks yang membutuhkan
waktu pengerjaan yang lebih lama dan
dibutuhkan kemampuan individual
untuk menyelesaikannya.
Semakin meningkatnya
tuntutan akademik dan sosial
di lingkungan sekolah, anak
ADHD akan memiliki masalah
dengan kontrol perilaku, selain
itu beberapa anak ADHD
mengalami kesulitan dalam hal
disiplin, mudah frustrasi dan
mempunyai masalah dalam
hubungan pertemanan
Melihat kondisi tersebut maka
diperlukan penanganan yang segera
untuk anak ADHD.
Bila gangguan tersebut tidak ditangani
sejak dini maka akan beresiko
mengalami hambatan kemampuan
belajar, menurunnya tingkat
kepercayaan diri, dan tentunya akan
mempengaruhi keoptimalan tumbuh
kembang anak serta mengalami
masalah-masalah lain yang
mempunyai efek berkepanjangan.
Anak ADHD sangat memerlukan
pendampingan khusus dari orang tua,
guru dan tenaga ahli yang terkait
dengan anak.
Meskipun ADHD tidak dapat
disembuhkan secara total namun
melalui penanganan yang tepat
akan dapat mengurangi symptom
ADHD dan dapat membantu
individu untuk dapat berfungsi
lebih baik dalam kehidupan
kesehariannya baik di rumah, di
sekolah ataupun di tempat lain.
Penanganan Utama (Primary Treatment)
Stimulant medication (obat-obatan medis)
Penanganan langsung pada individu dengan ADHD dengan menggunakan
obat-obatan dari dokter atau psikiater.
Fokus penanganan pada: mengatur simptom ADHD di rumah dan
sekolah.
Parent management training
Adalah pelatihan yang diadakan untuk orang tua yang memiliki anak
ADHD supaya nantinya dapat diterapkan kepada anaknya di lingkungan
rumah.
Tujuan: mengatur perilaku anak yang menganggu di rumah, mengurangi
konflik antara ortu anak, menguatkan perilaku kontrol diri dan prososial.
Educational intervention
Fokus penanganan pada : mengatur perilaku anak yang menganggu di kelas,
memperbaiki prestasi akademik, menguatkan perilaku kontrol diri dan
prososial.
Penanganan Intensif (intensive treatment)
Fokus penanganan pada: meningkatkan perilaku adaptif
di rumah dan sekolah dengan mengabungkan
penanganan utama dan penanganan tambahan dalam
intensive treatment.
Penanganan Tambahan (additional
treatment)
Konseling keluarga
Penanganan coping stress untuk individual dan
keluarga dalam kaitannya dengan ADHD,
termasuk gangguan mood dan masalah keluarga.
Support Group
Grup yang terdiri dari orang tua yang memiliki
anak ADHD, dalam grup ini mereka dapat saling
berbagi informasi dan pengalaman, menyediakan
dukungan emosional satu dengan yang lainnya.
Konseling pribadi
Menyediakan hubungan yang suportif supaya
anak dapat mendiskusikan masalah pribadinya
dan perasaannya.
TERIMA KASIH

Informasi Lebih Lanjut:


Klinik Psikologi RS Advent Bandung
Jl. Cihampelas 161 Bandung, 40131
022 2038006 ext. 7139
www.rsadventbandung.com