Vous êtes sur la page 1sur 12

Abses Mammae Sinistra

Indra Fransis Liong


102013166
A7
Anatomi
Anamnesis
Keluhan Utama
RPS
RPD
RPK
Riwayat pengobatan
Riwayat sosial

Didapatkan :
- Membengkak disertai demam sejak 1 minggu yang lalu
- Sedang menyusui
Pemeriksaan Fisik dan Penunjang
Pemeriksaan Fisik
Inspeksi : payudara kiri terdapat benjolan pada kuadran lateran
bawah dan terlihat hiperemis
Palpasi : ukuran 4x3 cm, hangat, fluktuasi, dan nyeri tekan (+)

Pemeriksaan Penunjang
Darah lengkap
USG
Mammografi
Kultur Darah
Working Diagnosis :
Abses Mammae Sinistra
Differential Diagnosis :
Mastitis

Abses Mammae Mastitis


Etiologi S. aureus S. aureus

Epidemiologi 1-3 bulan post partum Kelanjutan dari mastitis

Demam + +
Pus + -
Benjolan - +
Batas Tidak tegas Tegas
Nyeri + +
Fluktuasi + -
Reaksi radang + +
Patofisiologi
Produksi ASI yang tidak dikeluarkan (obstruksi
duktus, frekuensi dan lamanya pemberian yang kurang,
hisapan bayi yang tidak kuat, produksi ASI berlebih,
sakit pada waktu menyusui) merupakan media yang
baik untuk tumbuhnya bakteri.
Luka atau lesi pada puting sebabkan terjadinya
peradangan sehingga organisme masuk (organisme ini
biasanya dari mulut bayi) akibatnya terjadi
penyumbatan duktus dan terbentuk abses.
Gejala Klinis
Eritema lokal, edema, nyeri, fluktuatif
Lokasi tersering: areola & periareola
Demam atau limfadenopati aksila
Discharge dari puting
Penatalaksanaan
Farmakoterapi
Insisi
Penisilin dosis tinggi, 500 mg setiap 6 jam selama 10 hari.
Parasetamol 500

Non-farmakoterapi
Pengompresan hangat pada payudara selama 15 20 menit, 4 kali/hari
sebelum menyusui untuk mengurangi bengkak dan nyeri.
Sebaiknya dilakukan pemijatan dan pemompaan air susu pada payudara
yang terkena.
Anjurkan untuk mengkonsumsi makanan-makanan yang bergizi dan
istirahat yang cukup
Komplikasi
Abses menyebar ke daerah sekitar
Pembentukan jaringan parut pada jaringan
payudara
Kesulitan dalam pemberian ASI
Insisi Fistula
Biopsi mastitis periductal
Pencegahan
Puting susu dan payudara harus dibersihkan sebelum
dan setelah menyusui.
Setelah menyusui, puting susu dapat diberikan salep
lanolin atau vitamin A dan D.
Hindari pakaian yang menyebabkan iritasi pada
payudara.
Menyusui secara bergantian payudara kiri dan kanan.
Untuk mencegah pembengkakan dan penyumbatan
saluran, kosongkan payudara dengan cara
memompanya.
Gunakan teknik menyusui yang baik dan benar
Prognosis
Pasien yang memperoleh perawatan biasanya
memperoleh hasil yang baik. Namun pada abses
mammae, kekambuhan sering ditemukan.
Kesimpulan
Hipotesis diterima. Wanita berusia 28 tahun
tersebut menderita abses mammae. Diagnosis
ditentukan dengan dilihat dari gejala klinis pasien
dimana terdapat peradangan pada payudara.
Abses mammae merupakan mastitis yang tidak
mendapat penanganan yang baik sehingga terjadi
abses. Oleh karena itu perlu dilakukan penanganan
yang baik untuk mencegah komplikasi buruk
terjadinya abses pada payudara. Dengan
pengobatan yang baik, prognosisnya juga akan
baik.