Vous êtes sur la page 1sur 23

Created by :

Fadilatul Halimah
J510165049
Pityriasis Alba merupakan kasus yang
sering terjadi di daerah tropis karena
merupakan kasus yang kronis, sering
kambuh dan dikenal sebagabai lesi
hipopigmentasi pada populasi anak
dengan kulit gelap. Untuk saat ini masih
belum ditemukan treatmen yang dapat
diterima secara luas.
Untuk menilai efektivitas 0.0003%
calcitrol dan 0.1% salep tacrolimus
dibandingkan dengan plasebo pada
endemik Pityriasis Alba (PA).
28 anak usia 3-17 tahun dengan
56 lesi yang sama dan phototype
IV-V
secara acak mendapatkan
pengobatan terhadap target (lesi)
di bagian wajah
perubahan dievaluasi pada awal
dan 8 minggu kemudian.
Tacrolimus dan salep calcitrol
lebih menginduksi 68%
dibandingkan dengan placebo
dengan presentasi 44%.
TEWL (TransEpidermal Water Loss)
meningkat pada lesi PA
Pytiriasis alba adalah inflamasi
jinak pada kulit mempengaruhi
sekitar 5% pada anak, sering
terjadi di daerah tropis dan
sebagian besar dialami oleh orang
berkulit gelap.
Terdapat 2 tipe Pityriasi Alba :
1. Endemic, mempengaruhi bayi
dan anak dari keadaan sosial
ekonomi rendah pada negara
berkembang
2. Dermatitis atopik terkait PA yang
disebakan hipopigmentasi post
inflamasi
Hipopigmentosus
Plak irreguler
Tidak berbatas tegas
Bersisik halus
Predileksi : wajah, tungkai, thorax.
Infeksi
Kekurangan gizi

FAKTOR RESIKO
Sering terpapar sinar matahari
Xerosis
Handbody/moisturizer topikal
Kortikosteroid
Sunscreen
Antiseptics
Calcitrol (1,25 dihidroksivitamin D3)
adalah turunan hormon aktif endogen,
merupakan derivat dari vitamin D.
Reseptor untuk calsitrol memodulasi
perubahan pada keratinosit dan inflamasi.
Hal tersebut dapat mengaktifkan menaosit
dan mensintesis melanin agar memiliki
sifat immunomodulasi.

Tacrolimus....
Desain studi
Selama 8 minggu, dilakukan secara acak
(random), di Departement Dermatologi
Rumah Sakit Pusat St. Louis Potosi Mexico.
Pasien
Kriteria inklusi
- Jenis kelamin : perempuan dan laki-laki
- Usia : 2-18 tahun
- Lesi simetris (2-6cm)
Kriteria eksklusi
- Dermatosis lain (dermatitis atopik)
- Penggunaan obat sistemik dan topikal 6
minggu sebelum penelitian.
Calcitrol 0.0003%
Tacrolimus 0.1%
Plasebo
Dievaluasi pada minggu ke 2,4,6 dan 8.
Foto digital (frontal kiri & kanan) untuk
mengukur target sasaran.
Lesi diberi skror 0% pada awal penelitian, dan
presentasi kedua dilakukan pada akhir
penelitian.
Penilaian dinilai menurut Physician Global
Assasment dengan nilai :
- 0-25% (sangat rendah)
- 26-50% (rendah)
- 51-75% (baik)
- >75% (sangat baik)
Penelitian melibatkan 28 anak yang
terkena Pityriasis Alba
19 lesi menggunakan kelompo Calcitrol,
18 lesi menggunakan Tacrolimus dan 19
lesi menggunakan placebo
Rata-rata usia adalah 9 tahun (kisaran 3-
17 tahun)
Pada akhir studi, lesi PA berkurang pada
penggunaan calcitrol dan kelompok
tacrolimus dibandingkan dengan kontrol
placebo
Gambar 1. PA diobati dengan 0.0003% calcitrol pada
gadis usia 10 tahun. Melihat onset (kiri) dan 8
minggu kemudian (kanan).
Gambar 2. PA lesi diobati dengan 0.1% tacrolimus salep
pada anak laki-laki usia 7 tahun.
Perubahan di daerah pigmentasi (%), nilai olorimetri (L*.a*) dan TEWL pada
target lesi PA
Hubungan dan regresi garis antara repigmentasi dari daerah yang
terkena lesi PA, diwakili oleh perubahan luminositas (L*A) dan
perubahan TEWL. (p<0,001).