Vous êtes sur la page 1sur 23

Journal Reading

Herpes Zoster

Pembimbing :
dr. Sunaryo, Sp. KK

Dipresentasikan Oleh :

Manal Ali Sungkar, S.Ked

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KULIT DAN KELAMIN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2016
SUMBER
The New England Journal of Medicine

JUDUL
Herpes Zoster

PENULIS
Jeffrey I. Cohen, M.D.
Masalah Klinis

Herpes Zoster

Herpes Zoster disebabkan oleh reaktifasi VZV


laten pada nervus cranialis atau pada bagian
dorsal ganglia, dimana penyebaran virus sesuai
dengan saraf sensoris berdaasarkan dermatom.
Faktor Resiko

-Umur yang meningkat


- wanita > pria
-Whites > blacks
-Riwayat keluarga
-Immunocompromise
Neuralgia Postherpetic
Nyeri yang menetap selama 90 hari
setelah onset ruam
Rasa sakit berbulan-bulan / bertahun-
tahun
10% - 50 % pasien herpes zoster
Neuralgia Postherpetic
Resiko meningkat apabila :
Umur 50 tahun

Nyeri yang berat saat herpes zoster

Ruam yang berat

Lesi yang lebar / banyak


Komplikasi
Bells Palsy
Sindrom Ramsay Hunt
Mielitis Transversa
Serangan Iskemik Transient
Stroke
Opthalmica
Gejala
Ruam ( dermatom dan tidak menyebrangi garis tengah)

Paling sering pada thoraks, trigeminal, lumbar, cervical

Makula , papula, berkembang menjadi vesikel , pustula

Lesi muncul setelah 3-5 hari

Ruam mengering dengan pengerasan kulit 7-10 hari


Diagnosis
Dapat didiagnosis secara klinis

Uji Imunofluoresensi ( antigen VZV )

PCR ( DNA VZV )

Dalam sebuah studi sensitivitas dan spesifisitas PCR >


Uji Imunofluoresensi

Uji khusus untuk VZV dan herpes simpleks virus


Terapi
Terapi
Antiviral
Acyclovir, Famciclovir, Valacyclovir

Glukokortikoid
pengurangan nyeri akut, perbaikan aktifitas sehari-hari,
percepatan tingkat penyembuhan, dan dalam salah
satu penelitian menunjukkan durasi waktu yang lebih
sedikit untuk tingkat penyembuhan total.
Nyeri akut akibat Herpes Zoster
Obat anti inflamasi non steroid atau
acetaminophen untuk sakit ringan
Opioid untuk nyeri yang lebih parah
Opioids lebih efektif dibandingkan pemberian
gabapentin untuk nyeri akibat herpes zoster
Gabapentin dapat mengurangi nyeri akibat
herpes zoster
Penyakit Mata akibat Herpes Zoster
Distribusi pada nervus trigeminal ( lesi pada kening
dan kelopak mata )

Terapi : selain antivirus, obat tetes mata mydriatic;


glukokortikoid; obat untuk mengurangi intraokular
tekanan; dan terapi antiviral intravitreal
Neuralgia Postherpetic
Terapi :

- Lidokain topikal

- Agen antikonvulsan ( gabapentin , pregabalin)

- Opioid

- Antidepresan trisiklik (nortriptilin)

- Terapi kombinasi ( gabapentin dan nortriptylin )


Pencegahan Herpes Zoster
Vaksin herpes zoster pada orang usia 50 tahun atau lebih tua
Dengan pemberian vaksin akan mencegah herpes zoster

70 % pada usia 50 sampai 59 tahun,

64 % bagi orang-orang 60 sampai 69 tahun,

dan 38 % untuk orang berusia 70 tahun atau lebih tua.


efikasi vaksin dalam mencegah postherpetic neuralgia
66 % untuk orang-orang 60 sampai 69 tahun
67 % untuk orang 70 tahun atau older.
Pengendalian infeksi
pasien dengan herpes zoster dapat menularkan VZV
untuk orang yang rentan

Untuk nonimmunocompromised orang dengan herpes


zoster dermatomal, kontak tindakan pencegahan harus
digunakan, dan lesi harus ditutupi jika
memungkinkan.

immunocompromised dengan herpes zoster, udara dan


tindakan pencegahan kontak diperlukan sampai semua
lesi telah berkulit.
Area Ketidakpastian
Peningkatan terapi diperlukan untuk rasa sakit yang
terkait dengan herpes zoster dan postherpetic neuralgia
dan untuk mencegah perkembangan postherpetic
neuralgia.

Menentukan pasien apakah berada pada risiko


tertinggi untuk postherpetic neuralgia sehingga
diberikan terapi lebih agresif .
Kesimpulan

Herpes zoster ringan yang sering terjadi pada orang


muda yang sehat, orang tua mengalami peningkatan
resiko untuk sakit dan komplikasinya, seperti neuralgia
postherpetic, penyakit mata, neuropati motorik, dan
penyakit CNS.
Pada sebagian besar kasus dapat didiagnosis secara
klinis, terapi dengan antivirus bagi pasien yang
memiliki komplikasi herpes zoster dan untuk
meningkatkan risiko komplikasi. Yang diberikan
umumnya 72 jam setelah timbul ruam.