Vous êtes sur la page 1sur 15

AIDS (Acquired Immuno Defeciency

Syndrome )
KELOMPOK 7
1. ANISAH ROBIYATUN
2. ERNIAWATI
3. NADIA NURLATIFA
4. SITI MARWAH
A. Definisi

AIDS merupakan singkatan dari Acquired


Immuno Defeciency Syndrome yang berarti
kumpulan gejala akibat kekurangan atau
kelemahan system kekebalan tubuh yang
disebabkan oleh virus yang disebut HIV

(Gallant. J 2010 ).
Patofisiologis
Acquired immune deficiency syndrome (AIDS)
disebabkan oleh human immunodeficiency virus atau
HIV. Infeksi menyebabkan progresif pemusnahan
sistem diperantarai sel imun (CMI), terutama dengan
menghilangkan CD4 + penolong limfosit.

Limfosit CD4+ merupakan target utama infeksi


HIV karena virus mempunyai afinitas terhadap
molekul permuklaan CD4. Limfosit CD4+ berfungsi
mengoorrdinasikan sejumlah fungsi imunologis yang
penting. Hilangnya fungsi tersebut menyebabkan
gangguan respon imun yang progresif.
Patologi AIDS
Infeksi HIV melewati serangkaian langkah atau peringkat
sebelum berubah menjadi AIDS. Tahap ini infeksi seperti
diuraikan pada tahun 1993 oleh Centers for Disease
Control dan pencegahan adalah:
1. Sero konversi penyakit -hal ini terjadi dalam 1 sampai
6 minggu setelah mengakuisisi infeksi. Perasaan ini
mirip dengan serangan flu.
2. Asimtomatik infeksi -setelah sero konversi, virus
tingkat rendah dan replikasi terus perlahan-lahan.
CD4 dan CD8 limfosit tingkat normal. Tahap ini telah
tidak ada gejala dan mungkin bertahan selama
bertahun-tahun bersama-sama.
3. Persisten memperumum Limfadenopati (PGL) –
kelenjar getah bening di pasien bengkak selama tiga
bulan atau lebih dan bukan karena lainnya
menyebabkan.
4. Gejala infeksi -tahap ini memanifestasikan dengan
gejala. Selain itu, mungkin ada infeksi oportunistik.
Koleksi ini gejala dan tanda-tanda dirujuk sebagai
AIDS - related kompleks (ARC) dan dianggap
sebagai prodrome atau prekursor AIDS.
5. AIDS -tahap ini dicirikan oleh immunodeficiency
parah. Ada tanda-tanda mengancam kehidupan
infeksi dan tumor tidak biasa. Tahap ini dicirikan
oleh jumlah sel T CD4 di bawah 200 sel/mm3.
6. Ada sekelompok kecil pasien yang mengembangkan
AIDS sangat lambat, atau tidak sama sekali. Pasien
ini disebut nonprogressors.
C. Etiologi

Disebabkan oleh retrovirus RNA terutama HIV-1


tetapi juga bisa HIV-2 yang dominan kejadiannya
di Afrika Barat.
D. Gejala AIDS
1. Window period
Setelah infeksi awal oleh HIV, pasoen
mungkin tetap seronegatif selama beberapa
bulan. Namun bersifat menular selama periode
ini dan dapat memindahkan virus ke oranag lain.
Fase ini disebut “window period”. Manifestasi
klinis pada orang yang terinfeksi dapat timbul
sedini 1-4 minggu setelah terpapar.
2. Fase infeksi akut
Terjadi pada tahap seroknvesi dari status anti
body negatif menjadi positif. Gejala mungkin
berupa malise, demam, diare, limpdenopati, dan
ruam makulopapular.
3. Fase asimtomatik
Pada fase ini kadar limposit CD4+ meurun
secara beratahap seiring degngan waktu.
4. Fase simtomatik
Fase simtomatik lanju ditandai dengan
imunodefisiensi yang parah disertai penyulit-
penyulit infeksi oportunistik, berkebangnya infeksi
HIV ke susunan saraf pusat dan timbulnya
penyakit neoplastik.
E. Cara Penularan AIDS
AIDS dikelompokkan dalam Penyakit
Menular Seksual (PMS) karena paling banyak
ditularkan melalui hubungan seksual (90%).
Cairan tubuh yang paling banyak
mengandung HIV adalam semen (air mani) dan
cairan vagina/serviks serta darah, cairan mani
yang keluar melalui penis pada laki-laki dan
vagina pada perempuan sebagai perantara yang
paling tinggi menularkan penyakit HIV.
Penularan utama HIV adalah melalui 3 jalur yang melibatkan
cairan tubuh :

1. Transseksual atau jalur hubungan seksual (Homoseksual/


heteroseksual).
2. Transhorisontal atau jalur pemindahan darah atau produk
darah seperti : transfusi darah, melalui alat suntik, alat
tusuk tato, tindik, alat bedah, dokter gigi, alat cukur dan
melukai luka halus di kulit, jalur transplantasi alat tubuh.
3. Transvertikal atau jalur transplasental : janin dalam
kandungan ibu hamil denga HIV positif akan tertular
(Infeksi transplasental) dan infeksi perinatal melalui ASI
atau virus HIV dapat ditemukan dalam air liur, air mata
tetapi penularan melalui bahan ini belum terbukti
kebenarannya karena jumlah HIV-nya sangat sedikit.
F. Cara Pencegahan
a. Prinsip ABCDE yaitu :
A = Abstinence
Puasa Sesk, terutama bagi yang belum menikah
B = Be faithful
Setia hanya pada satu pasangan atau menghindari berganti-
ganti pasangan
C = use Condom
Gunakan kondom selalu bila sudah tidak mampu menahan
seks
D = Drugs No
Jangan gunakan narkoba
E = sterilization of Equipment
Selalu gunakan alat suntik steril
b. Voluntary Conseling Testing (VCT)
VCT merupakan satu pembinaan dua arah
atau dialog yang berlangsung tak terputus antara
konselor dan kliennya dengan tujuan untuk
mencegah penularan HIV, memberikan
dukungan moral, informasi serta dukungan
lainnya kepada ODHA, keluarga dan
lingkungannya.
C. Universal Precautions (UPI)
Universal precautions adalah tindakan
pengendalian infeksi yang dilakukan oleh
seluruh tenaga kesehatan untuk mengurangi
resiko penyebaran infeksi serta mencegah
penularan HIV/AIDS bagi petugas kesehatan dan
pasien.
G. Pengobatan Pada Penyakit AIDS
Sampai saat ini, belum ada obat yang bisa
menyembuhkan AIDS. Obat yang ada hanya
memperpanjang hidup penderita. Obat
Antiretroviral (ARV) seperti Zidovudin (ZDV),
Didanosin (DDI) dan Stavudin, bukan
pengobatan yang menyembuhkan namun
semuanya bekerja menghambat enzimprotease
terbaru seperti ritonavir, saquinavir, dan
indivinir yang mencegah virus membuat partikel
baru.
Lanjutan…
Yang terbaru adalah Obat Eufufirit yang
berfungsi sebagai penghambat peleburan HIV
yang menghalangi virus ini melekat pada sel T.
bila dikombinasikan dengan obat-obatan yang
lain dapat mengurangi muatan viral hampir
sampai 0. Semua obat yang dipakai dalam
pengobatan AIDS memiliki efek samping yang
hanya diketahui melalui tes laboratorium
termasuk fungsi hati dan anemia (kurang darah
merah).