Vous êtes sur la page 1sur 16

Analisis hidraulika bertujuan memutuskan ukuran akhir

berdasarkan efisiensi hidraulika dan mendapatkan


ukuran penampang terbaik, praktis, dan ekonomis.
Aliran air dalam suatu saluran dapat berupa aliran saluran terbuka
(open channel flow) maupun saluran trtutup (pipe flow).

Open channel flow Permukaan air bebas (free surface)


/Aliran bebas yang dipengaruhi oleh tekanan
udara luar secara langsung, yaitu
tekanan armosfir
Pipe flow/ Tidak ada Permukaan air bebas (free
Aliran Tertekan surface) / seluruh saluran terisi air,
tidak dipengaruhi oleh tekanan
udara luar, hanya dipengaruhi oleh
tekanan hidrolik yang ada dalam
aliran saja

Dalam saluran tertutup kemungkinan dapat terjadi aliran bebas


maupun aliran tertekan
Perbandingan antara aliran pipa dengan aliran saluran terbuka
Klasifikasi Aliran

Klasifikasi Aliran
a. Aliran Permanen dan Tidak permanen ( fungsi waktu)
Aliran permanen = Jika kec. Aliran pada suatu titik tidak berubah terhadap waktu
Aliran tidak permanen = Jika kec. Aliarn pada suatu lokasi tertentu berubah
terhadap waktu
b. Aliran Seragam dan Berubah ( fungsi ruang)
Aliran Seragam (uniform flow)= Jika kec. Aliran pada suatu waktu tertentu tidak
berubah sepanjang salan yang di tinjau
Aliran Berubah ( nonuniform flow) = jika kec. Aliran pada saat tertentu berubah
terhadap jarak
c. Aliran Laminer dan Turbulen
Aliran Laminer = Jika partikel zat cair yang bergerak mengikuti alur tertentu dan
aliran tampak seperti gerakan serat – serat atau lapisan – lapisan tipis yang paralel.
Aliran Turbulen = Jika partikel zat cair bergerak mengikuti alur yang tidak
beraturan
Sifat – Sifat Aliran
a. Aliran Laminer
Aliran laminer apabila gaya kekentalan ( viscosity) relatif sangat
besar dibandingkan dengan gaya inersia. Aliran bergerak mengikuti
alur tertentu dan tampak seperti serat-serat atau lapisan-lapisan tipis
yang pararel
b. Aliran Turbulen
Aliran turbelen apabila gaya kekentalan ( viscosity) relatif lemag
dibandingkan dengan gaya inersia. Aliran bergerak mengikuti alur
tidak beraturan
A. Rumus Chezy, 1769
V = (g/k RS0 ) ½
V = C (RS0 ) ½
Dimana :
g=gravitasi
k = konstanta
R = jari – jari hidraulik (A/P)
So = Kemiringan dasar saluran
C = Koefisien chezy
V = kec. Rata - rata