Vous êtes sur la page 1sur 18

Rani Oktafiani

Setiawan
Gula adalah sesuatu yang sulit dipisahkan dari kehidupan kita sehari-
hari. Anda mungkin sudah tahu bahwa kita harus sebisa mungkin
mengurangi konsumsi gula, namun perhatikan juga jenis gula yang Anda
konsumsi. Beberapa gula, terutama jenis gula rafinasi, dapat
menyebabkan kenaikan gula darah dalam waktu yang cepat. Hal ini
meningkatkan risiko diabetes dan masalah penyakit kronis lainnya.
Sebenarnya apa itu
gula rafinasi?
Gula rafinasi adalah gula yang memiliki warna lebih putih dengan tingkat
kemurnian yang lebih tinggi. Sejumlah besar makanan yang Anda makan
sebenarnya mengandung gula yang memiliki tingkat kemurnian tinggi ini.
Gula jenis ini dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan seperti
lemak dan kolesterol.
Apa bedanya gula putih dengan gula rafinasi?

Gula mentah sebagai hasil olahan pertama adalah sukrosa yang disintesis
dari tebu dan belum dapat dikonsumsi secara langsung. Setelah diolah lagi,
gula mentah akan menjadi gula rafinasi.
Pada pemrosesan untuk menjadi gula ini, kandungan molases atau cairan
kental yang mengandung gula telah dihilangkan. Pembuatan gula rafinasi
dimulai dari kristal gula mentah yang direndam, untuk dilembutkan di dalam
sirop terkonsentrasi. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan lapisan cokelat
pada kristal tanpa membuatnya larut.
Kristal yang telah bersih, kemudian dicampurkan ke dalam cairan yang
kemudian disaring dari kotoran-kotoran yang tertinggal. Cairan larutan gula ini
kemudian direbus dan didinginkan hingga terbentuk kristal gula putih.
Gula ini banyak digunakan di dalam berbagai industri karena lebih murni dan
berpenampilan lebih bersih dibandingkan gula mentah.
Kenapa gula rafinasi berbahaya?

Jika Anda mengonsumsi gula ini, tubuh Anda akan membutuhkan vitamin B
kompleks, kalsium, dan magnesium untuk mencerna gula ini, karena tingkat
kemurniannya yang sangat tinggi.
Hal ini menyebabkan secara mendadak tubuh Anda ‘mencuri’ ketersediaan
vitamin B kompleks dari sistem saraf, mengambil kalsium dan magnesium dari
tulang dan gigi yang dapat menyebabkan osteoporosis atau masalah kesehatan
lainnya.
Anda akan mengalami pengeroposan tulang jika Anda mengonsumsi gula rafinasi
secara terus menerus.
Bahaya lainnya adalah meningkatnya risiko diabetes yang sangat tinggi karena
gula ini mudah sekali terpecah menjadi glukosa dan menyebabkan
terjadinya hiperglikemia (suatu keadaan gula terlalu tinggi dalam darah) atau juga
Anda akan mengalami hipoglikemia (suatu keadaan rendahnya gula darah),
karena tubuh melepas insulin secara berlebihan.
Gula rafinasi yang dapat mengambil vitamin B komplek dari syaraf disinyalir
sebagai penyebab depresi dan penyimpangan perilaku. Meskipun belum ada
penelitian lebih lanjut mengenai hal ini.
Gula rafinasi dilarang pemerintah

Berdasarkan SK Menperindag NO 527/MPT/KET/9/2004, gula rafinasi hanya


diperuntukkan untuk industri dan tidak diperuntukkan bagi konsumsi langsung
karena harus melalui proses terlebih dahulu.
Gula ini mengandung banyak bahan fermentasi sehingga menyebabkan masalah
kesehatan. Gula rafinasi yang dikonsumsi langsung mengakibatkan penuaan pada
kulit melalui proses alami glikasi.
Proses glikasi merupakan saat molekul gula diserap ke dalam aliran darah selama
proses pencernaan dan menutup molekul protein pada kulit. Semakin banyak
proses glikasi yang dialami, maka kulit semakin gelap dan kusam serta
mempengaruhi molekul protein yang menghasilkan kolagen dan elastin.
Manfaat GKP di kehidupan sehari-hari
Menu

Terima Kasih Start