Vous êtes sur la page 1sur 10

PRAKTIKUM TRANSPORTASI FLUIDA

PENERAAN ALAT UKUR

Dosen Pembimbing :
Mujtahid Kaavessina, S.T., M.T. Ph.D.
NIP 19790924 200312 1 002

KELOMPOK A1 & A10 :


1. Fadhil Fahmi (I8316020)
2. Fenny Tri Ariyani (I8316021)
3. Andika Prastyo (I8316001)
4. Galuh Sandra Devi (I8316026)

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2017
TUJUAN

• Menggunakan dan menera venturimeter dan rotameter


CARA KERJA DAN GAMBAR ALAT

• Rotameter • Venturimeter
DATA PERCOBAAN
1. Menera Venturimeter (fluida gas) 2. Menera Rotameter (fluida cair)

H Volume T Q
Kondis H1 H2 ∆H Volume T Q Kondisi
(cm) (mL) (sekon) (mL/s)
i (cm) (cm) (cm) (mL) (sekon) (mL/s)
8 470 5,52 85,14
12 7 5 500 13,80 36,23 1 8 480 5,00 96,00
1 8 490 4,91 99,80
12 7 5 400 11,52 34,72
Rata-rata 93,65
Rata-rata 35,48
10 465 3,93 118,32
14 5 9 300 5,83 51,46
2 2 10 475 4,00 118,75
14 5 9 300 5,96 50,34
10 455 3,86 117,88
Rata-rata 50,90
Rata-rata 118,32
16 4 12 400 6,02 66,45
3 12 495 3,68 134,51
16 4 12 400 5,90 67,80 3 12 455 3,48 130,75
Rata-rata 67,13 12 445 3,29 135,26
Rata-rata 133,51
ANALOGI PERHITUNGAN
1. Venturimeter 2. Rotameter
Tabel I.3 Analisa Perhitungan Venturimeter Tabel I.5 Analisa Perhitungan Rotameter
No x y xy x2 No x y xy x2

1 5 35,48 177,40 25 1 8 93,65 749,2 64

2 9 50,90 458,10 81 2 10 118,32 1183,2 100

3 12 67,13 805,56 144 3 12 133,51 1602,12 144


∑ 26 153,51 1441,06 250 ∑ 30 345,48 3534,52 308

Persamaan : 𝑦 = ∆𝑥 Maka diperoleh : Σ𝑥𝑦 = 𝑎Σ𝑥 2 Maka diperoleh : Σ𝑥𝑦 = 𝑎Σ𝑥 2


Σ𝑥𝑦 Σ𝑥𝑦
𝑦 = 𝑎Σ𝑥 2 𝑎 = 𝑎 =
Σ𝑥 2 Σ𝑥 2
Σ𝑥𝑦 1441,06 3534,52
𝑎 = 𝑎 = 𝑎 =
Σ𝑥 2 250 308
Dimana : y = debit air (Q) 𝑎 = 5,76 𝑎 = 11,48
x = ketinggian (H) Jadi persamaan 𝑦 = 𝑎𝑥 Jadi persamaan 𝑦 = 𝑎𝑥
𝑦 = 5,76𝑥 𝑦 = 11,48𝑥
Venturimeter Rotameter
Untuk ∆H = 5 cm , maka Q hitung : Untuk ∆H = 8 cm , maka Q hitung :

𝑦 = 𝑎𝑥 𝑦 = 𝑎𝑥
= 5,76 5 = 11,48 (8)
= 28,80 = 91,8

𝑄𝑑𝑎𝑡𝑎 −𝑄ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔
Ralat data = x 100%
𝑄𝑑𝑎𝑡𝑎

Untuk ∆H = 5 cm Untuk ∆H = 8 cm

35,48−28,80 93,65−91,84
Ralat data = x 100% Ralat data = x 100%
35,48 93,65
= 18,83 % = 1,93 %
DATA HASIL PERHITUNGAN
 Venturimeter
Q hitung Q data Ralat data
No ∆H (cm)
(mL/s) (mL/s) (%)
1 5 28,80 35,48 18,83
2 9 51,84 50,90 1,85
3 12 69,12 67,13 2,96
Rata-rata 7,9
 Rotameter
Q hitung Q data Ralat data
No ∆H (cm)
(mL/s) (mL/s) (%)
1 8 91,84 93,65 1,93
2 10 114,80 118,32 2,97
3 12 137,76 133,51 3,18
Rata-rata 2,7
GRAFIK A10

80

70 y = 5.76x
R² = 1
60

Debit (Q) (mL/detik) Data Perhitungan


50

40 Data Percobaan

30 Linear (Data Perhitungan)

20

10

0
0 4 8 12 16

Ketinggian (H) (cm)

Gambar I.1 Grafik Hubungan antara Ketinggian (H) (cm) Vs Debit (Q) (mL/detik) pada Venturimeter
GRAFIK A10

150

140
y = 11,48x
Debit (Q) (mL/detik)
130 R² = 1
Data Perhitungan
120
Data Percobaan
110 Linear (Data Perhitungan )

100

90

80
0 4 8 12 16

Ketinggian (H) (cm)

Gambar I.2 Grafik Hubungan antara Ketinggian (H) (cm) Vs Debit (Q) (mL/detik) pada Rotameter
KESIMPULAN

1. Peneraan alat ukur dilakukan untuk membuat hubungan antara Debit (Q)
dengan perbedaan ketinggian (∆H) pada waktu tertentu
2. Hubungan antara Debit (Q) dengan perbedaan ketinggian (∆H) pada
Venturimeter dan Rotameter berbanding lurus
3. Pada Venturimeter, pengukuran laju alir berdasarkan ∆H (perbedaan
ketinggian raksa pada kaki manometer) dengan ralat data rata-rata 7,9 %
4. Pada Rotameter, pengukuran laju alir berdasarkan H (ketinggian float)
dengan ralat data rata-rata 2,7 %