Vous êtes sur la page 1sur 31

SISTEM PENGUKURAN

ALAT UKUR
Orang-orang yang bergerak pada bidang teknik
akan selalu berhubungan dengan bidang
pengukuran.
Dalam dunia ilmu pengetahuan teknik, ada dua
sistem penggukuran yang digunakan, yaitu:
Sistem Imperial
Sistem Metrik ( Sistem Satuan Internasional)
Dalam sistem imperial, satuan panjang dinyatakan
dengan yard, yang dibagi menjadi unit-unit lebih
kecil, yaitu inchi (inch) dan kaki (feet).
Satuan berat pada sistem imperial ditetapkan
dengan pound atau (lb).
Persamaan antara sistem imperial dan sistem
metrik adalah pada satuan waktu, keduanya
menggunakan besaran detik, menit dan jam untuk
satu satuan waktu.
Adalah sistem yang paling terkenal dan hampir 90%
bangsa-bangsa di dunia menggunakan sistem ini.
Dalam Sistem Metrik, ukuran dasar untuk satuan
panjang adalah meter, mulai dari yang terkecil
milimeter (mm), sentimeter (cm), desimeter (dm),
meter (m), dekameter (dam), hektometer (hm),
kilometer (km).
Satuan berat pada sistem imperial ditetapkan dengan
kilogram (kg)
Mistar Baja
Mistar Gulung
Protractor
Vernier Caliper
Alat Ukur Ketinggian (Vernier Height Gauge)
Micrometer
Adalah alat ukur dasar pada bengkel kerja mesin.
Alat ukur ini merupakan alat ukur yang kurang
presisi, karena hanya melakukan pengukuran paling
kecil sebesar 0,5 mm. Sehingga tidak dapat
digunakan untuk mengukuran sampai seperseratus
milimeter (0,01 mm).
Adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur
benda kerja yang panjangnya melebihi ukuran dari
mistar baja.
Panjang dari mistar gulung ini bervariasi dari 2
meter sampai 30 dan 50 meter, tetapi dalam bengkel
kerja mesin ukuran yang terpanjang adalah 3 meter.
Mistar gulung ini tingkat ketelitiannya adalah 0,5
mm, sehingga tidak dapat digunakan untuk mengukur
benda kerja secara presisi.
Alat ukur ini digunakan untuk mengukur besar sudut
pada benda kerja dan untuk membantu pekerjaan
melukis dan menandai.
Batas ukur dari protractor adalah dari 0 derajat
sampai 180 derajat.
Sebagai contoh alat ini yaitu vernier bevel protractor
dengan ketelitian sebesar 5 menit, artinya kita dapat
melakukan pengukuran mulai dari ukuran sudut 5
menit sampai 180 derajat.
Langkah-langkah:
Baca ukuran pada skala
utama
Baca ukuran yang
ditunjukkan pada skala
vernier
Jumlahkan ukuran dari
skala utama dan skala
vernier.
Vernier caliper atau mistar ingsut adalah alat ukur
presisi, sehingga dapat digunakan untuk mengukur
benda kerja dengan tingkat kepresisian 1/100 mm.
Tingkat ketelitian dari alat ukur ini ada yang 0,1 mm,
0,05 mm dan 0,01 mm.
Vernier caliper dapat digunakan untuk mengukur
diameter bagian luar benda kerja, kedalaman lubang,
diameter bagian dalam benda kerja, lebar suatu celah
apabila ukuran dari vernier caliper tersebut
mencukupi.
Pada skala utama, angka yang berada disebelah kiri
garis nol pada skala vernier/ nonius adalah 19 mm.
Pada skala vernier/ nonius, garis yang sejajar dengan
skala utama adalah 5, artinya 5 x 0,1 mm = 0,5 mm
Jadi ukuran yang ditunjukkan oleh vernier caliper
pada gambar tersebut adalah 19 + 0,5 = 19,5 mm.
Vernier Caliper Analog
Vernier Caliper dengan Dial Indikator
Vernier Caliper Digital
Adalah alat ukur presisi seperti alat ukur vernier
lainnya.
Pada dasarnya alat ukur ini sama dengan vernier
caliper, yang membedakan adalah gerakan sensor
pengukurnya yang naik turun atau vertikal,
sedangkan pada vernier capiler arah gerakannya
horizontal.
Alat ukur ketinggian tersedia dalam beberapa
ukuran dari 300 mm sampai 1000 mm
Mikrometer adalah alat ukur presisi atau teliti.
Ketelitian ukurannya mencapai 0,01 mm.
Mikrometer ini tersedia dalam beberapa ukuran
dengan kenaikan tiap ukuran sebesar 25 mm, sehingga
ukuran mikrometer adalah 0 sampai 25 mm, 25
sampai 50 mm, 50 – 100 mm dan seterusnya.
Fungsinya untuk mengukur diameter luar dan
mengukur ketebalan benda, bahkan bisa mengukur
diameter sehelai rambut.
Contoh:
Pada skala utama menujukkan angka 7, artinya 7 mm.
Pada skala bidal/ nonius menunjukkan angka 37,
artinya 37 x 0,01 mm = 0,37 mm.
Jadi besarnya ukuran yang ditunjukkan pada gambar
adalah 7 mm + 0,37 mm = 7,37 mm