Vous êtes sur la page 1sur 21

Pertemuan ke 10

PEMADATAN TANAH
(Pemadatan di Laboratorium)

Oleh :

RINA YULIET

Rina Yuliet, MT 1
Tujuan pemadatan

1. Meningkatkan kuat geser tanah


2. Meningkatkan daya dukung tanah
3. Mengurangi sifat mudah mampat/ mengurangi
penurunan tanah
4. Mengurangi permeabilitas
5. Mengurangi perubahan volume sebagai akibat
perubahan kadar air, dll

Rina Yuliet, MT 2
Aplikasi pemadatan

1. Pembuatan timbunan tanah untuk jalan raya


2. Pembangunan gedung
3. Tanggul, Dam Tanah

Bila tidak dilakukan pemadatan maka tanah yang


dibebani oleh suatu bangunan akan mengalami
penurunan, sehingga menimbulkan kerusakan-
kerusakan.

Rina Yuliet, MT 3
Pemadatan vs Konsolidasi
Pemadatan :
 Peristiwa bertambahnya berat volume kering oleh beban
dinamis
 Keluarnya udara dari pori tanah tanpa perubahan yang
signifikan terhadap kadar air.

Konsolidasi
 Peristiwa pengurangan pelan-pelan volume pori yang
berakibat bertambahnya berat volume kering akibat
beban statis yang bekerja pada periode tertentu
 Adalah keluarnya air dari dalam pori tanah diikuti oleh
berkurangnya volume tanah
Rina Yuliet, MT 4
Prinsip-prinsip umum
 Tingkat pemadatan tanah diukur dari berat volume
kering tanah yang di padatkan
 Jika air ditambahkan kepada suatu tanah yang
sedang dipadatkan, air tersebut akan berfungsi
sebagai pembasah (pelumas) pada partikel-partikel
tanah
 Karena adanya air maka partikel tanah akan mudah
bergerak dan bergeser satu sama lain dan
membentuk kedudukan yang lebih rapat/ padat

Rina Yuliet, MT 5
Perilaku bebarapa jenis tanah bila di padatkan

 Tanah granuler, paling mudah penanganannya untuk pekerjaan


lapangan, kuat geser tinggi, sedikit perubahan volume bila di
padatkan
 Tanah Lanau, bila dipadatkan akan stabil dan mampu memberikan
kuat geser yang cukup dan sedikit kecendrungan perubahan
volume, sulit dipadatkan dalam keadaan basah karena
permiabilitasnya rendah
 Tanah Lempung, bila dipadatkan dengan cara yang benar maka
akan menghasilkan kuat geser yang tinggi. Lempung padat
mempunyai permeabilitas yang rendah dan tidak dapat dipadatkan
dengan baik pada kondisi jenuh (sangat basah). Bekerja dengan
tanah lempung yang sangat basah mengalami banya kesulitan
karena pada saat dipadatkan air akan sulit keluar dari dalam pori
sehingga butiran sulit merapat satu sama lain

Rina Yuliet, MT 6
Pemadatan di Laboratorium
Untuk melakukan percobaan
pemadatan di laboratorium adalah
dengan compaction test atau
proctor test.

Ada dua macam cara yaitu :


 Pengujian kepadatan ringan
(Standard Proctor Test)
 Pengujian kepadatan berat
(Modified Proctor Test)

Sumber : Bigman Hutapea-Prodi Teknik Sipil,FTSL-ITB

Rina Yuliet, MT 7
Menurut R.R. Proctor

Hasil pemadatan adalah fungsi dari :


 Kadar air (water content)
 Usaha pemadatan (Compactive effort)
 Tipe tanah (gradasi)
 Angka pori atau berat isi kering

Rina Yuliet, MT 8
Perbedaan dari kedua macam cara percobaan
pemadatan adalah :

Rina Yuliet, MT 9
Rina Yuliet, MT 10
Rina Yuliet, MT 11
Rina Yuliet, MT 12
DEFINSI
Kadar air optimum :
Kadar air dimana harga berat volume kering
maksimum tanah dicapai.

Usaha pemadatan :
Adalah besarnya energi mekanis yang diberikan
pada tanah saat pemadatan.

Rina Yuliet, MT 13
Hasil Pemadatan di Laboratorium
1,7
Standard Proctor
1,6 Modified Proctor
Zero Air Void Line
Berat Isi Kering (gr/cm3)

1,5

1,4

1,3

1,2

1,1

1
18 20 22 24 26 28 30 32 34 36 38 40 42 44 46
Kadar Air (% )

Rina Yuliet, MT 14
Rina Yuliet, MT 15
Rina Yuliet, MT 16
Rina Yuliet, MT 17
Persamaan yang digunakan
Untuk setiap percobaan berat volume basah () dapat
ditentukan sebagai berikut :
W

Vm 
dimana :
W = berat tanah yang dipadatkan dalam cetakan
V(m) = volume cetakan (=1/30 ft3 = 943,3 cm3)

Jika kadar air dari tanah diketahui maka berat isi kering dapat
dihitung, yaitu :

d 
1 w

Rina Yuliet, MT 18
Zero Air Void (ZAV)
Untuk suatu kadar air tertentu berat volume kering maksimum
secara teoritis didapat bila pori-pori tanah sudah tidak ada
udaranya lagi, yaitu pada saat dimana derajat kejenuhan
tanah sama dengan 100%. Jadi berat volume kering
maksimum pada suatu kadar air tertentu dengan kondisi “zero
air void” (pori tanah tidak mengandung udara sama sekali)
dapat ditulis sebagai berikut :
Gs w
 zav 
1 e
Untuk keadaan tanah jenuh 100%, e = wGs, sehingga :
Gs  w w
 zav  
1  wG s 1
w
Gs
Rina Yuliet, MT 19
ENERGI PEMADATAN
 jumlah   tinggi 

 tumbukan    jumlah  

berat  
  jatuh 
 pelapisan   lapisan   penumbuk   penumbuk 
E    
volume cetakan

Energi pemadatan untuk Proctor Standard :

E
25  3  5,5  1  12375 ft  lb 

kJ 
 592,5 
 1  ft 3  m3 
 
 30 
Energi pemadatan untuk Proctor Modified

E
25  5  10  1,5  56250 ft  lb 

kJ 
 2693,3 3 
 1  ft 
3
m 
 
 30 

Rina Yuliet, MT 20
SEKIAN

Rina Yuliet, MT 21