Vous êtes sur la page 1sur 35

LAPORAN KASUS

OD BLEFARITIS + KATARAK IMATUR

OS KATARAK IMATUR

Disusun Oleh :
Sanchia Janita Cisyantono 30101206798
Putri Kusuma Wardani 30101206818
Pembimbing : dr. Sudarti, Sp.M
IDENTITAS PASIEN
 Nama : Ny. E
 Umur : 54tahun
 Agama : Islam
 Pekerjaan : Pedagang
 Alamat : Mangunharjo RT 01/IV
 No.RM : 542539
 Tanggal periksa : Selasa, 8 Agustus 2017
ANAMNESIS

KELUHAN UTAMA
Mata kanan nyeri
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Pasien datang ke IGD RSUD Tugurejo Semarang dengan sakit gigi, pipi
bengkak, mata kanan nyeri. Keluhan dirasakan sejak ±1 bulan yang
lalu. Keluhan tersebut awalnya hanya sakit gigi karena giginya bolong,
setelah itu pipi kanan menjadi bengkak dan pada wajah sebelah kanan
terasa nyeri terutama pada mata kanan. Sebelumnya pasien
mengatakan pandangan kedua mata kabur sudah kurang lebih 3 bulan
yang lalu.Saat ini pasien mengeluh mata kanan sulit ditutup dan nyeri,
pandangan kedua mata pasien kabur, seperti ada benang-benang
berjalan, terasa mengganjal dan silau kalau terkena sorot cahaya atau
matahari.
ANAMNESIS
R. Sos.
RPD RPK
Ekonomi
Riwayat HT (+) Riwayat DM (+) kedua Pasien bekerja
Riwayat DM (+) orang tua pasien sebagai
pedagang di
pasar, pasien
menggunakan
BPJS KIS
PEMERIKSAAN FISIK

Status Present Vital Sign + Status Gizi


Tensi : 194/91 mmHg
KU : tampak sakit
Nadi : 114x/menit
Kesadaran : Composmentis
RR : 22 x/menit
Suhu : 370C
STATUS OPHTALMOLOGI
PEMERIKSAAN FISIK
Status Ophtalmologi
PEMERIKSAAN FISIK
Status Ophtalmologi
PEMERIKSAAN FISIK
Status Ophtalmologi
RESUME
Pasien datang ke IGD RSUD Tugurejo Semarang dengan sakit gigi, pipi bengkak,
mata kanan nyeri. Keluhan dirasakan sejak ±1 bulan yang lalu. Keluhan tersebut
awalnya hanya sakit gigi karena giginya bolong, setelah itu pipi kanan menjadi bengkak
dan pada wajah sebelah kanan terasa nyeri terutama pada mata kanan. Sebelumnya
pasien mengatakan pandangan kedua mata kabur sudah kurang lebih 3 bulan yang lalu.
Saat ini pasien mengeluh mata kanan sulit ditutup dan nyeri, pandangan kedua mata
pasien kabur, seperti ada benang-benang berjalan, terasa mengganjal dan silau kalau
terkena sorot cahaya atau matahari.
Pasien memiliki riwayat DM dan Hipertensi. Pada pemeriksaan fisik didapatkan
pada OD : visus 1/60, pada palpebra superior tampak kering, bersisik, sedikit terdapat
krusta pada silia, sulit untuk menutup mata kanan, asimetris terhadap palbebra mata
kiri, lensa keruh tidak merata, shadow test +, OS : visus 2/60, lensa keruh tidak merata
dan shadow test +.
DIAGNOSIS KERJA

 OD Blefaritis
 OD Katarak imatur
 OS Katarak imatur
TATALAKSANA
PROMOTIF
 Menjelaskan tentang hasil pemeriksaan kepada penderita
 Menjelaskan tentang penyakit kepada penderita
 Menjelaskan kepada penderita tentang akibat – akibat atau
komplikasi yang mungkin dapat ditimbulkan oleh penyakit dan
cara mencegahnya

PREVENTIF
 Kontrol secara rutin
 Rutin menggunakan tetes mata
TATALAKSANA

Cendo Citrol EO tube I


S 3 dd oleskan kelopak ODS
Catar Lent ED fl I
S 3 dd gtt 1 ODS
PROGNOSIS
OKULI DEKSTRA (OD) OKULI SINISTRA (OS)
Quo Ad Visam Dubia Ad malam Dubia Ad malam
Quo Ad Vitam Ad bonam Ad bonam
Quo Ad Kosmetikam Ad bonam Ad bonam
Quo Ad Sanam Ad bonam Ad malam
BLEPHARITIS
ANATOMI

Fungsi palpebra :
 melindungi bola mata
 mengeluarkan sekresi kelenjarnya yang membentuk tear film di depan
kornea
 menyebarkan tear film
LAPISAN OTOT
 M. Orbikularis Okuli yang berjalan melingkar di dalam kelopak atas dan bawah,
dan terletak di bawah kulit kelopak. M. Orbikularis berfungsi menutup bola mata
yang dipersarafi N. fasialis.
 M. Riolani. Otot yang ada di pinggir kelopak mata. Bersamaan dengan
M.Orbikularis Okuli berfungsi untuk menutup mata.
 M. Levator Palpebra berjalan kearah kelopak mata atas dan berinsersi pada
lempeng tarsal. Otot ini dipersarafi oleh saraf ketiga (okulomotor). Kerusakan
pada saraf ini atau perubahan - perubahan pada usia tua menyebabkan
jatuhnya kelopak mata (ptosis) yang berfungsi untuk mengangkat kelopak mata
atau membuka mata.
 M. Mulleri, terletak di bawah tendon dari M. Levator Palpebra. Inervasinya oleh
saraf simpatis, guna M. Levator Palbebra dan M. Mulleri untuk mengangkat
palpebra.
 Di dalam kelopak terdapat tarsus yang merupakan jaringan yang rapat dengan
sedikit jaringan elastin. Gunanya untuk memberi bentuk kepada palpebra.
 Rambut
KELENJAR DI PALPEBRA
a. Kelenjar Meibom  tampak sebagai garis-garis
kekuningan yang berjajar pada lapisan tarsus dan tidak
berhubungan dengan folikel rambut
b. Kelenjar Zeis  modifikasi kelenjar Meibom, lebih kecil
ukurannya, dan berhubungan dengan folikel rambut
c. Kelenjar Moll  berbentuk spiral, merupakan kelenjar
keringat
d. Kelenjar Krause dan Woifring  Kelenjar air mata
tambahan, terdapat di fornix conjungtiva.
Blefaritis adalah istilah medis untuk peradangan pada kelopak
mata.

kuman streptococcus alfa atau beta,


pneumococcus, dan pseudomonas, debu, asap,
bahan kimia iritatif, dan bahan kosmetik

Respon tubuh normal dalam peradangan melibatkan berbagai


derajat pembengkakan, kemerahan, nyeri, panas, dan perubahan
dalam fungsi

menyebabkan mata merah merah, iritasi, kelopak mata gatal dan


pembentukan ketombe seperti sisik pada bulu mata
etiologi
 Blefaritis dapat disebabkan oleh peradangan, bakteri, alergi, kondisi
lingkungan, atau mungkin terkait dengan penyakit sistemik:7
 Blefaritis inflamasi atau alergi terjadi akibat peningkatan sel radang kulit di
sekitar kelopak.
 Blefaritis alergi dapat disebabkan oleh iritasi di atmosfer (misalnya, bahan
kimia di tempat kerja) atau dengan banyak obat, baik mata atau sistemik.
Pada banyak orang, blefaritis disebabkan oleh paparan hewan seperti anjing
atau kucing.
 Bentuk ulseratif (blefaritis menular) sering ditandai dengan adanya sekret
kuning atau kehijauan.
 Blefaritis dapat disebabkan oleh kondisi medis sistemik atau kanker kulit dari
berbagai jenis.
BLEPHARITIS ANTERIOR
 Disebabkan oleh :
Berdasarkan Letak  bakteri (stafilokokus blefaritis)
 ketombe di kepala danalis mata (blefaritis seboroik)
 alergi

BLEPHARITIS

BLEPHARITIS POSTERIOR
 Disebabkan oleh :
 produksi minyak oleh kelenjar di kelopak mata yang
berlebihan (blefaritis meibom) yang akan mengakibatkan
terbentuknya lingkungan yang diperlukan bakteri untuk
bertumbuh
 jerawat atau ketombe
Berdasarkan Penyebab

BLEPHARITIS

BLEPHARITIS BAKTERIAL BLEPHARITIS VIRUS BLEPHARITIS


JAMUR
1. Blefaritis superficial 1. Herpes Zooster 1. Infeksi superficial
2. Blefaritis Seboroik 2. Herpes Simplek 2. Infeksi Jamur
3. Blefaritis Squamosa 3. Vaksinia Profundus
4. Blefaritis Ulserratif 4. Moluskum
5. Blefaritis Angularis Kontagiosum
6. Meibomianitis
GAMBARAN KLINIK

Blepharitis
Blepharitis Seboroik Blepharitis Posterior
Stafilokokus
1. Kulit keras dan bersisik 1. Sekresi berlebihan &
terutama diantara dasar 1. Kulit bersisik tidak normal kel.
bulu mata 2. Tidak ulserasi Meibom  menyumbat
Hiperemia konjungtiva lubang kel. Meibom
2. 3. Mengganjal
Madarosis, trichiasis, 2. Berkerut
3. 4. Hiperemik tepi kelopak
poliosis mata anterior 3. Hiperemi
4. Keratitis tepi kelopak 4. Cairan meibom keruh
mata seperti pasta gigi
5. Sindroma dry eyes 5. Tear film berminyak dan
berbusa
6. Erosi epitel inferior
TATALAKSANA
1. Kompres Hangat untuk menghangatkan sekresi kelenjar kelopak
mata & untuk memicu evakuasi dan pemersihan dari bagian
sekretorik
2. Tepi kelopak mata dicuci secara mekanis dengan air hangat atau
dicuci dengan shampoo bayi untuk menghilangkan bahan yang
menempel seperti ketombe dan sisik dan membersihkan lubang
kelenjar
3. Salep antibiotik. Biasa yg digunakan eritromisin atau
sulfacetamide, salep antibiotik kortikosteroid
4. Air mata buatan
KOMPLIKASI
A. Hordeolum adalah suatu infeksi bakteri pada salah satu kelenjar
minyak yang tersumbat. Hasilnya adalah benjolan yang nyeri di tepi
atau di dalam kelopak mata
B. Kalazion terjadi ketika penyumbatan di salah satu kelenjar minyak
menyebabkan kelenjar yang menjadi membesar dan menimbulkan
jaringan parut
C. Mata merah blefaritis dapat menyebabkan serangan berulang mata
merah (konjungtivitis)
D. Ulserasi kornea iritasi yang terus menerus dari kelopak mata yang
meradang atau salah arah bulu mata dapat menyebabkan goresan
(ulkus) di kornea.
KATARAK
KATARAK adalah setiap kekeruhan lensa
ETIOLOGI
1. Sebab-sebab biologik :
Usia tua & Genetik
2. Sebab-sebab imunologik :
Badan manusia mempunyai kemampuan membentuk antibodi spesifik terhadap salah satu dari protein-
protein lensa. Oleh sebab-sebab tertentu dapat terjadi sensitisasi secara tidak disengaja oleh protein lensa
yang menyebabkan terbentuknya antibodi tersebut, bila hal ini terjadi maka dapat menimbulkan katarak.
3. Sebab-sebab fungsional :
Akomodasi yang sangat kuat mempunyai efek yang buruk terhadap serabut-serabut lensa dan cenderung
memudahkan terjadinya kekeruhan pada lensa. Ini dapat terlihat pada keadaan-keadaan seperti intoksikasi
ergotamin, keadaan tetani dan paratiroidisme.
4. Gangguan yang bersifat lokal terhadap lensa dapat berupa :
Gangguan nutrisi pada lensa
Gangguan permeabilitas kapsul lensa
Efek radiasi dari cahaya matahari
5. Gangguan metabolisme umum :
Defisiensi vitamin dan gangguan endokrin dapat menyebabkan katarak misalnya seperti pada penyakit
diabetes melitus atau hiperparatiroid.
Senilis

Kongenital

Traumatika
Juvenil
Komplikata
PATOFISIOLOGI
1. AGING PROCESS
 NUCLEAR CATARAC
 CORTICAL CATARAC
 POSTERIOR SUBCAPSULAR CATARAC
2. OBAT YANG MENGINDUKSI PERUBAHAN LENSA
 Kortikosteroid
 Phenotiazine
 Miotik
3. KATARAK METABOLIK
 DM
 Galaktosemia
4. EFEK DARI NUTRISI
STADIUM KATARAK SENILIS
GEJALA KLINIS
1. Subjektif
 Kemunduran visus
 Tampak adanya bercak putih , tidak ikut bergerak
 Melihat jauh kabur dan lebih enak membaca dekat tanpa kacamata
 Kekeruhan di subkapsular posterois mengeluh silau
 Diplopia monokuler ( melihat dua bayangan atau lebih )
2. Objektif
 Leukokoria ( pupil berwarna putih pada katarak matur )
 Test iris shadow ( + )  katarak imatur
 Reflek fundus warna jingga akan menjadi gelap (-)  katarak matur
 Lensa tidak ada tanda-tanda inflamasi
GLAUKOMA SEKUNDER
(Glaukoma fakomorfik)
Terjadi pada katarak
intumesen/imatur, karena
pencembungan lensa
Komplikasi
GLAUKOMA FAKOLITIK
(Uveitis fakotoksik)
Terjadi pada stadium hipermatur
akibat massa lensa yang keluar
dan masuk ke dalam bilik mata
depan.
BEDAH KATARAK

a) Ekstraksi katarak ekstrakapsular /


Extracapsular Catarak Extraction (ECCE)
b) Ekstraksi katarak intrakapsuler / Intra
capsular cataract extraction (ICCE)
c) Fakoemulsifikasi
d) SICS