Vous êtes sur la page 1sur 40

Oleh:

Ruhsyahadati

ANTI VIRUS

1
Virus

 Parasit intrasel obligat yg mengandung DNA/


RNA untai tunggal maupun ganda yg dikelilingi
oleh lapisan protein (kapsid).

2
PENGGOLONGAN VIRUS

3
Siklus Replikasi Virus DNA

4
Siklus replikasi virus RNA

5
Anti Virus
Anti retrovirus

6
Tempat kerja utama obat pada replikasi
virus

7
Klasifikasi Antivirus berdasarkan Mekanisme
Kerjanya

• Menghalangi penetrasi
• Menghalangi uncoating
• Menghambat sintesis protein awal
• Menghambat sintesis asam nukleat
• Menghambat sintesis protein akhir
• Menghambat perakitan
• Menghambat release
• Immunomodulator
8
Anti Herpes dan Anti-CMV

9
Asiklovir
 Distribusi secara luas ke dalam cairan tubuh,
termasuk cairan vesikular, cairan mata, dan LCS.
 T½: 2,5-3 jam
 Ekskresi: ginjal
 Efek Samping: Gangguan fungsi ginjal dan SSP.
Efek teratogenik: belum terbukti.

10
Kegunaan klinis

 Sediaan : oral, intravena, topikal


 Varisela Zoster → ↓ lesi & demam dlm 24
jam
 Dosis:
 anak 20 mg/kg : 4 dosis (selama 5 hari), max 800
mg/dosis
 dewasa : 5 x 800 mg p.o.

11
 Herpes:
 Genital : 5 x 200 mg atau 6 x 400 mg p.o
 Zoster : 5 x 800 mg p.o (selama 7 hari)
 + prednison → nyeri ↓.
 Keratitis herpetik : krim ophalmic 3%
 Herpes labialis : krim 5%
 Ensefalitis herpes simpleks: 10mg/kg setiap 8 jam iv
 CMV
 Profilaksis : 3 x 200 mg atau 2 x 800 mg

12
Valasiklovir

 Mekanisme kerja: → asiklovir


 T ½ : 2-3 jam
 Ekskresi: ginjal
 Efek samping: → asiklovir
 Sediaan : oral

13
Kegunaan klinis

 Herpes
 Genital: 2 x 500 mg (10 hari)
 Zoster: 3 x 1000 mg (7 hari)
 Profilaksis CMV: 4 x 2 gr

14
Gansiklovir

 Analog guanosine asiklis yang memerlukan


trifosforilasi untuk aktivasi menghambat DNA
virus. Fosforilasi dikatalisis oleh kinase protein
CMV.
 T ½ : 2-4 jam
 Ekskresi: ginjal
 Efek samping:
 mielosupresi,
 dosis tinggi → karsinogenik & embriotoksik (hewan)
 Sediaan : oral & intravena.
15
Kegunaan klinis
 CMV
 Aktivasinya > 100 x asiklovir
 Retinitis CMV pada AIDS
 IV:
 Induksi: 5mg/kg/12 jam (14-21 hari)
 Rumatan: 5mg/kg/hari
 Oral: 1 g/ 12 jam
 Implan intraokuler: 1 implan/5-8 bulan
 CMV pd penerima transplantasi: 3 x 1000 mg p.o (3 bulan)

16
Valagansiklovir

 Prodrug Gansiklovir
 Mekanisme sama
 Dosis:
 induksi: 2 x 900 mg/ hari (21 hari)
 rumatan: 1 x 900 mg/ hari

17
Foskarnet
 Senyawa pyrophosphate anorganik yg
menghambat DNA virus, polimerase RNA, &
reverse transcriptase scr langsung tanpa fosforilasi
 Sediaan: intravena
 Ekskresi: ginjal

18
 Efek samping:
 Nefrotoksik
 gangguan elektrolit (Ca, K, Mg, P)
 gangguan SSP.
 Konsentrasi tinggi → mutagenik (hewan).
 Dosis:
 Retinitis CMV dengan AIDS:
 induksi: 60 mg/kg/8 jam atau 90 mg/kg/12jam (14-21 hari)
 Rumatan: 90-120 mg/kg/hari

19
 Profilaksis pada pasien transplantasi:
 60 mg/kg/12jam (2 minggu) → 90 mg/kg/hari (2
minggu)
 Infeksi HSV mukokutan yg resisten asiklovir:
 40mg/kg/8 jam ( 7 hari)

20
Sidofovir

 Analog nukleotida cytosine yang


fosforilasinya tidak bergantung pada enzim
virus
 T ½ intrasel panjang: 17-65 jam
 Ekskresi: ginjal
 E.S: Nefrotoksisitas

21
Kegunaan klinis

 Retinitis CMV:
 5mg/kg iv sekali seminggu (2 minggu) → tiap 2
minggu.

22
Anti Influenza

23
Amantadin dan Rimantadin
 Rimantadin : amin trisiklik turunan amantadin.
 4-10 x lebih aktif dari amantadin
 Ekskresi: ginjal
 E.S:
 Gangguan GI dan SSP.
 Teratogenik (binatang).

24
Kegunaan klinis

 Pengobatan:
 200 mg/hari (5 hari)
 ↓ durasi demam dan keluhan sistemik (2 hari
pertama)
 Profilaksis musiman: 200 mg/ hari (1-2 dosis)
 Perlindungan 70-90%

25
Oseltamivir dan Zanamivir

 Neuroaminidase inhibitor yang menghambat


penetrasi virus ke permukaan sel inang.
 Resistensi: jarang
 Indikasi: influenza A & B
 E.S: Gangguan saluran nafas & saluran cerna

26
Kegunaan klinis

27
Anti Hepatitis

28
Lamivudin
 Analog nukleosida yang menghambat DNA
polimerase HBV.
 T ½ : 9 jam
 Ekskresi: ginjal
 Indikasi: HBV wild type dan precore variant
 E.S: umumnya ditoleransi dengan baik.

29
Kegunaan klinis

 Dosis:
 Dewasa: 100 mg/ hari
 Anak: 1 mg/kg/hari, max 100mg/hari
 HBeAg (-) → 1 th
 HBeAg (+) → > 1 th

30
Interferon

 Sitokin yang berefek antivirus,


immunomodulaor, dan antiproliferatif.
 Sediaan rekombinan yg digunakan secara
klinis → IFN α
 E.S:
 sindrom mirip influenza,
 Mielosupresi
 Neurotoksik
 Ggn autoimun.

31
32
Kegunaan klinis
 HBV
 IFN α:
 Dewasa 5-10 juta unit/hari,
 anak 6 juta unit/m2 tiga kali sehari (4-6 bulan)
 PegIFN α-2a: 180 mg sekali seminggu (24 minggu).
 PegIFN α -2a lebih unggul dari IFN α
 HCV
 IFN α : 3 juta unit, 3 kali seminggu (6 bulan)
 PegIFN α -2a : 180μg s.c (48 minggu) → respon lebih
baik.

33
Ribavirin
 Analog guanosine yang menghambat proses capping,
elongasi mRNA, dan sintesis ribonukleoprotein.
 Kombinasi dengan Interferon.
 Indikasi: HCV
 Dosis:
 oral 800-100 mg/hari
 aerosol 20 mg/ml
 E.S: Anemia hemolitik, ggn mental

34
Entecavir

 Analog deoksiguanosin yang menghambat


HBV polimerase.
 Dosis:
 0,5 mg/hari p.o
 Pada pasien gagal terapi lamivudin → 1 mg/hari

35
Adefovir

 Analog nukleotida asiklik


 penghambat kuat replikasi HBV
 sebagai DNA chain terminator
 meningkatkan aktivitas sel NK dan IFN
 Dosis: 10 mg/hari p.o

36
Anti HIV

37
Antiretroviral
Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NRTI)

38
Regimen Terapi
Regimen yang diusulkan oleh Depkes RI 2003,

Kolom A Kolom B
Nevirapin Zidovudin + didanosin
Nelfinavir Didanosin + lamivudin
Savudin + didanosin
Zidovudin + lamivudin
Savudin + lamivudin

39
Terimakasih

40