Vous êtes sur la page 1sur 55

Penatalaksanaan abses

oromaksilofasial

Kelompok 3 semseter IVA


Anggota kelompok 3:
1. Annisa syafei
2. Desy fatmala sari
3. Kevlina darpita
4. Nabila amanda
5. Nadiyatul izzat
6. Nella ayu fauzal
7. Resty ayuni
8. Sarlin putri rahmah
INSIDEN

• 90-95% infeksi yang manifes di regio


orofasial berasal dari gigi.
• 70% diantaranya terilihat sebagai lesi
periapikal atau abses dentoalveolar akut.
PRINSIP PERAWATAN ABSES
1. Perhatkan Medical History
2. Upayakan drainase
3. Open bur gigi terlibat, bisa membantu
4. Pemberian antbiotk
5. Pencabutan gigi atau konservatf
MEDICAL HISTORY

1. Riwayat sakit gigi


2. Kapan mulai bengkak
3. Pengobatan yang sudah dilakukan
4. Medical status
TERGANTUNG:
• Posisi gigi pada rahang
• Ketebalan tulang
• Jarak dari sumber
Pattern of spread infection
Pattern of spread infection
TUJUAN INSISI & DRAINAGE
• Untuk mengeluarkan pus, bakteri, jaringan nekrotk
dan toksin.
• Menurunkan tekanan pada jaringan sekitarnya maka
rasa sakit berkurang
• Menurunkan jumlah bakteri pada rongga abses maka
menyebaran toksin & bakteri menurun
• Memperbaiki sirkulasi
• Menghindari terjadinya jaringan parut

Antbiotk tdak mutlak kecuali telah terjadi penyebaran


infeksi / septkemia (perlu dilakukan tes sensitvitas)
SYARAT INSISI DAN DRAINAGE
• Insisi pada kulit dan mukosa yang sehat bila
dimungkinkan dan pada daerah fluktuasi maksimum
dimana jaringan sudah mengalami nekrotk yang
berpotensi menjadi perforasi maka penyebab jaringan
parut (scar)
• Insisi dibuat pada daerah yang tdak mengganggu
estetk maka pada lipatan/garis wajah (Langer’s line)
atau di bawah mandibula
• Bila mungkin, letak insisi pada daerah yang
memudahkan drainage pus secara gravitasi.
• Diseksi dengan alat tumpul (Kocher) menembus
jaringan dan ekplorasi ke dalam rongga abses sampai
rongga abses pecah sehingga pus keluar, bila
memungkinkan deseksi dilanjutkan ke arah akar gigi
penyebab infeksi
Hati-hati pada daerah-daerah yang
vital di jaringan
 Pasang drain  agar tidak lepas, dijahit
 Pada kasus-kasus khusus pada abses ekstra
oral dipakai “through and through” drain.
 Jangan meninggalkan drain terlalu lama,
segera ambil apabila drainage minimal.
Bila terlalu lama  produksi eksudat
 Bersihkan tepi luka insisi tiap hari dari
debris dan clots
PERSIAPAN SEBELUM
INSISI
 Intra Oral
 Ulasi desinfeksi povidone iodine
10% pada daerah yang akan di
insisi
 L.A pada regio sekeliling abses

 Insisi dan drainage


 Ekstra Oral
 Ulasi pada puncak abses dengan
povidone iodine 10 % secara
melingkar, dimulai dari tengah menuju
tepi.
 Bilas dengan PZ / aquadest steril
dengan teknik yang sama.
 Topikal anasthesi dengan Chlor aethyl
 Segera dilakukan insisi dan drainage

E.O/I.O  bila perlu pasang drain


INSISI PADA KULIT
SPONTAN DRAINAGE
OPEN BUR
1. Sering sangat membantu
2. Open bur gigi yang dianggap
terlibat
3. Perlu jarum Miller?
4. Nyeri periodontal segera
menurun
5. Oksigenasi kuman anaerob?
TREPANASI
PENCABUTAN GIGI
1. Kapan?
2. Segera: membantu drainase
3. Perhatikan keadaan infeksi
4. Perhatikan faktor penyulit
pencabutan
5. Aman: Tunggu keradangan
mereda
INCISION for DRAINAGE
INSISI, DRAINAGE & DRAIN
ABSES SUBMUKOSA RA
ABSES SUBMUKOSA RA
ABSES SUBMUCOUS
ABSES SUBPERIOSTEAL
ABSES PALATAL
INSISI ABSES PALATUM
INSISI ABSES PALATUM
ABSES SUBCUTAN
 LOKASI: DIBAWAH KULIT
 EDEMA: BATAS JELAS

 KEMERAHAN

 FLUKTUASI: LUNAK

 TEKANAN: A PIT IS EASILY


FORMED
 INSISI: ANESTESI LOKAL
ABSES SUBCUTAN
ABSES SUBCUTAN
ABSES SUBCUTAN
BUCCAL SPACE ABSES
 LOKASI: DIANTARA BUCCINATOR
DAN MASSETER
 PENYEBAB: Gigi Posterior RA dan
RB
 BENGKAK HEBAT PADA PIPI
 KULIT TEGANG DAN KEMERAHAN
 INSISI: INTRA ORAL
BUCCAL SPACE ABSES
ABSES SUBMENTAL

 PENYEBAB: GIGI DEPAN RB


 PALPASI: KERAS
 PAINFUL
 FLUKTUASI: JARANG SEKALI
ABSES SUBMENTAL
ABSES SUBMENTAL
ABSES SUBLINGUAL
 SUBLINGUAL SPACE DIBAWAH
MYLOHYOID
 PENYEBAB: GIGI ANT, P DAN M-RB
 PEMBENGKAKAN PADA DASAR
MULUT
 ELEVASI LIDAH
 MENGGERAKKAN LIDAH: SAKIT
 BLUISH TINGE: KEBIRUAN
 SULIT BERBICARA
ABSES SUBLINGUAL
ABSES SUBMANDIBULAR
 LOKASI: DIBAWAK BODY OF
MANDIBLE
 PENYEBAB: M2 ATAU M3-RB, DIMANA
AKAR BERADA DIBAWAH MYLOHYOID
 PALPASI KERAS
 WARNA KEMERAHAN
 SUDUT MANDIBULA TIDAK TERABA
 NYERI TEKAN
 TRISMUS
ABSES SUBMANDIBULAR
ABSES SUBMANDIBULAR
ABSES SUBMASSETERIC
 LOKASI: MASSETER DAN PINGGIRAN
MANDIBULA
 PENYEBAB: M3-RB/PERICORONITIS
 PALPASI: KERAS DAN SAKIT
 SUDUT MANDIBULA TIDAK TERABA
 TRISMUS
 IO: BENGKAK DAERAH RETROMOLAR
ABSES SUBMASSETERIC
PHLEGMON/CELLULITIS
 RADANG AKUT
 DIFUSE
 PADA JARINGAN IKAT KENDOR
 ENZIM: STREPTOKINASE/DORNASE
DAN HYALURONIDASE YANG
MERUSAK JARINGAN IKAT
 MIXED INFECTION
 TERAPI: ANTIBIOTIKA DOSIS TINGGI
 MRS?
PHLEGMON/CELLULITIS
LUDWIG’S ANGINA
 LOKASI: KEDUA SUBMANDIBULAR SPACE,
SUBMENTAL DAN LINGUAL SPACE
 PENYEBAB: GIGI RB, APIKAL DIBAWAH
MYLOHYOID
 BENGKA HEBAT, FLUKTUASI (-)
 SULIT MENELAN, BERNAFAS DAN
BERBICARA, BANYAK SALIVA
 INSISI & DRAINAGE DENGAN DRAIN
 MRS? OBSTRUKSI NAFAS, TRACHEOSTOMY
LUDWIG’S ANGINA
LUDWIG’S ANGINA
LUDWIG’S ANGINA
PEMBERIAN ANTIBIOTIKA
 INDIKASI & KONTRAINDIKASI
 ROUTES OF ADMINISTRATION
 BACTERIAL SENSITIVITY
 DRUG INTERACTION
 SIDE EFFECT
 COST
 PATIENT COOPERATION
INDIKASI PEMAKAIAN
ANTIBIOTIK PADA INFEKSI
ODONTOGEN (PROPHYLAKSIS &
TERAPI)
 CELLULITIS AKUT
 PERICORONITIS AKUT DISERTAI SUHU
TINGGI DAN TRISMUS.
 OPEN (COMPOUND) FRACTURES OF THE
MANDIBLE & MAXILLA.
 LUKA PADA OROFACIAL YANG LUAS, DALAM
DAN LAMA (LEBIH DARI 6 JAM)
 INFEKSI ODONTOGEN ATAU TINDAKAN
BEDAH PADA PENDERITA DENGAN
PENYAKIT SISTEMIK
 UNTUK PRPHYLAKSIS TINDAKAN BEDAH
PADA PENDERITA KELAINAN JANTUNG,
PEMASANGAN IMPLANT
Dari kelompok 3 semester
IV A