Vous êtes sur la page 1sur 23

ABSES OTAK

VERONKA PENY LABA S.KED FAA 117 032 PEMBIMBING: DR. BAMBANG SUPRIYADI SP.S
Pendahuluan
✗ Dua jalur infeksi otak:
✗ (1) trombus yang terinfeksi dapat
terbentuk di vena diploic dan menyebar
sepanjang pembuluh ini ke sinus dural (ke
dalam yang aliran vena diploic), dan dari
sana, dengan cara retrograde, sepanjang
pembuluh darah meningeal ke otak, dan
✗ (2) Fokus osteomielitik dapat mengikis
bagian dalam tulang dan tulang menyerbu
dura, ruang subdural, pia-arachnoid, dan
bahkan otak.

2
✗ Abses otak merupakan hasil sekunder untuk
bakteremia dan fokus bakteri di tempat lain di tubuh.
✗ Infeksi pulmonal purulen (abses, bronkiektasis) dan
endokarditis bakteri  terbesar untuk abses otak di era
modern.
✗ Proporsi kecil: sinus paranasal, telinga tengah, dan
mastoid.
✗ Telinga abses di 1/3 terjadi di bagian anterolateral
serebral; sisanya terjadi di bagian tengah dan inferior
lobus temporal.
✗ Sinus yang paling sering adalah frontal dan sphenoid
 abses di lobus frontal dan temporal.

3
4
Patogenesis
✗ Abses otogenik dan rhinogenic
mencapai sistem saraf dengan
ekstensi langsung daritulang telinga
tengah atau sinus hidung yg menjadi
tempat terjadinya osteomielitis,dengan
penetrasi dura dan leptomeninges.
Infeksi dapat menyebar di sepanjang
vena intrakranial utama.
✗ Tromboflebitis dari vena pial dan sinus
dural, oleh jaringan otak infark,
membuat lebih rentan invasi oleh
bahan menular.

5
✗ anatomi hubungan dekat sinus lateral (transversal) ke
cerebellum menjelaskan otak terinfeksi melalui rute
vena.Penyebaran sepanjang saluran vena juga
menjelaskan bagaimana abses bisa terjadi kadang-
kadang terbentuk pada jarak yang cukup jauh dari
fokus utama di telinga tengah atau sinus paranasal

✗ Sebagian besar abses otak adalah metastasis, yaitu,


hematogen: bakteri endokarditis atau fokus septik
primer di paru-paru atau pleura.
✗ Pada anak : berhubungan dengan cacat jantung
kongenital atau paru, malformasi arteriovenosa yang
memungkinkan emboli yang terinfeksi

6
✗ Abses metastasis dari penyebaran
hematogen biasanya terletak di
wilayah distal arteri otak tengah dan
kadang-kadang multipel,
✗ Lesi serebral pada semua bentuk
endokarditis adalah hasil dari oklusi
embolik pembuluh oleh fragmen
vegetasi dan bakteri, yang
menyebabkan infark jaringan otak dan
respon inflamasi terbatas di sekitar
yang terlibat pembuluh darah dan
meninges atasnya (serebritis)

7
✗ Gejala-gejala serebral stroke dapat menjadi klinis
pertama manifestasi penyakit. Terkadang dalam
beberapa hari tetapi biasanya lebih lama, arteri yang
meradang mungkin membentuk aneurisma (aneurisma
mikotik) yang nantinya menjadi perdarahan parenkim
atau subarachnoid

✗ Tanda-tanda serebral yang berkembang dengan cepat


pada pasien dengan endokarditis akut hampir selalu
disebabkan oleh septik infark emboli atau perdarahan

8
✗ abses otak yang berhubungan dengan penyakit
jantung bawaanjarang terlihat sebelum tahun
ketiga kehidupan. Tetralogi dari Fallot  anomali
paling umum yang terlibat, tetapi abses dapat
terjadi dengan intracardiac kanan-ke-kiri atau
pulmonary shunt yang memungkinkan darah
vena kembali mengalir ke jantung untuk
memasuki sirkulasi sistemik tanpa terlebih
dahulu melewati paru-paru

9
ETIOLOGI
✗ Organisme yang paling umum menyebabkan bakteri
serebral abses adalah streptokokus virulen, anaerobik atau
mikroaerofilik.
✗ Anaerob terutama: Bacteroides, Fusibacterium, dan
Prevotella dan lebih jarang Propionibacterium (diphtheroids),
✗ Aerob: Hemophilus, Enterobacteriaceae seperti E. coli dan
Proteus.
✗ Staphylokokus aureus juga sering menyebabkan otak abses
✗ Pneumokokus, meningokokus, dan H. influenzae jarang
sekali.
✗ Bakteri gram positif lebih tinggi Actinomyces dan Nocardia
dan jamur tertentu terutama Candida, Mucor, dan
Aspergillus

10
… etiologi
✗ abses staphylococcal: dari ✗ Predisposisi abses otak
trauma kecelakaan atau bedah, nocardial adalah pulmonal
kadang-kadang endokarditis, infeksi nocardial, seringkali pada
terutama pada pecandu narkoba pasien imunosupresi
suntik; ✗ Di imunosupresi pasien, abses
✗ organisme enterik hampir selalu otak biasanya berasal dari
terkait dengan infeksi otitis organisme nonbakterial; jamur
✗ streptokokus anaerobik : dan parasit (toksoplasmosis)
metastasis dari paru-paru dan terbanyak.
sinus paranasal

11
12
Patogenesis
✗ Lokalisasi eksudat inflamasi, trombosis septik
pembuluh darah, dan agregat leukosit yang
mengalami degenerasi merupakan reaksi awal
terhadap invasi bakteri otak.
✗ Mengelilingi jaringan nekrotik adalah makrofag,
astroglia, mikroglia, dan banyak pembuluh darah
kecil, hiperplasia endotel, mengandung fibrin,
dan leukosit polimorfonuklear. Edema interstitial
pada materi putih di sekitarnya.

13
… patogenesis
✗ Terjadi nekrosis lokal dan pencairan ✗ Kapsul dapat pecah dan
jaringan otak, dibatasi oleh suatu menyebabkan abses satelit, terjadi
daerah reaksi berupa edema dan kekambuhan.
ensefalitis. ✗ Dapat juga terjadi ruptur abses ke
✗ Dalam beberapa hari akan terbentuk sistem ventrikel.
kapsul. ✗ Drainase intermiten yang tidak
✗ Setelah kapsul terbentuk, edema dan adekuat melalui jejak radang ke
ensefalitis mereda; masuk ke periode ruang subarakhnoid atau rongga
istirahat. mastoid dapat menyebabkan
✗ Selanjutnya kapsul abses dapat gejala yang intermiten.
mengalami pengapuran diikuti
penyembuhan.

14
Gejala klinis
✗ Gejala umum abses otak adalah gejala
proses desak ruang ditambah gejala infeksi.
✗ Stadium awal abses otak berupa ensefalitis,
yang menimbulkan edema otak dan
peningkatan TIK,  mual,nyeri kepala dan
muntah, somnolen dan rasa bingung kadang
delusi dan halusinasi. Bila berat terjadi
stupor dan koma.
✗ Edema papil mulai timbul 10-14 hari setelah
onset.
✗ Dapat terjadi herniasi tentoria atau herniasi
tonsil serebelum ditandai dengan fiksasi dan
dilatasi pupil dan akhirnya paralisis
pernafasan.

15
✗ Kapsul mulai terbentuk dalam ✗ Kekambuhan terjadi jika
10-14 hari. abses berkapsul pecah dan
✗ Kapsul fibrosis terbentuk menyebabkan abses satelit;
dalam 5-6 minggu. hal tersebut masih dapat
✗ Pembentukan kapsul tersebut terjadi walaupun telah
diikuti menurunnya gejala terbentuk dinding abses
karena berkurangnya fibrosis yang kuat.
ensefalitis dan edema di ✗ Sekitar 5-10% abses otak
sekitar abses. dapat kambuh.

16
• demam tidak • Kejang fokal
terlalu tinggi, Stadium laten atau afasia
rasa Stadium akhir
pada abses
mengantuk, lobus
kehilangan • secara klinis temporal, pada • kesadaran
konsentrasi, tidak jelas abses menurun dari
kehilanga karena gejala serebelum sopor sampai
nafsu makan, berkurang, terjadi ataksia koma dan
nyeri kepala terdapat atau tremor. akhirnya
serta malaise, malaise, Nyeri kepala meninggal,
kadang- kurang nafsu hebat disertai karena ruptur
kadang mual makan dan mual dan abses ke
dan muntah nyeri kepala muntah dalam sistem
non proyektil. yang hilang proyektil ventrikel dan
timbul. dianggap khas rongga sub
untuk penyakit arakhnoid.
intrakranial
Stadium inisial Stadium manifes
17
Diagnosis
✗ Kelainan neurologik ✗ Pungsi lumbal harus ✗ Pemeriksaan CT scan
fokal tidak selalu dilakukan kecuali jika ada dengan kontras sangat
dijumpai; jika ada, tanda peninggian TIK, penting untuk
memperkuat kecurigaan menunjukkan peninggian menegakkan diagnosis
terhadap abses otak. tekanan, protein dan hitung abses otak; akan tampak
✗ Pada pemeriksaan sel, atau normal. sebagai daerah hipodens
darah umumnya ✗ Pemeriksaan EEG dikelilingi oleh lingkaran
ditemukan jumlah gelombang abnormal dan yang disebut tanda cincin
leukosit normal atau terdapat lateralisasi berupa atau ring
sedikit meningkat, gelombang delta di sisi sign.Diagnosispasti
biasanya < 15000/mm3, abses. EEG normal tidak ditegakkan jika ditemukan
LED meningkat antara menyingkirkan adanya pus dari tempat abses
45-55 mm/jam. abses otak.
18
MRI menunjukkan abses otak frontal kanan terkait dengan endokarditis bakteri (S.
aureus) pada pria 55 tahun. Ada peningkatan cincin khas dengan gadolinium (panel
kiri) dan difusi terbatas dalam abses (panel kanan).
19
Tatalaksana
antibiotik tertentu dapat diberikan, dengan
pilihan berdasarkan kondisi predisposisi (vankomisin,
cephalosporin generasi kedua atau ketiga seperti
ceftriaxone, dan meropenem atau metronidazole)
penisilin dan metronidazol biasanya cukup
untuk infeksi odontogenik tetapi generasi ketiga atau keempat
cephalosporin, seperti sefotaksim, 2 g q4h
intravena, sering digunakan. Dalam semua kasus, beberapa minggu
pengobatan disarankan.

20
…tatalaksana
Terapi antibiotika diberikan jika : 5. Bersamaan dengan ✗ CT scan dikerjakan setiap
1. Keadaan pasien akan hidrosefalus yang minggu atau jika timbul
memburuk bila dilakukan memerlukan pirau yang gejala baru. Jika keadaan
tindakan bedah, menyebabkan infeksi pada klinis menetap atau
2. Terdapat abses multipel, tindakan bedah, membaik, antibiotika
terutama jika lokasinya 6. Setelah pemberian antibiotika intravena dapat dilanjutkan
saling berjauhan, pada 2 minggu pertama, sampai 4-6 mg
3. Letak abses di sebelah dalam ukuran abses mengecil. ✗ Jika abses mengecil maka
atau di daerah yang vital, ✗ jika ≥ 2,5 cm dan tidak antibiotika oral diteruskan 2-
4.Bersamaan dengan meningitis, berrespon terhadap 6 bulan dan CT scan
antibiotika, atau > 3 cm, dikerjakan setiap 2-4 bulan
dianjurkan eksisi abses. selama 1 tahun untuk
menghindari kekambuhan.
21
W. Sucipta, W. Suardana . Abses Otak Otogenik
Berulang. Bagian THT Fakultas Kedokteran
Universitas Udayana / RS Sanglah Denpasar,
Bali. 2011

Allan H. Ropper, MD, Martin A. Samuels, MD,


Joshua P. Klein, MD, PhD. Adams and Victor's
PRINCIPLES OF NEUROLOGY TENTH
EDITION. McGraw-Hill education. New York.
2014

22
THANK YOU!
23