Vous êtes sur la page 1sur 24

ASAM URAT

Disusun oleh :
1. Widya Rizqy P. (P1337434116071)
2. Nadiyya Intania (P1337435116074)
3. Khoirun Nisa’ (P1337434116078)
4. Yeni Sulistyawati P. (P1337434116080)
Pengertian Asam Urat
• Asam urat merupakan produk akhir metabolisme purin yang berasal
dari metabolisme dalam tubuh/ faktor endogen (genetik) dan berasal
dari luar tubuh/ faktor eksogen (sumber makanan). Asam urat
dihasilkan oleh setiap makhluk hidup sebagai hasil dari proses
metabolisme sel yang berfungsi untuk memelihara kelangsungan
hidup. Penyakitakkibat kelebihan kadar asam urat sering disebut
penyakit gout atau lebih dikenal dengan penyakit asam urat.
• Penyakit pirai (gout) atau arthritis gout adalah penyakit yang disebabkan oleh
tumpukan asam/kristal urat pada jaringan, terutama pada jaringan sendi. Gout
berhubungan erat dengan gangguan metabolisme purin yang memicu peningkatan
kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia), yaitu jika kadar asam urat dalam
darah lebih dari 7,5 mg/dl. Nilai normal dalam darah :

Pria : 3,4-8,5 mg/dl

Wanita : 2,8-7,3 mg/dl (colori)

Anak : 2,5-5,5 mg/dl

Lansia : 3,5-8,5 mg/dl

Dalam urine : dewasa 250-750 mg/24 jam


Metabolisme Purin
• Purin adalah salah satu kelompok struktur kimia pembentuk DNA. Purin
berasal atau didapat dari makanan dan berasal dari penghancuran sel-sel
tubuh yang sudah tua. Pembentukan Asam urat dimulai dengan metabolisma
dari DNA dan RNA menjadi Adenosine dan Guanosin
• Sebagian besar sel tubuh selalu diproduksi dan digantikan, terutama dalam
darah. Adenosine yang terbentuk kemudian dimetabolisme
menjadi hipoksantin. Hipoksantin kemudian dimetabolisme menjadi xanthine.
Sedangkan Guanosin dimetabolisme menjadi xantin.
• Kemudian xanthine dari hasil metabolisme hiposantin dan Guanosin
dimetabolisme dengan bantuan enzim xanthine oxidase menjadi asam urat.
Keberadaan enzim xanthine oxidase menjadi sangat penting dalam
metabolisme purin, karena mengubah hipoksantin menjadi xanthine, dan
kemudian xanthine menjadi asam urat.
• Selain enzim xanthine oxidase, pada metabolisme purin terlibat juga
enzim Hypoxanthine-Guanine Phosphoribosyl Transferase yang biasa
disebut HGPRT. Enzim ini berperan dalam mengubah purin menjadi
nukleotida purin agar dapat digunakan kembali sebagai penyusun DNA
dan RNA. Jika enzim ini mengalami defisiensi, maka peran enzim
menjadi berkurang. Akibatnya purin dalam tubuh dapat meningkat.

• Purin yang tidak dimetabolisme oleh enzim HGPRT akan dimetabolisme


oleh enzim xanthine oxidase menjadi asam urat. Pada akhirnya,
kandungan asam urat dalam tubuh meningkat atau tubuh dalam kondisi
hiperurisemia. Pada intinya enzim xanthine oxidase berfungsi
membuang kelebihan purin dalam bentuk asam urat. Sekitar dua per
tiga asam urat yang sudah terbentuk di dalam tubuh secara alami akan
dikeluarkan bersama urin melalui ginjal.
Gejala Asam Urat
1. Adanya kristal urat yang khas dalam cairan sendi

2. Thopus terbukti mengandung Kristal urat berdasarkan pemeriksaan kimiawi


dan mikroskopik dengan sinar terpolarisasi.
 Gejala lainnya adalah :

• Lebih dari sekali mengalami serangan arthritis akut

• Terjadi peradangan secara maksimal dalam satu hari

• Oligoarthritis (jumlah sendi yang meradang kurang dari 4)

• Kemerahan disekitar sendi yang meradang

• Sendi metatarsophalangeal pertama (ibu jari kaki) terasa sakit atau


membengkak.

• Serangan unilateral (satu sisi) pada sendi metatarsophalangeal pertama.

• Serangan unilateral pada sendi tasrsal (jari kaki)

• Tofus (deposit besar dan tidak teratur dari natrium urat) di kartilago artikular
(tulang rawan sendi) dan kapsula sendi

• Hiperurisemia (kadar asam urat dalam darah lebih dari 7,5 mg/dL).
Terdapat empat tahap perjalanan klinis dari penyakit
asam urat yang tidak diobati.

1. Tahap pertama adalah hiperurisemia asimtomatik

2. Tahap kedua adalah arthritis gout akut

3. Tahap ketiga adalah serangan gout akut

4. Tahap keempat adalah tahap gout kronik


Faktor Penyebab
• kurang tidur yang menyebabkan terjadinya penumpukan asam
laktat.
• penggunaan sendi yang berlebihan
• Konsumsi makanan dan minuman yang dapat merangsang
pembentukan asam urat
• usia ditas 40 tahun
• penderita diabetes , obesitas,
• kadar trigliserida yang tinggi.
Patofisiologi

Penumpukan
Pengendapan
Kadar asam kristal
kristal asam
urat meningkat monosodium
urat
urat

Serangan gout Inflamasi


Pemeriksaan Laboratorium
1. Metode uricase-PAP
 Tujuan
Menghitung kadar asam urat darah pada sampel pasien
 Prinsip
Asam urat dioksidasi menjaadi allantonin oleh uricase.
Hasil reaksi hydrogen peroksida dengan 4-aminoantipirin
dan 2, 4, 6-tribromo-3-hidroksi benzoic acid (TBHBA)
menjadi Quinonemine.
 Reaksi
uricase
Uric acid + O2 + 2H2O allantoin+CO2+H2O2

peroksidase
2H2O2 + DCHBS + PAP N-(4-antipyryl)3-chloro-5-
sulfonate-p-benzoquinonimine+ HCL + 4H2O

 Alat dan bahan


Alat : Mikropipet 10 ul dan 1000 ul
Spektrofotometer
Tabung reaksi dan rak tabung
Tip
Tissue
Bahan : Serum
Reagen asam urat
Reagen standar asam urat
 Prosedur

1. Sampel darah disentrifuge dengan kecepatan 3000 rpm


selama 15 menit sampai diperoleh serum.

2. Memipet serum kedalam mikrotube dengan mikropipet.

3. menyiapkan tabung reaksi

4. Memipet masing-masing sampel kedalam tabung


5. Menghomogenkan larutan, kemudian inkubasi selama 10 menit suhu

20-25ᵒC atau selama 5 menit pada suhu 37ᵒC.

6. Membaca absorbansi sampel, blanko dan standart reagen pada

panjang gelombang 546 nm


Rumus Perhitungan

ATAU
2. Metode strip
 Prinsip
Strip diletakkan pada alat, ketika darah diteteskan pada zona
reaksi tes strip, katalisator asam urat akan bereaksi. Intensitas
dari elektron yang terbentuk dalam alat strip setara dengan
konsentrasi pemeriksaan tersebut
 Alat dan bahan:
Alat : Lanset
Soft click
Strip asam urat
Bahan : darah kapiler
kapas alkohol
kapas kering
 Cara kerja

1. Memasang lancet pada soft click. Atur sesuai kedalaman yang diinginkan.

2. Mengusap jari tengah menggunakan kapas alkohol dan tunggu hingga


kering

3. Memasang strip ke slot tempat strip, nyalakan alatnya menjadi on.

4. Mengecheck nomor kode kalibrasi, bandingkan No kode kalibrasi yang


muncul dilayar dengan yang tertera ditabung harus sama.

5. Sampling darah kapiler dengan menggunakan soft click.

6. Memasukkan darah kedalam strip

7. Menunggu proses pemeriksaan lalu hasilnya akan tertera dilayar

8. Membaca hasil pemeriksaan


Nilai Normal

• Nilai normal dalam darah :


Pria : 3,4-8,5 mg/dl
Wanita : 2,8-7,3 mg/dl (colori)
Anak : 2,5-5,5 mg/dl
Lansia : 3,5-8,5 mg/dl
Dalam urine : dewasa 250-750 mg/24 jam
Tatalaksana Asam Urat
• Pengobatan radang sendi (gout) meliputi pengobatan fase akut dan
pengobatan jangka panjang. Untuk pengobatan fase akut digunakan obat
anti radang, seperti kolkisin, indometasin, obat anti-inflamasi non steroid,
dan golongan steroid. Sementara itu, untuk terapi jangka panjuang
digunakan obat-obat yang dapat menurunkan asam urat, seperti
urikosurik atau allopurinol.

• Sebagian trofi di telinga, tangan, atau kaki akan mengecil secara perlahan
jika kadar asam urat dalam darah berkurang. Namun, jika trofi sang
besar harus diangkar melalui pembedahan.
Tahap pengobatan
• Stadium 1 : Menurunkan kadar asam urat dengan obat
urikosurik
• Stadium 2 : Arthritis akut, diobati dengan
• Kolkisin
• Indometasin
• Naproksen
• Stadium 3 : Arthritis rekuren (kambuh)
• Menghindari faktor pencetus munculnya serangan gout,
seperti makanan yang mengandung lemak dan protein,
alkohol, trauma, serta infeksi. Memberikan obat profilatik, yaitu
kolkisin atau indometasin.
• Stadium 4 : Arthritis kronik

• Ditandai dengan adanya trofi yang merupakan indikasi mutlak bahwa


penderita gout harus menurunkan kadar asam urat serum. Pada
arthritis kronik dapat digunakan obat-obat seperti :

• Allopurinol

• Obat – obat urikosurik, yaitu Probenecid dan Sulfinpirazon


Pencegahan
• Gout tidak dapat dicegah, tetapi beberapa faktor pencetusnya dapat
dihindari misalnya :
• Mengurangi konsumsi makanan yang mengandung protein (purin)
• Menganjurkan meminum banyak air putih
• Menghindari minuman beralkohol
• Mengurangi berat badan karena banyak penderita gout yang memiliki
kelebihan berat badan
• Pada penderita gout, terutama yang sering mengalamiserangan
berulang, mulai menjalani pengobatan jangka panjang.
Terimakasih