Vous êtes sur la page 1sur 24

Farmasi Industri

Sediaan Tablet Zolpidem


Nama Kelompok :
Bella Ariska I4041172026
Dyah Puji Utami I4041172027
BAB I
TINJAUAN FARMAKOLOGI

1. Golongan Obat Berdasarkan Farmakologi Terapi


Zolpidem adalah suatu imidazopyridine hypnotic. Zolpidem merupakan salah
satu derivat non-benzodiazepin yang banyak digunakan untuk pengobatan
jangka pendek.
2. Indikasi
Zolpidem digunakan untuk terapi jangka pendek gangguan tidur taraf berat
pada kasus insomnia orang dewasa.
3. Mekanisme Kerja
Zolpidem berinteraksi dengan kompleks reseptor GABA-BZ, ditemukan dalam sistem
saraf otonom pusat dan perifer, dengan mengikat gamma-aminobutyric acid (GABA)
reseptor di lokasi yang sama dengan benzodiazepin GABA diikat mengakibatkan
afinitas GABA terhadap reseptornya akan meningkat. Kemudian kerja GABA akan
meningkat, saluran ion Cl- akan terbuka dan ion Cl- akan banyak yang mengalir masuk
ke dalam sel. Meningkatnya jumlah ion Cl- menyebabkan hiperpolarisasi sel yang
berakibat kemampuan sel untuk dirangsang berkurang serta menimbulkan efek
sedasi.
4. Farmakokinetik
Tablet zolpidem diabsorpsi dengan cepat. Kadar puncak dalam plasma tablet
Zolpidem yaitu 0,5-3 jam dengan waktu paruh pendek yaitu hanya 24 jam. Tablet
Zolpidem memiliki bioavailabilitas 70% dan dimetabolisme terutama di hati serta
dieksresi 56% di urin dan 37% di feses(5).
5. Dosis dan Cara Pemberian
Dosis yang direkomendasikan untuk dewasa yaitu 10 mg segera sebelum tidur.
Dosis awal 5 mg dianjurkan untuk pasien tersebut. Dosis total Zolpidem tidak
melebihi 10 mg. Penggunaan zolpidem maksimal 4 minggu di bawah
pemantauan medis.
6. Kontraindikasi
Obstructive sleep apnoea, depresi pernapasan akut atau parah, miastenia
gravis, gangguan fungsi hati yang parah, sakit psikosis, kehamilan dan
menyusui.
7. Efek Samping dan Toksisitas
Efek samping dari obat zolpidem yaitu tidur berjalan, tidur mengemudi dan tidak boleh
digunakan dengan alkohol atau obat depresan SSP. Selain itu dapat menyebabkan amnesia,
gangguan kepribadian, gangguan tingkat kesadaran, ketergantungan obat, mabuk
kendaraan, ataksia, kebingungan mental, penurunan kewaspadaan (terutama pada lanjut
usia), hipotonia otot, astenia, diplopia dan gangguan gastrointestinal.
8. Interaksi Obat
8.1 Interaksi Obat dengan Obat
Zolpidem dengan ibuprofen, codein dan fentanyl dapat menyebabkan gangguan pernapasan,
koma bahkan kematian (major).
Zolpidem dengan acetaminophen, amobarbital dan aminophylline dapat meningkatkan efek
samping seperti pusing, mengantuk, kebingunan dan kesulitan berkonsentrasi. Beberapa
orang juga mengalami gangguan dalam berpikir, penilaian dan koordinasi motorik (moderate).
Zolpidem dengan amlodipin atau benazepril dapat menurunkan tekanan darah, sakit kepala,
pingsan, perubahan denyut nadi atau detak jantung (moderate).
8.2 Interaksi Obat dengan Makanan
Penggunaan Zolpidem dengan alkohol dapat meningkatkan efek samping seperti pusing, mengantuk, kebingunan dan kesulitan berkonsentrasi.
Beberapa orang juga mengalami gangguan dalam berpikir, penilaian dan koordinasi motorik. Mengkonsumsi Zolpidem dengan makanan dapat
menunda waktu tidur. Untuk onset tidur yang lebih cepat, Zolpidem tidak boleh diminum atau segera setelah makan (moderate).
8.3 Interaksi Obat dengan Penyakit
Zolpidem dengan intoksikasi alkohol akut karena dapat meningkatkan efek depresan pada sistem saraf pusat, depresi pernapasan berat bahkan
kematian (major).
Zolpidem dengan depresi dapat menyebabkan pemikiran abnormal dan perubahan perilaku. Beberapa perubahan ini termasuk penurunan
penghambatan, agresivitas, agitasi danhalusinasi. Obat ini dapat menyebabkan atau memperburuk depresi mental dan menyebabkan perilaku
dan ide bunuh diri (major).
Penyalahgunaan zolpidem dapat menyebabkan ketergantungan obat. Toleransi serta ketergantungan fisik dan psikologis dapat berkembang
(major).
Zolpidem dengan penyakit hati dapat menyebabkan insufisiensi hati kronis jika konsentrasi plasma dan waktu paruh zolpidem meningkat secara
substansial (major). Hal ini dikarenakan zolpidem dimetabolisme oleh hati.
Zolpidem dengan glaukoma dapat berefek antikolinergik dan kesulitan buang air kecil karena retensi atau pembesaran prostat (moderate).
Zolpidem dengan depresi dapat menyebabkan depresi pernapasan dan apnea ketika diberikan dalam dosis tinggi atau setelah overdosis akut
(moderate).
Zolpidem dengan disfungsi ginjal dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal karena zolpidem dimetabolisme oleh hati dan kemudian
dieksresikan dalam urin terutama sebagai metabolit (moderate).
BAB II
ASPEK KIMIA DAN PREFORMULASI
 Tablet obat zolpidem diidentifikasi dengan Spektrofotometri Inframerah
yaitu, persiapkan dengan melarutkan 0,1 gram dalam 10 ml asam klorida 0,1
M. Tambahkan 10 ml air R. Tambahkan tetes demi tetes dengan pengadukan 1
ml amonia encer. Saring dan kumpulkan endapan yang dihasilkan. Cuci
endapan dengan air dan kemudian keringkan pada 100-105oC selama 2 jam.
Periksa endapan sebagai cakram. Untuk perbandingan, diulangi operasi
menggunakan o,1 gram zolpidem CRS.
• Dengan bahan tambahan yaitu avicel 101, Mg. Stearat, talkum, Na.
Kroskarmelosa, HPMC, FD & C red, Na. Lauril sulfat, Titanium dioksid,
Aquadest.
Penetapan Kadar
Potensiometri adalah suatu teknik analisis pengukuran konsentrasi sebagai fungsi
dari potensial dalam suatu sel elektrokimia. Metode ini sangat berguna untuk
menentukan titik ekuivalen suatu titrasi secara instrumen sebagai pengganti
indikator visual. Ketelitian titrasi potensiometri lebih tinggi dibandingkan dengan
titrasi visual yang menggunakan indikator. Pada penggunaan alat ukur
potensiometer, pembacaan potensial dilakukan pada setiap periode penambahan
titran. Penambahan titran dihentikan bila nilai potensial terukur relatif tidak berubah
pada penambahan volume titran, setelah terjadi lompatan potensial yang tajam.
Dilarutkan 0,3 gram Zolpidem dalam campuran 20 ml asam asetat anhidrat dan 20 ml
asam asetat anhidrida, dititrasi dengan 0,1 asam perklorat 0,1M. Titik akhirnya
ditentukan dengan potensiometri.
BAB III
PENGEMBANGAN FORMULA
Untuk 1 Tablet
Bahan Untuk 100.000 Tablet (gram)
(mg)

Zolpidem 10 1.000

Avicel 101 65 6.500

Magnesium stearat 7 700

Talkum 14 1.400

Natrium kroskarmelosa 14 1.400

HPMC 20 2.000

FD & C red No.2 Lake 15 1.500

Natrium lauril sulfat 25 2.500

Titanium dioksida 5 500

Aquadest 33 3.300
• Berdasarkan dosis yang ada dan untuk memenuhi ketersediaan tablet
Zolpidem maka dibuatlah tablet Zolpidem dengan kekuatan sediaan 10 mg
per tablet sebanyak 100.000 tablet.
• Zolpidem dibuat dalam bentuk tablet salut film untuk menjaga
stabilitasnya. Selain itu, tujuan dibuat tablet salut film yaitu menutupi rasa,
melindungi zat aktif terhadap pengaruh luar seperti kelembaban, oksigen,
cahaya, memberikan perlindungan fisik dan kimia pada obat, meningkatkan
daya tarik (estetika) dan mempermudah identifikasi sediaan karena
keuntungan pembuatan tablet salut film adalah waktu pengerjaannya yang
relatif cepat, lebih efisien sehingga membutuhkan tenaga dan bahan yang
lebih sedikit.
Prosedur Pembuatan Sediaan
• Prosedur pembuatan tablet dengan cara kempa langsung sebagai berikut:
• Bahan baku ditimbang sesuai keperluan.
• Dicampurkan semua bahan fase dalam Zolpidem dan avicel PH 101 dan diaduk hingga homogen (Massa I).
• Ditambahkan magnesium stearat ke dalam Massa I dan diaduk hingga homogen (Massa II).
• Setelah homogen ditambahkan natrium kroskarmelosa dan talkum ke dalam Massa II dan diaduk sampai
homogen.
• Dilakukan evaluasi terhadap massa cetak, sebagaimana evaluasi yang dilakukan pada granul.
• Massa cetak dikempa dengan menggunakan punch yang sesuai dengan bobot tablet yang telah ditentukan.
• Dilakukan evaluasi terhadap tablet yang diperoleh.
• Larutan coating yang akan digunakan disiapkan, kemudian masukkan tablet ke dalam mesin dengan waktu
penyalutan sesuai dengan BR atau sampai warna yang kita inginkan didapat. Setelah selesai didinginkan
tablet di ruangan staging hasil coating selama 3 jam.
• Masukkan ke wadah dengan label “Karantina Siap Sortir” dan dilakukan sortir obat yang tidak sesuai
dengan estetika obat.
• Dilakukan pengemasan primer dan sekunder.
Pengujian Stabilitas

• Real Time Stability Test (Uji Jangka Panjang)


• Accelerated Stability Test (Uji dipercepat)
Up Scalling

• Dalam sediaan tablet zolpidem dibuat 100.000 sediaan,


sehingga di buat dengan skala industri
BAB IV
MANUFAKTUR DAN QC
1. Aspek-Aspek CPOB yang Terkait Proses Produksi
a. Manajemen Mutu
b. Personalia
c. Bangunan dan Fasilitas
d. Peralatan
e. Sanitasi dan Higienis
f. Produksi
g. Pengawasan Mutu
h. Inspeksi Diri, Audit Mutu dan Audit dan Persetujuan Pemasok
i. Penanganan Keluhan terhadap Produk dan Penarikan Kembali Produk
j. Dokumentasi
k. Pembuatan dan Analisis Berdasarkan Kontrak
l. Kualifikasi dan Validasi
2. Proses IPC
3. Validasi Proses

Tujuan pelaksanaan Validasi Proses yaitu:


• Memberikan dokumentasi secara tertulis bahwa prosedur produksi yang
berlaku yang digunakan dalam proses produksi (Batch Processing Record),
senantiasa mencapai hasil yang diinginkan secara terus menerus.
• Mengurangi problem yang terjadi selama proses produksi.
• Memperkecil kemungkinan terjadinya proses ulang (reworking process).
4. Pengemasan
Kemasan Sekunder Kemasan Primer
5. Penyimpanan

• Tablet Flunarizine harus disimpan dalam wadah tertutup


rapat, disuhu ruangan (di bawah 30oC) terlindung dari
matahari dan kelembaban
BAB V
REGULASI DAN PERUNDANGAN
1. Tata laksana registrasi berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pengawas
Obat dan Makanan No. HK.00.05.3.1950 untuk memperoleh izin edar terdiri
dari:
• Registrasi obat diajukan oleh pendaftar kepada Kepala Badan.
• Registrasi obat dilakukan dalam dua tahap, yaitu pra-registrasi dan
penyerahan berkas registrasi.
• Penyerahan berkas registrasi dilakukan dengan menggunakan formulir
registrasi dan disket, dilengkapi dengan dokumen-dokumen penunjang
sesuai ketentuan yang berlaku.
Alur Registrasi
2. Penandaan Sesuai Undang-Undang
No registrasi sediaan tablet Zolpidem 10 mg adalah:
• DKL 18 406 256 10 A 1
• D: Obar dengan nama dagang
• K : Golongan obat keras
• L : Produksi dalam negri (lokal)
• 18: Tahun penandaan obat jadi (tahun 2018)
• 406 : Nomor urut pabrik di Indonesia
• 256 : Nomor urut obat jadi yang disetujui oleh pabrik
• 10: Nomor urut sediaan
• A : Kekuatan obat jadi
• 1 : Kemasan untuk kekuatan obat jadi tersebut (kemasan pertama)
• Sediaan tablet Zolpidem 10 mg dibuat oleh pabrik atau industri yang telah memenuhi persyaratan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).
• No batch sediaan tablet flunarizine 5 mg adalah:
• 05180 01 01
• 0518 : Bulan dan tahun produksi
• 01: Kode bentuk sediaan (tablet)
• 01: Nomor urut pembuatan
BAB VI
INFORMASI OBAT
1. Pelayanan Informasi Obat
• Zolpidem harus diberikan dengan resep dokter.
• Dosis yang dianjurkan adalah 10 mg/hari setelah atau sebelum makan dan jangan melebihi dosis yang dianjurkan.
• Obat zolpidem sebaiknya diminum pada malam hari saat hendak tidur untuk mengatasi kesulitan tidur.
• Efek samping yang sering muncul adalah pusing, mengantuk dan kelelahan.
• Sebaiknya obat zolpidem tidak dikonsumsi bersamaan dengan alkohol dan acetaminophen karena akan meningkatkan efek samping sistem
saraf zolpidem seperti, pusing, mengantuk dan kehilangan berkonstrasi.
• Sebaiknya obat zolpidem tidak dikonsumsi bersamaan dengan codein, fentanyl dan ibuprofen karena dapat menyebabkan gangguan
pernapasan, koma bahkan kematian.
• Sebaiknya zolpidem tidak dikonsumsi bersamaan dengan amlodipin, atau benazepril karena dapat menurunkan tekanan darah, sakit kepala,
pisang, perubahan denyut nadi.
• Sebaiknya zolpidem tidak dikonsumsi bersamaan dengan obat depresi karena dapat menyebabkan pemikiran abnormal.
• Hati-hati untuk penggunaan pada anak-anak karena keamanan dan keefektifan obat ini belum ditetapkan.
• Obat ini tidak dianjurkan untuk wanita hamil terutama trimester akhir dan menyusui.
• Jangan menghentikan pengobatan seketika tanpa anjuran dari dokter.
• Perlu perhatian khusus bagi pasien lansia dengan kondisi gangguan mental, pernafasan, gangguan hati dan ginjal serta ketergantungn zat
terlarang.
• Obat ini disimpan dalam wadah tertutup rapat, disuhu ruangan (dibawah 30oC) terlindung dari matahari dan kelembaban.
2. Brosur Obat
TERIMA KASIH