Vous êtes sur la page 1sur 49

LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI

KESELAMATAN KERJA
PT. TORISHIMA GUNA
ENGINEERING
KELOMPOK B1

 dr. Anasthasia Nelyana P


 dr. Anggi Zerlina Darwin
 dr. Cayadi Sidarta Antonius
 dr. Ilmah
 dr. Kiko Panditama
 dr. Melisia
 dr. Nancy
 dr. Vita Noveryn
 dr. Mario Budi Roehimat
 dr. Yansen Sebastian
LATAR BELAKANG

Faktor keselamatan kerja menjadi penting karena


sangat terkait dengan kinerja karyawan dan kinerja
perusahaan. Semakin tersedianya fasilitas
keselamatan kerja semakin sedikit kemungkinan
terjadinya kecelakaan kerja.
TUJUAN KUNJUNGAN

Tujuan kunjungan ke PT Torishima Guna Engineering,


antara lain :
 Mendapatkan informasi dan data perusahaan
 Mengenal sistem manajemen K3 di dalam
perusahaan, terutama bidang Keselamatan Kerja
 Menganalisa penerapan Keselamatan Kerja dengan
implementasi dari perusahaan
PROFIL PERUSAHAAN

 Nama : PT Torishima Guna Engineering


 Alamat : JalanSelayar II Blok H-12,
Kawasan Industri MM2100 Telajung - Cikarang
Barat, Bekasi, 17845, Jawa Barat, Indonesia.
 Jumlah karyawan: +- 50 orang
 Asuransi : BPJS
 Jenis Usaha : Manufacturing and Sevices
PT TorishimaGuna Engineering merupakan perusahaan kerja sama
Indonesia antara Torishima Pump Mfg. Co Ltd dari Jepang dan
PT Guna Elektro Indonesia.PT Torishima Guna Engineering
merancang dan merakit semua jenis sistem pompa dan peralatan
terkait lainnya.

PT Torishima Guna Engineering memiliki enam kompetensi utama


:
 Mechanical & Electrical Engineering
 Procurement & Logistics
 Contracting & Project Management
 Fabrication & Manufacturing
 Control & Instrumentation
 Maintenance & Engineering Services
 PT Torishima Guna Engineering telah disertifikasi
oleh ISO 9001 , ISO 14001 dan OHSAS 18001 dan
untuk mendukung di industri Oil & Gas
 Untuk mendukung Peraturan Pemerintah tentang
memprioritaskan bahan lokal untuk produk lokal,
PT Torishima Guna Engineering telah mencapai
sertifikasi TKDN (Tingkat Kandungan Lokal Dalam
Negeri) dari Departemen Industri dan sertifikasi
SKUP (Surat Kemampuan Usaha Penunjang Migas)
KESELAMATAN KERJA

 Selamat(KBBI) : terbebas dari bahaya, malapetaka,


bencana; terhindardaribahaya, malapetaka;
bencana; tidakkurangsuatuapa;
tidakmendapatgangguan; kerusakan, dansebagainya
 Keselamatan : langkah-langkah yang dilaksanakan
oleh individu atau kumpulan untuk mengelakkan
kemudaratan seperti kemalangan, kematian atau
kecederaan.
KESELAMATAN KERJA

Keselamatan kerja adalah keselamatan yang


bertalian dengan mesin, pesawat, alat kerja, bahan,
dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja
dan lingkungannya serta cara-cara melakukan
pekerjaan
DEFINISI KESELAMATAN KERJA

PP no.50/ 2012

Segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi


keselamatan dan kesehatan tenaga kerja melalui
upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit
akibat kerja.
SYARAT KESELAMATAN KERJA

UU No. 1 Tahun 1970 Bab III Pasal 3


 Mencegah dan mengurangi kecelakaan
 Mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran
 Mencegah dan mengurangi bahaya peledakan
 Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada
waktu kebakaran atau kejadian-kejadian lain yang
berbahaya
 Memberi pertolongan pada kecelakaan
 Memberi alat-alat perlindungan diri pada para pekerja
SYARAT KESELAMATAN KERJA

 Mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebar


luasnya suhu, kelembaban, debu, kotoran, asap, uap,
gas, hembusan angin, cuaca, sinar radiasi, suara dan
getaran
 Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit
akibat kerja baik fisik maupun psikis, peracunan, infeksi
dan penularan
 Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai
 Menyelenggarakan suhu dan lembab udara yang baik
 Menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup
 Memelihara kebersihan, kesehatan, dan ketertiban
SYARAT KESELAMATAN KERJA

 Memperoleh keserasian antara tenaga kerja, alat kerja,


lingkungan, cara dan proses kerjanya
 Mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang,
binatang, taman atau barang
 Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan
 Mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat,
perlakuan dan penyimpanan barang
 Mencegah terkena aliran listrik berbahaya
 Menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada
pekerjaan yang bahaya kecelakaannya menjadi bertambah
tinggi
FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN KERJA
(Teori Efek Domino H.W Heinrich)

Penyebab Tidak Penyebab Kecelakaan


Penyebab Dasar
Langsung Langsung Kerja
• Kurangnya • Faktor pekerjaan • Tindakan tidak • Kontak dengan
prosedur/ aturan • Faktor personal aman (Unsafe sumber bahaya
• Kurangnya Action) • Kegagalan fungsi
sarana • Kondisi tidak
• Kurangnya aman (Unsafe
kesadaran Condition)
• Kurangnya
kepatuhan
RUANG LINGKUP
 Tenaga kerja dari semua jenis dan jenjang keahlian

 Peralatan dan bahan yang dipergunakan

 Faktor-faktor lingkungan fisik, biologi, kimiawi


maupun social
 Proses produksi

 Karakteristik dan sifat pekerja

 Teknologi dan metodologi kerja


HASIL PENGAMATAN
Emergency Response Plan

• Perusahaan sudah memiliki P2K3 yang bertanggung jawab


dalam keselamatan dan kesehatan kerja. Sudah ditetapkan
orang-orang yang bertanggung jawab dalam keadaan darurat
dan rencana alur evakuasi bila terjadi bencana , namun belum
ada sosialisasi mengenai nama serta nomor telepon penting
yang wajib dihubungi dalam keadaan darurat.
 Perusahaan sudah memiliki rencana alur evakuasi
untuk di bagian workshop yang ditempel di papan
pengumuman namun pada tidak ditemukan adanya
tanda arah jalur evakuasi pada jalur evakuasi.
 Perusahaan memiliki kendala dalam upaya
penanganan pertama seperti tidak adanya dokter
on site yang siaga dalam jam kerja namun dalam
masalah ini perusahaan telah bekerja sama dengan
beberapa rumah sakit sebagai upaya rujukan
dalam menanggulangi keselamatan dan
memelihara kesehatan para karyawannya.
 Namun tidak memiliki AED dan Waktu Tempuh
Ambulans sekira 45 menit
Penanggulangan Kebakaran

 Menyediakan Alat Pemadam Kebakaran yang diletakan


di beberapa ruangan maupun workshop, pada tempat
yang mudah dilihat, mudah dijangkau, dan diberi tanda
pemasangan. Alat pemadam kebakaran dalam posisi
digantung dengan ketinggian kira-kira 120 cm dari atas
lantai. Berada dalam kondisi baik, tidak bolong maupun
berkarat. Pada alat pemadam kebakaran terdapat lembar
kontrol, yang menyatakan alat pemadam kebakaran di
kontrol setiap 3 bulan. Pada beberapa alat, terdapat
petunjuk pemakaian. Namun, sebagian besar tidak
disertai petunjuk pemakaian. Petunjuk pemakaian justru
diletakan di dinding pengumuman kantor .
 Di ruangan kantor juga terdapat smoke detector
serta water sprinkle yang berada pada seluruh
ruangan. Smoke detector adalah alat yang berfungsi
mendeteksi secara dini adanya kebakaran,agar
kebakaran tidak mudah berkembang menjadi lebih
besar. Sedangkan sistem sprinkle akan bekerja jika
segelnya pecah akibat adanya panas dari api
kebakaran. Dengan terdeteksinya kebakaran, maka
upaya untuk mematikan api dapat segera dilakuksn,
sehingga dapat memiminimalisasi kerugian sejak
awal.
 Dilakukan pelatihan tanggap darurat berkala,
dan latihan bahaya kebakaran yang bekerja
sama dengan pemadam kebakaran.
Instalasi Listrik
 Secara umum, instalasi listrik pada pabrik sudah baik.
 Pada bagian workshop terdapat beberapa kabel yang
dilindungi oleh pipa pelindung kabel serta melekat rapi
pada dinding workshop dan pada bagian workshop
terdapat beberapa sambungan kabel yang berserakan
pada lantai sehingga dapat menyebabkan pekerja
tersandung hingga terjatuh atau lilitan2 beberapa kabel
dapat menimbulkan korsleting listrik.
 Pada ruangan kantor juga ditemukan beberapa kabel
yang terlilit tidak rapih pada lantai yang juga dapat
menimbulkan kecelakaan bagi pekerjanya.
Mengamankan dan Memelihara
Segala Jenis Bangunan

 PT. Torishima Guna adalah perusahaan yang bergerak


dibidang pembuatan pompa dan service pompa. PT
Torishima Guna memiliki tiga titik lokasi pertama
kantor utama terdapat di Rawa Sumur Timur,
kemudian. Manufacturer and Foundry terdapat di
Pulo Ayang, dan yang terakhir Turbomachinery
Services Workshop terdapat di Cikarang Barat.
 Untuk kunjungan kali ini kita diberikan kesempatan
ke kawasan Turbomachinery Services Workshop.
 Khususnya untuk kawasan Turbomachinery Services
Workshop mulai beroperasi tahun 2013 sehingga baru
berjalan kurang lebih 3 tahun. Dan secara umum bisa
digambarkan sebagai berikut:
 PT. Torishima Guna terdiri dari beberapa gedung yang
berfungsi sebagai pusat kantor, dan tempat service.
 Terdapat akses pada ruang kerja dan antar gedung
yang cukup baik.
 Penerangan pada ruang kerja cukup baik.
 Kondisi lantai ruang service berupa semen, tidak licin,
tidak retak dan pada kantor utama terdapat keramik.
 Terdapat garis-garis kuning pembantas untuk
membagi area-area pengerjaan. agar tidak berantakan
 Dinding ruang produksi berwarna putih cerah sesuai dengan
Keputusan Menteri Kesehatan RI no. 26/Menkes/SK/II/1998.
 Untuk sanitasi terdapat WC (toilet) dan tempat cuci tangan
tersedia. Untuk WC laki-laki agak kotor.
 Kebersihan, kerapihan, tata ruang tidak berantakan dan tidak
merintangi akses lalu lalang.
 Sekeliling perusahaan terdapat kurang lebih 3 hidrant untuk
pertolongan pada kebakaran
 Terdapat sebuah kotak P3K.
 Di sekeliling perusahaan tepatnya sepanjang genteng teras
dipasang jaring pengaman untuk menghindari jatuhnya genteng
saat terjadi hujan atau angin kencang.
Mengamankan dan Memperlancar pekerjaan Bongkar Muat,
Perlakuan, dan Penyimpanan Barang

 Secara umum pengorganisasian barang cukup rapi


dan teratur.
 Namun, ada beberapa barang yang dibiarkan
berserakan dan tidak tertutup
Kecelakaan Kerja
 Seluruh tenaga kerja diberikan safety induction terlebih
dahulu oleh P2K3 sebelum memulai pekerjaan masing-
masing. Safety induction yang diberikan berupa cara
penggunaan mesin dan pemakaian alat pelindung diri.
Seluruh pekerja juga diwajibkan mengikuti pelatihan
mengenai area-area bahaya dan sumber potensi bahaya,
sebagai contoh kebakaran.
 Zero Accident sejak 2011
Temuan Lain: Alat Pelindung Diri
 Pekerja lalai dalam menerapkan penggunaan APD,
misalnya pada penggunaan alat pelindung kepala
yakni helm pengaman (safety helmet). Dimana
pekerja tersebut tidak menggunakan helm pengaman
saat bekerja. Sehingga bagian kepala tampak tidak
terlindungi dari benturan, terantuk, kejatuhan atau
terpukul benda tajam dan keras yang meluncur dari
udara, serta terpapar oleh radiasi panas, api, dll.
MEMBERI PERTOLONGAN PADA
KECELAKAAN
 Sebagai salah satu upaya pelaksanaan program K3,dalam hal
ini adalah pelayanan kuratif untuk seluruh tenaga
kerja,tetapi disini PT. Torishima Guna tidak menyediakan
tenaga kerja profesional.
 Namun terdapat Kotak P3K
KESIMPULAN
Keselamatan kerja para tenaga kerja merupakan salah satu hal
penting yang harus diperhatikan. Upaya keselamatan kerja
dapat dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip yang ada.
Pelaksanaan upaya keselamatan kerja tersebut membutuhkan
partisipasi setiap individu tenaga kerja dengan pengawasan
yang serius. Identifikasi potensi bahaya harus dilakukan
secara berkala diiringi dengan maksimalisasi fasilitas
pencegahan dan penanggulangannya.
 Secara Umum, PT Torishima Guna sudah
menerapkan sistem dan prinsip-prinsip Keselamatan
Kerja yang baik.
 Masih terdapat kekurangan pada jalur evakuasi dan
evakuasi medis.
 Keteraturan barang-barang dan listrik masih dapat
diperbaiki.
 Terdapat temuan penggunaan APD yang dilalaikan.
SARAN

 Menyediakan tanda arah jalur evakuasi


 Petunjuk pemakaian ALPAR sebaiknya diletakkan
di dekat alat tersebut
 Lebih memperhatikan instalasi listrik baik berupa
kabel-kabel yang tidak tertata baik maupun kabel
yang sudah tidak terlindungi lapisan karet
 Penggunaan Alat Pelindung Diri harus sesuai
dengan peringatan bahaya yang terdapat di
lingkungan kerja. Masih tampak adanya pekerja
yang tidak menggunakan safety helmet saat
bekerja, sehingga perlu dikuatkan lagi
penegakannya.
 Menyediakan tenaga medis/ paramedic yang terlatih
untuk menangani kecelakaan kerja.
TERIMA
KASIH
SALAM CINTA DARI KELOMPOK B1