Vous êtes sur la page 1sur 56

Setelah mengikuti perkuliahan mahasiswa mampu:

1. Menguraikan berbagai alat kontrasepsi hormonal dan


keuntungan penggunaannya.
2. Menjelaskan indikasi penggunaan alat kontrasepsi oral,
injeksi dan implant
3. Menjelaskan kontra-indikasi penggunaan alat kontrasepsi
oral, injeksi dan implant
4. Menjelaskan waktu yang tepat penggunaan alat kontrasepsi
oral, injeksi dan implant
5. Menjelaskan cara kerja alat kontrasepsi oral, injeksi dan
implant
1. Oral Kontrasepsi

2. Suntikan/Injeksi Kontrasepsi

3. Subkutis/Implan
a. PIL KONTRASEPSI KOMBINASI (OC/Oral Contraception)
Berupa kombinasi dosis rendah estrogen dan progesteron

b. POP (Progestin-Satu-satunya Pil KB)


POP, seringkali disebut dengan pil mini, hanya mengandung
progestin dalam dosis yang sangat rendah.
JENIS PIL KOMBINASI

1. PIL MONOFASIK
PIL YANG MENGANDUNG KOMBINASI HORMON ESTROGEN
(E) DAN PROGESTERON (P) DALAM JUMLAH DOSIS YANG
SAMA

2. PIL BIFASIK
PIL YANG MENGANDUNG HORMON E DAN P DENGAN DOSIS
YANG BERBEDA DIMANA KADAR HORMON
PROGESTERONNYA DIKURANGI PADA DUA MINGGU
PERTAMA

3. PIL TRIFASIK
MENGANDUNG 3 KOMBINASI KADAR HORMON.
Estrogen dalam pil KB membuat stabilnya siklus 28 hari
tanpa adanya pendarahan sebelum menstruasi. Progestin
menghambat matangnya telur dalam rahim, shg pembuahan
tidak akan terjadi. Disamping itu, lendir di leher uterus
(cervix) menjadi tebal, sehingga sperma tidak bisa
menembusnya.
Mitos : Fakta :

1. Kanker 1. Menurunkan risiko kanker rahim &


endometrium
2. Rahim kering / susah punya 2. Kesuburan kembali cepat
anak lagi
3. Gemuk 3. Faktor individual (misalnya: pola
makan & sugesti nyaman)
4. Jerawat 4. Pil KB modern (OC PLUS/ “The
Pack”) sekaligus membuat kulit lebih
halus.
PROFIL PIL KB KOMBINASI

1. Sangat efektif bila diminum setiap hari. Bila berhenti akan terjadi kehamilan.
2. Pada bulan-bulan pertama pemakaian, mungkin dapat menimbulkan efek samping,
seperti mual, perdarahan atau flek diantara masa haid, kenaikan berat badan,
atau sakit kepala. Semua gejala ini tidak berbahaya.
3. Aman untuk hampir semua wanita karena efek samping jarang terjadi.
4. Dapat digunakan wanita berbagai golongan umur, baik yang sudah maupun yang
belum punya anak.
5. Dapat mencegah penyakit kanker tertentu, kurang darah (akibat kekurangan zat
besi ), nyeri pada waktu haid dan beberapa kesehatan lain.
6. Pil KB Kombinasi yang beredar saat ini antara lain : Mycrogynon-30,Neugynon,
Nordette-28, Mercilon-28, Ovostat, Marvelon, Eugynon dan Gynera.
PROFIL PIL KB KOMBINASI

7. Mencegah ovulasi (pematangan dan pelepasan sel telur)


8. Meningkatkan kekentalan lendir leher rahim sehingga menghalangi masuknya
sperma
9. Membuat dinding rongga rahim tidak siap menerima hasil pembuahan
10. Bila pasien disiplin minum OC-nya, bisa dipastikan perlindungan kontrasepsi
hampir 100%. Selain itu, OC merupakan metode yang paling reversibel, artinya
bila pengguna ingin hamil bisa langsung berhenti minum pil dan biasanya bisa
langsung hamil dalam 3 bulan.
PROFIL PIL PROGESTIN / MINI PIL

1. Pilihan yang baik bagi ibu menyusui dan ingin menggunakan pil,
mulai diminum pada minggu ke-6 setelah melahirkan.
2. Sangat efektif selama masa menyusui.
3. Jika digunakan tidak pada masa menyusui, biasanya terjadi perubahan
pola haid terutama flek-flek diantara masa haid.
4. Pil Progestin / Mini Pil yang beredar saat ini antara lain : Exluton
Pil Kombinasi
Keuntungan Kontrasepsi :

1. Memiliki efektifitas yang tinggi, hampir 100%.


2. Risiko terhadap kesehatan sangat kecil
3. Tidak mengganggu hubungan seksual
4. Siklus haid menjadi teratur
5. Dapat digunakan jangka panjang
6. Dapat digunakan dari usia remaja sampai menopuase
7. Mudah dihentikan setiap saat
8. Kesuburan segera kembali
9. Membantu mencegah : kehamilan ektopik (90%), kanker ovarium
dan endometrium (40%), kista ovarium (80%), penyakit radang
panggul, dismenorrhoe dan akne
Keterbatasan Pil Kombinasi:

1. Harus diminum setiap hari


2. Mual terutama pada 3 bulan pertama
3. Perdarahan bercak terutama 3 bulan pertama
4. Pusing
5. Nyeri payudara
6. Berhenti haid ( jarang )
7. Mengurangi ASI
8. Menimbulkan depresi dan perubahan suasana hati sehingga libido menurun
9. Dapat meningkatkan tekanan darah dan retensi cairan
10. Tidak mencegah PMS
Indikasi Pil Kombinasi:

1. Usia reproduksi.
2. Telah memiliki anak atau yang belum memiliki anak.
3. Pascapersalinan dan tidak menyusui.
4. Menginginkan suatu metode kontrasepsi yang sangat efektif.
5. Pasaca keguguran.
6. Nyeri haid hebat
7. Siklus haid tidak teratur
8. Riwayat kehamilan ektopik
9. Kelainan payudara jinak
10. Kencing manis tanpa komplikasi
11. Penyakit tiroid, penyakit radang panggul, endometriosis, tumor ovarium
12. Varises vena
Kontra indikasi Pil Kombinasi:

1. Hamil / diduga hamil


2. Menyusui eksklusif
3. Perdarahan pervaginam yang belum diketahui penyebabnya
4. Penyakit hati akut
5. Perokok dengan usia > 35 tahun
6. Riwayat penyakit jantung, stroke, atau tekanan darah > 180 /110 mmhg.
7. Riwayat gangguan faktor pembekuan darah atau kencing manis > 20 thn
8. Kanker payudara atau yang dicurigai
9. Migrain dan gejala neorologik ( epilepsi / riwayat epilepsi )
10. Tidak dapat menggunakan pil secara teratur
Waktu Mulai Menggunakan pil kombinasi :

 Setiap saat selagi haid untuk memastikan tidak hamil


 Hari pertama sampai hari ke-7 siklus haid
 Boleh pada hari ke-8 tapi perlu menggunakan
kontrasepsi lain (kondom) mulai hari ke-8 sampai hari
ke-14 atau tidak melakukan hubungan seksual sampai
paket pil habis
 Pasca melahirkan 6 bulan pemberian ASI eksklusif / 3
bulan dan tidak menyusui / pascakeguguran segera
atau dalam waktu 7 hari
 Bila berhenti menggunakan kontrasepsi injeksi dapat
segera diberikan tanpa menunggu haid.
Instruksi pda klien :

 Pil diminum setiap hari pada saat yang


sama
 Pil diminum pada hari pertama sampai
hari ke-7 siklus haid dan dianjurkan
pada hari pertama haid
 Bila muntah dalam waktu 2 jam setelah
minum pil, ambillah pil yang lain atau
menggunakan kotrasepsi yang lain
Instruksi pada klien :

 Bila lupa minum 1 pil (hari 1-21) segera minum pil


bila ingat walaupun harus minum 2 pil pada hari yang
sama, tidak perlu menggunakan kontrasepsi yang
lain. Bila lupa 2 pil / lebih sebaiknya minum 2 pil
setiap hari sampai sesuai pil yang harus diminum dan
sebaiknya menggunakan kontrasepsi yang lain atau
tidak melakukan hubungan seksual sampai paket pil
habis.
 Bila tidak haid segera keklinik untuk tes kehamilan
Mini Pil

A. Keuntungan Kontrasepsi:

1. Sangat efektif bila digunakan secara benar.


2. Tidak mengganggu hubungan seksual.
3. Kesuburan cepat kembali.
4. Nyaman dan mudah digunakan.
5. Sedikit efek samping.
6. Dapat dihentikan setiap saat.
7. Tidak mempengaruhi ASI.
B. Keuntungan Nonkontrasepsi.

1. Mengurangi nyeri haid.


2. Mengurangi jumlah darah haid.
3. Menurunkan tingkat anemia.
4. Mencegah kanker endometrium.
5. Melindungi dari penyakit radang panggul.
6. Dapat diberikan pada penderita endometriosis
7. Kurang menyebabkan peningkatan tekanan darah,
nyeri kepala, dan depresi,
8. dapat mengurangi keluhan premenstrual sindrom
9. Sedikit sekali mengganggu metabolisme karbohidrat
sehingga relatif aman diberikan pada perempuan
pengidap kencing manis yang belum mengalami
komplikasi.

Mini Pil
Keterbatasan Pil Mini:

Hampir 30-60% mengalami gangguan haid (perdarahan sela, Spotting,


amenorea)
Peningkatan/penurunan berat badan.
Harus digunakan setiap hari dan pada waktu yang sama.
Bila lupa satu pil saja, kegagalan menjadi lebih besar.
Payudara menjadi tegang, mual, pusing, dermatitis atau jerawat.
Risiko kehamilan ektopik cukup tinggi (4 dari 100 kehamilan), tetapi resiko ini
lebih rendah jika dibandingkan dengan perempuan yang tidak menggunakan
minipil.
Efektifitasnya menjadi rendah bila digunakan bersamaan dengan obat
tuberculosis atau obat epilepsi.
Tidak melindungi diri dari infeksi menular seksual atau HIV/AIDS.
Hirsutisme (tumbuh rambut/bulu berlebihan di daerah muka), tetapi sangat
jarang terjadi.
Indikasi Mini Pil:

Usia reproduksi.
Telah memiliki anak atau yang belum memiliki anak.
Pascapersalinan dan tidak menyusui.
Menginginkan suatu metode kontrasepsi yang sangat efektif.
Pasacakeguguran.
Mempunyai tekanan darah tinggi (selama < 180/110 mmHg)
atau dengan masalah pembekuan darah
Tidak boleh menggunakan estrogen atau lebih senang tidak
menggunakan estrogen.
Kontra Indikasi Mini Pil:

Hamil atau diduga hamil.


Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya.
Tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid.
Menggunakan obat tuberculosis (rifampisin), atau obat
untuk epilepsi (fenitoin dan barbiturat).
Kanker payudara atau riwayat kanker payudara.
Sering lupa menggunakan pil.
Mioma uterus.
Riwayat stroke.
Waktu menggunakan mini pil :

Mulai hari pertama sampai hari ke-5 siklus haid. Tidak diperlukan pencegahan
dengan kontrasepsi lain.
Dapat digunakan setiap saat, asal saja tidak terjadi kehamilan. Bila
menggunakannya setelah hari ke-5 siklus haid, jangan melakukan hubungan
seksual selama dua hari atau menggunakan metode kontrasepsi lain untuk 2 hari
saja.
Bila klien tidak haid (amenorea), minipil dapat digunakan setiap saat, asal saja
diyakini tidak hamil. Jangan melakukan hubungan seksual selama 2 hari atau
menggunakan metode kontrasepsi lain untuk 2 hari saja.
Bila menyusui antara 6 minggu dan 6 bulan pascapersalinan dan tidak haid,
minipil dapat dimulai setiap saat. Bila menyusui penuh, tidak memerlukan metode
kontrasepsi tambahan.
Bila lebih dari 6 minggu pascapersalinan dan klien telah mendapat haid, minipil
dapat dimulai pada hari 1-5 siklus haid.
Continue..
Waktu menggunakan mini pil :

Minipil dapat diberikan segera pascakeguguran.


Bila klien sebelumnya menggunakan kontrasepsi hormonal lain dan ingin
menggantinya dengan minipil, minipil dapat segera diberikan, bila saja
kontrasepsi sebelumnya digunakan dengan benar atau ibu tersebut sedang tidak
hamil. Tidak perlu menunggu sampai datangnya haid berikutnya.
Bila kontrasepsi sebelumnya adalah kontrasepsi suntikan, minipil diberikan pada
jadwal suntikan berikutnya. Tidak diperlukan penggunaan metode kontrasepsi
yang lain.
Bila kontrasepsi sebelumnya adalah kontrasepsi nonhormonal dan ibu tersebut
ingin menggantinya dengan minipil, minipil diberikan pada hari 1-5 siklus haid.dan
tidak memerlukan metode kontrasepsi lain.
Bila kontrasepsi sebelumnya yang digunakan adalah AKDR . Minipil dapat
diberikan pada hari 1-5 siklus haid. Dilakukan pengangkatan AKDR.
SUNTIK

Suntikan Kombinasi, terdiri dari :


 25 µg depo medroksiprogesteron asetat (DMPA)
dan 5 µg estradiol sipionat (cycloferm)
 50 µg noretindron enantat dan 5 µg estradiol
valerat, setiap 1 bulan sekali

Suntikan Progestin, terdiri dari :


 150 µg DMPA, diberikan setiap 3 bulan sekali
 200 µg noretindron enatat, diberikan setiap 2
bulan sekali
JENIS KONTRASEPSI SUNTIKAN

DMPA NET - EN CYCLOVEM

Vial Ampul Vial


150mg DMPA 200mg NET-EN 25 mg DMPA
3 cc 2 cc 10 mg Estrogen
(3 bulan) (2 bulan) (1 cc 1 bulan)

DMPA : DEPO MEDROKSIPROGESTERON ACETAT


NET-EN : NORESTISTERON - ENANTAT
Cara kerja:

1. Menekan ovulasi
2. Membuat lendir serviks
menjadi kental sehingga
penetrasi sperma
terganggu
3. Perubahan pada
endmetrium (atrofi)
sehingga implantasi
terganggu
4. Menghambat transportasii
gamet oleh tuba
A. Suntikan kombinasi

keuntungan Kontrasepsi :
1. Risiko terhadap kesehatan kecil
2. Tidak berpengaruh pada hubungan suami istri
3. Tidak diperlukan pemeriksaan dalam
4. Jangka panjang
5. Efek samping sangat kecil

Keuntungan nonkontrasepsi :
1. Mengurangi jumlah perdarahan
2. Mengurangi nyeri saat haid
3. Mencegah anemia
4. Mencegah kehamilan ektopik
5. Melindungi dari penyakit radang panggul
6. Dapat diberikan pada perempuan usia menopause
Kerugian :

1. Terjadi perubahan pola haid


2. Mual, sakit kepala, nyeri payudara ringan dan
keluhan ini akan hilang setelah suntikan kedua
dan ketiga.
3. Efektifitas berkurang bila digunakan
bersamaan dengan dengan obat epilepsi
(fenitoin dan barbiturat) dan tuberkulosis
(rifampisin).
4. Terjadi efek samping serangan jantung, stroke,
bekuan darah danntumor hati
5. Penambahan berat badan
6. Tidak melindungi dari penularan PMS
7. Kemungkinan terlambat kembali kesuburan
Indikasi :

1. Usia reproduksi
2. Telah memiliki anak ataupun belum memiliki
anak
3. Ingin mendapatkan kontrasepsi dengan
efektifitas yang tinggi
4. Menyusui ASI pascapersalinan > 6 bulan
5. Pasca persalinan dan tidak menyusui
6. Anemia
7. Nyeri haid hebat
8. Haid teratur
9. Riwayat kehamilan ektopik
10. Sering lupa menggunakan pil kontrasepsi
1. Hamil atau diduga hamil
2. Menyusui < 6 minggu pascapersalianan
3. Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya
4. Penyakit hati akut(virus hepatitis)
5. Usia > 35 tahun yang merokok
6. Riwayat penyakit jantung, stroke, tekanan darah tinggi ( > 180/110
mmhg )
7. Riwayat kelainan tromboemboli atau dengan kencing manis > 20
tahun
8. Kelainan pembuluh darah yang menyebabkan migraine / sakit
kepala
9. Keganasan payudara
Efektifitas dan keuntungan alat kontrasepsi
injeksi

1. Sangat efektif
2. Risiko terhadap kesehatan kecil
3. Tidak berpengaruh pada hubungan suami istri
4. Tidak diperlukan pemeriksaan dalam
5. Mencegah kehamilan Jangka panjang
6. Efek samping sangat kecil
7. Klien tidak perlu menyimpan obat suntik
8. Mencegah kanker endometrium dan kehamilan ektopik
9. Mencegah beberapa penyebab penyakit radang panggul
10. Mencegah anemia
11. Dapat diberikan sampai usia perimenopause.
12. Untuk suntikan progestin tidak mengandung estrogen sehingga tidak
berdampak serius terhadap penyakit jantung dan gangguan terhadap
pembekuan darah serta tidak mempengaruhi ASI
Efek samping:

1. Terjadi perubahan pada pola haid


2. Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan infeksi
3. Penambahan BB
4. Kemungkinan terlambatnya pemulihan kesuburan
5. Ketergantungan terhadap pelayanan kesehatan
6. Pada suntikan kombinasi dapat terjadi mual, sakit kepala, nyeri payudara
ringan, dan keluhan ini akan hilang setelah suntikan kedua atau ketiga
serta Dapat terjadi efek samping yang serius seperti serangan jantung
7. Pada suntikan progestin yang digunakan jangka panjang dapat
menimbulkan perubahan lipid serum, menurunkan kepadatan tulang,
kekeringan pada vagina, menurunkan libido, sakit kepala, dan jerawat.
Waktu memulai menggunakan kontrasepsi
suntikan yang pertama diberikan:

1. Waktu 7 hari siklus haid, tidak diperlukan kontrasepsi tambahan,


bila diberikan setelah hari ke 7 siklus haid tidak boleh melakukan
hubungan seksual / menggunakan kontrasepsi lain untuk 7 hari.
2. Setiap saat waktu tidak haid dan dipastikan tidak hamil, tidak
boleh melakukan hubungan seksual dan menggunakan
kontrasepsi lain selama 7 hari.
3. Ibu sedang menggunakan kontrasepsi hormonal yang lain dan
menggunakannya dengan benar dan ibu dipastikan tidak hamil
lalu ingin menggantinya dengan kontrasepsi suntikan dapat
segera diberikan atau sesuai jadwal kontrsepsi
Waktu memulai menggunakan kontrasepsi
suntikan yang pertama diberikan:

4. Bila ibu menggunakan AKDR suntikan diberikan hari 1 - 7 siklus


haid.
5. Pada suntikan kombinasi dapat diberikan bila klien pasca
persalinan 6 bulan, belum haid dan dipastikan tidak hamil, bila
kllien pascapersalinan > 6 bulan, menyusui, telah mendapat haid
diberikan pada siklus haid hari 1 dan 7, pada klien pasca
persalinan 3 minggu dan tidak menyusui, serta pasca keguguran
suntikan dapat segera diberikan atau dalam waktu 7 hari.
Tehnik Penyuntikan :

1. Harus dikocok terlebih dahulu dengan baik, hindarkan


terjadinya gelembung udara, bila terdapat endapan putih pada
dasar ampul hilangkan dengan menghangatkannya.
2. Semua obat suntik harus diisap kedalam alat suntikannya
3. Bersihkan kulit yang akan disuntik dengan kapas alcohol,
keringkan baru disuntik
4. Penyuntikan harus dilakukan dalam-dalam secara IM
karena bila dangkal suntikan tidak bekerja secara efektif
Kulit
Jaringan bawah kulit
Jaringan otot
Tehnik Penyuntikan :

5. Jangan melakukan masase pada tempat suntikan karena


obat akan terlalu cepat diserap
6. Suntikan ulang dapat diberikan 7 hari lebih awal
7. Pada suntikan kombinasi klien harus kembali mendapatkan
suntikan setiap 4 minggu
8. Pada suntikan progestin suntikan diberikan setiap 90 hari,
untuk noristerat untuk 3 injeksi berikutnya diberikan setiap 8
minggu
AKBK / Implant

Pengertian

Kontrasepsi implan/susuk adalah alat kontrasepsi hormonal yang


ditempatkan di bawah kulit (ditanam dibawah kulit).
Macam-macam alat kontrasepsi implant

Kontasepsi implan terdiri dari:

1. Norplant;
Terdiri dari 6 batang silastik lembut berongga dengan
panjang 3,4 cm diameter 2,4 mm berisi 36 mg
levonorgestrel dan lama kerja 5 tahun
Macam-macam alat kontrasepsi implant

Kontasepsi implan terdiri dari:

2. Implanon;
Terdiri dari 1 batang putih lentur dengan panjang ± 40
mm dan diameter 2 mm, berisi 68 mg 3-keto-desogestrel
dan lama kerja 3 tahun.
Macam-macam alat kontrasepsi implant

Kontasepsi implan terdiri dari:

Jedena dan indoplant;


Terdiri dari 2 batang berisi 75 mg levonorgestrel dengan
lama kerja 3 tahun.
Efektifitas dan Keuntungan alat kontrasepsi implan

Kontrasepsi implan sangat efektif (0,2 – 1 kehamilan/100 perempuan)

Keuntungan kontrasepsi :
1. daya guna tinggi, perlindungan jangka panjang (sampai 5 tahun)
2. pengembangan tingkat kesuburan yang cepat setelah pencabutan
3. tidak memerlukan pemeriksaan dalam
4. bebas dari pengaruh estrogen
5. tidak mengganggu ASI dan tidak mengganggu sangggama
6. klien hanya perlu kembali ke klinik bila ada keluhan
7. dapat dicabut setiap saat sesuai dengan kebutuhan
Keuntungan nonkontrasepsi :

1. mengurangi nyeri haid dan jumlah darah haid


2. mengurangi/memperbaiki anemia
3. melindungi terjadinya kanker endometrium
4. menurunkan angka kejadian kelainan jinak payudara
5. melindungi diri dari beberapa penyebab penyakit
radang panggul
6. menurunkan angka kejadian endometriosis
Keterbatasan alat kontrasepsi implan:

1. Dapat menyebabkan perubahan pola haid berupa perdarahan bercak


(spotting), hipermenorea atau meningkatnya jumlah darah haid serta
amenorea. Timbul gejala – gejala seperti :
2. nyeri kepala, nyeri payudara, mual, pening.
3. peningkatan/penurunan BB.
4. perubahan perasaan (mood) atau kegelisahan (nervousness).
5. membutuhkan tindak pembedahan minor untuk insersi dan pencabutan.
6. tidak memberikan efek protektif terhadap infeksi menular seksual termasuk
AIDS.
7. klien tidak dapat menghentikan sendiri pemakaian kontrasepsi ini sesuai
dengan keinginan, akan tetapi harus spergi ke klinik untuk pencabutan.
8. efektifitasnya menurun bila menggunakan obat-obat TBC atau obat epilepsi.
Indikasi alat kontrasepsi implan:

1. usia reproduksi
2. telah memiliki anak ataupun belum
3. menghendaki kontrasepsi yang memiliki efektifitas tinggi
dan menghendaki pencegahan kehamilan jangka panjang
4. menyusui dan membutuhkan kontrasepsi
5. pascapersalinan dan tidak menyusui
6. pascakeguguran
7. tidak menginginkan anak lagi, tetapi menolak sterilisasi
8. riwayat kehamilan ektopik
9. tekanan darah <180/110 mmHg, dengan masalah
pembekuan darah, atau anemia bulan sabit (sickle cell)
10.tidak boleh menggunakan kontrasepsi hormonal yang
mengandung estrogen
11.sering lupa menggunakan pil
Kontra-Indikasi alat kontrasepsi implan :

1. hamil atau diduga hamil


2. perdarahan pervaginam yang belum jelas
penyebabnya
3. benjolan/kanker payudara atau riwayat kanker
payudara
4. tidak dapat menerima perubahan pola haid yang
terjadi
5. mioma uterus dan kanker payudara
6. gangguan toleransi glukosa
Waktu mulai menggunakan alat kontrasepsi implan :

1. setiap saat selama siklus haid hari ke-2 s/d hari ke-7, tidak diperlukan
metode kontrasepsi tambahan atau setiap saat asal diyakini tidak terjadi
kehamilan. Bila diinsersi setelah hari ke-7 siklus haid, klien jangan melakukan
hubungan seksual, atau menggunakan alat kontrasepsi lain untuk 7 hari saja.
2. bila menyusui antara 6 minggu sampai 6 bulan pascapersalinan, insersi dapat
dilakukan setiap saat. Bila menyusui penuh, klien tidak memerlukan
kontrasepsi lain.
3. bila > 6 minggu pascapersalinan dan telah terjadi haid, insersi dapat dilakukan
setiap saat, tetapi jangan melakukan hubungan seksual selama 7 hari atau
menggunakan metode kontrasepsi lain untuk 7 hari saja.
4. Bila klien menggunakan kontrasepsi hormonal dan ingin menggantinya dengan
implan, insersi dapat dilakukan setiap saat asal yakin klien tidak hamil, dan
klien menggunakan kontrasepsi terdahulu dengan benar.
Waktu mulai menggunakan alat kontrasepsi implan :

5. Bila kontrasepsi sebelumnya adalah suntikan, implan dapat diberikan pada


saat jadwal kontrasepsi suntikan tersebut dan tidak diperlukan kontrasepsi
lain.
6. bila kontrasepsi sebelumnya adalah nonhormonal (kecuali AKDR) dan klien
ingin menggantinya dengan implan, insersi dapat dilakukan setiap saat asal
yakin klien tidak hamil, tidak perlu menunggu haid berikutnya.
7. bila kontrasepsi sebelumnya adalah AKDR, implan dapat diinsersikan pada
saat haid hari ke-7 dan klien jangan melakukan hubungan seksual selama 7
hari atau gunakan metode kontrasepsi lain untuk 7 hari saja. AKDR segera
cabut.
8. Pada klien pasca keguguran implan dapat langsung diinsersikan.
9. Lokasi insersi: lengan atas bagian dalam, 8 cm di atas lipatan siku.
Efek Samping penggunaan alat kontrasepsi
implan:

1. amenorea
2. perdarahan bercak (spotting ringan)
3. ekspulsi
4. infeksi pada daerah insersi
5. berat badan naik/turun
Cara kerja alat kontrasepsi implan :

1. mengentalkan lendir serviks


2. mengganggu proses pembentukan endometrium sehingga
sulit terjadi implantasi
3. mengurangi transportasi sperma
4. menekan ovulasi
Instruksi pada klien pengguna alat kontrasepsi implan:

1. daerah insersi harus tetap dibiarkan kering dan bersih selama 48 jam
pertama  untuk emncegah infeksi pada luka insisi.
2. perlu dijelaskan bahwa mungkin terjadi sedikit rasa perih, pembengkakan,
atau lebam pada daerah insisi.
3. pekerjaan rutin harian tetap dikerjakan, hindari benturan, gesekan atau
penekanan pada daerah insersi.
4. balutan penekanan jangan dibuka selama 48 jam, sedangkan plester
dipertahankan hingga luka sembuh (biasanya 5 hari).
5. setelah luka sembuh, daerah tersebut dapat disentuh dan dicuci dengan
tekanan yang wajar.
6. bila ditemukan adanya tanda-tanda infeksi seperti demam, peradangan, atau
bila rasa sakit menetap selama beberapa ahri, segera kembali ke klinik.
Informasi lain yang perlu disampaikan :

1. efek kontrasepsi timbul beberapa jam setelah insersi dan berlangsung hingga
5 tahun bagi norplant dan 3 tahun bagi susuk implanon dan akan berakhir
sesaat setelah pengangkatan.
2. sering ditemukan gangguan pola haid, terutama 6-12 bulan pertama.
3. obat-obat tuberkulosis ataupun obat epilepsi dapat menurunkan efektifitas
implant.
4. efek samping yang berhubungan dengan implant dapat berupa sakit kepala,
penambahan berat badan, dan nyeri payudara.
5. bila norplant dicabut sebelum 5 tahun dan implanon sebelum 3 tahun,
kemungkinan hamil sangat besar.
6. berikan kepada klien kartu yang ditulis nama, tanggal insersi, tempat insersi,
dan nama klinik.
7. implan tidak melindungi klien dari IMS termasuk AIDS. Bila pasangannnya
memiliki resiko, perlu menggunakan kondom untuk melakukan hubungan
seksual.
Peringatan bagi pengguna implan, dan segera
menghubungi dokter jika menemukan hal
berikut :

1. terjadi keterlambatan haid yang sebelumnya


teratur.
2. nyeri perut bagian bawah yang hebat.
3. terjadi perdarahan banyak dan lama.
4. adanya nanah atau perdarahan pada bekas insersi
implan.
5. ekspulsi batang implan.
6. sakit kepala migrain, sakit kepala berulang yan
berat, atau penglihatan menjadi kabur.
Jadwal kunjungan kembali ke klinik :

Klien dianjurkan kembali ke klinik jika ditemukan hal-


hal sebagai berikut :
1. amenorea yang disertai nyeri perut bagian bawah.
2. perdarahan yang banyak dari kemaluan.
3. rasa nyeri pada lengan.
4. luka bekas insisi mengeluarkan darah atau nanah.
5. ekspulsi dari batang implant.
6. sakit kepala hebat atau penglihatan menjadi kabur.
7. nyeri dada hebat.
8. dugaan adanya kehamilan.