Vous êtes sur la page 1sur 8

ANGINA PEKTORIS STABIL

3. DIAGNOSIS
• DIAGNOSIS:
• Anamnesis:
• -Pasien datang dengan keluhan rasa tidak enak dibagian dada atau nyeri di bagian dada yang
menjalar ke rahang, baahu, lengan (biasanya lengan kiri), punggung.
• -Dipicu oleh aktivitas fisik atau stress emosioal
• -Akan berkurang jika dilakukan istrirahat atau pemberian obat nito gliserin
• -Nyeri dada biasanya berlangsung tidak lebh dari 15 menit.

• => Angina Pektoris Stabil biasanya tidak bisa di dapatkan hasil diagnosis dengan pemeriksaan fisik
• => Nyeri dada pada angina pektoris khususnya angina pektoris stabil dapat di jadikan patokan
berdasarkan:
• -lokasi nyeri
• -kualitas nyeri (nyeri tumpul, nyeri rasa tertindih, ras tertekan, rasa desakan yang kuat)
• -kuantitas nyeri
• -gejala penyerta
• -lokasi (bisa didapatkan di dada tengah, retrosternal atau substernal atau didaerah perikordial yang
menjalar ke bagian lain.
2. Pemeriksaan penunjang:

• EKG ( didapatkan gambaran iskemik yaitu ST depresi, T inversi atau


keduanya)
• Pemeriksaan laboratorium ( peningkatan Troponin T atau I:meningkat
sejak onset 24 jam dan berlanjut selama 2 minggu, CK-MB: lihat proses
infark yang meningkat dalam 48 jam)
• Ekokardiografi ( digunakan untuk menganalisis fungsi miokardium
segmentalis serangan yang terjadi pada APS ini/ digunakan untuk nelihat
ada tidaknya stenosis aorta atau kardiomiopati hipertropi yang terjadi
pada pasien murmur sistolik
• Angiografi Koroner ( untuk pasien yang sudah mendapatkan terapi satau
pasien yang beresiko tinggi).
4. TATALAKSANA
• Tujuan tatalaksana:
• mencegah kematian (prognosis yang buruk)
• mencegah serangan jantung/infark
• mengontrol serangan angina sehingga memperbaiki kualitas hidup

• Non-farmakologi:
• Penurunan BB
• Berhenti merokok dan hindari paparan asap rokok
• Berhenti minum alkohol
• Tidak melakukan pekrjaan yang terlalu berat
• Management lipid/ kontrol dan seimbangkan kolesterol
• Kendalitan tekanan darah dengan pola hidup
• Untuk penderita DM, lakukan management DM
• Terapi reperfusi dengan cara intervensi atau bedah pintas (CBAG)
• Farmakologi:
• Tujuannya untuk mengontrol angina/nyeri dada dan
memperbaiki kualitas hidup.
• Antiplatelet: Aspirin (75-162 mg/hari), Clopidogrel (75 mg/hari)
• Penyekat Beta
• Inhibitor ACE dan Angiotensin-receptor blocker (ARB)
• Nitrat- nitroglycerin sublingual atau spray untuk mengatasi
angina dengan cepat
• Antagonis-Calcium (diberikan jika pengobatan dengan penyekat
beta saja angina tidak bisa diatasi dan jadi kontraindikasi)
5. KOMPLIKASI
• KOMPLIKASI:
• Komplikasi yang dapat terjadi pada Angina Pectoris Stabil, yaitu :
• 1. Tachicardia dan fibrilasi ventrikel
• 2. Menurunnya nadi perifer
• 3. Gangguan kontraktilitas
• 4. Abnormalitas sirkulasi
• 5. Disritmia ventrikuler berat
• 6. Dekompensasi jantung atau komplikasi paru dan dispnea

• 7. Infarksi miokardium yang akut ( serangan jantung)


Infark miokard akut ini atau disebut juga dengan AMI (akut miokard infark) adalah sebuah
kondisi kematian pada miokard (otot jantung) akibat dari aliran darah ke bagian otot
jantung terhambat atau juga terganggu. Infark miokard akut ini disebabkan adanya
penyempitan atau pun sumbatan pembuluh darah koroner. Dan pembuluh darah koroner
ini adalah pembuluh darah yang memberikan makan serta nutrisi ke otot jantung untuk
menjalankan fungsinya
• 8. Kematian karena jantung secara mendadak
• Henti jantung mendadak (sudden cardiac death) adalah kematian yang terjadi
sebagai akibat dari hilangnya fungsi jantung secara mendadak. Keadaan ini
termasuk permasalahan kesehatan yang besar dan mengenaskan karena dapat
menyerang secara tiba-tiba serta terjadi pada usia tua maupun muda. Keadaan
henti jantung mendadak bisa saja terjadi pada seseorang dengan ataupun tanpa
penyakit jantung sebelumnya. Namun penyebab utama seseorang mengalami
henti jantung mendadak adalah karena penyakit jantung koroner. Sehingga cara
penanganan untuk menurunkan risiko henti jantung mendadak adalah dengan
menurunkan risiko penyakit jantung- seperti tekanan darah tinggi, kadar
kolesterol tinggi, dan merokok.

• 9. Aritmia kardiak
Aritmia kardiak adalah suatu keadaan saat denyut jantung berdetak secara tidak
teratur. Keadaan ini menyebabkan 250.000 kematian tiap tahunnya.
6. PROGNOSIS
• Prognosis untuk pasien dengan Angina Pectoris
tergantung pada penyebabnya, jenis, keparahan, dan
kesehatan umum individu. Seseorang yang memiliki
angina memiliki prognosis yang baik jika ia mencari
perhatian medis yang segera dan belajar pola-nya atau
angina nya, seperti apa yang menyebabkan serangan, apa
yang mereka rasakan, berapa lama episode biasanya
berlangsung, dan apakah obat meringankan serangan. Jika
gejala itu berarti, atau jika gejala mirip dengan serangan
jantung, bantuan medis harus segera dicari.